Modal Usaha Kopi Keliling dan Potensi Keuntungannya

Memulai usaha kopi keliling bisa menjadi pilihan menarik bagi kamu yang ingin berbisnis dengan modal relatif terjangkau dan tidak perlu menyewa tempat.
Sebab, konsepnya fleksibel. Sebagai pelaku usaha, kamu dapat berpindah lokasi untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
Bisnis kopi keliling pun bisa dimulai dari skala kecil dan dikembangkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan sekaligus permintaan pasar.
Sebelum menentukan kebutuhan modal, simak dulu potensi usaha kopi keliling serta perkiraan biaya yang perlu disiapkan dalam artikel ini.
Potensi Usaha Kopi Keliling
Usaha kopi keliling memiliki target pasar yang cukup luas karena minuman kopi dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
Mulai dari pekerja, mahasiswa, hingga komunitas bisa menjadi pelanggan, terutama jika kamu berjualan di area yang ramai.
Dari sisi modal, bisnis ini juga cukup fleksibel karena tidak harus langsung menggunakan kendaraan atau gerobak khusus.
Kamu bisa memulainya dengan berjalan kaki, bersepeda, menggunakan gerobak dorong, hingga mengendarai motor yang sudah dimodifikasi.
Harga kopi keliling bisa disesuaikan dengan target pasar dan jenisnya; umumnya sekitar Rp5–Rp15 ribu per gelas agar tetap terjangkau konsumen.
Keunggulan lainnya adalah konsep penjualan yang mobile. Kamu tidak perlu menyewa tempat dan bisa berpindah ke lokasi yang ramai, seperti perkantoran, kampus, taman, atau area komunitas.
Estimasi Modal Usaha Kopi Keliling
Modal awal usaha kopi keliling dapat berbeda-beda tergantung pada skala bisnis yang ingin kamu jalankan. Semakin sederhana konsepnya, semakin kecil pula peralatan dan perlengkapan yang perlu disiapkan.
Sebagai gambaran, usaha skala kecil yang menggunakan konsep jalan kaki atau sepeda membutuhkan modal sekitar Rp1–Rp2,5 juta.
Sementara itu, skala menengah dengan gerobak dorong sederhana dapat membutuhkan persiapan modal sekitar Rp3–Rp5 juta.
Untuk motor modifikasi atau stand portable dengan perlengkapan lebih lengkap, modal awal diperkirakan Rp5–Rp8 juta. Angka ini dapat berbeda sesuai kebutuhan.
Sebagai contoh, jika kopi dijual seharga Rp7 ribu per gelas dan kamu menargetkan penjualan 100 gelas per hari, omzetnya bisa mencapai sekitar Rp700 ribu per hari.
Setelah dikurangi biaya bahan baku dan operasional, keuntungan bersihnya dapat berada pada kisaran Rp300–Rp400 ribu per hari.
Baca juga: Cara Buat QRIS untuk Usaha dengan Mudah, Ini Syarat & Biayanya
Rincian Alokasi Modal Usaha Kopi Keliling
Rincian berikut merupakan perkiraan biaya dan bukan patokan harga tetap. Nilainya dapat berbeda tergantung pada kualitas barang, merek, lokasi pembelian, hingga konsep jualan yang dipilih.
1. Peralatan Dasar
Peralatan menjadi kebutuhan utama dalam usaha kopi keliling. Kamu bisa menyiapkan termos air panas sekitar Rp150–Rp300 ribu dan kompor portable beserta gas kecil sekitar Rp300–Rp500 ribu.
Selain itu, siapkan gelas plastik, tutup, dan sedotan dengan estimasi Rp200–Rp300 ribu. Sendok, wadah gula, serta toples kopi juga membutuhkan sekitar Rp100–Rp200 ribu.
Jika ingin menggunakan sarana jualan yang lebih praktis, gerobak dorong atau modifikasi motor bisa menjadi pilihan.
Biayanya diperkirakan sekitar Rp2–Rp5 juta sehingga total peralatan dapat berada di kisaran Rp750 ribu hingga Rp6 juta.
2. Bahan Baku Harian
Bahan baku juga perlu diperhitungkan sejak awal agar kamu dapat memperkirakan biaya operasional harian.
Bubuk kopi 1 kilogram dapat membutuhkan sekitar Rp60–Rp100 ribu, sedangkan gula pasir sekitar Rp15–Rp20 ribu per kilogram.
Kamu juga perlu menyiapkan susu kental manis sekitar Rp10–Rp12 ribu per kaleng dan air mineral galon sekitar Rp20 ribu. Jika menjual kopi dingin, tambahkan es batu dengan biaya sekitar Rp10 ribu.
Secara keseluruhan, kebutuhan bahan baku harian diperkirakan sekitar Rp100–Rp200 ribu untuk produksi kurang lebih 100 gelas. Jumlah ini tentu dapat berubah tergantung resep dan menu yang dijual.
3. Biaya Operasional
Selain peralatan dan bahan baku, jangan lupa menyisihkan dana untuk biaya operasional. Gas isi ulang, misalnya, membutuhkan sekitar Rp20–Rp25 ribu, tergantung ukuran dan harga di daerah kamu.
Jika menggunakan motor untuk berjualan, biaya transportasi dapat diperkirakan sekitar Rp200–Rp400 ribu per bulan.
Sementara itu, kebutuhan lain seperti plastik dan tisu bisa berada pada kisaran Rp50–Rp100 ribu per bulan.
Baca juga: 14 Usaha yang Tidak Pernah Redup dan Selalu Dibutuhkan
Perkiraan Keuntungan Usaha Kopi Keliling
Untuk memperkirakan keuntungan, kamu perlu menentukan harga jual berdasarkan jenis kopi, target pasar, dan biaya produksi. Harga sekitar Rp5–Rp8 ribu per gelas dapat menjadi salah satu pertimbangan untuk tetap kompetitif.
Misalnya, kamu berhasil menjual sekitar 40–50 gelas kopi setiap hari dengan harga tersebut. Dari penjualan itu, omzet harian diperkirakan berada pada kisaran Rp200–Rp400 ribu.
Jika penjualan berlangsung secara konsisten selama satu bulan, omzet kotor dapat mencapai sekitar Rp6–Rp12 juta.
Namun, angka tersebut tentu saja belum memperhitungkan bahan baku dan biaya operasional lainnya. Oleh karena itu, penting untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rutin.
Dengan arus kas yang tercatat rapi, kamu bisa mengetahui keuntungan sebenarnya sekaligus menentukan apakah bisnis sudah siap untuk dikembangkan.
Itulah hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang memulai usaha kopi keliling dan contoh perhitungan modalnya.
Intinya, usaha kopi keliling bisa menjadi pilihan yang menguntungkan karena menawarkan fleksibilitas lokasi dan peluang perputaran uang yang cukup cepat. Namun, tidak di situ saja. Kamu bisa meningkatkan peluang keuntungan dengan mengembangkan usaha kopimu.
Agar bisa mengembangkan usaha kopi milikmu tanpa harus menghabiskan seluruh tabungan, kamu dapat mempertimbangkan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan usaha.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Gadai BPKB Pegadaian. Pembiayaan ini dapat digunakan untuk aktivitas produktif.
Selama masa pinjaman berlangsung, kendaraan tetap bisa digunakan selama memenuhi ketentuan yang berlaku.
Skema pembayaran dan pilihan tenor yang tersedia dapat membantu kamu menyesuaikan cicilan dengan kemampuan finansial serta arus kas bisnis.
Untuk mengajukan pembiayaan, kamu perlu memenuhi persyaratan umum, seperti WNI yang memiliki e-KTP, berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, serta maksimal 75 tahun.
Selain memiliki domisili tetap, usaha juga tidak boleh dilarang oleh pemerintah, lolos proses pemeriksaan SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) dan DHN (Daftar Hitam Nasional), serta memiliki NPWP dan dokumen perizinan usaha.
Selain itu, usaha yang diajukan perlu memenuhi kriteria kelayakan dan telah berjalan minimal 1 tahun. Lokasinya maksimal 15 kilometer atau sekitar 1 jam perjalanan darat dari outlet.
Kamu dapat mengajukan Gadai BPKB secara online hanya dengan mengakses aplikasi Tring! by Pegadaian atau langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat.
Jadi, mari penuhi kebutuhan modal untuk mengembangkan usaha kopi kelilingmu secara praktis dengan Gadai BPKB Pegadaian.
Baca juga: Pinjaman Modal Usaha: Jenis, Syarat, Cara Pengajuan, dan Tips Memilihnya
Berita dan Artikel Lainnya

Wirausaha
7 Ide Bisnis Kreatif dan Unik untuk Pemula
Ada banyak ide bisnis kreatif dan unik yang bisa dicoba, salah satunya bisnis pakaian bekas, kue kekinian, hingga MUA. Modalnya terjangkau!

Wirausaha
Cara Memulai Usaha Cafe 5 Juta & Rincian Anggarannya
Usaha cafe modal 5 juta sangat mungkin diwujudkan. Lantas, bagaimana cara memulainya? Cari tahu jawaban beserta rincian anggaran modalnya di artikel ini, yuk!

Wirausaha
5 Macam Pekerjaan di Dataran Tinggi dengan Prospek Cerah
Temukan peluang bisnis di dataran tinggi: pertanian modern, perkebunan, properti vila, pemandu wisata, dan kuliner khas. Pelajari potensinya!

