Beda Emas Arab dan Emas Indonesia dari Kadar dan Nilai Jual

Oleh Pegadaian dalam Emas

16 July 2026
Bagikan :
image detail artikel

Beda emas Arab dan emas Indonesia menjadi pertimbangan penting bagi banyak orang sebelum membeli perhiasan atau berinvestasi emas.

Meski sama-sama terbuat dari logam berharga, keduanya memiliki perbedaan dari sisi kadar, warna, sistem penjualan, hingga nilai jual kembali.

Dengan memahami karakteristik masing-masing, kamu bisa menentukan pilihan yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Maka dari itu, simak pembahasannya di bawah ini.

Apa Itu Emas Arab dan Emas Indonesia?

Karakteristik emas Arab dan emas Indonesia dapat dilihat dari asal dan fisik produknya. Emas Arab adalah sebutan untuk perhiasan emas yang berasal dari kawasan Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Dubai.

Jenis emas Arab terkenal karena memiliki kadar yang tinggi, yaitu sekitar 21 hingga 22 karat. Kandungan emas murninya yang lebih tinggi membuat warna emas Arab biasanya tampak lebih kuning, cerah, dan pekat dibandingkan perhiasan lokal.

Kode emas Arab yang paling umum adalah 875, yang setara dengan 21 karat, dan 916, yang setara dengan 22 karat. Angka tersebut menunjukkan bahwa kandungan emas murninya mencapai 87,5% hingga 91,6%.

Sementara itu, emas Indonesia mengacu pada perhiasan emas yang diproduksi dan dijual di dalam negeri.

Perhiasan lokal umumnya hadir dalam berbagai desain, mulai dari model sederhana hingga modern dengan detail yang beragam.

Perhiasan emas di Indonesia biasanya juga mencakup biaya pembuatan dan desain. Maka dari itu, harga jualnya tidak hanya ditentukan oleh berat dan kadar emas.

Perbedaan Emas Arab dan Indonesia

Perbedaan antara emas Arab dan emas Indonesia bisa dilihat dari beberapa aspek. Berikut penjelasannya:

1. Kadar Kemurnian

Beda emas Arab dan emas Indonesia yang paling mencolok adalah kadar kemurniannya. Emas Arab umumnya berkadar 21K hingga 22K atau setara dengan kode 875–916.

Sebaliknya, perhiasan emas di Indonesia paling banyak menggunakan kadar 18K atau kode 750. Kadar yang lebih tinggi membuat nilai intrinsik emas lebih besar, tetapi harga jualnya tetap mengikuti harga emas global.

2. Desain dan Tampilan

Emas Arab biasanya memiliki bentuk yang lebih tebal dan cenderung polos. Fokusnya lebih pada berat dan kandungan emas perhiasan tersebut.

Sementara itu, emas Indonesia menawarkan pilihan desain yang lebih beragam. Banyak model yang dibuat dengan detail ukiran atau tambahan batu permata untuk mempercantik tampilannya.

3. Sistem Penjualan

Emas Arab umumnya dijual berdasarkan berat dan kadar emasnya. Biaya desain tidak menjadi komponen utama dalam penentuan harga.

Berbeda dengan emas Indonesia yang dijual berdasarkan berat emas ditambah ongkos pembuatan. Inilah alasan banyak orang menganggap emas Arab terlihat lebih murah.

4. Warna

Karena kadar emasnya tinggi, warna emas Arab tampak lebih kuning pekat dan berkilau. Warna ini menjadi salah satu ciri khas yang mudah dikenali.

Di sisi lain, warna emas Indonesia bisa terlihat lebih lembut atau sedikit pucat tergantung pada kadar dan campuran logam yang digunakan.

5. Nilai Jual Kembali

Emas Arab biasanya lebih mudah dihitung nilainya saat dijual kembali karena nilainya mengacu pada berat dan kadar emas.

Sementara itu, biaya pembuatan perhiasan emas di Indonesia umumnya tidak dipertimbangkan dalam proses buyback. Hal ini membuat sebagian orang merasa nilai jual kembali emas lokal lebih rendah.

Baca juga: Apa Itu Emas UBS? Ini Pengertian & Bedanya dengan Antam

Harga Emas Arab per Gram di Indonesia

Untuk mengetahui apakah emas Arab lebih murah, kita bisa membandingkannya dengan harga emas di Indonesia dengan menggunakan acuan yang sama.

Misalnya, harga emas 24 karat di Indonesia berada pada kisaran Rp2.673.000 per gram. Sementara itu, harga emas 24 karat di Arab Saudi sekitar SAR 520,83 per gram.

Jika menggunakan kurs rata-rata 1 SAR = Rp4.742,31, maka hasil konversinya adalah:
24K = SAR 520,83 × Rp4.742,31 = Rp2.469.937 per gram

Dari perhitungan tersebut terlihat bahwa harga material emas 24 karat di Arab Saudi masih lebih rendah dibandingkan dengan harga emas 24 karat di Indonesia.

Inilah salah satu alasan mengapa banyak orang menganggap emas Arab lebih murah. Namun, harga akhir tetap dapat dipengaruhi oleh kurs, pajak, dan biaya lainnya.

Baca juga: 6 Tambang Terbesar di Indonesia yang Ada di Berbagai Daerah

Tips Jual Emas Arab di Indonesia

Jika kamu berencana menjual emas Arab di Indonesia, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar mendapatkan harga yang optimal.

Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat menjual emas Arab di Indonesia:

1. Cek Harga Pasar Terlebih Dahulu

Sebelum menjual, cari tahu harga emas terbaru dan bandingkan penawaran dari beberapa tempat pembelian emas.

Langkah ini membantu kamu mengetahui kisaran harga yang wajar sehingga tidak terburu-buru menerima penawaran yang terlalu rendah.

2. Pahami Kadar Emas yang Dimiliki

Pastikan kamu mengetahui kadar emas Arab yang kamu miliki, apakah 21K atau 22K. Informasi ini sangat penting karena nilai jual ditentukan oleh berat dan kadar emas.

3. Pilih Tempat yang Berpengalaman

Tidak semua toko emas terbiasa menilai emas impor. Karena itu, pilih tempat yang memang berpengalaman dalam membeli emas dari berbagai negara agar proses penilaiannya lebih akurat.

4. Cari Tempat yang Menerima Emas Tanpa Surat

Sebagian emas Arab dibawa ke Indonesia tanpa dokumen pembelian. Jika kondisi emas kamu seperti ini, pastikan untuk memilih tempat yang tetap menerima emas tanpa surat dengan proses pengecekan yang transparan.

5. Utamakan Tempat dengan Reputasi Baik

Selain harga, reputasi tempat jual beli juga penting. Pilih tempat yang memiliki pelayanan profesional dan proses transaksi yang jelas.

Pada akhirnya, perbedaan antara emas Arab dan emas Indonesia menunjukkan bahwa keduanya sama-sama memiliki nilai sebagai aset.

Emas Arab unggul dari sisi kadar yang tinggi, sedangkan emas Indonesia menawarkan desain yang lebih beragam dan mudah ditemukan.

Jika fokus kamu adalah investasi untuk jangka panjang, maka tidak perlu jauh-jauh ke Arab untuk mendapatkan emas murni.

Cicil Emas Pegadaian dapat menjadi solusi untuk memiliki emas batangan 24 karat secara bertahap dan terencana.

Melalui layanan ini, kamu bisa membeli emas batangan secara cicilan sehingga tidak perlu menyediakan dana besar sekaligus.

Proses pengajuannya juga mudah karena dapat dilakukan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau di kantor cabang Pegadaian terdekat.

Untuk gambaran keuntungannya, berikut simulasi berdasarkan harga emas per 19 Juni 2026 sebesar 2.673.000 per gram.

  • Denom emas: 10 gram.
  • Harga emas: Rp26.730.000.
  • Brand emas: Galeri 24.
  • Sewa modal: 0,92% × taksiran emas / bulan
  • Uang muka 15%: Rp4.009.500
  • Biaya admin: Rp50.000


Sisa pembiayaan:
= Harga emas - uang muka
= Rp26.730.000 - Rp4.009.500
= Rp22.720.500

Pokok angsuran per bulan:
= Rp22.720.500 ÷ 12 bulan
= Rp1.893.375 per bulan

Sewa modal per bulan:
= Rp22.720.500 × 0,92%
= Rp209.028 per bulan

Total angsuran per bulan:
= Rp1.893.375 + Rp209.028
= Rp2.102.403 per bulan

Untuk membantumu menghitung estimasi pembayaran sesuai dengan kemampuan finansialmu, Pegadaian menyediakan fitur Simulasi Cicil Emas.

Dengan Cicil Emas Pegadaian, kamu dapat mulai membangun portofolio investasi emas sesuai dengan kemampuan finansialmu.

Pegadaian Selalu Hadir Melayani Sepenuh Hati untuk membantu memenuhi kebutuhan investasi emas masyarakat Indonesia.

Baca juga: Cara Jual Emas Batangan di Pegadaian, Resmi & Mudah!

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved