Cara Menghitung Persentase Keuntungan: Rumus dan Contohnya

Oleh Pegadaian dalam Wirausaha

25 August 2026
Bagikan :
image detail artikel

Dalam menjalankan bisnis, memahami cara menghitung persentase keuntungan dapat membantu kamu mengetahui kondisi keuangan usaha dengan lebih jelas.

Perhitungan ini tidak hanya menunjukkan besarnya laba, tetapi juga membantu mengevaluasi strategi penjualan dan menentukan langkah-langkah pengembangan bisnis.

Simak pengertian, rumus, contoh, hingga manfaat perhitungan persentase keuntungan dalam artikel ini agar kamu lebih memahami cara menghitungnya dalam berbisnis.

Apa Itu Persentase Keuntungan?

Persentase keuntungan merupakan angka dalam bentuk persen yang digunakan untuk mengukur tingkat keuntungan dari aktivitas bisnis atau penjualan.

Melalui persentase ini, kamu dapat mengetahui seberapa besar keuntungan dibandingkan dengan modal yang dikeluarkan.

Namun, sebelum memahami cara menghitung persentase keuntungan, kamu perlu memahami arti keuntungan. Secara sederhana, keuntungan adalah selisih antara harga jual dan harga beli ketika harga jual lebih tinggi.

Dalam kegiatan usaha, perhitungan keuntungan juga perlu mempertimbangkan biaya lain seperti bahan baku, produksi, distribusi, dan pengeluaran pendukung lainnya.

Sementara itu, persentase keuntungan menunjukkan perbandingan keuntungan terhadap harga beli dalam bentuk persen.

Semakin besar persentasenya, semakin besar pula keuntungan dibandingkan dengan modal yang dikeluarkan.

Oleh karena itu, perhitungan persentase keuntungan penting untuk membantu kamu menilai profitabilitas usaha secara lebih terukur.

Sebelum mulai menghitung, pahami terlebih dahulu rumus yang tepat agar persentase keuntungan yang kamu dapatkan tidak salah.

Cara Menghitung Persentase Keuntungan

Secara umum, cara menghitung persentase keuntungan dilakukan dengan mencari selisih antara harga jual dan harga beli.

Setelah memperoleh keuntungan, bagi nilainya dengan harga beli lalu kalikan 100. Berikut rumus sederhananya:

Keuntungan = Harga Jual - Harga Beli

Persentase Keuntungan = Keuntungan : Harga Beli × 100

Sebagai contoh, Bu Nita membeli kain batik seharga Rp850.000. Kain tersebut kemudian berhasil dijual kembali dengan harga Rp1.105.000. Maka:

Keuntungan = Rp1.105.000 - Rp850.000 = Rp255.000

Persentase Keuntungan = Rp255.000 : Rp850.000 × 100 = 30%

Jadi, Bu Nita mendapatkan keuntungan sebesar 30% dari harga beli kain batik tersebut. Perhitungan ini dapat digunakan untuk mengetahui persentase keuntungan dari transaksi yang dilakukan.

Selain keuntungan, kamu juga perlu mengetahui persentase kerugian. Hal tersebut berguna ketika barang terpaksa dijual di bawah harga beli. Rumusnya:

Kerugian = Harga Beli - Harga Jual

Persentase Kerugian = Kerugian : Harga Beli × 100

Misalnya, Pak Dedi membeli kue kering seharga Rp2.000 per buah. Karena menjelang tutup kue keringnya masih tersisa, akhirnya ia memutuskan menjualnya dengan harga Rp1.400 per buah. Maka:

Kerugian = Rp2.000 - Rp1.400 = Rp600

Persentase Kerugian = Rp600 : Rp2.000 × 100 = 30%

Artinya, Pak Dedi mengalami kerugian sebesar 30% dari harga beli untuk setiap kue yang dijual dengan harga tersebut.

Baca juga: Pokok Pinjaman: Pengertian, Cara Hitung, dan Tips Kelolanya

Faktor yang Memengaruhi Persentase Keuntungan

Besarnya persentase keuntungan tidak hanya ditentukan oleh harga jual. Biaya usaha dan kondisi pasar juga dapat memengaruhi margin yang akhirnya kamu peroleh. Beberapa faktor utamanya yaitu:

  • Strategi harga dan persaingan pasar: Sesuaikan harga dengan daya beli konsumen serta harga kompetitor agar tetap kompetitif.
  • Beban operasional: Gaji, sewa, listrik, distribusi, dan logistik dapat mengurangi keuntungan bersih jika tidak dikelola dengan baik.
  • Harga pokok penjualan: Biaya memperoleh atau menghasilkan produk yang tinggi dapat membuat margin keuntungan semakin kecil.


Manfaat Perhitungan Persentase Keuntungan

Memahami cara menghitung persentase keuntungan membantu kamu mengambil keputusan berdasarkan kondisi finansial yang lebih terukur.

Hasil perhitungan juga dapat digunakan untuk mengendalikan pengeluaran dan meningkatkan peluang keuntungan.

Berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari menghitung persentase keuntungan:

1. Evaluasi Keuangan Perusahaan

Persentase keuntungan dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dari satu periode ke periode berikutnya. Kamu dapat melihat apakah keuntungan mengalami peningkatan, penurunan, atau cenderung stabil.

Transaksi dengan margin tinggi dapat dipertahankan atau ditingkatkan, sedangkan transaksi yang merugikan perlu dievaluasi. Dengan begitu, pengelolaan keuangan menjadi lebih terarah.

Baca juga: 7 Perbedaan Omzet dan Profit dalam Bisnis & Cara Hitungnya

2. Membantu Pengambilan Keputusan untuk Bisnis

Catatan keuntungan dapat membantu kamu menentukan produk atau transaksi yang layak diprioritaskan.

Informasi tersebut juga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan harga dan mengalokasikan modal usaha.

Pengeluaran yang tidak memberikan kontribusi terhadap pendapatan dapat dikurangi. Sebaliknya, modal dapat diarahkan pada hal yang lebih produktif dan berpotensi meningkatkan keuntungan.

3. Melengkapi Laporan Keuangan

Keuntungan dan kerugian merupakan bagian penting dalam pencatatan keuangan. Dengan mencatat transaksi secara rutin, kamu dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat tentang kondisi finansial usaha.

Persentase keuntungan juga dapat menunjukkan tingkat profitabilitas dalam periode tertentu. Data tersebut nantinya dapat digunakan sebagai dasar untuk menyusun strategi bisnis berikutnya.

Jika hasil perhitungan menunjukkan margin yang sehat dan peluang pasar masih terbuka, kamu bisa mempertimbangkan ekspansi usaha.

Salah satu hal yang perlu dipersiapkan tentu saja adalah tambahan modal untuk mendukung kebutuhan bisnis.
KUR Syariah Pegadaian dapat menjadi salah satu pilihan pembiayaan yang dipertimbangkan untuk kebutuhan tersebut.

Pembiayaan dari Pegadaian ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan modal usaha, seperti pembelian barang dagangan, persediaan, perlengkapan, atau kebutuhan lain yang mendukung kegiatan bisnis.

KUR Syariah Pegadaian menggunakan prinsip syariah dan tidak memerlukan jaminan barang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Prosesnya disesuaikan dengan fatwa Dewan Syariah Nasional MUI dengan mu’nah terjangkau dan bebas biaya administrasi.

Untuk mengajukan KUR Syariah Pegadaian, kamu perlu menyiapkan dokumen, seperti KTP, KK, dan surat nikah bagi yang telah menikah.

Siapkan pula dokumen pendukung tempat tinggal dan usaha, seperti NIB (Nomor Induk Berusaha) atau surat izin usaha, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Calon nasabah juga perlu memenuhi persyaratan, seperti memiliki usaha yang sah, memiliki pendapatan rutin, memenuhi batas usia, serta bersedia menjalani pengecekan SLIK/SID dan SIKP (Sistem Informasi Kredit Program).

KUR Syariah Pegadaian tersedia dalam skema Super Mikro dengan pembiayaan Rp1 juta hingga Rp10 juta dan mu’nah setara mulai dari 3% per tahun.

Sementara itu, skema Mikro menyediakan pembiayaan Rp10 juta hingga Rp50 juta dengan mu’nah mulai dari 6% per tahun.

Untuk skema Mikro, terdapat ketentuan bahwa nasabah telah menggunakan Super Mikro dari Pegadaian atau sedang menggunakan Super Mikro minimal setengah dari angsuran yang telah dibayarkan.

Proses pengajuan dimulai dari penyerahan dokumen, verifikasi, survei, konfirmasi jumlah pembiayaan, penandatanganan akad, hingga pencairan.

Setelah mendapatkan pembiayaan, kamu harus mulai membayar angsuran sesuai tanggal jatuh tempo. Ajukan KUR Syariah langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat.

Dengan memahami cara menghitung persentase keuntungan dan mengelola tambahan modal dari KUR Syariah Pegadaian, kamu dapat mengembangkan usaha secara lebih terencana.

Baca juga: 7 Keuntungan Bisnis Ramah Lingkungan, Bangun Citra Positif

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved