KPR 40 Tahun Resmi Disetujui, Apa Keunggulan dan Risikonya?

Oleh Pegadaian dalam Keuangan

28 July 2026
Bagikan :
image detail artikel

Memiliki rumah masih menjadi salah satu tujuan finansial terbesar bagi banyak orang. Namun, mewujudkannya kini terasa semakin menantang karena harga properti terus meningkat dari tahun ke tahun.

Di sisi lain, tidak semua orang memiliki penghasilan yang cukup untuk menanggung cicilan KPR dengan tenor yang lebih pendek sehingga memilih untuk menunda rencana membeli rumah pertama.

Untuk menjawab tantangan ini, pemerintah telah menghadirkan kebijakan baru terkait KPR 40 tahun. Namun, apakah tenor yang lebih panjang ini benar-benar menguntungkan?

Mari ketahui lebih lanjut mekanisme, keunggulan, dan kekurangan dari KPR dengan tenor 40 tahun berikut!

Kebijakan Pemerintah Terkait KPR 40 Tahun

Mulai Juni 2026, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan tenor hingga 40 tahun melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang resmi disetujui oleh pemerintah.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), terutama orang-orang yang selama ini belum mampu membeli rumah karena besarnya cicilan bulanan.

Selain memperpanjang tenor, pemerintah juga tetap mempertahankan berbagai insentif dalam program rumah subsidi, seperti suku bunga tetap dan dukungan pembiayaan melalui FLPP.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga keterjangkauan harga rumah sekaligus mendorong penyerapan program rumah subsidi.

Skema KPR 40 Tahun

Pada dasarnya, KPR 40 tahun tetap menggunakan mekanisme yang sama seperti KPR untuk perumahan subsidi.

Calon debitur mengajukan pembiayaan melalui bank penyalur FLPP, kemudian bank akan melakukan verifikasi dokumen, menilai kemampuan finansial, dan mengecek riwayat kredit sebelum memberikan persetujuan.

Jika pengajuan lolos, debitur dapat memilih tenor kredit hingga maksimal 40 tahun. Semakin panjang tenor yang dipilih, semakin kecil cicilan yang harus dibayarkan setiap bulan.

Sebaliknya, tenor yang lebih pendek menghasilkan cicilan lebih besar, tetapi total bunga yang dibayarkan menjadi lebih rendah.

Untuk skema KPR FLPP, pemerintah mempertahankan suku bunga tetap (fixed) sebesar 5% per tahun untuk rumah tapak dan 6% per tahun untuk rumah susun subsidi hingga masa kredit berakhir.

Sebagai catatan, tenor maksimal 40 tahun ini utamanya berlaku untuk rumah tapak subsidi. Sementara untuk rumah susun subsidi, tenor pembiayaan dibatasi maksimal 30 tahun sesuai Keputusan Menteri PKP Nomor 23 Tahun 2026.

Berbeda dengan KPR komersial yang umumnya menggunakan bunga tetap hanya pada beberapa tahun pertama sebelum beralih ke bunga mengambang (floating), KPR FLPP memberikan kepastian jumlah cicilan sejak awal hingga pinjaman lunas.

Baca juga: Inilah Jenis Suku Bunga KPR dan Metode Perhitungannya

Keunggulan KPR 40 Tahun

Mekanisme KPR 40 tahun dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin segera memiliki rumah sendiri tanpa harus menunggu lebih lama. Berikut beberapa keunggulan yang bisa jadi pertimbangannya:

1. Cicilan Bulanan Menjadi Lebih Ringan

Tenor hingga 40 tahun membuat jumlah cicilan per bulan lebih rendah dibandingkan tenor yang lebih pendek. Hal ini dapat membantu masyarakat dalam menyesuaikan pembayaran KPR dengan kemampuan finansial sehingga pengeluaran bulanan tidak terlalu terbebani.

2. Peluang Mendapatkan Persetujuan KPR Lebih Besar

Besaran cicilan menjadi salah satu aspek yang dinilai bank saat mengevaluasi kemampuan membayar calon debitur.

Ketika cicilan bulanan lebih rendah, rasio utang terhadap pendapatan (debt to income ratio) juga menjadi lebih baik.

Kondisi ini dapat meningkatkan peluang pengajuan KPR disetujui, terutama bagi pembeli rumah pertama.

3. Memberikan Ruang untuk Mengatur Keuangan

Karena cicilan bulanan lebih ringan, kamu bisa mengalokasikan sisa penghasilan untuk kebutuhan finansial lainnya, seperti membangun dana darurat, menambah investasi, membayar premi asuransi, atau memenuhi kebutuhan keluarga.

Dengan begitu, seluruh pendapatan setiap bulan tidak hanya habis untuk membayar cicilan rumah saja.

4. Bisa Membeli Rumah Lebih Cepat

Bagi sebagian orang, menunggu hingga memiliki uang muka dalam jumlah besar atau penghasilan yang jauh lebih tinggi justru berisiko karena harga properti dapat terus meningkat dari tahun ke tahun.

Adanya skema KPR 40 tahun bisa menjadi opsi menarik karena memberikan kesempatan untuk memiliki rumah lebih awal dengan cicilan yang lebih terjangkau.

Baca juga: Take Over KPR: Cara, Jenis, dan Bedanya dengan Over Kredit

Kekurangan KPR 40 Tahun

Di balik berbagai kemudahannya, KPR 40 tahun juga memiliki beberapa konsekuensi yang perlu dipertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan. Beberapa di antaranya adalah:

1. Total Biaya Kredit Lebih Besar

Tenor yang lebih panjang memang membuat cicilan bulanan menjadi lebih ringan. Namun, konsekuensinya adalah total bunga yang dibayarkan selama masa kredit menjadi jauh lebih besar dibandingkan jika memilih tenor yang lebih pendek.

Karena itu, sebaiknya kamu tidak hanya membandingkan besaran cicilan, tetapi juga memperhitungkan total biaya yang harus dibayarkan hingga cicilan lunas.

2. Komitmen Finansial Berlangsung Lebih Lama

Mengambil KPR selama 40 tahun berarti kamu memiliki kewajiban membayar cicilan dalam waktu yang panjang.

Selama periode tersebut, kondisi keuangan, pekerjaan, maupun kebutuhan keluarga bisa saja berubah. Oleh karena itu, kamu harus memastikan cicilan tetap sesuai dengan kemampuan finansial dalam jangka panjang.

3. Fleksibilitas Keuangan Bisa Berkurang

Selama masih memiliki kewajiban KPR dalam waktu yang lama, ruang gerak finansialmu bisa lebih terbatas.

Misalnya, ketika ingin mengajukan pinjaman baru, memulai usaha, atau merencanakan tujuan keuangan lain, kemampuan membayar cicilan yang masih berjalan akan menjadi salah satu pertimbangan lembaga keuangan.

4. Butuh Proses Tambahan Jika Ingin Menjual Rumah

Apabila di kemudian hari kamu ingin pindah ke rumah yang lebih besar atau menjual rumah sebelum masa kredit berakhir, prosesnya umumnya tidak sesederhana menjual rumah yang sudah lunas.

Kamu perlu memenuhi prosedur dari bank, termasuk menyelesaikan kewajiban yang masih melekat pada kredit sesuai ketentuan yang berlaku.

Demikian penjelasan mengenai KPR 40 tahun, mulai dari kebijakan pemerintah terbaru, keunggulan, hingga kekurangan yang bisa menjadi pertimbangan sebelum mengajukan KPR tersebut.

Membeli rumah termasuk salah satu tujuan keuangan jangka panjang. Selain mempersiapkan dana untuk uang muka dan cicilan, kamu juga bisa mulai membangun aset yang berpotensi menjaga nilainya dari waktu ke waktu.

Salah satu caranya melalui investasi emas di Emas Pegadaian. Di sini, kamu bisa membeli emas mulai dari 0,01 gram dengan nominal mulai dari Rp10 ribuan.

Saldo emas akan tersimpan di rekening dan bisa ditambah kapan saja sesuai kemampuan. Selain itu, kamu juga bisa mencetak saldo menjadi emas batangan 24 karat, menjual kembali (buyback), atau menggadaikannya saat membutuhkan dana.

Belum tahu cara memulainya? Tenang aja, kamu bisa melakukannya secara mandiri lewat aplikasi Tring! by Pegadaian. Namun, jika butuh panduan langsung dari petugas, kamu bisa datang ke kantor cabang Pegadaian terdekat.

Dengan pilihan transaksi yang fleksibel ini, investasi emas secara rutin akan terasa lebih mudah dan persiapan finansial di masa depan pun bisa lebih matang, termasuk persiapan biaya yang berkaitan dengan kepemilikan rumah.

Semakin awal memulainya, semakin besar peluang kamu untuk membangun aset secara bertahap bersama Emas Pegadaian. Sebab, Pegadaian Selalu Hadir Melayani Sepenuh Hati.

Baca juga: 11 Cara Melunasi KPR Lebih Cepat, Ini Untung & Ruginya!

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved