Modal Usaha Seblak Bisa Mulai dari Rp3 Juta, Tertarik Coba?

Seblak menjadi salah satu makanan yang punya banyak penggemar karena cita rasanya yang gurih, pedas, dan mudah disesuaikan.
Dengan modal usaha seblak yang relatif fleksibel, kamu bisa memulai bisnis kuliner ini dari rumah atau gerobak, lalu mengembangkannya menjadi usaha yang lebih besar.
Lantas, seperti apa peluang dan perkiraan modal usaha seblak yang perlu disiapkan? Simak selengkapnya dalam artikel ini.
Peluang Usaha Seblak
Popularitas seblak membuatnya cocok untuk dijual sebagai jajanan harian maupun dikembangkan menjadi berbagai konsep usaha sesuai dengan modal, target pasar, dan lokasi berjualan.
Berikut beberapa gambaran model usaha seblak di kehidupan sehari-hari yang bisa menjadi inspirasi:
1. Warung Seblak Rumahan
Warung seblak rumahan cocok untuk kamu yang ingin memulai usaha dengan skala sederhana, dengan fokus pada cita rasa yang konsisten, bahan berkualitas, kebersihan, serta pelayanan yang ramah.
2. Seblak Instan
Seblak juga bisa dikembangkan menjadi produk instan berisi bahan dan bumbu yang dijual secara pre-order. Cara ini lebih praktis bagi konsumen dan jumlah produksinya dapat disesuaikan dengan permintaan.
3. Jasa Katering Seblak
Seblak juga bisa ditawarkan sebagai hidangan untuk ulang tahun, resepsi pernikahan, atau acara perusahaan dalam porsi kecil hingga sedang melalui konsep stall atau gubukan yang lebih menarik.
4. Franchise Seblak
Jika sudah memiliki cita rasa dan identitas merek yang kuat, usaha seblak bisa dikembangkan menjadi franchise dengan konsep yang konsisten agar dikenal lebih luas dan memiliki cabang di berbagai lokasi.
Dengan banyaknya pilihan konsep tersebut, kamu tidak harus langsung membuka tempat makan yang besar. Skala usaha dapat dimulai sesuai dengan kemampuan.
Baca juga: Daftar 10 Makanan Ringan yang Mudah Dibuat untuk Dijual
Perkiraan Modal Usaha Seblak
Besarnya modal usaha seblak dapat berbeda-beda, tergantung pada konsep bisnis, lokasi berjualan, dan skala usaha yang ingin kamu jalankan.
Untuk usaha seblak sederhana, kamu bisa menyiapkan beberapa kebutuhan utama. Perkiraan modalnya bisa dirinci sebagai berikut:
- Gerobak atau meja jualan: Sekitar Rp1,5–Rp2,5 juta.
- Kompor dan tabung gas: Sekitar Rp300–Rp500 ribu.
- Blender dan peralatan masak: Sekitar Rp300–Rp500 ribu.
- Panci, wajan, dan alat memasak: Sekitar Rp300–Rp500 ribu.
- Piring, sendok, gelas, dan perlengkapan makan: Sekitar Rp100–Rp300 ribu.
- Meja dan kursi: Sekitar Rp200–Rp400 ribu.
- Peralatan tambahan: Sekitar Rp200–Rp400 ribu.
Jika dijumlahkan, modal awal untuk usaha seblak sederhana diperkirakan sekitar Rp2,9–Rp5,1 juta. Kamu bisa menyesuaikannya dengan peralatan yang sudah ada.
Selain itu, siapkan dana operasional untuk membeli bahan baku, kemasan, gas, serta kebutuhan tempat. Biayanya sekitar Rp1,8–Rp2,2 juta per bulan.
Jika menjual 20 porsi per hari dengan harga Rp7.000–Rp10.000, omzet bulanan diperkirakan mencapai Rp4,2–Rp6 juta sebelum dikurangi biaya operasional.
Sebaiknya, jangan menghabiskan seluruh modal untuk peralatan. Sisihkan sebagian sebagai modal kerja agar operasional tetap berjalan saat penjualan belum stabil.
Perlu dicatat juga bahwa besarnya keuntungan tidak dapat ditentukan hanya dari omzet karena perlu dipertimbangkan juga pembelian bahan baku, gas, sewa, tenaga kerja, serta biaya operasional lainnya.
Baca juga: Cara Menghitung HPP Makanan dengan Tepat dan Cepat
Keuntungan Merintis Usaha Seblak
Seblak termasuk usaha makanan yang memiliki pasar yang cukup luas karena dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
Selama kamu mampu mempertahankan rasa, harga, dan kualitas produk, bisnis ini berpotensi menghasilkan keuntungan sekaligus berkembang secara bertahap. Adapun beberapa keuntungan dari menjalankan usaha seblak adalah sebagai berikut:
1. Modal Minim
Salah satu daya tarik bisnis seblak adalah modalnya yang relatif terjangkau. Dengan beberapa juta rupiah, kamu sudah bisa menyiapkan kebutuhan dasar untuk mulai berjualan.
Kamu juga tidak harus menyewa tempat yang mahal. Memulai dari rumah atau menggunakan gerobak dapat membantu menekan biaya sekaligus menguji respons pasar.
2. Target Pasar Luas
Seblak memiliki cita rasa gurih dan pedas yang cukup dekat dengan selera masyarakat Indonesia. Target pasarnya pun luas, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga keluarga.
Agar semakin menarik, kamu bisa menghadirkan variasi topping, seperti mozzarella, daging asap, sosis, bakso, atau pilihan tingkat kepedasan.
Dengan melakukan inovasi tersebut, kamu dapat membantu produk tampil berbeda dari kompetitor.
3. Bahan Baku Murah dan Mudah Didapatkan
Bahan utama seblak mudah ditemukan di pasar maupun toko bahan makanan, mulai dari kerupuk kanji, telur, cabai, bawang, kencur, hingga berbagai topping.
Meski mudah diperoleh, kualitas dan kesegaran bahan tetap perlu diperhatikan agar rasa seblak terjaga dan pelanggan semakin percaya pada produkmu.
4. Promosi Fleksibel
Promosi usaha seblak dapat dilakukan melalui media sosial dengan biaya yang relatif rendah. Manfaatkan foto makanan, video memasak, promo, dan konten pelanggan untuk menarik perhatian.
Buat juga identitas visual yang mudah dikenali pada gerobak, kemasan, atau tempat usaha. Dengan begitu, pelanggan akan lebih mudah mengingat dan merekomendasikan bisnis kamu.
5. Pembuatan Mudah
Proses membuat seblak cukup sederhana sehingga cocok untuk pemula. Rendam kerupuk hingga lunak, lalu haluskan bawang, cabai, dan kencur sebelum ditumis hingga harum.
Masukkan kerupuk dan topping, lalu tambahkan telur, air, garam, penyedap, dan kecap. Masak hingga bumbu meresap dan air menyusut, lalu sajikan selagi hangat.
Itulah hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang persiapan modal usaha seblak. Seperti yang disebutkan di atas, bisnis seblak memiliki perputaran penjualan yang cukup cepat karena produknya diminati oleh berbagai kalangan.
Namun, ketika usaha seblak mulai berkembang, kamu mungkin membutuhkan dana tambahan untuk membeli peralatan, menambah stok, memperbaiki tempat usaha, atau memperluas operasional.
Oleh karena itu, pilihan pendanaan perlu dipertimbangkan dengan matang agar perkembangan usaha tetap sehat.
Gadai BPKB Pegadaian dapat menjadi salah satu pilihan pembiayaan usaha yang bisa kamu pilih, dengan menjadikan BPKB kendaraan bermotor sebagai agunan.
Jadi, meskipun BPKB digunakan sebagai jaminan, kendaraan tetap dapat digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari maupun operasional usaha.
Pembiayaan ini ditujukan untuk kebutuhan usaha dengan skema pembayaran yang transparan serta pilihan tenor yang dapat disesuaikan dengan kemampuan pembayaran.
Untuk mengajukan pembiayaan, penuhi persyaratan umum, seperti WNI dengan e-KTP, berdomisili tetap, lolos pemeriksaan skor kredit, serta berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah dan maksimal 75 tahun.
Pastikan juga usaha tidak dilarang oleh pemerintah. Lokasi usaha harus berada di outlet terdekat, maksimal sekitar 15 km atau 1 jam perjalanan darat.
Usaha yang dimiliki harus sudah berjalan minimal 1 tahun dan memiliki perizinan seperti NIB (Nomor Induk Berusaha). NPWP juga diperlukan.
Jika tertarik, kamu bisa mengajukan Gadai BPKB melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau secara langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat.
Setelah pengajuan, petugas akan melakukan verifikasi dan survei sebelum tim Pegadaian menyetujui kebutuhan pinjaman. Selama masa kredit, kamu juga akan mendapatkan pendampingan.
Dengan dukungan Gadai BPKB Pegadaian, mari kembangkan bisnismu secara lebih terencana dan terarah.
Baca juga: 14 Usaha Makanan Ringan Serba 1.000 yang Tetap Untung
Berita dan Artikel Lainnya

Wirausaha
Proses Bisnis: Pengertian, Fungsi, Tahapan, dan Contohnya
Proses bisnis yang teratur membantu perusahaan bekerja dengan lebih efisien. Simak penjelasan terkait fungsi, manfaat, serta contohnya di sini.

Wirausaha
Apa Itu Revenue? Pahami Arti, Jenis, dan Cara Menghitungnya
Revenue adalah salah satu indikator penting dalam bisnis yang menunjukkan total pendapatan dari aktivitas usaha. Simak selengkapnya di artikel ini.

Wirausaha
Franchise: Pengertian, Keuntungan, dan Tips Memulainya
Franchise adalah jenis wirausaha yang didasarkan pada kesepakatan bagi hasil atas hak pengelolaan dan pemasaran. Yuk, pahami selengkapnya di artikel ini!

