Cara Melihat Emas Asli dan Palsu: 10 Cara Membedakannya

Cara melihat emas asli dan palsu penting diketahui sebelum membeli, menjual, atau menggunakan emas sebagai aset. Pasalnya, emas palsu dapat memiliki tampilan yang sangat mirip dengan emas asli sehingga sulit dibedakan hanya dari warna dan bentuknya.
Ada beberapa cara membedakan emas asli dan palsu yang dapat dilakukan sebagai pemeriksaan awal, mulai dari melihat kode kadar, mengecek sifat magnetis, menimbang berat, hingga mengukur kepadatan. Namun, metode sederhana tidak selalu memberikan hasil yang pasti.
Untuk memastikan keaslian dan kadar emas dengan lebih akurat, pemeriksaan profesional dapat menjadi pilihan. Berikut cara melihat emas asli dan palsu yang perlu kamu ketahui.
Apa Perbedaan Emas Asli dan Palsu?
Emas asli mengandung emas dalam kadar tertentu sesuai dengan spesifikasi produknya. Kadar tersebut biasanya dinyatakan dalam satuan karat atau angka yang menunjukkan tingkat kemurnian, seperti 999, 916, 750, dan 375.
Sebagai contoh, emas 24 karat umumnya memiliki kadar sekitar 99,9% atau lebih, sedangkan emas 18 karat mengandung sekitar 75% emas. Sisa komposisinya berupa logam lain yang digunakan untuk membentuk karakteristik dan ketahanan perhiasan.
Sementara itu, emas palsu biasanya menggunakan logam lain yang memiliki tampilan menyerupai emas atau hanya dilapisi emas pada bagian permukaannya.
Karena itu, cara membedakan emas asli dan palsu sebaiknya tidak hanya berdasarkan satu ciri. Pemeriksaan beberapa karakteristik sekaligus dapat memberikan gambaran yang lebih baik.
Baca Juga: Inilah Kadar Emas yang Bisa Digadai di Pegadaian, Simak!
Cara Melihat Emas Asli dan Palsu
Berikut beberapa cara yang dapat digunakan sebagai pemeriksaan awal.
1. Periksa Kode atau Cap Kadar Emas
Cara melihat emas asli dan palsu yang paling sederhana adalah memeriksa kode atau cap yang terdapat pada perhiasan maupun emas batangan.
Kode tersebut biasanya berupa angka atau kombinasi angka dan huruf yang menunjukkan kadar kemurnian emas. Beberapa contoh yang umum ditemukan antara lain:
- 999 atau 999,9: kadar emas sangat tinggi, umumnya setara dengan 24 karat.
- 916: sekitar 91,6% emas atau 22 karat.
- 750: sekitar 75% emas atau 18 karat.
- 585: sekitar 58,5% emas atau 14 karat.
- 375: sekitar 37,5% emas atau 9 karat.
Namun, jangan menjadikan cap sebagai satu-satunya bukti keaslian. Kode atau hallmark juga dapat dipalsukan atau tidak lagi terlihat jelas karena penggunaan dan keausan.
2. Cek dengan Magnet
Emas pada dasarnya tidak bersifat magnetis. Karena itu, magnet dapat digunakan sebagai pemeriksaan awal.
Dekatkan magnet yang cukup kuat ke permukaan emas. Jika benda tersebut tertarik kuat oleh magnet, ada kemungkinan terdapat logam magnetis dalam materialnya.
Meski begitu, hasil tes magnet tidak dapat menjadi jaminan bahwa emas tersebut palsu. Perhiasan emas biasanya merupakan campuran emas dengan logam lain sehingga responsnya dapat berbeda.
Dengan kata lain, tidak tertarik magnet bukan berarti otomatis emas tersebut asli. Tes ini hanya menjadi salah satu indikator awal.
3. Perhatikan Warna dan Kondisi Permukaan
Emas asli memiliki warna dan kilau yang relatif khas sesuai kadar serta jenis emasnya. Perhatikan apakah warna pada permukaan terlihat konsisten atau justru terdapat bagian yang mengelupas dan memperlihatkan warna logam berbeda.
Pada emas yang hanya menggunakan lapisan emas, bagian yang tergores atau aus dapat memperlihatkan material di bawah lapisan tersebut.
Namun, warna juga tidak cukup untuk menentukan keaslian karena emas imitasi dapat dibuat dengan warna yang sangat menyerupai emas asli.
4. Timbang Berat Emas
Berat dapat menjadi salah satu cara membedakan emas asli dan palsu, terutama jika kamu memiliki informasi mengenai berat produk yang seharusnya.
Gunakan timbangan digital dengan tingkat ketelitian yang sesuai, kemudian bandingkan hasilnya dengan informasi pada sertifikat, kemasan, atau spesifikasi produk.
Untuk emas batangan, ketidaksesuaian berat dapat menjadi tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut. Namun, perbedaan kecil tidak selalu berarti emas tersebut palsu karena setiap produk memiliki toleransi berat tertentu.
5. Hitung Kepadatan atau Massa Jenis
Kepadatan merupakan salah satu karakteristik yang dapat membantu membedakan emas dari logam lain.
Secara sederhana, kepadatan dapat dihitung menggunakan rumus:
Kepadatan = massa ÷ volume
Sebagai contoh, emas dengan berat 38 gram yang mengalami perpindahan volume air sebesar 2 ml memiliki kepadatan:
38 ÷ 2 = 19 g/ml
Kepadatan emas murni berada di sekitar 19,3 g/ml. Namun, angka tersebut tidak dapat digunakan sebagai patokan tunggal karena kadar emas dan komposisi logam pada perhiasan dapat berbeda.
Metode ini juga membutuhkan pengukuran yang cukup teliti agar hasilnya tidak bias.
6. Periksa Sertifikat dan Dokumen Pembelian
Jika emas dibeli dalam bentuk batangan atau perhiasan, periksa dokumen yang menyertainya.
Informasi yang dapat diperhatikan antara lain:
- berat emas;
- kadar kemurnian;
- nomor seri;
- nama produsen;
- identitas produk; dan
- informasi pembelian.
Untuk emas batangan tertentu, sertifikat atau kemasan dapat memiliki fitur keamanan yang dapat diverifikasi. Karena itu, jangan hanya memeriksa fisik emas, tetapi cocokkan pula informasi pada emas dengan dokumen pendukungnya.
Baca Juga: Kenali Kode Emas Perhiasan dan Artinya, Awas Keliru!
7. Uji Suara Dering
Emas batangan dapat diperiksa secara sederhana melalui karakter suara ketika diketukkan secara perlahan pada permukaan tertentu.
Emas dengan struktur dan komposisi berbeda dapat menghasilkan karakter suara yang berbeda pula. Metode ini terkadang digunakan sebagai pemeriksaan awal, tetapi hasilnya sangat subjektif dan dipengaruhi bentuk, ukuran, serta jenis benda yang diuji.
Karena itu, tes suara sebaiknya tidak digunakan untuk menentukan keaslian emas secara pasti.
8. Uji Gores atau Gesek
Metode tradisional lainnya adalah menggesekkan emas pada media penguji, kemudian mengamati bekas yang dihasilkan.
Metode ini dapat membantu memperkirakan kadar emas apabila dilakukan dengan prosedur dan bahan penguji yang tepat. Namun, menggores perhiasan atau emas secara sembarangan berisiko meninggalkan bekas pada permukaan.
Jika emas memiliki nilai tinggi, sebaiknya jangan melakukan pengujian abrasif sendiri hanya untuk mendapatkan indikasi awal.
9. Hindari Mengandalkan Tes Asam Nitrat Sendiri
Asam nitrat memang dapat digunakan dalam proses pengujian logam, tetapi metode ini bukan pilihan yang tepat untuk dilakukan sembarangan di rumah.
Pengujian menggunakan bahan kimia membutuhkan prosedur keselamatan dan penanganan yang tepat. Pegadaian juga mengingatkan bahwa penggunaan asam nitrat memiliki risiko terhadap kesehatan.
Jika tujuanmu adalah memastikan keaslian emas, lebih baik gunakan layanan pengujian profesional daripada mempertaruhkan keselamatan atau merusak barang.
10. Lakukan Pengujian Profesional
Jika emas memiliki nilai tinggi atau kamu masih ragu setelah melakukan pemeriksaan awal, pengujian profesional merupakan pilihan yang lebih tepat.
Pemeriksaan profesional dapat membantu mengetahui keaslian, kadar, karakteristik, dan kualitas emas secara lebih akurat dibandingkan hanya mengandalkan pengamatan fisik.
Pegadaian menyediakan layanan Jasa Taksiran dan sertifikasi melalui Pegadaian G-Lab untuk menguji emas, perhiasan, berlian, batu mulia, dan barang berharga lainnya. Untuk individu, pengajuan layanan dilakukan dengan membawa KTP, mengisi formulir, serta membawa barang yang akan diuji.
Cara Membedakan Emas Asli dan Palsu yang Paling Akurat
Jika dirangkum, pemeriksaan emas dapat dilakukan dalam beberapa tahap:
Apakah Emas Asli Selalu Memiliki Cap Kadar?
Tidak selalu mudah menemukan cap kadar pada setiap jenis emas. Pada perhiasan, cap dapat berada di bagian yang kecil seperti bagian dalam cincin, pengait kalung, atau bagian belakang liontin.
Selain itu, cap dapat aus, terlalu kecil untuk terlihat jelas, atau bahkan dipalsukan.
Karena itu, keberadaan cap perlu dikombinasikan dengan pemeriksaan lain, seperti dokumen pembelian, berat, karakteristik fisik, dan pengujian profesional.
Baca Juga: Kode Emas Palsu: Ciri-Ciri, Jenis, dan Tips Menghindarinya
Apakah Emas yang Tidak Menempel pada Magnet Pasti Asli?
Belum tentu. Emas memang tidak bersifat magnetis, tetapi banyak logam nonmagnetis lainnya yang juga tidak tertarik magnet.
Artinya, apabila emas tidak menempel pada magnet, hasil tersebut hanya menunjukkan bahwa benda tersebut tidak memberikan respons magnetis yang kuat. Pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan kandungan emasnya.
Apakah Emas Palsu Bisa Memiliki Kode 999 atau 24K?
Bisa saja. Kode yang tercetak pada permukaan emas tidak otomatis membuktikan keasliannya.
Oknum tertentu dapat membuat cap atau kode yang menyerupai produk asli untuk meyakinkan calon pembeli. Karena itu, pemeriksaan kode perlu disertai pengecekan fisik, dokumen, dan bila diperlukan pengujian profesional.
Tips Menghindari Emas Palsu Saat Membeli
Selain mengetahui cara membedakan emas asli dan palsu, lakukan beberapa langkah berikut sebelum membeli:
- Beli dari penjual atau lembaga yang jelas identitasnya.
- Periksa kadar dan berat emas sebelum melakukan transaksi.
- Pastikan sertifikat atau dokumen pendukung sesuai dengan produk.
- Cek nomor seri atau fitur autentikasi apabila tersedia.
- Jangan tergiur harga yang jauh di bawah harga pasar tanpa alasan yang jelas.
- Untuk emas bernilai tinggi, pertimbangkan pengujian profesional sebelum transaksi.
Langkah-langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko membeli emas dengan kadar atau spesifikasi yang tidak sesuai.
Cek Keaslian Emas dengan Jasa Sertifikasi Pegadaian
Jika masih ragu setelah melakukan pemeriksaan sendiri, kamu dapat menggunakan Jasa Taksiran dan Sertifikasi Pegadaian.
Melalui Pegadaian G-Lab, emas dan berbagai barang berharga dapat diperiksa menggunakan layanan pengujian profesional. Hasil pemeriksaan dapat memberikan informasi mengenai keaslian, karakteristik, dan kualitas barang sesuai jenis layanan yang dipilih.
Dengan begitu, kamu tidak perlu hanya mengandalkan warna, magnet, atau ciri fisik ketika nilai emas yang diperiksa cukup besar.
Apabila ingin memastikan kadar emas, sahabat bisa mengecek surat emas yang diberikan ketika selesai melakukan pembelian perhiasan.
Adapun pembelian emas batangan disertai surat keterangan yang lengkap tersedia di Galeri 24 dan Pegadaian.
Pembelian emas bisa dilakukan secara tunai atau dengan metode cicilan melalui layanan Cicil Emas. Emas yang tersedia dijamin 24 karat dan bersertifikat.
Mereknya pun beragam sehingga sahabat bisa menentukan pilihan emas batangan yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Tenang saja, nilai cicilan tetap hingga lunas meskipun harga emas sedang naik. Uang mukanya pun ringan.
Jika tertarik, sahabat bisa mengajukan cicil emas melalui aplikasi Tring! By Pegadaian ataupun langsung di outlet Pegadaian terdekat.
Berita dan Artikel Lainnya

Emas
6 Model Gelang Emas yang Lagi Trend dan Tips Memilihnya
Tertarik membeli gelang emas untuk menambah koleksi aksesori? Yuk, cari tahu model gelang emas yang lagi trend dan tips memilihnya di sini!

Emas
Inilah 4 Ciri-Ciri Emas Kuno & Jenisnya di Indonesia
Terdapat ciri-ciri emas kuno di Indonesia yang bisa dilihat dari keadaan, bahan baku, corak, dan tahun emisinya. Simak penjelasan selengkapnya di artikel ini!

Emas
Apakah Emas Cocok untuk Dana Darurat? Ini Cara Mengelolanya
Apakah emas cocok untuk dana darurat? Ketahui kelebihan, kekurangan, serta cara mengelola dana darurat dalam bentuk emas agar tetap mudah dicairkan.

Mohon bertanya, apakah semua outlet pegadaian ada fasilitas untuk melakukan pengecekan keaslian emas? Terima kasih.

Hai Tommy, Sahabat Pegadaian. Kami informasikan perihal Pegadaian Jasa Sertifikasi adalah sebuah laboratorium gemologi (G-Lab) untuk pengujian batu mulia, emas dan perhiasan secara akurat, aman dan bersertifikat. Namun mohon maaf perihal Pegadaian G-Lab saat ini hanya tersedia di Pegadaian Kenari, Jalan Salemba Raya Nomor 2 Jakarta Pusat Jam Operasional di pukul 09.00 - 14.00 ya. Semoga informasi ini membantu Sahabat. -Sasa

Baru beli emas d pegadaian, di cek pakai aplikasi g24 keterangan kode d scan bukan produkemas galeri24 Bagaimana?

Hai Tria, Sahabat Pegadaian. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya, kami informasikan untuk pengecekan keaslian emas menggunakan aplikasi G24 GOLD dipastikan merek emas tersebut merupakan merek Galeri 24, dipastikan pula langkah dan aplikasi yang digunakan untuk pengecekan sesuai. Untuk ketentuan pengecekan sebagai berikut: 1. Merek emas batangan Galeri24 yang sudah terdapat hologram Galeri24, maka tidak perlu scan barcode/QR Code, karena hologram sudah menjamin keaslian emas. 2. Pengecekan berdasarkan posisi QR Code/Barcode: a. Jika QR Code di depan emas batangan 1). Dengan logo Galeri24 di atas QR → gunakan aplikasi G24 GOLD (Android & iOS). 2) Tanpa logo Galeri24 → gunakan aplikasi Gold Galeri 24 (Android & iOS). b. Apabila QR Code di belakang emas batangan silakan menggunakan aplikasi UBS Gold (Android). c. Apabila barcode panjang silakan menggunakan aplikasi G24 GOLD (Android & iOS). Saat scan QR Code pastikan: 1. Lepaskan plastik pelindung dari kemasan. 2. Pastikan koneksi internet stabil. 3. Arahkan kamera dengan jarak dekat ke QR Code. Apabila merek emas, langkah dan aplikasi yang digunakan sudah sesuai namun tetap terkendala, silakan dapat melakukan konfirmasi pada Galeri 24 atau dapat menghubungi kami melalui WhatsApp PEVITA di nomor 0811-1150-0569 atau email [email protected] untuk kami bantu pengecekan lebih lanjut. Sebagai informasi jika menghubungi WhatsApp PEVITA silakan tekan "Menu Utama" dan pilih "Aduan (Live Agent)" agar langsung terhubung dengan agent WhatsApp. -Nuha

