10 Tips Mulai Menabung untuk Haji yang Mudah Diterapkan

Oleh Pegadaian dalam Keuangan

17 July 2026
Bagikan :
image detail artikel

Tips mulai menabung untuk haji menjadi semakin penting di tengah tren kenaikan biaya haji dari tahun ke tahun dan panjangnya masa tunggu keberangkatan.

Oleh karena itu, diperlukan perencanaan keuangan yang matang agar target dana dapat tercapai sesuai dengan harapan.

Kabar baiknya, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk membantu mempercepat pengumpulan dana haji tanpa harus mengorbankan kebutuhan utama sehari-hari. Untuk itu, simak pembahasannya di bawah ini.

Tips Mulai Menabung untuk Haji

Tips mulai menabung untuk haji sebaiknya dilakukan sejak dini agar impian beribadah ke Tanah Suci dapat terwujud lebih cepat.

Selain membutuhkan kesiapan fisik dan mental, ibadah haji juga memerlukan perencanaan keuangan yang matang karena biayanya tidak sedikit.

Dengan strategi yang tepat dan disiplin dalam mengelola keuangan, target keberangkatan haji bisa menjadi lebih mudah dicapai. Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mulai menabung untuk haji:

1. Ketahui Biaya Penyelenggaraan Haji

Tips mulai menabung untuk haji yang pertama adalah memahami terlebih dahulu berapa biaya yang harus dipersiapkan. Dengan mengetahui nominal yang dibutuhkan, kamu dapat menetapkan target tabungan yang lebih realistis.

Pada 2026, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) reguler ditetapkan sebesar Rp87,4 juta per jemaah. Sementara itu, biaya yang harus dibayarkan langsung oleh jemaah atau Bipih sebesar Rp54,19 juta. Berikut rinciannya:

  • Total BPIH: Rp87.409.366 per jemaah.
  • Bipih yang dibayar jemaah: Rp54.193.807 per jemaah.
  • Nilai manfaat dari BPKH: Rp33.215.559 per jemaah.
  • Setoran awal pendaftaran: Rp25 juta.
  • Perkiraan sisa pelunasan: Sekitar Rp29 juta.


2. Tetapkan Target dan Waktu

Semakin jelas target yang dibuat, semakin mudah pula kamu menghitung kebutuhan tabungan setiap bulan.

Sebagai contoh, jika biaya yang perlu dipersiapkan sekitar Rp54,19 juta dan kamu ingin mengumpulkannya dalam waktu 10 tahun, maka dana yang perlu disisihkan sekitar Rp5,4 juta per tahun atau sekitar Rp452 ribu per bulan.

Menetapkan target juga dapat membantu kamu tetap disiplin dan termotivasi. Selain itu, berangkat haji pada usia yang lebih muda memungkinkan kamu menjalankan rangkaian ibadah dengan kondisi fisik yang lebih prima.

Baca juga: Ini Syarat Pelunasan Haji, Cara Cek Informasi, & Biayanya

3. Susun Budgeting Terperinci

Catat seluruh pemasukan dan pengeluaran bulanan agar kamu dapat mengetahui kondisi keuangan dengan lebih akurat.

Berdasarkan hasil pencatatan tersebut, tentukan nominal tetap yang akan dialokasikan untuk tabungan haji setiap bulan. Usahakan jumlahnya konsisten agar target yang sudah ditetapkan dapat tercapai sesuai rencana.

4. Buat Rekening Tabungan Khusus Haji

Memisahkan tabungan haji dari rekening untuk kebutuhan sehari-hari merupakan langkah yang sangat penting. Cara ini membantu kamu menghindari penggunaan dana haji untuk kebutuhan lain yang tidak mendesak.

Agar lebih disiplin, manfaatkan fitur autodebit agar dana langsung dipindahkan ke rekening tabungan haji setiap kali menerima gaji atau penghasilan. Dengan begitu, proses menabung menjadi lebih mudah dan konsisten.

Saat ini banyak bank syariah yang menyediakan produk tabungan haji dengan berbagai kemudahan. Selain membantu memisahkan dana, rekening khusus ini juga memudahkan kamu memantau perkembangan tabungan dari waktu ke waktu.

5. Investasi Syariah

Selain menabung, kamu juga bisa mempertimbangkan instrumen investasi syariah untuk membantu mengembangkan dana yang sudah terkumpul.

Cara ini dapat menjadi solusi agar nilai uang tidak tergerus oleh inflasi dalam jangka panjang. Beberapa pilihan yang cukup populer antara lain reksa dana syariah dan deposito syariah.

Namun, pastikan kamu memahami risiko dan karakteristik investasi sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

6. Manfaatkan Tunjangan dan Bonus

Ketika memperoleh bonus tahunan, THR, insentif, atau tunjangan lainnya, cobalah mengalokasikan seluruh atau sebagian dana tersebut ke dalam tabungan haji.

Dengan cara ini, jumlah tabungan yang dimiliki bisa bertambah lebih cepat tanpa mengganggu kebutuhan rutin.

Baca juga: 7 Syarat Wajib Haji Sesuai Syariat yang Perlu Diketahui

7. Hindari Pengeluaran Tidak Perlu

Pengeluaran kecil yang dilakukan terus-menerus, sering kali tanpa disadari, dapat menghabiskan cukup banyak uang setiap bulan. Mulailah menerapkan gaya hidup yang lebih hemat.

Jika sebelumnya sering membeli kopi atau makan di luar, cobalah memasak sendiri di rumah lebih sering. Dana yang berhasil dihemat dapat langsung dialihkan ke tabungan haji.

8. Diversifikasi Sumber Pendapatan

Jika ingin mencapai target lebih cepat, pertimbangkan untuk mencari sumber penghasilan tambahan. Cara ini dapat membantu meningkatkan kemampuan menabung tanpa harus mengurangi kebutuhan utama keluarga.

Kamu bisa membuka usaha kecil-kecilan, mengambil proyek tambahan, menjadi freelancer, atau menawarkan jasa sesuai dengan keahlian yang kamu miliki.

9. Bijak Menggunakan Kartu Kredit

Jika tidak dikendalikan, tagihan dan bunga kartu kredit dapat mengganggu rencana keuangan jangka panjang. Karena itu, gunakan hanya untuk kebutuhan yang benar-benar penting.

Selain itu, pastikan tagihan dibayar penuh setiap bulan agar tidak menimbulkan beban utang yang menghambat pencapaian target tabungan haji.

10. Doa dan Niat

Menabung untuk haji bukan hanya soal mengumpulkan uang, tetapi juga bagian dari ikhtiar menuju ibadah yang mulia. Jadi, sertakan niat tulus dan doa dalam setiap proses yang dijalani.

Namun, jika hanya mengandalkan tabungan tunai, proses pengumpulan dana pendaftaran haji dapat memakan waktu cukup lama.

Maka dari itu, diperlukan strategi finansial yang tepat agar nomor porsi haji kamu dapat diamankan lebih cepat.

Pegadaian Syariah dapat membantumu mewujudkan impian beribadah di Tanah Suci melalui Pembiayaan Porsi Haji.

Pembiayaan berbasis syariah ini dapat membantu masyarakat mendapatkan nomor porsi haji dengan jaminan emas atau Tabungan Emas.

Selain prosesnya mudah, transparan, dan sesuai prinsip syariah, ada berbagai keuntungan yang bisa kamu peroleh, antara lain:

  • Sesuai dengan Fatwa DSN-MUI.
  • Biaya pemeliharaan barang jaminan terjangkau.
  • Jaminan emas dapat digunakan untuk melunasi biaya haji setelah pembiayaan selesai.
  • Mendapatkan kepastian nomor porsi haji lebih cepat.
  • Proses pengajuan mudah dan profesional.
  • Emas serta dokumen haji tersimpan aman di Pegadaian.


Untuk mengajukan pembiayaan ini, kamu memerlukan Tabungan Emas senilai 3,5 gram atau emas batangan/perhiasan dengan nilai taksiran minimal Rp1,9 juta.

Lalu, lengkapi dokumen seperti buku Tabungan Haji, fotokopi KTP dan KK, pasfoto ukuran 3x4, serta surat keterangan domisili.

Proses pengajuan bisa dilakukan langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat dengan membawa emas sebagai jaminan serta seluruh dokumen persyaratan yang dibutuhkan.

Setelah itu, petugas akan membantu proses pengajuan hingga pembiayaan disetujui dan kamu memiliki kesempatan untuk memperoleh nomor porsi haji lebih cepat.

Manfaatkan Pembiayaan Porsi Haji Pegadaian sebagai solusi syariah yang praktis untuk berangkat haji. Jangan tunda lagi impian untuk beribadah ke Tanah Suci!

Baca juga: 10 Rangkaian Ibadah Haji Secara Berurutan, Simak & Catat!

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved