Berapa Biaya Modal Usaha Gorengan dan Potensi Keuntungannya?

Ingin mulai jualan makanan dengan modal terjangkau? Modal usaha gorengan bisa menjadi pilihan menarik karena bahan-bahannya mudah ditemukan dan pasarnya cukup luas.
Namun, kamu tetap perlu menghitung kebutuhan awal agar dana usaha tidak habis sebelum bisnis berjalan.
Mulai dari bahan baku, peralatan, hingga strategi untuk meningkatkan penjualan perlu dipersiapkan dengan baik.
Simak rincian modal dan cara mengoptimalkan keuntungan usaha gorengan berikut ini agar tidak salah langkah.
Komponen yang Harus Dipersiapkan untuk Usaha Gorengan
Sebelum menentukan jumlah modal, ketahui berbagai kebutuhan yang perlu disiapkan. Komponen-komponen berikut dapat disesuaikan dengan skala usaha dan cara berjualan yang kamu pilih:
1. Bahan Baku
Bahan baku merupakan kebutuhan utama dalam usaha gorengan. Namun, jumlah pembelian sebaiknya disesuaikan dengan target produksi harian agar bahan tetap segar dan tidak banyak terbuang.
Beberapa di antaranya adalah tepung terigu, tahu, tempe, sayuran seperti wortel, kol, dan daun bawang, minyak goreng, bumbu, serta bahan pelengkap.
2. Peralatan Memasak
Peralatan dasar yang dibutuhkan antara lain wajan atau penggorengan, saringan minyak, spatula, baskom, pisau, talenan, nampan, dan capit gorengan.
Jika baru memulai, kamu tidak perlu langsung membeli perlengkapan dalam jumlah banyak. Utamakan peralatan yang benar-benar dibutuhkan untuk produksi.
3. Kompor dan Tabung Gas
Kompor dan tabung gas merupakan perlengkapan penting karena digunakan setiap hari untuk menggoreng. Pilih kompor yang sesuai dengan kapasitas produksi agar proses memasak lebih efisien.
Pastikan juga kondisi kompor, selang, regulator, dan tabung gas aman digunakan untuk mendukung operasional usaha.
4. Gerobak (Opsional)
Gerobak diperlukan jika kamu berencana berjualan di pinggir jalan, pasar, atau lokasi ramai lainnya. Bentuk dan ukurannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta konsep usaha.
Namun, jika berjualan dari rumah, kamu bisa menghilangkan kebutuhan ini sehingga modal awal dapat digunakan untuk kebutuhan lain.
5. Biaya Lainnya
Jangan lupa menyiapkan biaya untuk kebutuhan pendukung, seperti plastik kemasan, kertas minyak, lap, wadah display, tusuk makanan, dan perlengkapan kebersihan.
Walaupun nominalnya terlihat kecil, kebutuhan tersebut akan digunakan secara rutin sehingga tetap perlu dimasukkan dalam perencanaan modal.
Baca juga: Cara Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP): Rumus dan Contohnya
Berapa Modal Usaha Gorengan?
Besarnya modal usaha gorengan dapat berbeda-beda tergantung pada skala bisnis, harga peralatan, dan lokasi berjualan. Sebagai gambaran, berikut estimasi modal awal yang bisa kamu pertimbangkan:
- Gerobak standar: Rp1,5 juta–Rp3 juta.
- Kompor gas dan tabung gas: Rp300 ribu–Rp500 ribu.
- Wajan dan alat penggorengan: Rp200 ribu–Rp300 ribu.
- Peralatan tambahan: Rp100 ribu–Rp150 ribu.
Apabila dijumlahkan, total modal awal yang dibutuhkan untuk usaha gorengan adalah Rp2,1 juta–Rp3,95 juta.
Angka tersebut hanya merupakan estimasi dan dapat berubah sesuai dengan harga barang serta kebutuhan masing-masing usaha.
Apabila kamu berjualan dari rumah dan sudah memiliki beberapa peralatan, modal yang dibutuhkan bisa lebih rendah.
Proyeksi Keuntungan Usaha Gorengan
Misalnya, kamu mampu menjual rata-rata 100 gorengan per hari dengan harga Rp2 ribu per pcs. Dengan asumsi tersebut, pendapatan harian mencapai Rp200 ribu.
Jika berjualan selama 30 hari, perkiraan pendapatan bulanan menjadi Rp6 juta. Dengan biaya operasional sekitar Rp1,35 juta, keuntungan bersihnya diperkirakan mencapai Rp4,65 juta.
Perhitungan tersebut hanya simulasi karena hasil sebenarnya dapat dipengaruhi oleh jumlah penjualan, harga bahan baku, biaya operasional, harga jual, dan jumlah hari berjualan.
Tips Meningkatkan Profit Usaha Gorengan
Usaha gorengan memiliki potensi karena produknya relatif terjangkau dan mudah diterima oleh berbagai kalangan. Agar profit lebih optimal, kamu bisa menerapkan beberapa strategi berikut:
1. Menambah Varian Menu
Tambahkan pilihan, seperti tahu walik, cireng, cilok, atau gorengan dengan isian keju, ayam, atau sosis. Menu yang lebih beragam dapat menarik pelanggan dengan selera yang berbeda.
Kamu juga bisa membuat paket, seperti Paket Tongkrongan atau Paket Keluarga. Konsep gorengan premium dengan ukuran jumbo juga dapat menjadi pembeda.
2. Meningkatkan Harga Jual Dengan Nilai Tambah
Gorengan yang panas dan renyah tentu lebih menggugah selera. Kamu bisa memasak secara bertahap agar produk yang dijual tetap fresh.
Tambahkan saus atau topping khas, seperti bubuk keju, saus BBQ, atau sambal spesial. Kemasan yang rapi dan nama usaha yang menarik juga dapat meningkatkan nilai jual.
3. Efisiensi Biaya Operasional
Gunakan minyak secara bijak dan lakukan penyaringan untuk menjaga kualitasnya. Namun, minyak tetap perlu diganti secara berkala agar rasa dan kualitas gorengan tetap terjaga.
Untuk bahan baku, bandingkan harga dari beberapa pemasok atau beli dari grosir jika jumlah produksinya memungkinkan.
Baca juga: 5 Cara Menghitung Untung Jualan Serta Contoh Penerapannya
4. Meningkatkan Penjualan Melalui Pemasaran Digital
Manfaatkan media sosial untuk mengunggah foto atau video produk yang menarik. Kamu juga bisa membagikan promo, menu baru, atau proses pembuatannya untuk meningkatkan perhatian calon pelanggan.
Layanan pesan-antar makanan juga dapat digunakan untuk menjangkau pelanggan yang tidak datang langsung ke lokasi.
5. Memilih Lokasi yang Lebih Strategis
Lokasi yang dekat dengan sekolah, kampus, perkantoran, pasar, atau area ramai dapat membantu meningkatkan peluang penjualan. Jika belum memiliki tempat berjualan sendiri, kamu bisa menitipkan gorengan di warung makan atau kantin.
6. Menjual Produk Tambahan Untuk Meningkatkan Omzet
Tambahkan produk pendamping seperti es teh, kopi susu, atau es jeruk. Kamu juga dapat menjual frozen food untuk pelanggan yang ingin mengolahnya sendiri di rumah.
Dengan pilihan produk yang lebih banyak, peluang pelanggan untuk melakukan pembelian dengan nilai yang lebih tinggi meningkat.
7. Program Loyalitas Untuk Pelanggan
Program sederhana, seperti kartu stempel atau poin, dapat mendorong pelanggan untuk kembali membeli. Misalnya, setiap pembelian dengan nominal tertentu mendapatkan 1 stempel yang dapat ditukar dengan bonus.
Kamu juga dapat memberikan diskon khusus kepada pelanggan yang sering melakukan pembelian.
Nah, itulah beberapa hal menarik yang perlu dipersiapkan saat merinci modal usaha gorengan. Pada akhirnya, menghitung modal sejak awal dapat membantu kamu menjaga keuangan usaha agar lebih teratur.
Jika membutuhkan tambahan dana produktif, Gadai BPKB Pegadaian dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung pengembangan usaha.
Melalui layanan ini, BPKB kendaraan digunakan sebagai jaminan, sedangkan kendaraan tetap dapat digunakan sehari-hari.
Dengan begitu, kamu tetap bisa menggunakan kendaraan untuk membeli bahan baku, mengantar pesanan, atau menjalankan aktivitas usaha lainnya.
Gadai BPKB Pegadaian ditujukan untuk kebutuhan produktif, dengan skema pembayaran yang fleksibel dan pilihan tenor yang dapat disesuaikan dengan kemampuan nasabah.
Untuk persyaratan umum, calon nasabah harus merupakan WNI yang memiliki e-KTP, berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah dan maksimal 75 tahun, serta memiliki domisili tetap.
Selain itu, usaha yang dimiliki tidak dilarang oleh pemerintah dan telah lolos pemeriksaan riwayat kredit. Jarak lokasi usaha maksimal 15 km atau 1 jam perjalanan darat dari outlet.
Pengajuan Gadai BPKB dapat dilakukan secara online melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat.
Setelah dokumen persyaratan diperiksa, petugas akan melakukan verifikasi dan survei, lalu menentukan persetujuan pembiayaan. Jika disetujui, dana pinjaman akan diterima sesuai dengan ketentuan.
Jadi, jika butuh tambahan modal usaha gorengan atau bisnis lainnya, jangan ragu untuk mengajukan pinjaman lewat Gadai BPKB Pegadaian.
Baca juga: 12 Ide Jualan di Sekolah yang Unik dan Menarik, Wajib Tahu!
Berita dan Artikel Lainnya

Wirausaha
Omnichannel: Ini Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya
Omnichannel adalah strategi pemasaran yang mengintegrasikan saluran online dan offline. Pahami manfaat, strategi, serta contoh penerapannya di artikel ini.

Wirausaha
Cara Mengukur Kepuasan Pelanggan dengan Metrik yang Akurat
Ingin tahu apakah pelanggan kamu puas atau tidak? Simak cara mengukur kepuasan pelanggan dengan strategi dan metrik yang akurat di artikel ini!

Wirausaha
Bisnis Daging Sapi: Modal, Cara Memulai, & Keuntungannya
Bisnis daging sapi termasuk usaha yang memiliki peluang kesuksesan menjanjikan. Lantas, berapakah modalnya? Simak informasi selengkapnya di artikel ini!

