Daftar Barang yang Tidak Bisa Digadaikan dan Contohnya

Sebelum mengajukan pinjaman, sebaiknya pahami daftar barang yang tidak bisa digadaikan agar kamu tidak sia-sia datang ke outlet dengan jaminan yang tidak memenuhi ketentuan.
Dengan mengetahui sejak awal barang-barang apa saja yang tidak bisa digadaikan, kamu bisa menyiapkan aset yang sesuai dan memilih solusi pembiayaan dengan lebih mudah.
Lantas, apa saja karakteristik barang yang tidak bisa digadaikan dan contohnya? Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Karakteristik Daftar Barang yang Tidak Bisa Digadaikan
Tidak semua barang yang memiliki harga dapat langsung dijadikan jaminan. Ada beberapa karakteristik yang membuat barang kurang memenuhi kriteria untuk dijadikan jaminan gadai, di antaranya:
1. Kepemilikan Tidak Jelas atau Melanggar Hukum
Barang yang tidak memiliki bukti kepemilikan yang jelas, sedang dalam sengketa, merupakan barang curian, atau masih dijaminkan kepada pihak lain tidak dapat digunakan sebagai jaminan.
Begitu juga dengan barang ilegal, seperti narkotika, senjata api ilegal, dan aset lain yang berkaitan dengan pelanggaran hukum.
2. Nilai Ekonomi dan Daya Jual Rendah
Barang dengan nilai rendah, peminat terbatas, atau sulit dijual kembali dapat tidak memenuhi kriteria jaminan. Hal itu dikarenakan nilai dan daya jual barang menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kelayakan serta besarnya pinjaman.
3. Kondisi Barang Kurang Baik
Barang yang mudah rusak, sudah terlalu tua, atau tidak berfungsi dengan baik cenderung memiliki nilai taksiran rendah. Oleh karena itu, kondisi fisik dan fungsi barang perlu diperhatikan sebelum kamu mengajukannya sebagai jaminan.
4. Memiliki Pembatasan Penggunaan
Aset dengan kepemilikan, lisensi, atau penggunaan yang dibatasi secara hukum sehingga sulit dialihkan kepada pihak lain juga termasuk dalam daftar barang yang tidak bisa digadaikan.
Semua kondisi tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan apakah suatu barang dapat diterima sebagai jaminan.
5. Nilai Sentimental Bukan Penentu
Jika kamu merasa barang yang kamu miliki sangat berharga secara emosional, belum tentu barang tersebut memiliki nilai gadai yang tinggi.
Beberapa contohnya adalah album foto, piala kejuaraan lomba lari, atau benda pribadi lainnya yang memiliki nilai nostalgia.
Dalam proses gadai, barang tetap perlu dinilai berdasarkan nilai ekonominya maupun potensi penjualan kembali.
Baca juga: Syarat dan Cara Gadai BPKB Motor di Pegadaian
Contoh Daftar Barang yang Tidak Bisa Digadaikan
Barang elektronik dan benda berharga tidak secara otomatis dapat dijadikan jaminan. Jenis, usia, kondisi, nilai pasar, serta kebijakan yang berlaku tetap menjadi faktor penting. Berikut beberapa contohnya:
1. Televisi Tabung
Televisi tabung umumnya memiliki nilai jual lebih rendah karena teknologi tersebut sudah banyak ditinggalkan. Jika ingin menggadaikan televisi, perhatikan jenis, usia, kondisi, dan ketentuan barang elektronik yang berlaku.
2. Batu Akik
Batu akik pernah populer dengan harga tinggi, tetapi nilainya tidak selalu stabil dan belum memiliki standar penilaian yang seragam. Hal tersebut membuat daya jual kembali lebih sulit dipastikan dibandingkan dengan aset yang memiliki nilai pasar yang lebih jelas.
3. Motor Pabrikan Tiongkok
Tidak semua sepeda motor otomatis diterima untuk digadaikan, hanya karena masih baru dan memiliki dokumen lengkap. Salah satunya berasal dari pabrikan Tiongkok.
Apa pun merek, jenis, tahun, dan kelengkapan dokumennya, sepeda motor Tiongkok tidak bisa digadaikan. Jadi, pastikan kebijakan yang berlaku sebelum mengajukannya sebagai jaminan.
4. Microwave
Meski microwave merupakan peralatan elektronik, tingkat penggunaan dan permintaan pasarnya menjadi pertimbangan tersendiri. Barang elektronik yang pasarnya terbatas seperti ini dapat memiliki nilai jual kembali yang kurang sesuai untuk dijadikan jaminan.
5. Ponsel BlackBerry
BlackBerry pernah menjadi perangkat yang populer, tetapi perkembangan teknologi membuat sebagian modelnya kehilangan nilai jual. Maka dari itu, perhatikan jenis dan kondisi ponsel sebelum menentukan kelayakannya sebagai barang gadai.
Baca juga: Praktis! Simak Cara Gadai Tabungan Emas di Aplikasi Pegadaian
Pertimbangan Penting sebelum Menggadaikan Barang
Memilih jaminan sebaiknya dilakukan dengan perhitungan yang matang. Tujuannya agar pinjaman sesuai dengan kebutuhan dan kamu tetap mampu memenuhi kewajiban hingga akhir tenor. Ini beberapa pertimbangannya:
1. Cek Kondisi, Nilai, dan Daya Jual
Pastikan barang masih berfungsi dan kondisinya layak agar proses penilaian dapat berjalan dengan baik. Kamu juga sebaiknya memahami perkiraan nilai pasar dan daya jual barang untuk mendapatkan gambaran mengenai nilai pinjaman.
2. Pastikan Kepemilikan dan Dokumen
Siapkan dokumen yang diperlukan sebagai bukti kepemilikan atau pendukung keaslian barang untuk membantu proses pemeriksaan, sekaligus memastikan aset yang dijaminkan memiliki status yang jelas.
3. Pahami Biaya dan Perjanjian
Sebelum menyetujui gadai, pahami biaya administrasi, sewa modal atau biaya terkait lainnya, tenor, serta ketentuan pembayaran. Baca perjanjian dengan teliti dan tanyakan kepada petugas jika ada informasi yang belum dimengerti.
4. Sesuaikan dengan Kemampuan Membayar
Hitung kemampuan finansial sebelum menentukan jumlah pinjaman dan jangka waktunya. Jangan mengambil pinjaman yang terlalu besar agar kewajiban pembayaran tetap dapat dipenuhi sesuai jadwal.
5. Pertimbangkan Risiko dan Alternatif
Pahami konsekuensi apabila pinjaman tidak dilunasi sesuai ketentuan, termasuk kemungkinan barang dijual kembali.
Jika aset yang dimiliki tidak memenuhi kriteria, kamu dapat mempertimbangkan alternatif pembiayaan lain yang lebih sesuai.
Mengetahui jenis barang yang tidak bisa digadaikan membantu kamu menghindari waktu terbuang di outlet akibat penolakan jaminan. Maka dari itu, perhatikan persyaratan pinjaman yang diberlakukan oleh lembaga gadai.
Nah, jika kamu ingin mendapatkan pinjaman dana dengan cara yang lebih praktis tanpa repot membawa aset fisik ke outlet, kamu bisa memanfaatkan Gadai Tabungan Emas Pegadaian.
Layanan gadai ini cocok bagi kamu yang memiliki saldo Emas Pegadaian karena memungkinkan untuk dijadikan jaminan tanpa perlu membawa emas fisik ke outlet.
Gadai Tabungan Emas menawarkan metode pembayaran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ketentuan. Pinjamannya pun dapat diperpanjang sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengajuan Gadai Tabungan Emas dapat dilakukan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Cukup pastikan saldo Emas Pegadaian mencukupi dengan sisa mengendap minimal 0,01 gram.
Untuk mengajukannya, kamu hanya perlu membuka aplikasi Tring! by Pegadaian dan memilih menu Gadai Tabungan Emas.
Lalu, tentukan jangka waktu, masukkan gram emas yang digadaikan, pilih rekening pencairan, masukkan PIN, dan pengajuan selesai.
Namun, jika ingin bertransaksi secara langsung, maka kunjungi kantor cabang Pegadaian terdekat. Jangan lupa siapkan KTP atau paspor, buku rekening Emas Pegadaian, saldo yang cukup, dan handphone untuk konfirmasi OTP.
Kamu akan diminta untuk mengisi formulir pengajuan dengan melampirkan kartu identitas. Setelah mengonfirmasi jumlah pinjaman, dana dapat dicairkan secara tunai atau ditransfer sesuai dengan ketentuan.
Jadi, manfaatkan Gadai Tabungan Emas Pegadaian untuk mendapatkan pinjaman sesuai kebutuhanmu!
Baca juga: Cara Cek Harga Gadai HP di Pegadaian Serta Cara Pengajuannya
Berita dan Artikel Lainnya

Edukasi
Pertanyaan Seputar Gadai Emas di Pegadaian, Cek di Sini!
Ingin dana cepat? Pelajari seluk-beluk Gadai Emas di Pegadaian, dari syarat, simulasi, hingga cara menebus emas pada artikel ini!

Edukasi
Dukung Fatwa Bulion Syariah, Pegadaian Terapkan Rasio Emas 1:1
Peluncuran fatwa bulion syariah memperkuat investasi emas di Indonesia. Pegadaian menerapkan rasio emas 1:1 untuk menjaga transparansi. Simak informasinya!

Edukasi
Bisakah Tebus Gadai Saat Pegadaian Libur? Begini Caranya!
Tebus gadai saat Pegadaian libur tetap bisa dilakukan secara online melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Cari tahu cara lengkapnya dalam artikel ini!

