Volatilitas: Penyebab, Jenis, dan Strategi Investasinya

Nilai investasi tidak selalu bergerak naik secara stabil. Ada kalanya harga melonjak dalam waktu singkat, tetapi tidak jarang juga mengalami penurunan yang cukup tajam. Kondisi seperti ini dikenal sebagai volatilitas.
Dengan mengenali cara kerja volatilitas, kamu bisa menyusun strategi investasi yang lebih matang. Lantas, apa itu volatilitas dan bagaimana cara menghadapinya? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!
Pengertian Volatilitas
Volatilitas adalah tingkat perubahan atau fluktuasi harga suatu aset dalam suatu periode tertentu. Makin besar perubahan harga yang terjadi, makin tinggi tingkat volatilitas aset tersebut.
Sebaliknya, jika harga bergerak relatif stabil, tingkat volatilitasnya tergolong rendah. Dalam hal ini, volatilitas dapat terjadi pada berbagai instrumen investasi, seperti saham, obligasi, reksa dana, mata uang, hingga emas.
Sebagai contoh, harga saham yang bergerak dari Rp1.000 menjadi Rp1.300, lalu turun ke Rp900 dalam beberapa hari memiliki volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan saham yang hanya bergerak dari Rp1.000 menjadi Rp1.020.
Perubahan harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi, sentimen pasar, kebijakan pemerintah, hingga peristiwa global.
Memahami volatilitas dapat membantu kamu mengukur tingkat risiko suatu investasi. Aset dengan volatilitas tinggi biasanya menawarkan peluang keuntungan yang lebih besar, tetapi juga memiliki potensi kerugian yang lebih besar.
Sebaliknya, aset dengan volatilitas rendah cenderung lebih stabil meskipun potensi keuntungannya biasanya tidak sebesar aset yang lebih fluktuatif.
Jenis-Jenis Volatilitas
Volatilitas dapat dilihat melalui data masa lalu, perkiraan pasar, maupun pergerakan harga yang sedang berlangsung. Berikut jenis-jenis volatilitas yang umum digunakan dalam analisis investasi:
1. Volatilitas Historis
Volatilitas historis menunjukkan perubahan harga berdasarkan data yang telah terjadi. Data ini membantu investor melihat seberapa besar harga suatu aset pernah naik atau turun, tetapi tidak menjamin pergerakan serupa akan terjadi lagi.
2. Volatilitas Harga
Volatilitas harga menggambarkan besarnya perubahan harga suatu aset atau komoditas. Semakin lebar jarak perubahannya, semakin tinggi volatilitasnya.
3. Volatilitas Pasar
Volatilitas pasar terjadi ketika banyak aset dalam suatu pasar bergerak dengan cukup besar. Kondisi ini dapat dipicu oleh berita ekonomi, perubahan kebijakan, konflik, atau sentimen investor.
4. Volatilitas Tersirat
Volatilitas tersirat merupakan perkiraan tingkat volatilitas yang diprediksi akan terjadi di masa depan berdasarkan ekspektasi pelaku pasar.
Jenis volatilitas tersirat banyak digunakan dalam perdagangan opsi karena dapat membantu memperkirakan kemungkinan perubahan harga suatu aset pada periode mendatang.
Baca juga: Cara Mencapai Financial Freedom agar Keuangan Lebih Stabil
Penyebab Terjadinya Volatilitas
Perubahan harga muncul karena pasar terus merespons informasi, transaksi, dan harapan para pelaku investasi. Berikut beberapa penyebab utama terjadinya volatilitas:
1. Kondisi Ekonomi
Data inflasi, pertumbuhan ekonomi, pengangguran, dan suku bunga dapat memengaruhi keputusan investor. Hasil data yang berbeda dari perkiraan sering kali memicu perubahan harga.
2. Kebijakan Pemerintah dan Bank Sentral
Perubahan pajak, aturan perdagangan, anggaran, atau suku bunga dapat memengaruhi prospek usaha dan daya tarik suatu aset.
3. Kinerja Perusahaan
Instrumen seperti saham, perubahan laporan keuangan, pergantian manajemen, peluncuran produk baru, atau penurunan pendapatan perusahaan dapat memengaruhi harga saham.
4. Sentimen Pasar
Rasa takut dan optimisme dapat mendorong banyak investor untuk membeli atau menjual secara bersamaan. Ketika emosi mendominasi keputusan, harga dapat bergerak lebih tajam.
5. Peristiwa Global
Peristiwa internasional seperti konflik geopolitik, pandemi, krisis keuangan, maupun bencana alam dapat berdampak pada pasar keuangan di berbagai negara. Akibatnya, volatilitas meningkat karena investor menyesuaikan strategi investasi mereka.
Mengapa Peluang Profit Dapat Ditentukan oleh Volatilitas?
Volatilitas sering dianggap sebagai risiko. Padahal, di balik fluktuasi harga tersebut terdapat peluang keuntungan yang bisa dimanfaatkan. Berikut beberapa alasan mengapa volatilitas dapat memengaruhi peluang profit:
1. Membuka Peluang Membeli Lebih Rendah
Saat harga aset turun akibat volatilitas, investor memiliki kesempatan untuk membeli pada harga yang lebih murah. Jika harga kembali naik, potensi keuntungan pun semakin besar.
2. Memberikan Peluang Capital Gain
Perubahan harga yang cukup besar memungkinkan investor memperoleh capital gain ketika berhasil membeli pada harga rendah dan menjualnya saat harganya meningkat.
3. Menciptakan Banyak Momentum Investasi
Volatilitas membuat pergerakan harga lebih dinamis sehingga muncul lebih banyak peluang bagi investor untuk menyesuaikan strategi sesuai kondisi pasar.
4. Membantu Menentukan Profil Risiko
Melalui tingkat volatilitas suatu aset, investor dapat memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan investasi dan kemampuan dalam menghadapi risiko.
Strategi Investasi di Tengah Volatilitas
Volatilitas memang tidak dapat dihindari, tetapi dampaknya dapat dikelola melalui perencanaan yang baik. Berikut strategi investasi yang dapat kamu terapkan saat pasar tidak stabil:
1. Lakukan Diversifikasi Portofolio
Sebarkan dana ke beberapa aset, sektor, atau instrumen agar risiko tidak terkumpul di satu tempat. Diversifikasi tidak menghapus risiko, tetapi membantu mengurangi dampaknya ketika salah satu aset turun.
2. Fokus pada Tujuan Jangka Panjang
Hindari mengubah rencana hanya karena pergerakan harga harian. Selama tujuan dan dasar pemilihan aset tidak berubah, keputusan yang tenang biasanya lebih baik daripada menjual karena panik.
3. Gunakan Metode Dollar Cost Averaging
Dollar cost averaging atau DCA dilakukan dengan menginvestasikan jumlah dana yang sama secara berkala. Cara ini mengurangi ketergantungan pada upaya menebak waktu terbaik untuk membeli dan membantu meratakan harga pembelian.
4. Sesuaikan Aset dengan Profil Risiko
Pilih aset sesuai kemampuanmu dalam menerima penurunan nilai. Hindari risiko tinggi apabila dananya akan digunakan dalam waktu dekat.
5. Siapkan Dana Darurat
Pisahkan dana darurat dari dana investasi agar kamu tidak perlu menjual aset saat harganya turun untuk memenuhi kebutuhan mendadak.
Memahami bahwa volatilitas adalah bagian yang tidak terpisahkan dari dunia investasi akan membantu kamu menyusun strategi perlindungan modal dengan lebih bijak.
Namun, jika kamu lebih mengutamakan stabilitas saat berinvestasi, diversifikasi ke emas bisa menjadi pilihan yang tepat. Melalui Emas Pegadaian, kamu bisa membeli emas dengan harga terjangkau, mulai dari Rp10 ribuan.
Dengan berinvestasi lewat Emas Pegadaian, saldo uang tunai dapat dikonversi menjadi gramasi emas murni 24 karat dengan jaminan fisik 100%.
Jika ingin mengetahui berapa gram emas yang bisa kamu beli, gunakan fitur Simulasi Emas Pegadaian. Untuk membuka rekening, kamu bisa mengakses aplikasi Tring! by Pegadaian atau datang langsung ke kantor cabang Pegadaian terdekat.
Dengan nominal pembelian emas yang terjangkau, kamu dapat mulai mengalokasikan dana secara bertahap sesuai dengan kemampuan.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai investasi emas bersama Pegadaian sekarang karena Pegadaian Selalu Hadir Melayani Sepenuh Hati untuk mendukung setiap langkah investasimu!
Baca juga: 8 Cara Main Saham untuk Pemula, Pahami Cara dan Risikonya!
Berita dan Artikel Lainnya

Investasi
Aset Finansial: Definisi, Jenis, dan Cara Investasinya
Apa itu aset finansial? Yuk, simak jenis-jenis, manfaat, serta cara investasinya dalam artikel ini untuk membantu kamu mengelola keuangan dengan bijak!

Investasi
4 Contoh Investasi Jangka Pendek Beserta Keuntungannya
Investasi jangka pendek memiliki risiko yang relatif lebih rendah dan tingkat likuiditas tinggi. Simak apa saja jenis-jenis instrumen dan keuntungannya di sini!

Investasi
Bebas Finansial: Tahapan dan Strategi Melalui Investasi Emas
Bebas finansial melalui beberapa tahapan. Butuh pemahaman mendalam setiap fasenya. baca artikel berikut agar tahu lagi di fase mana sekarang.

