Mengajarkan Anak Menabung Emas Sejak Dini dengan Tepat

Mengenalkan kebiasaan finansial kepada anak bisa dilakukan sejak kecil, termasuk dengan mengajarkan anak menabung emas sejak dini sebagai cara untuk mengenalkan aset untuk masa depan.
Namun, pendekatannya perlu disesuaikan dengan usia agar anak dapat memahami konsep menabung emas secara bertahap. Baca penjelasan lengkapnya berikut ini.
Kapan Waktu yang Tepat Mengajarkan Anak Menabung Emas?
Sebenarnya, tidak ada batasan usia tertentu untuk mulai mengenalkan anak pada menabung emas. Cara mengenalkannya saja yang perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak dalam memahami konsep uang serta nilai suatu aset.
Sebagai orang tua, kamu bisa mengenalkan konsep nilai dan kebiasaan menyisihkan uang melalui aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-hari saat anak menginjak usia 4–6 tahun.
Tidak perlu membahas emas secara mendalam, cukup kenalkan bahwa ada sesuatu yang bernilai dan dapat disimpan untuk kebutuhan di masa depan.
Memasuki usia 7–10 tahun, anak mulai lebih mudah memahami hubungan antara uang, tujuan, dan kebiasaan menyisihkan.
Pada tahap ini, kamu dapat mulai mengenalkan emas secara sederhana sebagai salah satu aset yang bisa dimiliki dengan menyisihkan uang secara bertahap.
Saat berusia 11–15 tahun, anak sudah dapat diajak memahami bahwa sebagian uang saku dapat dialokasikan untuk menabung emas.
Kamu juga bisa mengajaknya menentukan target dan melihat perkembangan saldo emas agar mereka memahami proses membangun aset sedikit demi sedikit.
Pada usia 16–18 tahun, pemahaman tersebut dapat dikembangkan dengan mengenalkan konsep budgeting dan tujuan keuangan.
Anak mulai bisa diajak menentukan berapa dana yang ingin disisihkan untuk menabung emas sesuai dengan kemampuan dan tujuan yang ingin dicapai.
Rentang usia 16–18 tahun juga menjadi waktu yang lebih tepat untuk memperluas pemahaman tentang emas sebagai aset.
Kamu bisa mulai menjelaskan konsep investasi, tujuan keuangan, jangka waktu, serta risiko perubahan harga agar anak memiliki pemahaman yang lebih matang sebelum mengambil keputusan finansial.
Dengan begitu, mengenalkan emas kepada anak tidak harus dilakukan sekaligus. Kamu bisa membangun pemahamannya secara bertahap.
Baca juga: 40 Kata Mutiara Untuk Anak Tersayang yang Menyentuh Hati
Strategi Mengajarkan Anak Menabung Emas Sejak Dini
Bingung mulai dari mana? Kamu bisa menerapkan beberapa strategi berikut agar anak lebih tertarik dan terbiasa menabung emas sejak dini.
1. Mulai dari Pemahaman Nilai
Saat mengenalkan emas, anak tidak perlu langsung memahami harga atau perubahan nilainya. Cukup kenalkan emas sebagai aset bernilai untuk masa depan.
Gunakan contoh yang dekat dengan anak, seperti barang kesayangan. Jelaskan bahwa emas juga memiliki nilai dan dapat disimpan dalam jangka panjang.
2. Bantu Anak Memahami Prioritas Pengeluaran
Kemampuan untuk membedakan kebutuhan dan keinginan penting sebelum anak belajar menabung emas. Saat ingin membeli sesuatu, ajak anak berdiskusi apakah barang tersebut benar-benar diperlukan.
Jika pembelian dapat ditunda, sebagian uang dapat dialokasikan untuk menabung emas. Anak pun belajar memilih antara memenuhi keinginan saat ini dan menyiapkan aset untuk masa depan.
3. Buat Target Menabung yang Mudah Dipantau
Agar tidak terasa seperti pelajaran, jadikan menabung emas sebagai aktivitas yang menyenangkan. Kamu bisa membuat target sederhana dan mencatat perkembangan saldo emas bersama anak.
Misalnya, buat target jumlah gram emas untuk periode tertentu. Anak pun dapat melihat bahwa uang yang disisihkan sedikit demi sedikit dapat membantu mencapai target tersebut.
4. Sesuaikan Jumlah Tabungan dengan Kemampuan
Menabung emas tidak harus dimulai dengan nominal yang besar. Kamu bisa mengajak anak menyisihkan sebagian uang hadiah atau uang saku.
Nominal kecil dapat membantu membentuk kebiasaan. Anak belajar bahwa menabung emas bisa dimulai secara rutin sesuai kemampuan.
5. Menjadi Contoh yang Baik
Anak-anak banyak belajar dari kebiasaan yang mereka lihat di rumah. Orang tua bisa memberi contoh dengan menyisihkan sebagian dana untuk menabung emas.
Ajak anak melihat prosesnya dan jelaskan alasan memilih emas sebagai aset. Dengan contoh nyata, anak akan lebih mudah memahami manfaat menabung emas.
6. Ajarkan Pentingnya Memilih Layanan Investasi yang Tepat
Selain memahami cara menabung emas, anak juga perlu mengenal pentingnya memilih tempat transaksi yang berizin resmi dan menawarkan proses transaksi yang transparan agar mereka belajar mengambil keputusan finansial dengan bijak.
Salah satu pilihan yang bisa dikenalkan adalah Emas Pegadaian. Layanan investasi ini praktis dan dapat disesuaikan dengan kemampuan untuk membangun kebiasaan menabung emas.
7. Libatkan Anak dalam Proses Menabung Keluarga
Menabung emas bisa menjadi kegiatan bersama keluarga, bukan hanya tanggung jawab anak. Kamu dapat mengajak anak untuk menentukan tujuan dan memantau perkembangan tabungan emas.
Misalnya, menabung emas untuk memenuhi kebutuhan pendidikan atau mencapai tujuan jangka panjang. Anak pun memahami bahwa menabung emas dapat menjadi bagian dari perencanaan keuangan keluarga.
Baca juga: 115 Ide Nama Anak Perempuan Islami, Penuh Makna dan Harapan
8. Apresiasi Progres Menabung Anak
Ketika anak berhasil konsisten menyisihkan uang, berikan apresiasi atas usahanya. Pujian sederhana dapat membuat anak lebih bersemangat menabung emas.
Jangan hanya melihat jumlah emas yang terkumpul. Konsistensi, kedisiplinan, dan kemampuan menunda keinginan juga patut diapresiasi.
9. Berikan Dukungan dan Dorongan yang Konsisten
Anak mungkin belum selalu konsisten menabung emas, terutama saat ada keinginan lain. Berikan dukungan tanpa membuat anak merasa tertekan untuk mencapai nominal tertentu.
Ajak anak mengevaluasi kebiasaannya dan ingatkan kembali tujuan menabung. Pendampingan yang konsisten membantu kebiasaan tersebut tumbuh secara perlahan.
10. Pantau dan Evaluasi Berkala
Luangkan waktu untuk melihat perkembangan tabungan emas bersama anak. Kamu bisa membahas jumlah yang terkumpul dan target yang ingin dicapai.
Evaluasi ini juga membantu anak memahami bahwa tujuan finansial dapat berubah seiring bertambahnya usia. Mereka pun belajar menyesuaikan kebiasaan menabung emas dengan kebutuhan dan kemampuan mereka.
Itulah berbagai cara yang bisa diterapkan untuk mengenalkan menabung emas kepada anak sejak dini.
Tidak perlu terburu-buru mengajarkan hal yang rumit karena yang paling penting adalah membangun pemahaman, kebiasaan menyisihkan uang, dan kesadaran untuk menyiapkan aset sejak kecil.
Emas Pegadaian bisa menjadi pilihan bagi orang tua yang ingin mendampingi anak mulai membangun kebiasaan memiliki aset secara bertahap, bahkan pembelian bisa dimulai dari Rp10 ribuan.
Saldo emas yang terkumpul akan diasuransikan, bahkan dapat ditransfer melalui aplikasi. Dengan begitu, orang tua tidak perlu menyimpan emas fisik di rumah dan dapat lebih mudah mendampingi proses menabung emas bersama anak.
Untuk membuka rekening emas anak, cukup sertakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) orang tua, Kartu Keluarga (KK), dan akta kelahiran anak. Jika anak sudah memiliki KTP, KTP anak dapat disertakan.
Adapun syarat yang paling penting adalah orang tua harus sudah memiliki rekening Emas Pegadaian aktif untuk pendampingan registrasi Emas Pegadaian anak.
Pengajuan Emas Pegadaian dapat dilakukan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian maupun kantor cabang Pegadaian terdekat.
Jika melalui aplikasi, kamu cukup mengunduh dan melakukan registrasi, lalu melakukan top-up sesuai nominal yang diinginkan. Buku tabungan dapat diambil di cabang tempat pendaftaran sesuai dengan ketentuan.
Sementara itu, pengajuan melalui cabang dilakukan dengan mengisi formulir dan melampirkan fotokopi kartu identitas.
Setelah membayar biaya administrasi, pengelolaan rekening, dan meterai, kamu dapat membeli emas sesuai ketentuan hingga memperoleh buku tabungan yang berisi saldo emas.
Jadi, tunggu apa lagi? Mari mulai membangun kebiasaan finansial yang sehat bagi generasi masa depan. Kenalkan menabung emas kepada anak bersama Emas Pegadaian dan dampingi mereka belajar membangun aset sejak dini.
Baca juga: Tabungan Emas untuk Pelajar, Ini Cara Mudah Memulainya
Berita dan Artikel Lainnya

Keuangan
Biaya Lahiran Normal di Bidan & Pemeriksaan Setelahnya
Proses melahirkan perlu ditangani secara tepat. Selain dokter kandungan, bidan bisa menjadi pilihan. Yuk, cari tahu biaya lahiran normal di bidan di sini!

Keuangan
Skema, Biaya Perpanjang Gadai Emas di Pegadaian, & Simulasi
Komponen biaya perpanjangan Gadai Emas di Pegadaian yang perlu dibayarkan terdiri atas sewa modal dan administrasi. Yuk, cek informasinya di artikel ini!

Keuangan
Ini Dia Solusi Gadai Terbaik yang Cocok untuk Anak Muda
Ada banyak sekali cara untuk mendapatkan dana seperti menggadaikan barang. Ketahui beberapa solusi gadai yang bisa diaplikasikan oleh anak muda.

