Sosok Ir H Wahyu Saidi, MSc boleh dibilang seorang pengusaha agresif. Pebisnis satu ini ingin serba-cepat. Demikian pula dalam menjalankan usaha. ‘’Kesempatan emas tidak datang dua kali. Kita harus bisa memanfaatkannya,’’ kata Wahyu. Kebetulan, bisnisnya bertemu momentum. Restorannya berkembang pesat dalam kurun 15 tahun. Bakmi Langgara dan Bakmi Tebet berkembang menjadi 420 outlet, beberapa di antaranya di luar negeri.
Wahyu memulai usaha dengan membuka sebuah warung bakmi pada akhir dekade 90-an, setelah perekonomian Indonesia mulai pulih dari krisis ekonomi. Pada 2005, Wahyu sudah mengelola 420 restoran di dalam dan luar negeri!
Untuk memulai usaha restoran bakmi, Wahyu menerapkan teori ATM: amati, tiru dan modifikasi. Dengan teori itu, Wahyu berusaha keras agar rasa masakannya seenak Bakmi GM, tetapi harganya lebih ekonomis.
Bukan hanya teori, ATM membuat usaha restorannya berkembang pesat. Dari satu outlet, berkembang menjadi ratusan outlet dengan pola waralaba. Dari kelas warung hingga restoran.
Apa sebenarnya rahasia dibalik gerak cepat kesuksesan seorang Ir H Wahyu Saidi, MSc? Simak selengkapnya dalam sebuah buku berisi kumpulan kisah sukses dari berbagai sosok di tanah air. Anda dapat download dengan gratis buku bagian pertama disini.
Berita dan Artikel Lainnya

Wirausaha
3 Macam Bisnis yang Cepat Balik Modal
Mungkin Anda termasuk yang bercita-cita memiliki usaha sendiri dan memimpikan bisnis yang cepat balik modal.

Wirausaha
Cerita Kesuksesan Bisnis Pemiliki Bebek Sinjay
Namun bukan citarasa saja yang jadi rahasia kesuksesan Mohammad Gafar. Ada faktor lainnya yaitu kegigihan dalam menjalani bisnis kuliner

Wirausaha
4 Inspirasi Mahar Emas Unik yang Bisa Jadi Investasi
Setelah lebaran, biasanya akan ada banyak momen pernikahan yang dinanti-nantikan. Siapa pun Anda, pernikahan selalu menjadi momentum yang menggembirakan. Bersatunya dua insan perlahan mengantar hidup Anda ke dalam “babak baru” yang tentu saja: lebih seru. Dalam banyak tradisi, sebuah pernikahan belumlah lengkap tanpa kehadiran mahar. Menjadi “harta” yang diberikan oleh pihak pria kepada wanita—mahar bisa […]


