Exchange Rate: Definisi, Jenis, Cara Hitung, dan Contohnya

Perbedaan nilai mata uang dapat memengaruhi besarnya biaya transaksi lintas negara, keuntungan ekspor, hingga harga barang impor.
Karena itu, memahami pergerakan nilai tukar menjadi hal penting, terutama jika kamu berhubungan dengan aktivitas bisnis atau investasi yang melibatkan negara lain.
Dalam konteks tersebut, exchange rate adalah istilah yang perlu dipahami karena berkaitan langsung dengan proses perdagangan internasional dan transaksi mata uang asing.
Agar lebih memahami pengertian, cara kerja, hingga faktor yang memengaruhinya, simak penjelasan lengkapnya sampai akhir.
Apa Itu Exchange Rate?
Exchange rate adalah nilai tukar yang menunjukkan perbandingan nilai antara satu mata uang dengan mata uang negara lain.
Nilai ini menjadi acuan untuk mengetahui berapa banyak mata uang asing yang bisa diperoleh ketika menukarkan sejumlah mata uang tertentu.
Keberadaan exchange rate memiliki peran penting dalam berbagai aktivitas ekonomi, terutama yang melibatkan transaksi antarnegara.
Misalnya, saat perusahaan melakukan ekspor dan impor, investor menanamkan modal di luar negeri, atau masyarakat melakukan perjalanan ke negara lain, nilai tukar akan menentukan besarnya biaya maupun nilai transaksi yang terjadi.
Dalam perdagangan valuta asing (forex), exchange rate juga menjadi dasar penentuan harga suatu pasangan mata uang.
Nilainya tidak selalu tetap, melainkan dapat berubah sewaktu-waktu karena dipengaruhi oleh berbagai kondisi ekonomi maupun kebijakan suatu negara.
Oleh sebab itu, memahami exchange rate dapat membantu kamu mengambil keputusan yang lebih tepat ketika melakukan transaksi menggunakan mata uang asing.
Bagaimana Cara Kerja Exchange Rate?
Exchange rate bekerja berdasarkan perbandingan nilai antara dua mata uang yang diperdagangkan dalam bentuk pasangan mata uang (currency pair).
Sebagai contoh, pasangan EUR/USD menunjukkan nilai tukar antara Euro dan Dolar Amerika Serikat. Nilai tersebut menunjukkan berapa banyak Dolar AS yang dibutuhkan untuk memperoleh satu Euro.
Besarnya exchange rate dipengaruhi oleh berbagai indikator ekonomi dari masing-masing negara, seperti tingkat suku bunga, pertumbuhan ekonomi, produk domestik bruto (PDB), hingga tingkat pengangguran.
Kondisi ekonomi yang lebih kuat biasanya dapat meningkatkan daya tarik mata uang suatu negara sehingga memengaruhi nilai tukarnya.
Penentuan nilai tukar juga terjadi melalui pasar valuta asing (foreign exchange market atau forex), yaitu pasar global tempat mata uang diperjualbelikan oleh bank, lembaga keuangan, perusahaan investasi, hingga pelaku pasar lainnya.
Pasar ini beroperasi secara berkelanjutan sehingga perubahan nilai tukar dapat terjadi kapan saja, baik dalam skala kecil maupun besar, mengikuti perkembangan kondisi ekonomi dan permintaan pasar.
Baca juga: 10 Negara dengan Mata Uang Tertinggi di Dunia, Ini Urutannya!
Faktor yang Memengaruhi Pergerakan Exchange Rate
Pergerakan exchange rate tidak terjadi begitu saja. Nilai tukar mata uang dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, di antaranya sebagai berikut.
1. Sistem Nilai Tukar yang Digunakan
Setiap negara memiliki kebijakan nilai tukar yang berbeda. Pada sistem nilai tukar mengambang, kurs akan bergerak mengikuti mekanisme permintaan dan penawaran di pasar.
Sementara itu, pada sistem nilai tukar tetap, pemerintah atau bank sentral menetapkan nilai tukar tertentu terhadap mata uang lain sehingga pergerakannya lebih terkendali.
2. Permintaan dan Penawaran Mata Uang
Semakin tinggi permintaan terhadap suatu mata uang, nilainya cenderung meningkat. Sebaliknya, apabila permintaannya menurun atau jumlah mata uang yang beredar semakin banyak, nilai tukarnya dapat mengalami pelemahan.
3. Kebijakan Suku Bunga
Perubahan suku bunga yang ditetapkan bank sentral dapat memengaruhi arus investasi asing.
Suku bunga yang lebih tinggi umumnya menarik investor karena menawarkan potensi imbal hasil yang lebih besar, sehingga permintaan terhadap mata uang negara tersebut ikut meningkat.
4. Kondisi Ekonomi dan Prospek Masa Depan
Pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, hingga stabilitas suatu negara turut memengaruhi nilai tukar mata uang.
Selain kondisi saat ini, pelaku pasar juga mempertimbangkan perkiraan kondisi ekonomi di masa depan. Ekspektasi tersebut sering tercermin pada nilai tukar forward (forward rate), yaitu nilai tukar yang didasarkan pada prediksi pergerakan mata uang di masa mendatang.
Jenis-Jenis Exchange Rate?
Setiap negara menerapkan sistem nilai tukar yang berbeda sesuai dengan kebijakan ekonomi dan kondisi pasarnya. Secara umum, terdapat beberapa jenis exchange rate yang paling banyak digunakan, yaitu sebagai berikut.
1. Kurs Tetap (Fixed Exchange Rate)
Kurs tetap merupakan sistem nilai tukar yang ditentukan oleh otoritas moneter, seperti bank sentral. Nilainya dipatok pada tingkat tertentu terhadap mata uang lain sehingga tidak berubah mengikuti mekanisme permintaan dan penawaran di pasar.
Melalui sistem ini, pemerintah dapat menjaga kestabilan nilai mata uang, meskipun biasanya memerlukan intervensi secara berkala.
2. Kurs Mengambang Terkendali (Managed Floating Exchange Rate)
Pada sistem ini, nilai tukar sebagian besar mengikuti kondisi pasar. Namun, bank sentral tetap dapat melakukan intervensi apabila terjadi gejolak yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi.
Dengan demikian, pergerakan nilai tukar tetap mencerminkan kondisi pasar, tetapi masih berada dalam pengawasan pemerintah.
3. Kurs Mengambang Bebas (Free Floating Exchange Rate)
Kurs mengambang bebas merupakan sistem nilai tukar yang sepenuhnya ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran di pasar valuta asing.
Pemerintah tidak melakukan intervensi secara langsung sehingga nilai mata uang dapat naik atau turun sesuai kondisi ekonomi dan sentimen pasar. Sistem ini umumnya diterapkan oleh negara yang memiliki perekonomian relatif stabil.
Baca juga: 10 Negara dengan Mata Uang Paling Rendah di Dunia, Apa Saja?
Bagaimana Cara Menghitung Exchange Rate Beserta Contohnya
Menghitung exchange rate pada dasarnya bertujuan untuk mengetahui nilai tukar rata-rata antara harga beli dan harga jual suatu mata uang.
Perhitungan ini dapat memberikan gambaran mengenai nilai tukar yang berlaku pada saat tertentu. Berikut langkah-langkah menghitung exchange rate:
1. Tentukan Pasangan Mata Uang
Pertama, tentukan dua mata uang yang akan dibandingkan, misalnya Euro (EUR) terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Pasangan mata uang ini menjadi dasar dalam proses perhitungan.
2. Ketahui Harga Beli
Setelah itu, coba cari informasi mengenai harga beli mata uang asing. Harga beli menunjukkan nilai yang harus dibayarkan untuk memperoleh satu unit mata uang asing menggunakan mata uang lainnya.
3. Ketahui Harga Jual
Selanjutnya, cari harga jual mata uang tersebut. Harga jual merupakan nilai yang diterima ketika menjual satu unit mata uang asing.
4. Hitung Nilai Rata-Rata
Setelah memperoleh harga beli dan harga jual, gunakan rumus berikut.
Exchange Rate = (Harga Beli + Harga Jual) ÷ 2
Sebagai contoh, berdasarkan Kurs BRI E-Rate yang terakhir diperbarui pada 17 Juli 2026, diketahui bahwa:
- Harga beli Euro (EUR) = Rp20.372,62
- Harga jual Euro (EUR) = Rp20.652,50
Maka perhitungannya menjadi:
Exchange Rate = (20.372,62 + 20.652,50) ÷ 2 = Rp20.512,56
Artinya, berdasarkan data Kurs BRI E-Rate pada 17 Juli 2026, nilai tukar rata-rata Euro terhadap Rupiah dari hasil perhitungan tersebut sebesar Rp20.512,56.
Perlu diingat bahwa nilai tukar mata uang dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar sehingga hasil perhitungannya juga dapat berbeda apabila menggunakan data pada tanggal yang lain.
Oleh karena itu, apabila kamu melakukan transaksi mata uang asing atau berinvestasi di pasar forex, penting untuk selalu memantau pergerakan nilai tukar secara berkala.
Memahami exchange rate tidak hanya penting bagi pelaku ekspor-impor atau investor, tetapi juga bagi siapa saja yang menjalankan usaha.
Perubahan nilai tukar dapat memengaruhi harga bahan baku, biaya operasional, hingga keuntungan bisnis.
Dengan memahami cara kerja dan faktor yang memengaruhi exchange rate, kamu dapat mengambil keputusan keuangan yang lebih tepat serta menyusun strategi usaha yang lebih matang ketika menghadapi dinamika ekonomi.
Di sisi lain, ketika perubahan kondisi ekonomi membuat kebutuhan modal usaha meningkat, penting bagi kamu untuk memiliki akses pembiayaan yang sesuai dengan kemampuan finansial agar operasional bisnis tetap berjalan dengan baik.
Apabila perkembangan usaha membutuhkan tambahan modal, pastikan kamu memilih sumber pembiayaan yang mengantongi izin resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti Gadai BPKB dari Pegadaian.
Layanan pinjaman modal usaha tersebut memanfaatkan jaminan BPKB kendaraan bermotor.
Melalui produk ini, kamu bisa memperoleh tambahan dana untuk mengembangkan usaha tanpa harus menghentikan aktivitas operasional karena kendaraan yang dijaminkan tetap dapat digunakan.
Selain itu, Gadai BPKB juga menawarkan skema pembayaran yang fleksibel dengan pilihan tenor yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan usahamu.
Untuk mengajukan Gadai BPKB Pegadaian, kamu perlu memenuhi beberapa persyaratan umum, seperti berstatus Warga Negara Indonesia (WNI), memiliki e-KTP, berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah hingga maksimal 75 tahun, memiliki domisili tetap.
Selain itu, ketentuan lainnya adalah usaha yang kamu jalankan tidak bertentangan dengan ketentuan pemerintah dan lolos proses screening.
Bagi pengajuan dengan nominal tertentu, terdapat persyaratan tambahan, seperti memiliki NPWP, dokumen legalitas usaha, lokasi usaha yang masih dalam jangkauan outlet Pegadaian, serta usaha telah berjalan minimal satu tahun.
Jangan biarkan keterbatasan modal menghambat perkembangan bisnismu. Manfaatkan Gadai BPKB Pegadaian dengan mengajukan pinjaman di kantor cabang Pegadaian terdekat dan dapatkan tambahan modal usaha dari lembaga resmi!
Baca juga: Apa yang Menyebabkan Nilai Mata Uang Rupiah Menguat dan Melemah?
Berita dan Artikel Lainnya

Wirausaha
Konsinyasi: Pengertian, Manfaat, Syarat, & Kekurangannya
Konsinyasi adalah bentuk kerja sama dalam bisnis dengan metode penitipan barang oleh satu pihak kepada pihak lainnya. Simak pembahasannya di artikel ini.

Wirausaha
Bekas Pengurus Masjid yang Sukses Kelola 442 Cabang Bisnis
Stigma atau cap teroris yang sering dilekatkan kepada alumni Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Solo, Jawa Tengah tidaklah selalu benar. Memang ada segelintir alumni pesantren ini yang terbukti terlibat dalam aksi terorisme Bom Bali tahun 2002 yang menewaskan 200 orang lebih. Tetapi pesantren ini memiliki tidak kurang dari 15.000 alumni yang hidup tersebar dalam kiprah kehidupan […]

Wirausaha
Ide Bisnis Industri Kreatif untuk Anak Muda
kalau Anda adalah seorang pemuda yang ingin berkembang dan memulai bisnis, berikut beberapa ide bisnis industri kreatif anak muda yang bisa dipertimbangkan.

