1 Dinar Emas Berapa Gram? Ketahui Sejarah dan Beratnya!

Istilah dinar sering muncul ketika membahas emas, baik dalam konteks sejarah dan ekonomi islam maupun investasi di era modern.
Tak heran pertanyaan soal 1 dinar emas berapa gram masih muncul di kalangan masyarakat. Di zaman dulu, dinar memang dijadikan sebagai alat transaksi, sementara jaman sekarang sudah menggunakan mata uang yang berbeda.
Selain itu, ada emas batangan yang dianggap sama dengan dinar emas. Nah, supaya tidak salah paham, simak penjelasan lengkap mengenai dinar, mulai dari berat hingga perbedaannya dengan emas batangan untuk investasi dalam artikel berikut.
Apa Itu Dinar?
Dinar merupakan koin emas yang telah digunakan sebagai alat transaksi sejak masa lampau di sejumlah negara di Timur Tengah dan Arab.
Alat transaksi ini sebenarnya terdiri dari dua macam, yaitu dinar konvensional sebagai mata uang biasa dan dinar emas berbentuk koin dengan kandungan emas murni relatif tinggi.
Lantas, 1 dinar emas berapa gram? Nilainya dapat berbeda-beda, namun dinar emas dalam Islam memiliki standar berat yang seragam agar nilai tukarnya lebih jelas. Inilah mengapa saat ini dinar emas sering kali digunakan untuk investasi maupun koleksi.
Dinar sendiri umumnya dibuat dari emas berkadar 22 karat atau 24 karat, tergantung pada standar dan produsen yang menerbitkannya. Selain 1 dinar, tersedia pula pecahan lain, seperti ½ dinar dan ¼ dinar di pasaran.
Oleh karena itu, sebelum membeli dinar, sebaiknya periksa terlebih dahulu spesifikasi dan sertifikat produknya untuk mengetahui kadar emas secara pasti.
1 Dinar Emas Berapa Gram?
Secara umum, 1 dinar setara dengan 4,25 gram emas. Ukuran ini menjadi standar yang paling banyak digunakan hingga saat ini.
Adapun standar tersebut berasal dari satuan berat kuno yang disebut mitsqal. Dalam sejarah Islam, 1 dinar setara dengan 1 mitsqal emas yang kemudian distandarkan menjadi sekitar 4,25 gram agar memiliki nilai yang seragam dalam transaksi.
Meski demikian, beberapa sumber menyebut berat 1 mitsqal sekitar 4,45 gram atau 1/7 troy ounce. Namun, angka 4,25 gram tetap menjadi acuan yang paling umum digunakan dalam penerbitan dinar emas modern.
Baca juga: Kenali Perbedaan Emas Muda dan Emas Tua Sebelum Berinvestasi
Berat Dinar di Beberapa Periode dalam Islam
Menilik sejarah pemerintahan Islam, berat dinar memang beberapa kali mengalami penyesuaian. Meski begitu, standar berat yang mendekati 4,25 gram tetap menjadi acuan utama dan terus digunakan hingga saat ini. Berikut ini beberapa periodenya:
1. Masa Kekhalifahan Umayyah
Pada masa kepemimpinan Umayyah sekitar abad ke-7 Masehi, dinar emas mulai dicetak dengan berat sekitar 4,25 gram. Koin ini terbuat dari emas dan memiliki standar yang seragam sehingga memudahkan aktivitas transaksi perdagangan di berbagai wilayah Islam.
2. Masa Kekhalifahan Abbasiyah
Memasuki era Abbasiyah pada abad ke-8 hingga ke-13 Masehi, berat dinar tetap berada di kisaran 4 sampai 4,25 gram. Meski terdapat sedikit perbedaan di beberapa daerah, standar tersebut masih dipertahankan sebagai acuan dalam transaksi.
3. Masa Kesultanan Ottoman
Pada masa Kesultanan Ottoman, berat dinar mengalami perubahan menjadi sekitar 3,5 sampai 3,75 gram. Ukurannya memang lebih ringan daripada dinar pada era sebelumnya, karena menyesuaikan dengan kebijakan moneter yang berlaku saat itu.
4. Dinar Modern
Saat ini, banyak dinar modern yang kembali mengadopsi standar berat sekitar 4,25 gram. Namun, berat maupun kadar emasnya dapat berbeda tergantung pada kebijakan masing masing penyedia.
Oleh karena itu, kamu perlu memeriksa secara detail spesifikasi produk dinar sebelum melakukan pembelian.
Baca juga: Mengenal Koin Emas Rupiah, Koleksi Langka Bernilai Tinggi
Perbedaan Dinar dan Emas Batangan
Meski sama-sama terbuat dari emas, ada sejumlah perbedaan antara dinar dan emas batangan yang perlu dipahami.
Dinar umumnya berbentuk koin dengan berat standar sekitar 4,25 gram, sedangkan emas batangan tersedia dalam berbagai pilihan ukuran, mulai dari 0,5 gram hingga 1 kilogram atau bahkan lebih.
Perbedaan lainnya terletak pada kadar emas di dalamnya. Dinar biasanya diproduksi menggunakan emas 22 karat maupun 24 karat, tergantung pada standar dan produsennya.
Sementara itu, emas batangan yang beredar di pasaran umumnya memiliki kadar kemurnian mencapai 99,99% atau 24 karat. Supaya lebih jelas, berikut ini tabel perbandingannya.
Apakah Dinar Cocok untuk Investasi?
Pada dasarnya, dinar tetap memiliki nilai karena terbuat dari emas. Selain itu, dinar juga unggul dari sisi historis sehingga cocok untuk para kolektor.
Namun, jika tujuan utamanya adalah membangun investasi jangka panjang, banyak orang cenderung lebih memilih emas batangan.
Selain memiliki kadar emas yang tinggi, emas batangan juga tersedia dalam berbagai pilihan berat sehingga lebih fleksibel untuk dibeli maupun dijual kembali.
Kini, memiliki emas batangan tidak harus dilakukan secara tunai dalam jumlah besar. Kamu bisa membeli emas secara bertahap dan sesuai dengan kondisi keuangan melalui skema cicilan di layanan Cicil Emas Pegadaian.
Layanan ini memberikan pilihan produk emas batangan atau tabungan emas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi kamu.
Untuk emas batangan, kamu bisa mengambil fisiknya di outlet Pegadaian yang dipilih saat pengajuan setelah pelunasan.
Nah, berikut beberapa keunggulan Cicil Emas yang bisa jadi pertimbangan:
- Cicilan tetap meskipun harga emas naik.
- Kadar emas 24 karat bersertifikat SNI dan LBMA.
- Jaminan buyback atau jual kembali di Galeri 24.
- Pelunasan lebih fleksibel karena dapat dilakukan sewaktu-waktu sesuai ketentuan yang berlaku.
- Tersedia pilihan layanan, mulai dari Cicil Emas Personal, Kolektif, hingga Arisan.
- Pilihan denominasi mulai dari 1 gram.
#TenangSaja, untuk proses pengajuannya, kamu dapat melakukannya secara online di aplikasi Tring! by Pegadaian atau pun datang langsung ke kantor cabang Pegadaian terdekat.
Dengan proses yang praktis dan pilihan layanan beragam, memiliki emas untuk investasi kini bisa dimulai tanpa harus menunggu dana terkumpul dalam jumlah besar sekaligus. Yuk, mulai cicil emas sekarang!
Baca juga: Emas Soekarno Asli atau Mitos? Ini Fakta dan Ciri-Cirinya
Berita dan Artikel Lainnya

Emas
Tabungan Emas Digital Untuk Milenial
Tak hanya uang, kamu juga bisa menabung emas di Pegadaian. Sebenarnya, apa saja keuntungan menabung emas? Simak ulasannya di sini.

Emas
Apa Itu Investasi Emas dan Cara Memulainya di Pegadaian
Investasi emas adalah cara menanamkan dana pada aset emas untuk membantu menjaga nilai kekayaan. Pelajari keunggulan, risiko, dan cara memulainya di sini!

Emas
Sejarah Harga Emas di Indonesia: Naik Turun dari Tahun 1970
Meskipun dikenal stabil, sejarah harga emas di Indonesia menunjukkan kenaikan dan penurunan secara signifikan. Yuk, cari tahu selengkapnya di sini!

