Apa Itu Candlestick: Cara Baca dan Pola Umum dalam Investasi

Oleh Pegadaian dalam Investasi

22 July 2026
Bagikan :
image detail artikel

Pernah bingung melihat grafik saham yang penuh garis dan warna? Bagi orang yang baru mulai belajar investasi atau trading, tampilan grafik harga sering kali terlihat rumit.

Ada batang berwarna hijau dan merah yang tersusun berurutan, lengkap dengan garis tipis di atas dan bawahnya.

Ternyata, grafik tersebut menyimpan banyak informasi penting tentang pergerakan harga suatu aset dan dikenal dengan istilah candlestick. Tidak heran jika candlestick adalah tipe grafik yang banyak digunakan investor hingga saat ini.

Ingin tahu alasannya? Simak informasi mengenai apa itu candlestick, bentuk/pola, dan cara membaca grafik tersebut dengan tepat berikut ini.

Apa Itu Candlestick?

Candlestick adalah jenis grafik yang menggambarkan pergerakan harga suatu aset dalam suatu periode waktu, di mana setiap batang mewakili satu periode perdagangan sesuai timeframe yang digunakan, mulai dari hitungan menit, jam, atau harian.

Grafik ini banyak dimanfaatkan dalam analisis teknikal untuk membantu investor maupun trader memahami kondisi pasar dan memperkirakan potensi arah pergerakan harga selanjutnya.

Metode ini pertama kali berkembang di Jepang dan digunakan oleh para pedagang beras untuk memantau perubahan harga di pasar.

Seiring berkembangnya dunia investasi, grafik ini kemudian diadopsi secara luas di berbagai instrumen keuangan, seperti saham, forex, dan kripto, karena mampu menyajikan informasi harga secara ringkas dan mudah dipahami.

Bagian-Bagian Candlestick

Agar lebih mudah dalam memahami cara kerjanya, kenali terlebih dahulu bagian-bagian utama dari candlestick berikut.

1. Badan Candlestick (Body)

Body merupakan bagian utama pada candlestick yang berbentuk kotak atau batang. Bagian ini menunjukkan selisih antara harga pemukaan (open) dan harga penutupan (close).

Body panjang menandakan pergerakan harga yang cukup kuat, sedangkan body pendek menunjukkan pergerakan harga relatif kecil sehingga momentum perdagangan cenderung lemah.

2. Ekor Candlestick

Bagian ekor candlestick terdiri atas ekor atas dan ekor bawah. Keduanya memiliki peran dan makna masing-masing, yaitu:

  1. Ekor atas (upper shadow): garis tipis di atas body yang menunjukkan harga tertinggi yang sempat dicapai sebelum akhirnya harga kembali turun hingga penutupan.
  2. Ekor bawah (lower shadow): garis tipis di bawah body yang menunjukkan harga terendah yang sempat tercapai sebelum kembali naik.


3. Warna Candlestick

Warna pada candlestick menunjukkan arah pergerakan harga selama periode tertentu. Setiap platform biasanya memiliki pengaturan warna yang berbeda, tetapi umumnya menggunakan warna hijau dan merah.

Baca juga: 8 Cara Belajar Trading dari Nol yang Tepat, Yuk Terapkan!

Cara Membaca Candlestick

Setelah mengenal bagian-bagian candlestick, langkah berikutnya adalah memahami cara membacanya secara detail.

Setiap candlestick memuat empat informasi penting mengenai pergerakan harga dalam satu periode, yaitu harga pembukaan (open), harga tertinggi (high), harga terendah (low), dan harga penutupan (close).

Dari keempat data tersebut, investor dapat melihat kekuatan tekanan beli maupun tekanan jual yang terjadi di pasar. Berikut langkah-langkah lengkap yang bisa kamu ikuti:

1. Perhatikan Warna Candlestick

Warna menjadi indikator pertama yang perlu diperhatikan oleh investor saat membaca candlestick.

Umumnya, candlestick hijau menunjukkan tekanan jual lebih dominan atau dalam kondisi bullish karena harga ditutup lebih tinggi daripada saat pembukaan.

Sementara itu, candlestick merah mengindikasikan dominasi penjual (bearish), di mana harga ditutup lebih rendah daripada harga pembukaan.

2. Amati Ukuran Body

Selain warna, ukuran body juga memberikan gambaran mengenai kekuatan pergerakan harga.

Body yang panjang menunjukkan adanya selisih yang cukup besar antara harga pembukaan dan penutupan sehingga menandakan momentum pasar sedang kuat, baik untuk kenaikan maupun penurunan harga.

Sementara itu, body yang pendek biasanya menunjukkan pergerakan harga yang relatif terbatas.

3. Perhatikan Panjang Shadow

Shadow atau ekor menunjukkan seberapa jauh harga sempat bergerak sebelum akhirnya ditutup. Shadow yang panjang sering kali mengindikasikan adanya tarik-menarik antara pembeli dan penjual.

4. Baca Kombinasi Bentuk Candlestick

Cara membaca candlestick tidak cukup hanya melihat satu elemen saja. Investor perlu memperhatikan kombinasi antara warna, ukuran body, dan panjang shadow.

Misalnya, body hijau yang panjang dengan shadow pendek menunjukkan bahwa pembeli mendominasi pasar sepanjang periode tersebut.

Sebaliknya, body merah yang panjang mengindikasikan tekanan jual yang lebih kuat sehingga harga terdorong turun.

Dengan memahami kombinasi ini, investor akan lebih mudah mengenali pola candlestick yang sering digunakan sebagai dasar analisis teknikal untuk membaca peluang pergerakan harga berikutnya.

Baca juga: Cara Menjadi Trader untuk Pemula dengan Modal Kecil

Pola Candlestick yang Umum Digunakan

Nah, kini kamu sudah tahu cara membaca candlestick. Selanjutnya, kamu bisa mengenali berbagai pola yang sering muncul pada grafik.

Setiap pola dapat memberikan petunjuk mengenai kemungkinan kelanjutan tren atau pembalikan arah harga. Namun, pola candlestick sebaiknya digunakan bersama indikator teknikal lainnya agar hasil analisis lebih akurat.

Berikut beberapa pola yang paling umum digunakan oleh investor dan trader:

1. Marubozu

Pola ini memiliki body yang panjang dengan sedikit atau tanpa shadow. Marubozu menunjukkan bahwa tekanan beli atau tekanan jual sangat dominan selama satu periode perdagangan.

Marubozu hijau sering dikaitkan dengan kelanjutan tren naik, sedangkan Marubozu merah dapat mengindikasikan tren turun yang masih kuat.

2. Doji

Doji terbentuk ketika harga pembukaan dan penutupan berada di level yang sama atau hampir sama sehingga body terlihat sangat tipis.

Pola ini mencerminkan keseimbangan antara pembeli dan penjual serta sering menjadi tanda bahwa pasar sedang menunggu arah berikutnya.

3. Hammer

Hammer memiliki body kecil di bagian atas dengan lower shadow yang panjang. Pola ini biasanya muncul setelah tren turun dan dapat menjadi sinyal bahwa tekanan jual mulai melemah sehingga harga berpotensi berbalik naik.

4. Shooting Star

Pola ini adalah kebalikan dari Hammer, yaitu memiliki body kecil di bagian bawah dengan upper shadow yang panjang. Shooting Star umumnya muncul setelah tren naik dan dapat menjadi sinyal awal bahwa harga berpotensi berbalik turun.

5. Bullish Engulfing

Pola ini terdiri dari dua candlestick, yaitu candlestick hijau di mana bagian body menutupi seluruh body candlestick berwarna merah sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan tekanan beli yang lebih kuat dan sering diartikan sebagai sinyal pembalikan ke tren naik.

6. Bearish Engulfing

Bearish Engulfing juga terdiri dari dua candlestick, tetapi candlestick merah menutupi seluruh body candlestick hijau sebelumnya. Pola ini menunjukkan dominasi tekanan jual dan dapat menjadi indikasi awal perubahan tren ke arah turun.

7. Morning Star

Pola Morning Star terdiri dari tiga candlestick, yaitu candlestick bearish, diikuti candlestick dengan body kecil, lalu candlestick bullish. Pola ini sering muncul setelah tren turun dan dianggap sebagai salah satu sinyal pembalikan menuju tren naik.

Itulah penjelasan mengenai candlestick beserta cara membaca dan pola-pola yang umum digunakan dalam analisis teknikal. Candlestick adalah langkah awal untuk mengenal pergerakan harga dan melihat bagaimana dinamika antara pembeli dan penjual di pasar.

Selain mempelajari dinamika pasar, kamu juga perlu mengimbangi dengan strategi investasi yang tepat dan pengelolaan risiko yang baik.

Sebagai langkah untuk membangun portofolio yang lebih beragam, kamu dapat mempertimbangkan investasi emas melalui Emas Pegadaian.

Dengan pembelian mulai dari 0,01 gram, kamu bisa mulai berinvestasi sesuai kemampuan dan tujuan finansial.

Selain itu, emas berkadar 24 karat yang dimiliki dapat dicetak menjadi emas fisik, ditransfer ke sesama pemilik rekening, maupun dijual kembali (buyback) ketika dibutuhkan. Sangat fleksibel, bukan?

Tenang aja, proses transaksinya pun sekarang jadi lebih praktis karena bisa dilakukan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Kamu bisa memulai semuanya kapan saja dan di mana saja.

Namun, jika masih ragu atau perlu panduan dari petugas, kamu bisa berkunjung ke kantor cabang Pegadaian terdekat. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan fitur Simulasi Tabungan Emas di website Pegadaian untuk mencoba transaksinya.

Yuk, mulai bangun portofolio dengan lebih beragam sesuai profil risiko masing-masing bersama Pegadaian!

Baca juga: Candle Engulfing: Fungsi, Jenis, dan Cara Menggunakannya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved