Berapa Modal Usaha Martabak? Ini Simulasi Hitungannya

Oleh Pegadaian dalam Wirausaha

08 September 2026
Bagikan :
image detail artikel

Martabak merupakan salah satu hidangan kuliner populer yang mudah ditemukan di berbagai daerah di Indonesia. Popularitas martabak yang tidak pernah redup ini membuka peluang usaha yang menjanjikan.

Dengan modal usaha martabak yang bisa disesuaikan, bisnis kuliner ini menarik untuk dicoba. Sebelum mulai membuka usaha sendiri, mari simak peluang, kebutuhan modal, potensi keuntungan, hingga risiko yang perlu dipertimbangkan berikut ini.

Peluang Usaha Martabak

Usaha martabak memiliki peluang yang cukup menjanjikan karena makanan ini sudah dikenal luas dan memiliki banyak peminat.

Selain bisa dimulai dengan skala kecil, waktu jualannya juga cukup fleksibel untuk menyesuaikan dengan kondisi kamu.

Sebelum menghitung kebutuhan modal dan potensi keuntungannya, ada beberapa kelebihan yang membuat usaha martabak menarik untuk dipertimbangkan. Berikut beberapa di antaranya:

1. Pangsa Pasar

Martabak bisa ditemukan di berbagai daerah dengan jenis dan penyajian yang beragam. Makanan ini juga digemari oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

2. Bahan Dasar

Bahan untuk membuat martabak relatif mudah ditemukan, seperti tepung terigu, telur, gula, dan berbagai bahan pelengkap lainnya. Kamu juga bisa menyesuaikan pilihan bahan dan topping dengan konsep usaha.

3. Waktu Kerja

Martabak umumnya banyak dicari pada sore hingga malam hari. Kondisi ini cocok bagi kamu yang memiliki pekerjaan utama pada pagi hingga sore dan ingin menjalankan usaha sebagai penghasilan tambahan.

4. Modal Awal

Modal untuk memulai usaha martabak dapat disesuaikan dengan skala bisnis yang dipilih. Kamu bisa memulai dari rumah atau menggunakan gerobak sederhana dengan perlengkapan dasar terlebih dahulu.

Baca juga: 20 Ide Bisnis 2026 yang Menjanjikan untuk Pemula dan Minim Modal

Berapa Modal Usaha Martabak?

Besaran modal usaha martabak dapat berbeda-beda tergantung konsep, lokasi, kapasitas produksi, dan harga bahan baku. Berikut simulasi sederhananya:

1. Modal Awal

Untuk memulai usaha dengan konsep gerobak sederhana, kamu bisa menyiapkan modal awal sekitar Rp3,1 juta. Berikut rincian estimasinya:

  • Gerobak: Rp2 juta.
  • Satu set alat memasak: Rp500 ribu.
  • Satu set alat pembungkus makanan: Rp100 ribu.
  • Wadah dan perlengkapan lainnya: Rp500 ribu.


Totalnya sekitar Rp3,1 juta. Nominal tersebut merupakan estimasi dan dapat berbeda tergantung pada jenis peralatan, kualitas barang, serta lokasi pembelian. Kamu juga bisa menekan modal awal dengan menggunakan peralatan yang sudah ada di rumah.

2. Biaya Operasional

Selain modal awal, kamu perlu menyiapkan biaya operasional untuk membeli bahan baku dan kebutuhan produksi. Berdasarkan simulasi selama 30 hari, berikut perkiraan biayanya:

  • Tepung terigu: Rp90 ribu × 30 = Rp2,7 juta.
  • Ragi instan: Rp6 ribu × 30 = Rp180 ribu.
  • Baking powder: Rp5 ribu × 30 = Rp150 ribu.
  • Telur: Rp5,5 ribu × 30 = Rp165 ribu.
  • Gula pasir: Rp22 ribu × 30 = Rp660 ribu.
  • Garam: Rp45 ribu.
  • Susu kental manis: Rp1,5 ribu × 30 = Rp45 ribu.
  • Meses: Rp10 ribu × 30 = Rp300 ribu.
  • Keju: Rp12 ribu × 30 = Rp360 ribu.
  • Pembungkus: Rp8,5 ribu × 30 = Rp255 ribu.
  • Gas 3 kg: Rp18 ribu × 10 = Rp180 ribu.


Jadi, dengan total operasional per bulan sekitar Rp5 jutaan, simulasi kebutuhan modal usaha martabak untuk modal awal dan operasional bulan pertama sekitar Rp8,1 jutaan.

Perlu diingat, angka tersebut hanya perkiraan dan dapat berubah sesuai dengan harga bahan baku serta skala produksi.

Potensi Keuntungan Usaha Martabak

Keuntungan usaha martabak sangat bergantung pada harga jual, jumlah porsi yang terjual, biaya bahan baku, dan pengeluaran lainnya.

Oleh karena itu, jangan hanya melihat ramainya pembeli, tetapi hitung juga keuntungan bersih yang benar-benar diperoleh. Berikut cara menghitung estimasi keuntungan yang perlu kamu ketahui:

1. Estimasi Keuntungan Harian dan Balik Modal

Sebagai gambaran, harga jual martabak dapat berada pada kisaran Rp20 ribu–Rp50 ribu per porsi, tergantung ukuran, jenis, dan topping.

Jika kamu mampu menjual 20 porsi per hari dengan rata-rata keuntungan bersih Rp10 ribu per porsi, maka keuntungan harian sekitar Rp200 ribu. Apabila penjualan berjalan selama 30 hari, potensi keuntungan bersihnya sekitar Rp6 juta per bulan.

Dengan asumsi tersebut, modal awal peralatan sekitar Rp3,1 juta secara matematis dapat kembali dalam kurang lebih 1–2 bulan.

Namun, perhitungan tersebut hanya simulasi. Waktu balik modal bisa lebih lama karena ada biaya sewa, listrik, transportasi, tenaga kerja, promosi, dan bahan yang terbuang.

2. Tolok Ukur Keberhasilan Usaha

Usaha martabak yang ramai belum tentu otomatis menghasilkan keuntungan besar. Kamu juga perlu memantau Key Performance Indicator (KPI) untuk mengetahui apakah bisnis benar-benar berkembang.

Salah satunya adalah persentase biaya modal. Kamu dapat membandingkan total belanja bahan baku mingguan dengan penjualan pada periode yang sama.

Selain itu, pantau penjualan setiap minggu. Jika terus meningkat, artinya usaha berkembang dengan positif dan kamu bisa mulai mempertimbangkan untuk mengembangkannya.

Jumlah konsumen juga penting untuk dicatat. Data pelanggan harian atau mingguan dapat membantu kamu melihat perubahan jumlah konsumen serta tren usaha.

Baca juga: 13 Usaha Modal Kecil yang Belum Banyak Pesaing & Berpeluang Untung Besar

Risiko Usaha Martabak yang Harus Dihadapi

Setiap bisnis memiliki risiko, termasuk usaha martabak. Memahami risikonya sejak awal dapat membantu kamu menyusun strategi yang lebih matang. Berikut beberapa di antaranya:

  • Harga tepung, telur, gula, keju, dan bahan lainnya dapat berubah sewaktu-waktu: Kenaikan harga bisa meningkatkan biaya produksi sehingga kamu perlu menyesuaikan harga jual.
  • Perhatikan keamanan karena penjualan martabak biasanya berlangsung dari sore hingga malam hari: Pilih lokasi yang aman, terang, dan tidak terlalu sepi.
  • Jumlah kompetitornya cukup banyak: Agar lebih mudah bersaing, kamu perlu memiliki Unique Selling Point (USP), seperti rasa, variasi menu, ukuran, harga, pelayanan, atau kemasan.


Dengan mengetahui peluang, modal, keuntungan, dan risikonya, kamu bisa menentukan strategi usaha martabak dengan lebih percaya diri.

Apabila modal menjadi salah satu kendala dalam pengembangan bisnis di tengah jalan, ada pilihan pembiayaan yang dapat dipertimbangkan.

Kamu bisa memanfaatkan Gadai BPKB Pegadaian untuk memenuhi kebutuhan modal dengan menyerahkan BPKB kendaraan sebagai jaminan. Dengan begitu, kendaraan tetap dapat digunakan selama masa pembiayaan.

Dana yang diperoleh dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan produktif, seperti membeli bahan baku, perlengkapan usaha, maupun menunjang operasional harian.

Gadai BPKB Pegadaian juga menawarkan skema pembayaran yang fleksibel dengan pilihan tenor yang beragam.

Untuk persyaratan umum, calon nasabah harus WNI, memiliki e-KTP, berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, dan maksimal 75 tahun.

Selain itu, calon nasabah perlu berdomisili tetap, memiliki usaha yang diperbolehkan, telah lolos pemeriksaan riwayat kredit, serta memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).

Untuk persyaratan khusus, lokasi usaha maksimal 15 km atau 1 jam perjalanan darat dari outlet Pegadaian, telah berjalan minimal 1 tahun, serta memiliki perizinan, seperti NIB (Nomor Induk Berusaha).

Pengajuan Gadai BPKB dapat diawali melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau secara langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat. Jadi, dapatkan modal untuk mengembangkan usahamu dengan mengajukan Gadai BPKB Pegadaian.

Baca juga: Pinjaman Modal Usaha: Jenis, Syarat, Cara Pengajuan, dan Tips Memilihnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved