Omnichannel: Ini Pengertian, Cara Kerja, dan Contohnya

Di era digital, memahami omnichannel merupakan langkah penting bagi setiap pelaku bisnis yang ingin memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan.
Dengan menghubungkan seluruh saluran penjualan, baik online maupun offline, bisnis dapat menghadirkan layanan yang lebih praktis, konsisten, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Kini, pelanggan tidak hanya berbelanja melalui satu platform. Mereka bisa mencari informasi di media sosial, membandingkan produk di marketplace, lalu menyelesaikan transaksi di toko fisik.
Penasaran dengan cara kerja omnichannel dalam bisnis? Artikel ini akan membahas mulai dari pengertian hingga contoh penerapannya. Untuk itu, simak hingga akhir.
Pengertian Omnichannel
Omnichannel adalah strategi pemasaran dan penjualan yang mengintegrasikan seluruh saluran bisnis menjadi satu kesatuan. Tujuannya adalah memberikan pengalaman yang konsisten kepada pelanggan, baik saat berbelanja secara langsung maupun melalui platform digital.
Dalam strategi omnichannel, semua saluran saling terhubung sehingga pelanggan dapat berpindah dari satu kanal ke kanal lainnya tanpa mengalami hambatan.
Selain itu, perusahaan juga dapat memanfaatkan data pelanggan untuk memberikan layanan yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
Dengan kata lain, omnichannel adalah pendekatan yang menghilangkan batas antara dunia online dan offline agar pelanggan memperoleh pengalaman berbelanja yang lebih nyaman.
Cara Kerja Omnichannel
Strategi omnichannel terdiri dari beberapa proses yang saling mendukung sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman yang mulus di setiap saluran, yaitu:
1. Integrasi Data Pelanggan
Langkah pertama adalah mengumpulkan data pelanggan dari seluruh saluran, seperti website, marketplace, aplikasi, media sosial, maupun toko fisik.
Data tersebut mencakup riwayat transaksi, preferensi produk, hingga kebiasaan pelanggan. Informasi ini kemudian dimanfaatkan untuk menghadirkan layanan yang lebih relevan.
2. Sinkronisasi Seluruh Saluran
Setelah data terintegrasi, seluruh saluran bisnis dihubungkan agar informasi produk, stok, dan promosi selalu sama.
Sebagai contoh, akun media sosial dapat terhubung dengan marketplace dan website sehingga pelanggan mengetahui semua pilihan kanal yang tersedia untuk bertransaksi.
3. Terapkan Omnichannel
Ketika seluruh saluran telah tersinkronisasi, pelanggan bebas memilih tempat bertransaksi sesuai kebutuhan. Misalnya, pelanggan menemukan produk melalui media sosial, tetapi lebih nyaman membelinya melalui marketplace.
Mengingat semua saluran saling terhubung, proses pembelian tetap berjalan lancar tanpa harus mencari informasi produk lagi. Dengan cara ini, peluang penjualan menjadi lebih besar dibandingkan dengan hanya mengandalkan satu saluran pemasaran.
Baca juga: 5 Cara Jualan di Facebook Marketplace & Tips Agar Cepat Laku
Jenis-Jenis Omnichannel
Berikut adalah beberapa jenis omnichannel yang umum diterapkan oleh berbagai bisnis di Indonesia:
- E-commerce omnichannel, yaitu menghubungkan website, marketplace, aplikasi, dan media sosial agar pengalaman belanja tetap konsisten.
- Hospitality omnichannel, yang mengintegrasikan reservasi online, aplikasi hotel, layanan pelanggan, dan layanan digital lainnya.
- Retail omnichannel, yaitu menghubungkan toko fisik dengan toko online sehingga pelanggan dapat berbelanja melalui berbagai saluran.
- Banking omnichannel, yang menyatukan layanan cabang, mobile banking, internet banking, dan call center agar nasabah memperoleh kemudahan bertransaksi.
Setiap jenis memiliki karakteristik yang berbeda, tetapi semuanya bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan melalui layanan yang terintegrasi.
Manfaat Omnichannel
Penerapan omnichannel mampu memberikan manfaat bagi pelanggan maupun bisnis, di antaranya sebagai berikut:
- Meningkatkan penjualan karena pelanggan lebih mudah melakukan transaksi melalui saluran yang mereka sukai.
- Membantu perusahaan menganalisis data pelanggan secara lebih lengkap sehingga strategi pemasaran menjadi lebih efektif.
- Memberikan pengalaman berbelanja yang konsisten di seluruh saluran.
- Meningkatkan efisiensi operasional karena seluruh sistem saling terhubung.
- Mendorong loyalitas pelanggan melalui pelayanan yang lebih cepat dan nyaman.
- Mengoptimalkan kinerja bisnis dengan menjangkau lebih banyak calon pelanggan.
Strategi Omnichannel
Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan agar implementasi omnichannel berjalan maksimal:
1. Personalisasi Konten
Manfaatkan data pelanggan untuk memberikan promosi, rekomendasi produk, maupun komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelanggan.
2. Fokus pada Pelanggan
Semua keputusan bisnis sebaiknya didasarkan pada kebutuhan pelanggan agar pengalaman yang diberikan tetap relevan dan memuaskan.
3. Pengukuran dan Analisis
Lakukan evaluasi secara berkala terhadap performa setiap saluran untuk mengetahui strategi yang berhasil maupun yang masih perlu ditingkatkan.
4. Integrasi Saluran
Pastikan seluruh sistem, data, dan informasi antarsaluran saling terhubung sehingga pelanggan memperoleh pengalaman yang konsisten di mana pun mereka bertransaksi.
5. Inovasi Terus-Menerus
Perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat. Karena itu, perusahaan perlu terus berinovasi agar strategi omnichannel tetap relevan dengan perubahan perilaku pelanggan.
Baca juga: HPP (Harga Pokok Penjualan): Komponen dan Cara Hitungnya
Contoh Penerapan Omnichannel di Indonesia
Penerapan omnichannel adalah strategi yang telah digunakan oleh berbagai perusahaan di Indonesia untuk menghadirkan layanan yang lebih praktis.
Salah satu contohnya adalah Pegadaian yang mengintegrasikan layanan digital dan tatap muka agar nasabah dapat bertransaksi dengan lebih mudah.
Pegadaian menghubungkan lebih dari 4.000 outlet di seluruh Indonesia melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.
Melalui integrasi tersebut, nasabah dapat mencari informasi produk, memulai pengajuan layanan, hingga melanjutkan proses di outlet apabila diperlukan.
Bagi nasabah, penerapan omnichannel membuat proses transaksi lebih cepat karena informasi dan layanan tersedia di berbagai saluran.
Sementara itu, bagi Pegadaian, strategi omnichannel ini membantu meningkatkan kualitas pelayanan, memperluas jangkauan, serta memperkuat hubungan dengan nasabah melalui pengalaman yang konsisten.
Gadai BPKB dari Pegadaian untuk Tambahan Modal Usaha
Keberhasilan dalam memberikan pengalaman pelanggan yang konsisten melalui konsep omnichannel juga perlu didukung oleh operasional bisnis yang berjalan dengan lancar.
Saat permintaan dari berbagai saluran penjualan meningkat, pelaku usaha sering kali membutuhkan tambahan modal untuk menjaga ketersediaan stok dan mendukung distribusi.
Tenang Saja, Gadai BPKB dari Pegadaian hadir sebagai solusi pendanaan dengan plafon pinjaman yang kompetitif dan proses pencairan yang transparan.
Gadai BPKB merupakan layanan pinjaman modal usaha dengan jaminan BPKB kendaraan bermotor, tanpa mengganggu aktivitas bisnis karena kendaraan tetap dapat digunakan.
Beberapa keunggulan lainnya adalah skema pembayaran yang fleksibel dan pilihan tenor yang beragam, sesuai dengan kemampuan nasabah.
Untuk mengajukan Gadai BPKB, beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi adalah usaha telah berjalan minimal 1 tahun, dinilai layak, dan memiliki surat izin usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Surat Keterangan Usaha (SKU).
Lokasi usaha juga maksimal harus berjarak 15 km atau sekitar 1 jam perjalanan dari outlet Pegadaian dan wajib memiliki NPWP untuk pinjaman di atas Rp50 juta.
Setelah pengajuan pinjaman disetujui, dana akan dicairkan kepada nasabah dan Pegadaian memberikan pendampingan selama masa kredit berlangsung.
Kamu dapat mengajukan Gadai BPKB melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat.
Jadi, jika kamu membutuhkan tambahan modal usaha dengan proses yang praktis, Gadai BPKB dari Pegadaian dapat menjadi solusi yang layak dipertimbangkan.
Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Penjualan Bisnis: Strategi Efektif untuk Naik Omzet
Berita dan Artikel Lainnya

Wirausaha
Petty Cash (Kas Kecil): Fungsi, Manfaat, & Cara Mengelolanya
Petty cash adalah dana simpanan yang disiapkan oleh perusahaan untuk memenuhi kebutuhan operasional dan aktivitas usaha lainnya. Yuk, pelajari di sini!

Wirausaha
10 Usaha Makanan yang Menjanjikan, Sayang untuk Dilewatkan
Sejak internet muncul ada banyak sekali peluang usaha baru yang menunggu untuk dikembangkan, salah satu contohnya usaha perkebunan.

Wirausaha
Semarak Asian Games 2018, Inilah Cara Memulai Bisnis Olahraga
Ide Bisnis olahraga bisa kita temukan pada saat ini juga. Mengingat Indonesia sedang menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games 2018.

