Trader: Ini Jenis, Bedanya dengan Investor, & Keuntungannya

Oleh Pegadaian dalam Wirausaha

13 June 2026
Bagikan :
image detail artikel

Trader adalah seseorang yang melakukan jual beli instrumen investasi dalam waktu singkat untuk mendapatkan keuntungan.

Saat ini, profesi trader semakin populer karena hadirnya berbagai aplikasi trading yang memudahkan transaksi kapan saja dan di mana saja.

Meski terlihat menjanjikan, menjadi trader tidak bisa dilakukan sembarangan. Kamu perlu memahami strategi, membaca pasar, dan memiliki mental yang kuat agar bisa bertahan di tengah fluktuasi harga. Ini penjelasan lengkapnya.

Pengertian Trader

Trader adalah orang yang memperdagangkan instrumen investasi seperti saham, forex, atau cryptocurrency dalam jangka pendek.

Trader biasanya membeli aset saat harga turun dan menjualnya ketika harga naik. Berbeda dengan investor, trader lebih mengejar keuntungan cepat dari perubahan harga pasar.

Oleh karena itu, trader harus aktif memantau kondisi pasar dan sentimen yang sedang terjadi. Saat ini, ada beberapa jenis trading yang populer di Indonesia, yaitu:

1. Trading Valuta Asing

Trading valuta asing atau forex trading menggunakan mata uang asing sebagai instrumen transaksi. Pasar forex berjalan selama 24 jam sehingga pergerakan nilainya sangat dinamis.

2. Trading Cryptocurrency

Trading cryptocurrency menggunakan mata uang digital, seperti Bitcoin atau Ethereum. Instrumen ini memiliki potensi keuntungan besar, tetapi juga risiko yang tinggi karena harganya sangat fluktuatif.

3. Trading Saham

Trading saham dilakukan melalui pasar modal, seperti Bursa Efek Indonesia (BEI). Trader saham biasanya memanfaatkan perubahan harga harian untuk memperoleh keuntungan.

Perbedaan Trader dan Investor

Trader dan investor sama-sama ingin memperoleh keuntungan dari investasi. Namun, cara dan jangka waktunya berbeda.

Fokus trader adalah mencari keuntungan jangka pendek melalui aktivitas jual beli yang cepat. Bahkan ada trader yang melakukan transaksi dalam satu hari.

Sementara itu, investor cenderung menyimpan aset dalam jangka panjang, biasanya lebih dari lima tahun. Tujuannya untuk mendapatkan pertumbuhan nilai aset di masa depan.

Jenis-Jenis Trader

Ada beberapa jenis trader berdasarkan strategi dan gaya trading yang digunakan. Berikut beberapa di antaranya:

  • Swing Trader: Menahan posisi selama beberapa hari hingga beberapa minggu untuk memanfaatkan perubahan harga jangka menengah.
  • Day Trader: Melakukan transaksi dalam satu hari dan menutup seluruh posisi sebelum pasar tutup.
  • Position Trader: Memegang aset lebih lama, mulai dari beberapa minggu hingga beberapa bulan, untuk mengikuti tren pasar.
  • Algorithmic Trader: Menggunakan sistem otomatis dan algoritma untuk menjalankan transaksi.


Baca juga: Perbedaan Trading dan Investasi yang Wajib Diketahui

Cara Menjadi Trader

Menjadi trader membutuhkan proses belajar yang konsisten. Kamu juga perlu memahami risiko agar tidak mengambil keputusan secara emosional. Berikut ini caranya:

1. Penelitian dan Studi

Pelajari berbagai strategi trading, indikator teknikal, dan metode analisis pasar. Kamu bisa membaca buku, mengikuti webinar, atau belajar dari sumber tepercaya.

2. Pengelolaan Risiko

Trader wajib memahami manajemen risiko agar kerugian tidak terlalu besar. Gunakan stop loss dan tentukan batas risiko sebelum membuka posisi.

3. Praktik dan Pengalaman

Mulailah menggunakan akun demo atau modal kecil terlebih dahulu. Cara ini membantu kamu memahami pergerakan pasar tanpa risiko besar.

4. Pendidikan dan Pengetahuan

Pahami dasar-dasar pasar keuangan, instrumen investasi, serta istilah penting dalam trading. Pengetahuan ini menjadi fondasi utama sebelum mulai bertransaksi.

5. Pembukaan Akun Trading

Pilih broker atau platform trading yang berizin resmi agar aktivitas trading kamu lebih terjamin keamanannya.

6. Disiplin dan Emosi

Trader harus mampu mengendalikan emosi dan tetap berpegang pada strategi. Jangan mudah panik saat harga turun atau terlalu serakah ketika profit.

7. Evaluasi dan Perbaikan

Pastikan selalu mengevaluasi hasil trading untuk mengetahui kesalahan apa yang dilakukan dan cara memperbaiki strategi ke depannya.

Baca juga: 8 Cara Belajar Trading dari Nol yang Tepat, Yuk Terapkan!

Keuntungan Menjadi Trader

Selain tentu saja menguntungkan, ada beberapa keuntungan lain yang bisa dirasakan dengan menjadi trader, yaitu:

  • Bisa Dilakukan di Mana Saja: Trading dapat dilakukan secara online hanya dengan smartphone atau laptop sehingga lebih fleksibel.
  • Modal Relatif Terjangkau: Beberapa instrumen trading bisa dimulai dengan modal kecil sehingga cocok untuk pemula.
  • Tersedia Fitur Autotrading: Beberapa aplikasi menyediakan fitur autotrading yang membantu transaksi berjalan otomatis sesuai target harga.
  • Biaya Operasional Lebih Ringan: Mengingat aktivitasnya dilakukan secara online, trader tidak perlu mengeluarkan banyak biaya tambahan.


Risiko yang Perlu Diwaspadai Trader

Trading memiliki tingkat risiko yang cukup tinggi. Maka dari itu, trader harus memiliki strategi dan pengelolaan modal yang baik. Beberapa risiko trading yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Volatilitas pasar terjadi karena harga aset dapat berubah drastis dalam waktu singkat.
  • Leverage dapat memperbesar keuntungan sekaligus kerugian.
  • Psikologi trading penting karena emosi sering memengaruhi keputusan transaksi.


Selain itu, trader juga harus siap memantau pasar secara rutin, terutama pada forex dan cryptocurrency yang aktif selama 24 jam.

Karakteristik Trader

Agar mampu bertahan menghadapi risiko tersebut, seorang trader perlu memiliki karakter tertentu. Berikut adalah karakteristik yang umumnya dimiliki oleh seorang trader:

  • Berani Mengambil Risiko: Trader harus siap menghadapi kemungkinan rugi karena pergerakan pasar sulit diprediksi.
  • Tidak Serakah: Trader yang baik biasanya memiliki target keuntungan yang realistis.
  • Mau Terus Belajar: Dunia trading terus berkembang sehingga trader perlu selalu memperbarui pengetahuan dan strategi.
  • Disiplin dan Pantang Menyerah: Trader harus mampu mengikuti strategi yang dibuat dan belajar dari kesalahan sebelumnya.


Itulah penjelasan terkait trader dalam dunia investasi. Selain melalui trading, kamu juga bisa mempertimbangkan investasi lain yang lebih stabil untuk diversifikasi aset.

Jika ingin investasi yang cenderung lebih stabil, Tabungan Emas Pegadaian bisa menjadi pilihan menarik.

Layanan ini memungkinkan kamu menabung emas mulai dari Rp10 ribuan dengan mudah dan fleksibel. Adapun beberapa keuntungan lainnya adalah:

  • Emas 24 karat yang disimpan di Pegadaian.
  • Mudah dicetak menjadi emas batangan.
  • Dapat dijual, digadai, dan ditransfer.


Sebagai contoh, jika kamu menabung Rp10 ribu per hari dengan harga emas Rp2.678.000 per gram per 18 Mei 2026, maka dalam 30 hari kamu bisa memiliki sekitar 0,112 gram emas.

Dalam setahun, tabungan emas tersebut dapat mencapai sekitar 1,344 gram. Nilainya pun berpotensi bertambah seiring dengan potensi kenaikan harga emas dari waktu ke waktu.

Apabila penasaran berapa gram emas yang bisa kamu kumpulkan, kamu dapat mencoba fitur Simulasi Tabungan Emas.

Untuk membuka Tabungan Emas, kamu dapat melakukannya secara online melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau langsung saja datang ke kantor cabang Pegadaian terdekat. Yuk, mulai menabung emas sekarang!

Baca juga: Mengenal Trading Halt Cara Kerja, Penyebab, Hingga Dampaknya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved