Stagflasi: Arti, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

Stagflasi adalah kondisi ketika inflasi tinggi terjadi bersamaan dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat dan meningkatnya angka pengangguran.
Memahami fenomena ini menjadi bekal penting karena dinamika ekonomi saat ini terus berubah dan dapat memengaruhi kondisi keuangan.
Mari simak artikel ini sampai selesai untuk memahami pengertian, penyebab, dampak, contoh, hingga cara mengatasi stagflasi.
Apa Itu Stagflasi?
Seperti yang disebutkan di atas, stagflasi adalah kondisi ekonomi yang terjadi ketika inflasi tinggi, pertumbuhan ekonomi melambat atau stagnan, dan pengangguran meningkat secara bersamaan.
Stagflasi dapat menekan daya beli sekaligus membuat masyarakat dan pelaku usaha perlu lebih cermat dalam mengelola keuangan.
Istilah stagflasi merupakan gabungan dari kata stagnasi dan inflasi. Istilah ini pertama kali digunakan pada 1960-an oleh politisi Inggris, Macleod.
Saat itu, Inggris menghadapi masalah kenaikan harga sekaligus perlambatan ekonomi. Namun, stagflasi kembali menjadi perhatian pada 1970-an saat terjadi krisis minyak dunia.
Lonjakan harga energi mendorong biaya produksi dan harga barang naik, sementara perekonomian mengalami tekanan.
Hal tersebut membuat Amerika Serikat mencatat penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) selama beberapa kuartal.
Penyebab Stagflasi
Setelah memahami konsep stagflasi, penting bagi kamu untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mendorong terjadinya stagflasi. Berikut beberapa penyebab yang perlu diperhatikan:
1. Gangguan Rantai Pasok
Konflik geopolitik, bencana alam, perang dagang, hingga pembatasan mobilitas dapat menghambat pasokan bahan baku dan barang dari berbagai negara.
Ketika persediaan barang berkurang, harga dapat meningkat meskipun daya beli masyarakat sedang melemah.
2. Produktivitas Menurun
Produktivitas yang melemah dapat dipicu oleh kekurangan tenaga kerja terampil, perubahan demografi, hingga perlambatan inovasi teknologi.
Jika biaya tenaga kerja meningkat tanpa diikuti kenaikan output, biaya produksi ikut meningkat dan pertumbuhan ekonomi dapat tertekan.
3. Kenaikan Harga Energi
Kenaikan harga minyak, gas alam, atau batu bara secara tiba-tiba menjadi salah satu pemicu klasik stagflasi.
Energi tersebut digunakan hampir di seluruh aktivitas industri, transportasi, dan distribusi, sehingga kenaikannya dapat meningkatkan biaya operasional di berbagai sektor.
Beban tersebut kemudian dapat diteruskan kepada konsumen melalui kenaikan harga barang dan jasa. Akibatnya, konsumsi rumah tangga berpotensi menurun dan keuntungan perusahaan ikut tertekan.
4. Kebijakan Ekonomi yang Tidak Tepat
Kebijakan fiskal atau moneter yang kurang sesuai dengan kondisi ekonomi juga dapat meningkatkan risiko stagflasi.
Regulasi yang terlalu membebani industri, kontrol harga yang tidak tepat, atau kebijakan moneter yang terlalu longgar dapat mengganggu keseimbangan antara permintaan dan penawaran.
Baca juga: Prediksi Inflasi 2026, Apa yang Harus Diwaspadai & Dilakukan?
Dampak Adanya Stagflasi
Jika stagflasi terjadi, masyarakat dan dunia usaha dapat merasakan dampaknya secara bersamaan. Waspadai beberapa dampak berikut ini:
1. Meningkatkan Indeks Kesengsaraan
Tingginya inflasi dan pengangguran dapat membuat misery index meningkat. Semakin tinggi indeks tersebut, semakin besar pula tekanan yang dirasakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup.
2. Menurunkan Nilai Tukar Mata Uang
Stagflasi dapat memberikan tekanan terhadap nilai tukar mata uang karena kondisi ekonomi yang melemah dapat mengurangi kepercayaan terhadap perekonomian suatu negara.
Jika mata uang melemah, harga barang impor dan bahan baku dari luar negeri berpotensi menjadi semakin mahal.
3. Meningkatkan Pengangguran
Upaya mengendalikan inflasi biasanya dapat dilakukan melalui kenaikan suku bunga. Namun, biaya pinjaman yang lebih mahal juga berdampak buruk.
Hal tersebut dapat membuat perusahaan menahan ekspansi, mengurangi operasional, bahkan melakukan pemutusan hubungan kerja.
Ketika aktivitas bisnis melemah, kesempatan kerja ikut berkurang. Kondisi ini pada akhirnya membuat tingkat pengangguran semakin tinggi dan memperparah tekanan ekonomi.
4. Menurunkan Daya Beli Masyarakat
Kenaikan harga barang membuat uang yang sama hanya mampu membeli lebih sedikit kebutuhan. Situasi tersebut semakin berat apabila masyarakat menghadapi pengurangan pendapatan atau kehilangan pekerjaan.
Baca juga: Cara Mengatasi Inflasi: Pengertian, Penyebab dan Dampaknya
Contoh Stagflasi
Salah satu contoh stagflasi yang terkenal terjadi pada 1970-an hingga awal 1980-an. Saat itu, pembatasan ekspor minyak oleh negara-negara anggota OPEC terhadap beberapa negara Barat menyebabkan harga minyak melonjak tajam.
Kenaikan harga energi kemudian meningkatkan biaya produksi, transportasi, dan distribusi berbagai jenis barang.
Perusahaan yang menghadapi biaya tinggi harus melakukan efisiensi, termasuk mengurangi tenaga kerja, sehingga tingkat pengangguran meningkat.
Contoh lainnya pernah dikaitkan dengan kondisi perekonomian China ketika inflasi konsumen dan kenaikan harga produsen terjadi secara bersamaan.
Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi. Situasi seperti ini sering disebut sebagai quasi-stagflation atau stagflasi semu.
Berbagai contoh tersebut menunjukkan bahwa stagflasi merupakan kombinasi tekanan harga dan perlambatan ekonomi.
Cara Mengatasi Stagflasi
Mengatasi stagflasi membutuhkan kebijakan yang seimbang karena pemerintah perlu menekan inflasi tanpa semakin menghambat pertumbuhan ekonomi. Berikut beberapa langkah yang dapat ditempuh:
1. Mendorong Pertumbuhan Ekonomi dan Mengurangi Inflasi
Pemerintah dan bank sentral perlu mencari keseimbangan antara pengendalian harga dan dorongan terhadap aktivitas ekonomi.
Langkahnya dapat berupa kebijakan moneter yang terukur, stimulus fiskal, reformasi struktural, investasi inovasi, serta peningkatan keterampilan tenaga kerja.
2. Menstabilkan Nilai Tukar Mata Uang
Stabilitas nilai tukar dapat dijaga melalui kebijakan moneter, intervensi pasar valuta asing, disiplin fiskal, peningkatan ekspor, dan diversifikasi ekonomi.
Menstabilkan nilai tukar mata uang penting untuk dilakukan agar kenaikan harga barang impor tidak semakin membebani masyarakat.
3. Memberikan Insentif kepada Industri untuk Meningkatkan Produksi
Berikan insentif, seperti keringanan pajak, fasilitas pembiayaan, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan keterampilan tenaga kerja.
Hal ini dapat membantu industri meningkatkan kapasitas produksi sehingga pasokan barang yang lebih kuat diharapkan dapat membantu mengurangi tekanan harga.
4. Mengendalikan Pengeluaran Pemerintah
Pengeluaran pemerintah perlu diarahkan ke sektor yang benar-benar memberikan manfaat ekonomi. Efisiensi anggaran, reformasi subsidi, pengurangan defisit, serta pengawasan anggaran dapat membantu menjaga stabilitas ekonomi.
5. Merampingkan Birokrasi
Penyederhanaan regulasi dan prosedur bisnis dapat mengurangi biaya serta waktu yang dibutuhkan oleh pelaku usaha.
Digitalisasi layanan pemerintah, peningkatan transparansi, dan evaluasi kebijakan juga dapat mendukung iklim usaha dan investasi.
Itulah hal-hal seputar stagflasi yang perlu kamu ketahui. Menghadapi ancaman ekonomi seperti stagflasi membutuhkan pertahanan finansial yang fleksibel.
Daripada menjual aset investasi saat harga kebutuhan sedang meningkat, kamu dapat mempertimbangkan solusi likuiditas yang memungkinkan aset tetap kamu miliki.
Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah layanan Gadai Emas Pegadaian. Produk ini memberikan pinjaman dengan jaminan barang berharga, seperti emas batangan, perhiasan, atau berlian.
Dengan menggadaikan emas di Pegadaian, kamu bisa memperoleh dana tanpa harus menjual aset emas yang kamu miliki.
Barang yang dijadikan jaminan juga diasuransikan, sedangkan nilai taksirannya kompetitif sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan dana sesuai hasil penaksiran.
Untuk mengajukan Gadai Emas, kamu bisa datang ke kantor cabang Pegadaian terdekat. Setelah mengisi formulir, siapkan KTP dan serahkan emas sebagai jaminan untuk ditaksir oleh petugas.
Setelah nilai taksiran dan jumlah pinjaman dikonfirmasi, kamu dapat menandatangani Surat Bukti Gadai (SBG) dan dana pinjaman dapat diterima secara tunai atau ditransfer.
Jika penasaran berapa kira-kira uang pinjaman yang bisa kamu dapatkan, hitung saja dengan menggunakan fitur Simulasi Gadai Emas.
Jadi, ketika membutuhkan dana tambahan di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, tidak perlu terburu-buru menjual emas.
Manfaatkan saja Gadai Emas Pegadaian sebagai solusi pembiayaan yang tetap mempertahankan kepemilikan emasmu.
Baca juga: Inflasi Biaya Pendidikan di Indonesia, Inilah Penyebabnya
Berita dan Artikel Lainnya

Inspirasi
Kata-Kata Galau yang Aesthetic, Cocok untuk Caption IG!
Temukan kumpulan kata-kata galau yang aesthetic, cocok untuk mengekspresikan perasaan sedih dengan indah dan penuh makna di sini.

Inspirasi
5 Hal Penting Dalam Hidup Yang Nggak Pernah Diajarin di Sekolah
Temukan hal-hal penting dalam hidup yang sering terlewatkan di pelajaran sekolah: keterampilan komunikasi, hubungan sosial, manajemen keuangan dan banyak lagi.

Inspirasi
12 Ide Seserahan Pernikahan yang Bermanfaat, Elegan, dan Bermakna untuk Masa Depan
Sedang mencari ide seserahan pernikahan? Simak inspirasi seserahan yang bermanfaat, makna di baliknya, tips memilih sesuai budget, hingga rekomendasi emas sebagai aset masa depan.

