Mengenal Koin Emas Rupiah, Koleksi Langka Bernilai Tinggi

Oleh Pegadaian dalam Emas

21 June 2026
Bagikan :
image detail artikel

Di tengah harga emas yang terus menjadi perhatian banyak orang, ternyata Indonesia pernah memiliki uang logam rupiah dengan kandungan emas asli yang kini bernilai tinggi.

Tidak sedikit koin emas rupiah terbitan Bank Indonesia yang saat ini diburu kolektor karena jumlahnya terbatas dan memiliki nilai historis tersendiri. Bahkan, beberapa di antaranya memiliki harga jual yang jauh melampaui nominal aslinya.

Lalu, apa saja daftar koin emas resmi yang pernah diterbitkan oleh Bank Indonesia? Mari simak pembahasan lengkapnya berikut ini.

Daftar Koin Emas Rupiah Terbitan Bank Indonesia

Bank Indonesia pernah menerbitkan berbagai koin emas rupiah edisi khusus yang kini dikenal sebagai barang koleksi bernilai tinggi.

Sebagian besar koin ini dibuat untuk memperingati momen penting nasional maupun internasional. Oleh karena itu, jumlah produksinya terbatas dan kandungan emas berkadar tinggi.

Berikut beberapa daftar koin emas rupiah resmi yang pernah diterbitkan oleh Bank Indonesia:

1. Koin Emas Emisi 1970

Dalam rangka memperingati 25 tahun kemerdekaan Indonesia, Bank Indonesia menerbitkan seri uang logam emas khusus pada 17 Agustus 1970.

Seri ini terdiri dari beberapa pecahan dengan desain yang berbeda-beda dan menampilkan unsur budaya maupun kekayaan alam Indonesia. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Pecahan Rp2.000 bergambar burung cendrawasih dengan berat sekitar 4,93 gram.
  • Pecahan Rp5.000 dengan ilustrasi arca Manjusri dan Candi Tumpang seberat 12,43 gram.
  • Pecahan Rp10.000 bergambar penari tradisional dengan berat 24,68 gram.
  • Pecahan Rp20.000 bergambar Garuda Bali dengan berat 49,37 gram.
  • Pecahan Rp25.000 yang menampilkan Jenderal Sudirman dengan berat 61,71 gram.


Karena berbahan emas dan memiliki nilai sejarah tinggi, harga koleksi koin ini saat ini jauh melampaui nilai nominalnya.

2. Koin Rp100.000 Seri Cagar Alam Komodo (1974)

Pada tahun 1974, Bank Indonesia kembali mengeluarkan koin emas rupiah dalam seri Cagar Alam.

Koin pecahan Rp100.000 ini menampilkan lambang Garuda Pancasila di bagian depan dan gambar komodo di bagian belakang sebagai simbol satwa endemik Indonesia.

Koin tersebut dibuat menggunakan emas berkadar 900/1000 (0,9) dengan berat sekitar 33,437 gram. Berbeda dari uang logam biasa, koin ini diterbitkan sebagai edisi koleksi dan tidak diedarkan luas untuk transaksi harian.

3. Koin Rp200.000 Seri Badak Jawa (1987)

Bank Indonesia kembali merilis koin emas seri satwa langka pada tahun 1987 melalui pecahan Rp200.000.

Pada sisi belakang koin terdapat ilustrasi Badak Jawa bercula satu, sedangkan bagian depannya tetap menggunakan lambang Garuda dan tulisan Bank Indonesia.

Koin ini dibuat dari emas berkadar 917/1000 (0,917) dengan berat 10 gram. Hingga sekarang, seri badak Jawa masih menjadi salah satu koin emas rupiah yang banyak diburu kolektor.

4. Koin Emas Save the Children Fund (1990)

Pada awal 1990-an, Bank Indonesia menerbitkan koin emas bertema internasional bertuliskan “Save the Children Fund”. Desain bagian belakang menampilkan sosok perempuan dengan pakaian adat Bali.

Koin ini memiliki nominal Rp200.000 dan berat sekitar 10 gram. Meski sempat beredar, masa edarnya tergolong singkat sehingga keberadaannya kini cukup langka di pasar koleksi.

Baca juga: Berlian atau Emas, Mana yang Lebih Baik untuk Investasi?

5. Koin Rp300.000 Peringatan 50 Tahun Kemerdekaan RI (1995)

Dalam rangka memperingati 50 tahun kemerdekaan Indonesia, Bank Indonesia menerbitkan koin emas nominal Rp300.000 pada tahun 1995. Koin ini dibuat dari emas 23 karat dengan berat sekitar 17 gram.

Bagian depan koin dihiasi lambang Garuda yang dikelilingi 50 bintang, sementara sisi belakangnya menampilkan Presiden Soeharto yang sedang berbincang dengan masyarakat.

6. Koin Rp850.000 Edisi Kemerdekaan RI ke-50

Masih dalam rangkaian peringatan HUT RI ke-50, Bank Indonesia juga menerbitkan koin emas pecahan Rp850.000.

Koin ini memiliki desain yang lebih eksklusif dengan gambar Presiden Soeharto pada bagian belakang.

Materialnya menggunakan emas 23 karat dengan berat mencapai 50 gram, menjadikannya salah satu koin emas rupiah dengan kandungan emas terbesar yang pernah diterbitkan BI.

7. Koin Rp150.000 Edisi UNICEF (1999-2000)

Menjelang tahun 2000, Bank Indonesia merilis koin emas khusus untuk memperingati 50 tahun UNICEF. Koin ini mulai diedarkan pada Januari 2000 dengan nominal Rp150.000.

Pada desain bagian belakang, terdapat anak laki-laki yang sedang memainkan kuda lumping dan dilengkapi dengan tulisan “For the Children of the World”. Sementara bagian depannya memuat lambang Garuda dan identitas UNICEF.

Koin emas ini memiliki berat sekitar 6,22 gram dan termasuk salah satu edisi khusus yang cukup unik karena mengangkat tema anak dan kemanusiaan.

8. Koin Rp500.000 Edisi Bung Karno dan Mohammad Hatta

Pada tahun 2001 dan 2002, Bank Indonesia menerbitkan koin emas untuk memperingati 100 tahun Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Kedua edisi tersebut sama-sama menggunakan emas berkadar 0,999 dengan berat 15 gram. Bagian depan koin menampilkan lambang Garuda dan identitas peringatan, sedangkan sisi belakang menampilkan potret tokoh nasional yang diperingati.

Karena jumlah cetaknya terbatas dan menggunakan emas murni, koin ini memiliki nilai koleksi yang cukup tinggi.

Baca juga: Investasi Emas vs Saham, Lebih Untung Mana untuk Pemula?

Apakah Koin Emas Rupiah Masih Menarik untuk Investasi?

Meski sudah tidak digunakan sebagai alat transaksi sehari-hari, koin emas rupiah terbitan Bank Indonesia masih memiliki daya tarik tersendiri sebagai aset koleksi maupun investasi.

Nilainya tidak hanya berasal dari nominal yang tercetak pada koin, tetapi juga dari kandungan emas, kelangkaan, serta nilai historis yang dimilikinya.

Semakin terbatas jumlah koin yang beredar, biasanya semakin tinggi pula minat kolektor terhadap koin tersebut.

Ditambah lagi, harga emas yang cenderung mengalami kenaikan dalam jangka panjang membuat koin emas ikut memiliki potensi nilai jual yang terus berkembang.

Namun, investasi koin emas memiliki karakteristik yang berbeda dibanding emas batangan atau jenis emas lainnya.

Harga jualnya bisa dipengaruhi kondisi fisik koin, sertifikat keaslian, tahun emisi, hingga permintaan pasar kolektor. Karena itu, koin emas lebih cocok bagi seseorang yang tertarik pada investasi sekaligus koleksi bernilai sejarah.

Bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi emas dengan cara yang lebih modern, saat ini tersedia berbagai pilihan layanan investasi emas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan finansial masing-masing, seperti Tabungan Emas di Pegadaian.

Melalui layanan Tabungan Emas Pegadaian, Anda bisa membeli dan menabung emas mulai dari nominal kecil, yaitu Rp10 ribuan atau setara 0,01 gram emas 24 karat.

Saldo emas yang terkumpul nantinya bisa ditransfer ke sesama pemilik rekening Tabungan Emas, dicairkan melalui buyback atau gadai, atau bahkan dicetak fisik menjadi emas batangan sesuai ketentuan.

Menariknya, transaksi dapat dilakukan dengan mudah dan praktis melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Namun, apabila lebih suka transaksi secara tatap muka, Anda bisa berkunjung ke kantor cabang Pegadaian terdekat.

Dengan pilihan layanan yang fleksibel ini, investasi emas kini bisa dilakukan secara bertahap tanpa harus menunggu memiliki dana besar di awal.

Baca juga: Harga Emas Fisik Mahal? Ini Keuntungan Investasi Emas Digital

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved