Emas Dinar: Pengertian, Ciri, Kelebihan, dan Kekurangannya

Bagi banyak orang, emas dinar adalah salah satu pilihan investasi yang menarik karena memiliki nilai historis sekaligus sesuai dengan prinsip syariah.
Selain berfungsi sebagai aset pelindung nilai, dinar emas juga dikenal sebagai jenis emas dengan standar kadar dan berat tertentu sehingga cocok dijadikan investasi jangka panjang.
Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi dinar emas, ada baiknya kamu memahami terlebih dahulu apa itu dinar emas. Dengan mengenalnya, kamu bisa mengetahui karakteristik serta keunggulannya dibandingkan dengan jenis emas lainnya.
Mari simak pembahasan tentang emas dinar, termasuk ciri, kelebihan, dan kekurangannya, secara komprehensif di bawah ini.
Apa Itu Emas Dinar?
Emas dinar adalah koin emas yang digunakan sebagai alat tukar dan instrumen investasi dalam sistem ekonomi berbasis syariah. Istilah "dinar" berasal dari bahasa Arab dan merujuk pada mata uang emas yang telah digunakan sejak masa kejayaan Islam.
Sebagai catatan, beberapa wilayah pernah memprakarsai penggunaan dinar emas, sedangkan banyak negara modern menggunakan mata uang dinar yang tidak berbasis emas.
Dinar emas umumnya dibuat menggunakan emas berkadar tinggi dengan standar berat tertentu agar memiliki nilai yang diakui. Saat ini, fungsinya lebih banyak sebagai instrumen investasi dibandingkan dengan alat transaksi.
Selain memiliki nilai intrinsik, dinar emas dianggap sesuai dengan prinsip syariah karena tidak mengandung unsur riba, gharar, maupun spekulasi yang berlebihan. Itulah sebabnya investasi ini diminati oleh para investor.
Ciri-Ciri Emas Dinar
Dengan mengetahui karakteristiknya, kamu akan lebih mudah memastikan keaslian sekaligus memahami nilai setiap keping dinar emas. Berikut penjelasannya:
1. Memiliki Kadar 22 Karat
Salah satu ciri utama emas dinar adalah menggunakan kadar sekitar 22 karat atau setara dengan 91,7% emas murni. Kadar ini dipilih karena memberikan keseimbangan antara nilai emas yang tinggi dan kekuatan fisik koin sehingga tidak mudah rusak.
2. Berbentuk Koin dengan Tulisan Arab atau Kaligrafi
Dinar emas berbentuk koin dan biasanya dihiasi dengan tulisan Arab atau kaligrafi Islami. Desain tersebut menjadi identitas khas yang membedakannya dari emas batangan maupun perhiasan, sekaligus memiliki nilai historis dan simbolis.
3. Berat Standar ±4,25 Gram
Dinar emas umumnya memiliki berat sekitar 4,25 gram mengikuti standar yang telah digunakan sejak masa awal Islam. Ukurannya yang relatif kecil membuat koin ini praktis untuk disimpan dan cocok dijadikan investasi secara bertahap.
Baca juga: Perbedaan Dinar dan Emas, Mana yang Cocok untuk Investasi?
Kelebihan Investasi Emas Dinar
Emas dinar adalah salah satu aset yang banyak dipilih sebagai pelindung nilai kekayaan. Berikut beberapa kelebihan yang dapat menjadi pertimbangan sebelum berinvestasi:
1. Membantu Melindungi Nilai dari Inflasi
Harga emas cenderung meningkat ketika nilai tukar melemah. Oleh karena itu, dinar emas sering dimanfaatkan untuk menjaga daya beli dan mempertahankan nilai aset dalam jangka panjang.
2. Memenuhi Prinsip Syariah
Dinar emas menjadi pilihan yang sesuai bagi investor karena transaksinya tidak mengandung riba, gharar, maupun unsur spekulatif yang berlebihan. Hal ini membuat investasi terasa lebih sesuai dengan prinsip syariah.
3. Memiliki Nilai Intrinsik
Sebagai logam berharga, emas memiliki nilai yang diakui secara global dan tidak bergantung pada kinerja perusahaan tertentu. Oleh karena itu, nilainya cenderung lebih stabil dibandingkan dengan banyak instrumen investasi lainnya.
4. Mudah Diperjualbelikan
Dinar emas dapat dijual atau dibeli melalui toko emas maupun lembaga emas berizin resmi. Tingkat likuiditas yang cukup baik membuat investor lebih mudah mencairkan aset saat dibutuhkan.
5. Praktis Disimpan
Bentuknya yang berupa koin membuat dinar emas mudah dibawa dan tidak membutuhkan ruang penyimpanan yang besar. Namun, penyimpanannya tetap harus dilakukan dengan baik agar kualitasnya tetap terjaga.
Baca juga: Beda Emas Arab dan Emas Indonesia dari Kadar dan Nilai Jual
Kekurangan Investasi Emas Dinar
Dengan mengetahui kekurangannya, kamu dapat mempertimbangkan strategi investasi yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan. Berikut beberapa kekurangan dari investasi emas dinar yang perlu kamu perhatikan:
1. Memerlukan Penyimpanan yang Terjamin
Mengingat emas dinar merupakan aset fisik, ada risiko hilang atau dicuri apabila tidak disimpan dengan baik. Oleh sebab itu, banyak investor lebih memilih menggunakan brankas atau layanan penyimpanan khusus.
2. Harga Bisa Berfluktuasi
Meski dikenal relatif stabil, harga emas tetap dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, permintaan pasar, serta kebijakan moneter. Perubahan tersebut dapat memengaruhi nilai investasi, terutama dalam jangka pendek.
3. Ada Biaya Tambahan
Saat membeli dinar emas, kamu juga perlu memperhitungkan biaya, seperti selisih harga jual dan beli (spread), biaya administrasi, serta biaya penyimpanan. Jika kamu mengabaikannya, biaya tersebut dapat mengurangi potensi keuntungan investasi yang akan kamu dapatkan.
4. Potensi Pertumbuhan Terbatas
Kenaikan nilai dinar emas mengikuti pergerakan harga emas dunia. Dibandingkan dengan instrumen seperti saham, potensi pertumbuhannya memang cenderung lebih stabil, tetapi biasanya tidak setinggi investasi berisiko tinggi.
5. Likuiditas Berbeda di Setiap Daerah
Meskipun mudah diperjualbelikan, tidak semua wilayah memiliki pasar dinar emas yang aktif. Karena itu, proses jual beli di beberapa daerah mungkin membutuhkan waktu lebih lama.
Jika kamu ingin menjadikan dinar sebagai instrumen pelindung kekayaan, ini memang efektif untuk menjaga nilai aset.
Namun, menyimpan koin emas secara mandiri tentu saja juga berisiko kehilangan atau rusak. Apabila ingin berinvestasi emas dengan proteksi yang terjamin sekaligus memperoleh keuntungan tambahan, #TenangSaja karena ada Deposito Emas di Pegadaian.
Deposito Emas merupakan layanan penitipan emas yang memberikan imbal hasil berupa tambahan gram emas. Emas yang disimpan akan diasuransikan sehingga kamu tidak perlu khawatir terhadap risiko penyimpanan fisik.
Layanan Deposito Emas menawarkan pilihan tenor yang fleksibel, dengan imbal hasil 1% per tahun yang dibayarkan setiap awal bulan dalam bentuk top up gram emas ke rekening Emas Pegadaian.
Untuk menggunakan layanan Deposito Emas, kamu harus memiliki rekening Emas Pegadaian aktif, dengan minimum deposito sebesar 5 gram dan sisa saldo minimal 0,1 gram setelah transaksi.
Tertarik untuk memiliki Deposito Emas? Pengajuannya dapat kamu lakukan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Kamu hanya perlu memilih rekening, menentukan jumlah gram emas dan tenor, menyetujui syarat dan ketentuan, lalu memasukkan PIN dan OTP.
Setelah proses selesai, sertifikat penempatan Deposito Emas akan dikirim melalui email sehingga investasi emas menjadi lebih praktis.
Yuk, ajukan Deposito Emas di Pegadaian sekarang juga dan dapatkan potensi tambahan gram emas setiap bulannya!
Baca juga: 10 Cara Mendeteksi Emas Palsu atau Asli, Bisa Dicoba di Rumah!
Berita dan Artikel Lainnya

Emas
Begini 3 Cara Beli Emas di Pegadaian, Yuk Simak & Coba!
Cara beli emas di Pegadaian bisa dilakukan dengan menabung, mencicil, atau membeli langsung. Pelajari cara selengkapnya di artikel ini!

Emas
Cara Beli Emas Sedikit-Sedikit dan Tips untuk Konsisten
Pelajari cara beli emas sedikit-sedikit secara strategis. Metode ini cocok untuk pemula yang ingin berinvestasi emas dengan modal kecil secara konsisten.

Emas
4 Faktor Penyebab Melesatnya Kenaikan Harga Emas di Tahun 2019
Tak hanya uang, kamu juga bisa menabung emas di Pegadaian. Sebenarnya, apa saja keuntungan menabung emas? Simak ulasannya di sini.

