Aset Finansial: Definisi, Jenis, dan Cara Investasinya

Saat menyusun rencana keuangan, kamu perlu memahami berbagai instrumen yang dapat membantumu mencapai tujuan finansial.
Salah satunya adalah aset finansial, yaitu aset yang memiliki nilai ekonomi dan dapat memberikan potensi keuntungan di masa depan.
Berbeda dengan aset produktif berupa bangunan atau mesin yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa, aset finansial berbentuk kepemilikan atau klaim atas nilai tertentu.
Yuk, pahami apa itu aset finansial, jenis-jenisnya, hingga cara berinvestasi melalui pembahasan berikut!
Apa Itu Aset Finansial?
Aset finansial adalah instrumen keuangan yang memiliki nilai karena didasarkan pada hak kepemilikan atau hubungan kontraktual antara pemilik aset dan pihak lain.
Nilai aset finansial tidak berasal dari bentuk fisiknya, melainkan dari potensi manfaat ekonomi yang dapat diperoleh, seperti bunga, dividen, atau kenaikan harga.
Contoh aset finansial yang dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah uang tunai, saldo tabungan, deposito, saham, obligasi, dan reksa dana.
Saham menunjukkan bagian kepemilikan dalam suatu perusahaan. Sementara itu, obligasi menunjukkan hak pemiliknya untuk menerima pembayaran sesuai dengan ketentuan yang disepakati.
Kamu perlu memahami aset finansial karena setiap instrumen investasi memiliki risiko, potensi keuntungan, jangka waktu, dan kemudahan pencairan yang berbeda-beda.
Dengan pemahaman yang baik, kamu dapat memilih aset berdasarkan kebutuhan, bukan hanya karena sedang populer.
Pengetahuan ini juga membantu kamu membagi dana untuk kebutuhan harian, dana darurat, dan tujuan jangka panjang.
Jenis Aset Finansial
Aset finansial dapat dikelompokkan berdasarkan fungsi, jangka waktu kepemilikan, dan tingkat kemudahannya untuk dicairkan. Berikut tiga jenis aset finansial yang perlu kamu ketahui:
1. Aset Lancar
Aset lancar adalah aset yang dapat digunakan atau dicairkan menjadi uang dalam waktu relatif singkat. Jenis aset ini biasanya digunakan untuk memenuhi pengeluaran rutin atau kewajiban yang segera jatuh tempo.
Contoh aset lancar meliputi uang tunai, saldo rekening bank, deposito jangka pendek, piutang, dan surat berharga yang mudah dijual. Untuk keuangan pribadi, dana darurat sebaiknya ditempatkan pada aset yang relatif likuid agar mudah diakses saat dibutuhkan.
2. Ekuitas
Ekuitas adalah aset finansial yang menunjukkan kepemilikan atas suatu perusahaan atau usaha. Ketika membeli saham, kamu memiliki sebagian kecil kepemilikan atas perusahaan yang menerbitkannya.
Keuntungan ekuitas berasal dari kenaikan harga saham dan pembagian dividen. Namun, nilainya juga bisa turun seiring kondisi perusahaan dan pasar. Contohnya adalah saham perusahaan terbuka, penyertaan modal pada usaha, dan kepemilikan atas bisnis tertentu.
3. Investasi Jangka Panjang
Investasi jangka panjang adalah penempatan dana yang direncanakan untuk disimpan dalam jangka waktu beberapa tahun.
Tujuannya seperti menyiapkan biaya pendidikan, membeli rumah, membangun kekayaan, atau memenuhi kebutuhan masa pensiun.
Contohnya meliputi saham jangka panjang, obligasi berjangka panjang, reksa dana, dan instrumen lain yang dipilih sesuai dengan target waktu. Investasi ini membutuhkan kesabaran karena nilainya bisa naik dan turun dalam jangka pendek.
Baca juga: 9 Cara Menabung di Era Digital, Mulai dari Nominal Kecil!
Perbedaan Aset Finansial dan Aset Riil
Aset finansial dan aset riil sama-sama memiliki nilai ekonomi, tetapi bentuk serta cara memperoleh keuntungannya berbeda. Berikut perbedaan antara aset finansial dan aset riil yang perlu kamu pahami:
Tips Berinvestasi Aset Finansial
Investasi aset finansial perlu dilakukan dengan perencanaan agar keputusan yang diambil sesuai dengan kondisi keuangan. Berikut beberapa tips yang dapat kamu terapkan sebelum memilih instrumen investasi:
1. Tentukan Tujuan Investasi
Tentukan tujuan penggunaan dana, misalnya untuk pendidikan, dana pensiun, membeli rumah, atau menambah kekayaan. Tujuan yang jelas membantu kamu memilih jangka waktu dan instrumen yang paling sesuai.
2. Siapkan Dana Darurat
Jangan menggunakan seluruh uang untuk investasi. Siapkan dana darurat agar kamu tidak perlu menjual aset saat menghadapi kebutuhan mendesak. Jumlahnya bisa kamu sesuaikan dengan pengeluaran rutin dan tanggunganmu.
3. Kenali Profil Risiko
Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghadapi penurunan nilai investasi. Pilih instrumen yang sesuai dengan toleransi risiko, kondisi keuangan, dan target waktu kamu.
4. Pelajari Instrumen Sebelum Membeli
Pahami cara kerja, sumber keuntungan, risiko, biaya, serta aturan pencairan. Hindari membeli aset hanya karena mengikuti orang lain atau tergiur oleh keuntungan tinggi.
5. Lakukan Diversifikasi
Sebarkan dana ke beberapa jenis aset agar risiko tidak terkumpul pada satu instrumen. Kamu bisa mengombinasikan aset likuid, instrumen pertumbuhan, dan aset yang membantu menjaga nilai kekayaan.
6. Periksa Legalitas dan Evaluasi Investasi
Gunakan perusahaan atau platform yang memiliki izin dari lembaga yang berwenang. Setelah berinvestasi, periksa perkembangannya secara berkala dan sesuaikan komposisi aset ketika tujuan atau kondisi keuangan kamu berubah.
Memahami bahwa aset finansial merupakan instrumen penting untuk membantu pertumbuhan kekayaan dapat menjadi langkah awal dalam membangun kondisi keuangan yang lebih baik.
Namun, mengandalkan instrumen finansial saja dapat membuat portofolio lebih rentan terhadap fluktuasi pasar.
Oleh karena itu, kamu bisa menyeimbangkan investasi dengan aset pelindung nilai seperti emas. Kini, investasi emas semakin mudah dilakukan melalui Emas Pegadaian.
Dengan layanan Emas Pegadaian, kamu bisa membeli emas dengan nominal yang terjangkau, yakni mulai dari Rp10 ribuan sehingga investasi bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial.
Selain itu, saldo emas yang kamu tabung juga diasuransikan sehingga kamu lebih tenang dalam berinvestasi.
Kamu bisa membuka rekening Emas Pegadaian melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Namun, jika ingin berkonsultasi terlebih dahulu, jangan ragu untuk datang ke kantor cabang Pegadaian terdekat karena Pegadaian Selalu Hadir Melayani Sepenuh Hati!
Baca juga: Game Penghasil Uang Asli, Cara Main dan Tips Menghindari Scam
Berita dan Artikel Lainnya

Investasi
Apa Itu Arus Kas dari Aktivitas Investasi? Ini Penjelasannya
Arus kas dari aktivitas investasi adalah dana tunai atau kas untuk pemenuhan keperluan jangka panjang pada suatu usaha. Simak selengkapnya di artikel ini!

Investasi
Return Investasi: Jenis, Komponen, Cara Hitung, & Contohnya
Return investasi adalah tingkat profit yang didapatkan dari investasi selama periode tertentu. Kenali jenis, komponen, cara hitung, hingga contohnya di sini!

Investasi
Reksa Dana Syariah: Jenis, Manfaat, Hingga Cara Investasinya
Reksa dana syariah adalah wadah untuk menghimpun dana dari para investor dengan menerapkan prinsip syariah. Simak informasi selengkapnya di artikel ini!

