Trading: Pengertian, Jenis, Perbedaannya dengan Investasi, & Cara Mulai

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Investasi

15 August 2026
Bagikan :
image detail artikel

Aktivitas perdagangan di pasar keuangan kini semakin mudah diakses oleh masyarakat umum. Salah satu istilah yang paling sering diperbincangkan dalam dunia finansial adalah trading.

Memahami pengertian dasar trading, jenis-jenis instrumennya, serta tingkat risikonya merupakan langkah awal yang wajib dilakukan sebelum Anda terjun ke pasar modal. Berikut adalah ulasan lengkapnya.

Apa itu Trading?

Trading adalah aktivitas transaksi jual beli instrumen keuangan dalam jangka pendek dengan tujuan memanfaatkan fluktuasi harga pasar untuk memperoleh keuntungan (capital gain).

Dalam sistem trading, pelaku transaksi yang disebut trader akan membeli suatu aset saat harga diperkirakan naik, atau melakukan analisis pergerakan harga untuk menjual aset pada momentum yang tepat.

Berbeda dengan pembeli biasa, trader berfokus pada pergerakan harga harian, mingguan, atau bulanan secara aktif.

Baca Juga: Apa Itu Trading Emas? Ini Kelebihan, Risiko, & Caranya

Perbedaan Trading dan Investasi

Meski sama-sama bertransaksi di pasar keuangan, trading dan investasi memiliki prinsip kerja yang sangat berbeda:

Baca Juga: Mengenal Trading Halt Cara Kerja, Penyebab, Hingga Dampaknya

4 Jenis Instrumen Trading yang Paling Populer

Berdasarkan produk aset yang diperdagangkan, pasar transaksi trading terbagi menjadi beberapa jenis:

  1. Trading Saham: Jual beli surat berharga kepemilikan perusahaan publik di pasar modal guna meraih keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual (capital gain).
  2. Trading Forex (Foreign Exchange): Perdagangan mata uang asing berpasangan (seperti EUR/USD atau USD/JPY) memanfaatkan fluktuasi nilai tukar antarnegara.
  3. Trading Kripto (Cryptocurrency): Transaksi aset mata uang digital (seperti Bitcoin atau Ethereum) yang beroperasi 24 jam nonstop dengan tingkat volatilitas harga sangat tinggi.
  4. Trading Komoditas: Perdagangan kontrak berjangka atas komoditas fisik seperti emas, minyak bumi, atau hasil pertanian di bursa berjangka.


7 Langkah Cara Belajar Trading dari Nol Bagi Pemula

Bagi pemula yang ingin belajar trading dari nol, berikut adalah tahapan sistematis yang perlu diterapkan:

1. Pelajari Dasar Analisis Teknikal dan Fundamental

Pahami cara membaca grafik harga (candlestick), garis tren (trendlines), serta indikator teknikal seperti Moving Average (MA) dan Relative Strength Index (RSI).

2. Tentukan Jenis Pasar Aset

Pilih satu instrumen pasar yang sesuai dengan profil risiko Anda. Pemula disarankan memulai dari pasar dengan regulasi ketat dan volatilitas terukur seperti saham domestik.

3. Gunakan Akun Demo untuk Latihan

Manfaatkan fasilitas akun simulasi (demo account) yang disediakan oleh sekuritas atau platform transaksi untuk melatih strategi tanpa menggunakan uang riil.

4. Pilih Broker dan Sekuritas Berizin Resmi

Pastikan perusahaan pialang atau sekuritas yang Anda gunakan telah terdaftar dan diawasi oleh otoritas resmi, seperti OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk pasar saham atau Bappebti untuk pasar berjangka dan kripto.

5. Susun Rencana Rencana Trading (Trading Plan)

Tetapkan aturan baku sebelum masuk ke pasar, mencakup batasan toleransi kerugian (stop loss) dan target pengambil keuntungan (take profit).

6. Mulai dengan Capital/Modal Kecil

Saat siap menggunakan akun riil, gunakan alokasi dana dingin yang tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.

7. Disiplin Manajemen Risiko dan Evaluasi

Jangan biarkan keputusan emosional (Fear of Missing Out / FOMO) mendominasi transaksi. Catat setiap transaksi dalam buku jurnal trading untuk bahan evaluasi mingguan.

Imbangi Risiko Tinggi Trading dengan Tabungan Emas Pegadaian

Karena trading merupakan aktivitas finansial berisiko tinggi (high risk), seorang trader profesional yang bijak selalu menerapkan strategi alokasi aset (asset allocation) dan lindung nilai (hedging). Artinya, sebagian dari keuntungan trading wajib diamankan ke dalam instrumen berisiko rendah (safe haven) yang bernilai stabil.

Salah satu aset lindung nilai terbaik yang tahan terhadap inflasi dan resesi ekonomi adalah emas.

Untuk membangun portofolio penyeimbang yang aman, Anda dapat menggunakan layanan Tabungan Emas Pegadaian.

Keunggulan Tabungan Emas Pegadaian untuk Diversifikasi Aset:

  • Stabilizer Portofolio: Emas memiliki korelasi negatif terhadap gejolak pasar saham atau valuta asing, sehingga menjaga keamanan kekayaan Anda.
  • Nominal Sangat Terjangkau: Anda dapat memindahkan hasil profit trading menjadi saldo emas murni mulai dari Rp10.000.
  • Transaksi Digital Mudah: Pembelian, penjualan kembali (buyback), hingga transfer emas dapat diakses langsung dari aplikasi Tring! By Pegadaian.
  • Fisik Terjamin 24 Karat: Saldo emas Anda dijamin dengan kepingan emas fisik murni yang tersimpan aman di gudang penyimpanan Pegadaian resmi berizin OJK.


Jangan pertaruhkan seluruh modal finansial Anda pada pasar trading yang sangat fluktuatif. Imbangi strategi investasi Anda dan amankan masa depan finansial bersama Tabungan Emas Pegadaian!

Baca Juga: Diversifikasi Investasi: Pengertian, Jenis, dan Caranya

Komentar (2)
image comment user
inara
66 hari yang lalu

sangat menarik dan mudah dipahami, terimakasih telah berbagi informasi

Balas
image comment user
Customercare
65 hari yang lalu

Hai Inara, Sahabat Pegadaian. Dengan sepenuh hati, semoga informasinya dapat bermanfaat. Nantikan artikel menarik kami selanjutnya ya. Semoga sehat selalu Sahabat. -Mita

Balas

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved