Memahami Teori Pertumbuhan Ekonomi Menurut Para Ahli, Simak!

Oleh Pegadaian dalam Wirausaha

11 June 2026
Bagikan :
image detail artikel

Teori pertumbuhan ekonomi penting untuk dipahami karena dapat menjelaskan bagaimana perekonomian suatu negara berkembang dari waktu ke waktu.

Pertumbuhan ekonomi sendiri ditandai dengan meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat yang berdampak pada kenaikan produksi barang dan jasa serta pendapatan nasional.

Berbagai teori dari para ahli juga dapat menjadi acuan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan ekonomi serta memprediksi kondisi ekonomi di masa depan.

Lantas, apa saja teori pertumbuhan ekonomi yang perlu diketahui? Simak selengkapnya di artikel ini!

Definisi Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi adalah kondisi ketika pendapatan suatu negara atau wilayah meningkat akibat bertambahnya produksi barang dan jasa dalam suatu periode tertentu.

Kondisi ini biasanya ditandai dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang semakin berkembang sehingga berdampak pada kenaikan pendapatan nasional dan kualitas hidup masyarakat.

Menurut Prof. Simon Kuznets, pertumbuhan ekonomi juga berkaitan dengan kemampuan negara dalam menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Hal tersebut didukung oleh kemajuan teknologi, ideologi, dan kelembagaan yang mampu mendorong proses produksi agar lebih efisien.

Pertumbuhan ekonomi dihitung setiap tahun melalui Produk Domestik Bruto (PDB) atau Produk Nasional Bruto (PNB).

Hasilnya dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam merencanakan pembangunan dan kebijakan ekonomi di masa mendatang.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

Teori pertumbuhan ekonomi klasik membahas perkembangan ekonomi dari sudut pandang pertumbuhan penduduk dan ketersediaan sumber daya.

Dalam teori ini, pertambahan populasi dinilai dapat memengaruhi kondisi ekonomi suatu negara, baik mendorong pertumbuhan maupun menyebabkan perlambatan ekonomi.

Adapun beberapa ahli yang mengemukakan teori ini adalah sebagai berikut:

1. Adam Smith

Adam Smith mengemukakan teorinya dalam buku An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations.

Menurutnya, pertambahan jumlah penduduk dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekonomi suatu negara.

Hal ini karena meningkatnya populasi akan memperluas pasar, sehingga produksi barang dan jasa ikut bertambah.

Selain itu, pembagian kerja dan spesialisasi peran juga semakin berkembang sehingga hasil produksi dapat meningkat.

Baca juga: Apa Itu Sistem Ekonomi? Ini Pengertian & Jenisnya, Catat!

2. David Ricardo

Berbeda dengan pendapat Adam Smith, David Ricardo menjelaskan teorinya dalam buku The Principles of Political Economy and Taxation. Menurutnya, pertumbuhan penduduk yang terlalu tinggi dapat memicu kelebihan tenaga kerja.

Kondisi tersebut membuat upah pekerja semakin rendah karena jumlah tenaga kerja lebih banyak dibandingkan dengan kebutuhan pasar.

David Ricardo menyebutkan bahwa upah yang diterima pekerja pada akhirnya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup minimum.

Jika terus terjadi, kondisi tersebut dapat membuat pertumbuhan ekonomi mengalami stagnasi atau stationary state.

3. Thomas Robert Malthus

Thomas Robert Malthus memiliki pandangan yang tidak jauh berbeda dengan David Ricardo terkait pertumbuhan penduduk.

Menurutnya, pertambahan populasi yang terlalu cepat dapat menyebabkan ketersediaan pangan tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kondisi tersebut kemudian memicu krisis pangan dan membuat harga bahan makanan di pasaran semakin meningkat.

Akibatnya, tidak semua masyarakat dapat memperoleh akses pangan dengan mudah untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Neoklasik

Teori pertumbuhan ekonomi neoklasik merupakan pengembangan dari teori klasik yang juga dikenal sebagai model Solow-Swan.

Untuk memahami teori ini lebih lanjut, berikut beberapa pendapat ahli yang menjelaskan faktor-faktor pertumbuhan ekonomi, seperti modal, tenaga kerja, dan teknologi:

1. Joseph Schumpeter

Menurut Joseph Schumpeter, pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat meningkat ketika para pengusaha mampu menciptakan inovasi dan kombinasi baru dalam proses produksi maupun investasi bisnis.

Ia juga menilai bahwa kemajuan teknologi sangat dipengaruhi oleh jiwa kewirausahaan masyarakat dalam melihat peluang dan mengembangkan usaha.

Dari perkembangan tersebut, lapangan kerja baru akan tercipta sehingga dapat menyerap tenaga kerja yang terus bertambah setiap tahun.

Baca juga: Kenapa Nilai Rupiah Melemah? Ini Fakta yang Perlu Diketahui!

2. Robert M. Solow

Dalam teori yang dikemukakannya, Robert M. Solow menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh beberapa faktor utama.

Faktor tersebut meliputi sumber daya manusia, akumulasi modal, teknologi modern, dan hasil produksi.

Menurutnya, penggunaan teknologi serta peningkatan modal memiliki peran penting dalam mendorong kegiatan produksi suatu negara.

Robert M. Solow juga menjelaskan bahwa pertumbuhan penduduk dapat berdampak positif maupun negatif.

Oleh karena itu, jumlah penduduk sebaiknya dimanfaatkan sebagai sumber daya produktif agar dapat mendukung perkembangan ekonomi.

Selain itu, Solow menilai tingkat tabungan turut memengaruhi modal dan hasil produksi, sehingga semakin tinggi tabungan, output yang dihasilkan juga bisa meningkat.

3. R. F. Harrod dan Evsey Domar

Menurut R. F. Harrod dan Evsey Domar, pertumbuhan ekonomi yang stabil dapat dicapai melalui pembentukan modal dan investasi.

Mereka menilai bahwa ketersediaan modal yang semakin besar akan membantu meningkatkan produksi barang dan jasa, sehingga aktivitas ekonomi suatu negara ikut berkembang.

Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis

Berbeda dengan teori sebelumnya, teori pertumbuhan ekonomi historis lebih berfokus pada perkembangan ekonomi masyarakat dari masa prasejarah hingga era industri modern.

Kemudian, teori ini dikembangkan oleh beberapa ahli dengan pandangan yang berbeda terkait tahapan pertumbuhan ekonomi dalam masyarakat.

Berikut beberapa pandangan para ahli terkait teori pertumbuhan ekonomi historis:

1. Friedrich List

Friedrich List berpendapat bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari perkembangan cara masyarakat mempertahankan hidup melalui teknik produksi yang digunakan. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi terbagi ke dalam beberapa tahapan, yaitu:

  • Masa berburu.
  • Beternak dan bertani.
  • Bertani serta membuat kerajinan.
  • Kerajinan, industri, dan perdagangan.


2. Bruno Hildebrand

Bruno Hildebrand melihat pertumbuhan ekonomi melalui cara masyarakat bertukar atau mendistribusikan barang. Tahapan pertumbuhan ekonomi yang dijelaskan Bruno Hildebrand adalah sebagai berikut:

  • Masa tukar-menukar barang (barter).
  • Masa tukar-menukar dengan uang (jual beli).
  • Masa tukar-menukar dengan kredit.


3. Werner Sombart

Menurut Werner Sombart, pertumbuhan ekonomi dapat berkembang karena adanya susunan organisasi dan ideologi dalam masyarakat. Werner Sombart membagi pertumbuhan ekonomi ke dalam tiga zaman, yaitu sebagai berikut:

  • Zaman perekonomian tertutup: Ketika kegiatan produksi masih terbatas dan dilakukan secara kekeluargaan.
  • Zaman kerajinan dan pertukaran: Saat masyarakat mulai mengenal pembagian kerja.
  • Zaman kapitalis: Ketika kegiatan ekonomi mulai melibatkan pemilik modal.


4. Walt Whitman Rostow

Walt Whitman Rostow membagi pertumbuhan ekonomi menjadi lima tahapan. Menurutnya, suatu negara akan mengalami perkembangan ekonomi melalui tahap-tahap berikut:

  • Tahap tradisional: Ketika kegiatan ekonomi masih didominasi oleh sektor pertanian.
  • Tahap transisi (pre-take-off): Ditandai dengan perubahan tenaga kerja dari sektor pertanian ke industri.
  • Tahap lepas landas (take-off): Saat hambatan sosial dan politik mulai dapat diatasi.
  • Tahap menuju kematangan (drive to maturity): Ketika perkembangan industri, serikat dagang, dan tenaga kerja semakin maju.
  • Tahap konsumsi tinggi (high mass consumption): Saat tenaga kerja didominasi pekerja terdidik dan jumlah penduduk kota lebih besar dibanding desa


5. Karl Bucher

Karl Bucher menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara dipengaruhi oleh hubungan antara produsen dan konsumen dalam kegiatan perdagangan. Berikut tahapan pertumbuhan ekonomi yang dijelaskan Karl Bucher:

  • Rumah Tangga Tertutup: Ketika masyarakat hanya memenuhi kebutuhan kelompoknya sendiri.
  • Rumah Tangga Kota: Saat hubungan perdagangan antara desa dan kota mulai terbentuk.
  • Rumah Tangga Bangsa atau Kemasyarakatan: Ketika perdagangan antarkota membentuk kesatuan ekonomi dalam suatu negara.
  • Rumah Tangga Dunia: Tahap ketika perdagangan sudah berlangsung antarnegara seperti yang terjadi saat ini.


Baca juga: Guncangan Ekonomi Global dan Pengaruhnya Terhadap Indonesia

Teori Pertumbuhan Modern

Teori pertumbuhan ekonomi modern didukung oleh Walt Whitman Rostow melalui bukunya The Stages of Economic Growth.

Dalam teori ini, Rostow menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi terbagi ke dalam lima tahapan sebagai berikut:

  • Masyarakat tradisional: Tahap ketika kegiatan produksi masih sederhana dan hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sendiri.
  • Pra lepas landas: Masa transisi ketika masyarakat mulai menerapkan ilmu modern di sektor pertanian dan industri.
  • Lepas landas: Tahapan ketika pertumbuhan ekonomi mulai didorong melalui investasi yang efektif dan tabungan produktif.
  • Dorongan menuju kedewasaan: Perekonomian mulai berkembang lebih teratur, lapangan usaha bertambah, serta penggunaan teknologi modern semakin meningkat.
  • Konsumsi tinggi: Pada tahap ini, sektor industri menjadi pemimpin dan pendapatan per kapita masyarakat terus meningkat sehingga konsumsi juga semakin tinggi.


Memahami teori pertumbuhan ekonomi bisa membantu kamu melihat bagaimana faktor, seperti teknologi, modal, hingga jumlah penduduk berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi suatu negara.

Dari berbagai teori tersebut, kamu juga bisa memahami pentingnya inovasi dan pengelolaan sumber daya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Bagi pelaku usaha, hal ini bisa dilakukan melalui rencana pengembangan bisnis yang terukur.

Jika kamu sedang berencana mengembangkan usaha dan membutuhkan tambahan modal, Gadai BPKB Pegadaian dapat menjadi solusi yang layak untuk dipertimbangkan.

Proses pengajuannya praktis dengan plafon pinjaman yang fleksibel dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Cukup ajukan Gadai BPKB dengan menyerahkan dokumen persyaratan sekaligus BPKB kendaraan sebagai jaminan di kantor cabang Pegadaian terdekat.

Namun, tidak menutup kemungkinan proses pengajuan Gadai BPKB dalam waktu dekat ini bisa dilakukan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.

Jadi, tunggu apa lagi? Mari kembangkan bisnismu dengan tambahan modal dari Gadai BPKB Pegadaian.

Baca juga: NFP: Definisi, Fungsi, Cara Baca, & Penggunaan Datanya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved