Cara Menghitung & Alokasi Gaji Bulanan yang Tepat

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Keuangan

03 August 2026
Bagikan :
image detail artikel

Menerima gaji setiap bulan belum tentu membuat kondisi keuangan menjadi lebih sehat. Tanpa perencanaan yang baik, gaji bisa habis sebelum akhir bulan sehingga tujuan keuangan, seperti menabung atau berinvestasi, sulit tercapai.

Karena itu, memahami cara menghitung gaji bulanan sekaligus mengalokasikannya sesuai prioritas menjadi langkah penting agar setiap penghasilan dapat dimanfaatkan secara optimal.

Pada artikel ini, Sahabat akan mempelajari cara menghitung alokasi gaji, contoh pembagian gaji bulanan, hingga tips agar keuangan tetap stabil.

Cara Menghitung Gaji Bulanan

Sebelum menentukan berapa uang yang akan ditabung atau diinvestasikan, hitung terlebih dahulu gaji bersih yang benar-benar diterima setiap bulan.
Secara sederhana:

Gaji Bersih = Gaji Pokok + Tunjangan − Potongan
Potongan dapat berupa:

  • BPJS
  • Pajak Penghasilan (PPh 21)
  • Iuran pensiun
  • Potongan lainnya

Setelah mengetahui jumlah gaji bersih, barulah Sahabat dapat menentukan alokasi keuangan secara lebih akurat.

Baca Juga: Tips Investasi dengan Gaji UMR dan Cara Mengelolanya

Contoh Cara Menghitung Gaji Bulanan

Misalnya seseorang menerima:
Gaji Pokok: Rp7.000.000
Tunjangan: Rp1.000.000
Potongan: Rp500.000
Maka:
Gaji Bersih = Rp7.500.000
Inilah nominal yang menjadi dasar pembagian anggaran bulanan.

Berapa Persen Gaji yang Sebaiknya Ditabung?

Tidak ada aturan yang berlaku untuk semua orang. Namun, beberapa metode berikut banyak digunakan karena mudah diterapkan.

1. Formula 45-25-20-10
Metode ini cocok bagi Sahabat yang masih memiliki cicilan.

2. Formula 40-30-20-10

Apabila cicilan cukup besar, metode ini lebih realistis.

3. Metode 50-30-20

Ini merupakan metode budgeting yang paling populer secara umum.

Baca Juga: Tabungan Berapa Persen dari Gaji? Ini Metode Pengolahannya

Cara Mengalokasikan Gaji Bulanan

Keuangan yang aman ditentukan dari ketepatan pengalokasian gaji berdasarkan kebutuhan. Agar dapat menjamin keamanan keuanganmu, ikuti langkah-langkah pembagian gaji berikut:

1. Tentukan Persentase Alokasi Gaji

Hal pertama yang perlu dilakukan dalam menentukan alokasi gaji adalah membuat persentase pengalokasian dari pendapatan itu sendiri.

Tidak ada persentase yang benar atau salah. Yang terpenting, alokasi tersebut sesuai dengan kondisi finansial dan mampu dijalankan secara konsisten.

2. Prioritaskan Kebutuhan Pokok

Pengelolaan keuangan didasarkan pada prioritas kebutuhan. Agar dapat memastikan gaji dialokasikan dengan baik, buatlah skala prioritas.

Pastikan untuk memisah kebutuhan dan keinginan agar pengeluaran tidak membengkak. Terapkan gaya hidup frugal living untuk pengalokasian gaji sesuai kebutuhan.
Sebagai contoh, hindari FOMO dengan membeli smartphone keluaran terbaru ketika masih memiliki smartphone yang masih berfungsi dengan baik.

3. Sisihkan Tabungan di Awal

Pay Yourself First. Alih-alih menabung dari sisa gaji, sisihkan tabungan segera setelah menerima gaji agar target keuangan lebih mudah tercapai.

Setelah membeli kebutuhan utama, sisa gaji di kantong bisa disisihkan untuk disimpan sebagai dana darurat.

Dana darurat adalah dana yang dipersiapkan guna memenuhi kebutuhan mendadak. Misalnya, biaya operasi untuk anggota keluarga yang jatuh sakit bisa dipenuhi dengan dana dari kumpulan penyisihan gaji bulanan.

Pada umumnya, target dana darurat dikelompokan berdasarkan status pernikahan, seperti:

  • Lajang : 3-6 bulan pengerluaran
  • Menikah : 6-9 bulan pengeluaran
  • Memiliki anak : 9-12 bulan pengeluaran


4. Cari Penghasilan Tambahan

Jika pendapatan sekarang dirasa tidak cukup, maka carilah tambahan dengan melakukan side hustle yang merupakan pekerjaan tambahan.

Side hustle sendiri berbeda dengan side job yang merupakan pekerjaan sampingan. Umumnya, side hustle diartikan sebagai pekerjaan tambahan di luar pekerjaan utama yang fleksibel.

5. Alokasikan untuk Investasi

Investasi dapat membantumu mendapatkan keuntungan dari kepemilikan aset berharga. Banyak aset yang bisa diinvestasikan, mulai dari emas, properti, hingga saham.
Pilihlah investasi yang sesuai dengan profil risiko Sahabat.

Baca Juga: 8 Cara Cari Uang Tambahan yang Mudah dan Bisa Dimulai Sekarang

Kesalahan Mengelola Gaji Bulanan

Banyak orang gagal mengatur keuangan karena melakukan kesalahan berikut:

  • Tidak mencatat pengeluaran.
  • Menggunakan kartu kredit tanpa perencanaan.
  • Menabung dari sisa gaji.
  • Terlalu banyak cicilan.
  • Tidak memiliki dana darurat.
  • Mengabaikan investasi.

Setelah kebutuhan pokok, tabungan, dan dana darurat terpenuhi, Sahabat dapat mulai mengalokasikan sebagian gaji untuk investasi jangka panjang. Salah satu instrumen yang banyak dipilih adalah emas karena nilainya cenderung stabil dan mudah dicairkan saat dibutuhkan.

Melalui Tabungan Emas Pegadaian, Sahabat dapat mulai berinvestasi emas dengan nominal yang terjangkau, sehingga tidak perlu menunggu memiliki dana besar untuk memulai.

Emas yang terkumpul juga dapat dijual atau digadaikan ketika membutuhkan dana, sehingga cocok dijadikan bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved