12 Cara Meningkatkan Skor Kredit yang Bisa Kamu Lakukan

Oleh Pegadaian dalam Keuangan

14 October 2026
Bagikan :
image detail artikel

Memahami cara meningkatkan skor kredit penting bagi kamu yang ingin menjaga peluang memperoleh pembiayaan dari bank maupun lembaga keuangan.

Nilai kredit dapat dipengaruhi oleh kebiasaan membayar tagihan, besarnya kewajiban yang dimiliki, dan aktivitas pengajuan fasilitas kredit.

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan agar profil kredit menjadi lebih sehat? Yuk, simak berbagai cara yang bisa kamu lakukan berikut ini!

Cara Meningkatkan Skor Kredit

Memahami cara meningkatkan skor kredit penting bagi kamu yang ingin menjaga peluang mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan.

Skor dan riwayat kredit membantu penyedia pembiayaan menilai kelayakan dan risiko calon debitur sebelum memberikan pinjaman.

Dalam SLIK OJK, kualitas kredit debitur dikelompokkan ke dalam beberapa tingkat kolektibilitas. Catatan yang berada pada Kol 1 menunjukkan pembayaran berjalan lancar.

Sedangkan, Kol 2 menandakan adanya perhatian khusus terhadap kewajiban kredit. Makin buruk kolektibilitas, risiko yang bisa menjadi pertimbangan bagi kreditur pun makin besar.

Profil kredit dapat memburuk jika utang tidak dikelola dengan baik. Misalnya, karena membiarkan pembayaran melewati jatuh tempo.

Situasi tersebut membuat beban pinjaman makin besar. Pengajuan fasilitas kredit yang berulang dalam waktu berdekatan pun termasuk hal yang menyebabkan skor kredit menurun.

Oleh karena itu, menjaga dan memperbaiki profil kredit perlu dilakukan secara konsisten. Berikut beberapa cara yang bisa kamu terapkan untuk membantu meningkatkan skor kredit:

1. Pahami Faktor Penentu Skor Kredit

Memahami faktor penentu skor kredit dapat membantumu menentukan langkah perbaikan yang lebih tepat. Dalam sejumlah model credit scoring, beberapa faktor yang diperhatikan, meliputi:

  • Riwayat Pembayaran: Melihat kedisiplinan membayar tagihan tepat waktu.
  • Jumlah atau Utilisasi Utang: Membandingkan penggunaan kredit dengan limit yang tersedia.
  • Lama Riwayat Kredit: Mempertimbangkan pengalaman dalam menggunakan fasilitas kredit.
  • Jenis Kredit: Melihat variasi fasilitas kredit yang dimiliki.
  • Pengajuan Kredit Baru: Memperhatikan frekuensi pengajuan pinjaman atau kartu kredit.


2. Lakukan Pengecekan Rutin pada Laporan Kredit

Luangkan waktu untuk meninjau laporan kredit secara berkala agar kamu mengetahui fasilitas pembiayaan yang tercatat atas namamu.

Dari pemeriksaan tersebut, kamu juga bisa lebih cepat menyadari jika ada informasi yang tidak sesuai atau transaksi kredit yang tidak kamu kenali.

Jika menemukan data yang tidak sesuai, segera hubungi pihak terkait untuk klarifikasi. Dengan begitu, potensi masalah pada riwayat kredit dapat ditangani lebih awal.

3. Bayar Tagihan Tepat Waktu

Membayar cicilan dan tagihan dengan tepat waktu merupakan salah satu cara meningkatkan skor kredit yang paling penting.

Konsistensi pembayaran menunjukkan bahwa kamu mampu memenuhi kewajiban sesuai dengan perjanjian di awal.

Oleh karena itu, usahakan pembayaran kredit dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo agar tidak ada kewajiban yang terlewat.

Kamu dapat membuat daftar tanggal pembayaran atau mengaktifkan fasilitas pembayaran otomatis jika tersedia, agar cicilan lebih mudah dipantau.

4. Jaga Rasio Utang terhadap Penghasilan

Memastikan jumlah cicilan tetap seimbang dengan penghasilan dapat membantu menunjukkan kondisi keuangan yang lebih sehat.

Sebagai patokan dalam mengelola keuangan pribadi, kamu bisa menjaga total cicilan bulanan tetap berada di kisaran yang terjangkau, misalnya sekitar 30% dari penghasilan.

Namun, batas yang digunakan dapat berbeda bergantung pada jenis pembiayaan, profil nasabah, dan kebijakan masing-masing lembaga.

Makin terkontrol beban cicilan, makin besar pula ruang yang tersedia untuk kebutuhan hidup dan dana darurat sehingga berpotensi mengurangi risiko gagal bayar saat terjadi pengeluaran tidak terduga.

Baca juga: Kredit Tanpa Agunan: Jenis, Kelebihan, Hingga Kekurangan

5. Hindari Menambah Pinjaman Baru secara Berlebihan

Mengambil fasilitas kredit baru sebaiknya dilakukan setelah mempertimbangkan kewajiban yang sudah ada.

Terlalu banyak pengajuan dalam waktu singkat dapat membuat profil pembiayaan terlihat lebih berisiko sehingga penting untuk mengutamakan kebutuhan yang benar-benar diperlukan.

6. Gunakan Kredit Aktif secara Bijak

Selanjutnya, yaitu gunakan fasilitas kredit yang sudah dimiliki secara terukur, terutama kartu kredit dengan limit tertentu.

Usahakan penggunaan kredit tersebut tidak terlalu mendekati batas maksimal agar beban pembayaran tetap terkendali.

Jika menggunakan kartu kredit untuk kebutuhan tertentu, sebaiknya lakukan pembayaran sebelum jatuh tempo sesuai kemampuan demi menjaga pemanfaatan kredit tetap sehat.

7. Utamakan untuk Melunasi Utang yang Ada

Apabila memiliki beberapa utang, maka prioritaskan pembayaran kewajiban yang sudah berjalan sebelum mengambil pinjaman tambahan.

Mengurangi saldo utang dapat membantu untuk meringankan beban cicilan dan menurunkan risiko keterlambatan pembayaran.

Kamu bisa membuat daftar utang berdasarkan jumlah, bunga, atau tanggal jatuh tempo agar proses pelunasannya lebih terarah.

8. Pertahankan Stabilitas Finansial secara Keseluruhan

Skor kredit tidak terlepas dari kebiasaan finansial sehari-hari. Oleh karena itu, usahakan pengeluaran tetap sesuai anggaran dan sediakan dana untuk kebutuhan mendesak.

Lalu, jangan mengandalkan utang untuk memenuhi kebutuhan rutin. Keuangan yang stabil akan membuatmu lebih siap menghadapi perubahan pendapatan maupun pengeluaran tidak terduga.

Baca juga: Inilah Pilihan Pinjaman Pegadaian Tanpa Jaminan, Yuk Coba!

9. Negosiasikan Penjadwalan Ulang Apabila Kesulitan Membayar

Saat mulai kesulitan membayar cicilan, hindari untuk menunggu sampai tunggakan menumpuk hingga menjadi makin besar.

Segera komunikasikan kondisi tersebut kepada lembaga keuangan atau penyedia kredit untuk mengetahui pilihan penyelesaian yang tersedia, termasuk kemungkinan restrukturisasi.

Langkah proaktif ini dapat membantu kamu mencari solusi pembayaran yang lebih sesuai dengan kemampuan finansial.

Pastikan kamu telah memahami seluruh ketentuan sekaligus dampaknya terhadap riwayat kredit sebelum menyetujuinya.

10. Lebih Baik Tidak Menutup Banyak Akun Kredit Sekaligus

Melunasi kewajiban tidak selalu berarti seluruh fasilitas kredit harus langsung ditutup. Sebelum mengambil keputusan, perhatikan beberapa aspek berikut:

  • Usia akun.
  • Biaya yang masih muncul.
  • Manfaat fasilitas tersebut bagi kondisi keuangan.


Jika sebuah fasilitas sudah tidak memberikan manfaat atau justru menambah beban biaya, penutupan dapat dipertimbangkan setelah seluruh kewajibannya diselesaikan.

Dengan demikian, keputusan yang diambil tetap berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar mengejar perubahan skor.

11. Pisahkan Kredit Produktif dan Konsumtif

Cobalah membedakan pinjaman berdasarkan tujuan penggunaannya agar kamu lebih mudah menentukan prioritas pembayaran.

Kredit untuk mendukung usaha atau kegiatan yang menghasilkan pendapatan dapat dipisahkan dari pembiayaan untuk kebutuhan pribadi.

Dengan memahami tujuan setiap kewajiban, kamu bisa menilai apakah utang tersebut benar-benar diperlukan dan menyesuaikannya dengan kemampuanmu membayar.

12. Evaluasi Keuangan secara Rutin

Evaluasi keuangan secara rutin membantu kamu mengetahui apakah pendapatan masih mampu menutupi pengeluaran dan semua cicilan.

Lakukan pemeriksaan terhadap anggaran, saldo utang, tagihan, serta kebutuhan untuk beberapa bulan ke depan.

Itulah berbagai cara meningkatkan skor kredit yang dapat dilakukan. Kuncinya adalah menjaga pembayaran tetap lancar, mengelola utang, dan membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat.

Di sisi lain, kebutuhan dana mendesak terkadang tetap muncul saat kamu sedang berusaha memperbaiki kondisi kredit.

Daripada terburu-buru mengambil kredit baru yang dapat memperburuk skor kredit, kamu bisa menggadaikan aset yang kamu miliki melalui produk Gadai Jaminan Lainnya di Pegadaian.

Layanan ini memungkinkan kamu memperoleh pinjaman dengan jaminan barang nonemas dan barang mewah, seperti smartphone, laptop, kamera, tas mewah, hingga jam tangan.

Gadai Jaminan Lainnya menggabungkan layanan Gadai Non-Emas dan Gadai Luxury sehingga pilihan barang jaminannya menjadi lebih beragam.

Untuk mengajukan gadai, siapkan barang jaminan beserta kelengkapannya, KTP yang masih berlaku, serta dokumen pendukung jika diperlukan.

Selanjutnya, kunjungi kantor cabang Pegadaian terdekat dan serahkan barang agunan kepada petugas untuk ditaksir.

Setelah nilai pinjaman dikonfirmasi dan Surat Bukti Gadai (SBG) ditandatangani, dana dapat diterima secara tunai atau melalui transfer sesuai ketentuan di hari yang sama.

Jadi, tidak perlu khawatir tentang skor kredit saat perlu dana cepat. Dapatkan dana yang kamu butuhkan dengan mengajukan Gadai Jaminan Lainnya di Pegadaian!

Baca juga: 5 Upaya Perlindungan Nasabah Kredit Macet, Wajib Tahu!

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved