Modal Usaha Roti Bakar: Rincian Biaya dan Cara Hitung HPP

Oleh Pegadaian dalam Wirausaha

08 September 2026
Bagikan :
image detail artikel

Menyiapkan modal usaha roti bakar sejak awal dapat membantu kamu mengetahui kebutuhan bisnis sebelum mulai berjualan.

Dengan perencanaan modal yang matang, kamu bisa memperkirakan pengeluaran, menentukan harga jual, hingga menghitung peluang keuntungan.

Lantas, berapa modal yang perlu disiapkan untuk memulai usaha roti bakar? Simak rincian biaya, prospek usaha, cara menghitung HPP, hingga pilihan pendanaan yang tepat berikut ini.

Komponen Modal Usaha Roti Bakar yang Harus Dipersiapkan

Modal usaha roti bakar umumnya terdiri atas modal perlengkapan awal dan operasional. Pisahkan kedua jenis pengeluaran ini untuk mengatur keuangan bisnis dengan lebih terarah. Berikut penjabarannya:

1. Modal Perlengkapan Awal

Modal perlengkapan yang harus disiapkan di awal juga terbagi menjadi dua, yaitu peralatan serta bahan baku dan kemasan. Berikut estimasi harga perlengkapan awal yang perlu disiapkan:

  • Gerobak atau stand portable: Rp2 juta.
  • Kompor gas dan tabung LPG 3 kg: Rp350 ribu.
  • Wajan datar pemanggang (griddle pan): Rp150 ribu.
  • Peralatan pendukung, seperti pisau, kuas, wadah topping, dan talenan: Rp100 ribu.
  • Banner promosi dan lampu: Rp100 ribu.


Total biaya peralatan yang perlu disiapkan sekitar Rp2,7 juta. Perlu dicatat bahwa harga dapat berbeda tergantung pada lokasi serta tempat pembelian.

Lalu, kamu juga perlu menyiapkan bahan baku dan kemasan untuk mendukung kegiatan jualan pada tahap awal. Berikut perkiraannya:

  • Roti tawar khusus roti bakar 20 bungkus: Rp200 ribu.
  • Aneka topping: Rp250 ribu.
  • Mentega atau margarin: Rp50 ribu.
  • Kemasan kertas roti dan kantong plastik: Rp70 ribu.


Untuk biaya bahan baku dan kemasan, totalnya sekitar Rp570 ribu. Jika kedua kebutuhan tersebut digabungkan, estimasi modal awal yang perlu kamu siapkan adalah Rp3,27 juta.

Angka tersebut hanya berupa estimasi dan bisa berbeda tergantung harga barang, lokasi usaha, serta skala bisnis yang kamu jalankan.

2. Modal Operasional Bulanan

Setelah perlengkapan awal tersedia, kamu juga perlu menyiapkan modal operasional untuk memenuhi kebutuhan bisnis setiap bulan.

Modal ini terutama digunakan untuk membeli bahan baku dan membayar kebutuhan penunjang usaha. Sebagai gambaran, berikut estimasi kebutuhan operasional bulanan:

  • Roti tawar 500 bungkus: Rp2,5 juta.
  • Margarin atau mentega 10 kg: Rp300 ribu.
  • Keju 30 pcs: Rp600 ribu.
  • Cokelat meses 12 kg: Rp360 ribu.
  • Susu kental manis 20 kaleng: Rp500 ribu.
  • Berbagai selai 10 kg: Rp100 ribu.
  • Pisang 15 sisir: Rp500 ribu.
  • Gas 12 tabung: Rp200 ribu.
  • Air dan listrik 30 hari: Rp450 ribu.


Berdasarkan rincian di atas, total modal operasionalnya sekitar Rp5,5 juta. Namun, perlu diingat bahwa nominal setiap bahan tersebut merupakan estimasi. Kebutuhan sebenarnya dapat lebih rendah atau lebih tinggi.

Pengeluaran operasional bisa ditekan jika masih terdapat sisa bahan dari bulan sebelumnya atau jumlah produksi disesuaikan dengan tingkat penjualan.

Baca juga: Biaya Operasional: Pengertian, Jenis, dan Cara Menghitung

Prospek Usaha Roti Bakar

Bisnis roti bakar masih memiliki prospek yang cukup menarik karena makanan ini mudah ditemukan dan banyak digemari sebagai camilan.

Konsep jualannya juga relatif sederhana sehingga cocok menjadi pilihan bagi pebisnis yang baru memulai usaha kuliner.

Popularitas roti bakar membuat peluang pasarnya cukup luas. Apalagi, kebutuhan modal awalnya dapat disesuaikan dengan skala usaha sehingga tidak harus langsung besar.

Persaingan memang menjadi salah satu tantangan karena sudah banyak penjual roti bakar. Kamu bisa membuat pembeda melalui variasi topping, kombinasi rasa, ukuran porsi, kemasan, hingga konsep gerobak yang menarik.

Cara Menentukan Harga Pokok Penjualan Usaha Roti Bakar

Langkah pertama adalah menghitung investasi awal yang dikeluarkan untuk membeli peralatan. Berikut contoh perhitungannya:

  • Gerobak atau booth: Rp2 juta.
  • Wajan panggangan datar: Rp150 ribu.
  • Kompor gas 1 tungku: Rp200 ribu.
  • Tabung gas 3 kg: Rp150 ribu.
  • Spatula, pisau, dan wadah: Rp100 ribu.


Jadi, total investasi awal sebesar Rp2,6 juta. Ini hanya contoh sehingga kamu perlu menyesuaikannya dengan harga peralatan yang berlaku di daerah masing-masing.

Selanjutnya, hitung Harga Pokok Penjualan (HPP) untuk mengetahui biaya yang dikeluarkan dalam membuat 1 porsi. Sebagai contoh, berikut perhitungan untuk menu roti bakar cokelat keju:

  • Roti tawar: Rp15 ribu per bungkus berisi 10 roti. Biaya per porsi untuk 1 tangkup roti: Rp3 ribu.
  • Margarin: Rp7 ribu per 200 gram dengan penggunaan 10 gram. Biaya per porsi: Rp350
  • Meses cokelat: Rp12 ribu per 250 gram dengan penggunaan 15 gram. Biaya per porsi: Rp720
  • Keju batangan: Rp22 ribu per 170 gram dengan penggunaan 20 gram. Biaya per porsi: Rp2.588
  • Susu kental manis: Rp10 ribu per 370 gram dengan penggunaan 10 gram. Biaya per porsi: Rp270
  • Kemasan: Rp500
  • Gas LPG: Rp21 ribu per tabung 3 kg untuk sekitar 300 porsi. Biaya per porsi: Rp70


Dari rincian kebutuhan di atas, dapat disimpulkan bahwa total HPP untuk satu tangkup atau satu porsi roti bakar adalah Rp7.498 atau dibulatkan menjadi Rp7.500 per porsi

Setelah mengetahui HPP, kamu dapat menentukan margin keuntungan dan harga jual. Untuk contoh ini, digunakan markup sebesar 100% dari HPP.

  • HPP per porsi: Rp7.500
  • Margin keuntungan: 100%
  • Perhitungan harga jual: Rp7.500 + (100% × Rp7.500)
  • Harga jual: Rp15.000 per porsi
  • Laba kotor per porsi: Rp7.500


Harga jual tersebut nantinya juga perlu memperhitungkan biaya tetap bulanan. Oleh karena itu, sebaiknya lanjutkan perhitungan dengan mencari titik impas atau Break-Even Point (BEP).

Sebagai contoh, berikut adalah asumsi biaya tetap yang perlu kamu keluarkan setiap bulan selama berjualan:

  • Sewa lapak: Rp300 ribu.
  • Listrik dan kebersihan: Rp50 ribu.
  • Penyusutan alat: Rp2,6 juta / 24 bulan ≈ Rp108 ribu.


Dengan total biaya tetap Rp458 ribu per bulan serta HPP Rp7.500, harga jual Rp15.000, dan laba kotor setiap porsi adalah Rp7.500, maka perhitungan BEP-nya menjadi:

Rumus BEP = Total biaya tetap ÷ laba kotor per unit
= Rp458.000 ÷ Rp7.500
= 62 porsi (dibulatkan)

Jadi, penjualan minimal untuk mencapai BEP adalah 62 porsi per bulan. Jika berjualan selama 25 hari, maka untuk mencapainya kamu harus menjual sekitar 2–3 porsi per hari agar bisa menutup biaya.

Namun, perlu diketahui bahwa penjualan setelah titik BEP dapat memberikan keuntungan, dengan catatan seluruh biaya usaha lainnya tetap dipertimbangkan.

Nah, sekarang sudahkah kamu siap memulai usaha roti bakar setelah menyimak penjelasan tentang persiapan modalnya?

Setelah mengetahui kebutuhan modal dan target usaha roti bakar yang kamu rencanakan, kamu bisa mulai mempertimbangkan strategi untuk mengembangkan bisnis tersebut.

Memetakan estimasi modal usaha roti bakar sejak awal dapat membantu kamu melihat kebutuhan serta peluang pengembangan bisnis kuliner.

Jika membutuhkan tambahan dana untuk mengembangkan usaha, salah satu alternatif yang bisa dipertimbangkan adalah Gadai BPKB Pegadaian. Pembiayaan ini memungkinkan kamu memperoleh dana dengan menjaminkan BPKB kendaraan.

Kendaraan tetap dapat digunakan sehingga kamu masih bisa memanfaatkannya untuk aktivitas sehari-hari maupun kebutuhan operasional usaha.

Gadai BPKB Pegadaian memiliki skema pembayaran yang fleksibel dan pilihan tenor yang dapat disesuaikan dengan kemampuan pembayaran serta kebutuhan pembiayaan.

Adapun syarat yang perlu dipenuhi untuk mengajukan Gadai BPKB adalah WNI yang memiliki e-KTP, berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, dengan usia maksimal 75 tahun.

Calon nasabah juga perlu memiliki domisili tetap, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sesuai ketentuan, serta usaha yang tidak dilarang oleh pemerintah.

Untuk persyaratan khusus, lokasi usaha dengan outlet Pegadaian terdekat maksimal berjarak 15 km atau sekitar 1 jam perjalanan darat dan telah berjalan minimal 1 tahun.

Proses pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat.

Jadi, mari penuhi kebutuhan modal pengembangan usaha roti bakarmu dengan mengajukan Gadai BPKB Pegadaian.

Baca juga: Apa Itu Prospek Bisnis? Ini Pengertian dan Cara Menemukannya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved