Cara Merencanakan Dana Umrah dalam 2 Tahun dengan Terencana

Oleh Pegadaian dalam Keuangan

20 August 2026
Bagikan :
image detail artikel

Sudah mulai menabung untuk umrah, tetapi masih bingung bagaimana mengatur targetnya agar bisa berangkat dalam 2 tahun? Kondisi ini cukup sering dialami karena biaya umrah tidak sedikit dan biasanya terus meningkat.

Tanpa perencanaan yang jelas, dana yang sudah terkumpul bisa terpakai untuk kebutuhan lain sehingga target keberangkatan menjadi tertunda. Untuk itu, kamu perlu menyusun rencana keuangan agar target umrah tercapai.

Lantas, seperti apa langkah-langkah yang perlu kamu lakukan? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

Cara Merencanakan Dana Umrah dalam 2 Tahun

Perencanaan yang matang akan membantu kamu mencapai target dana umrah sesuai waktu yang diinginkan. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu terapkan:

1. Cari Tahu Gambaran Biaya Umrah Sejak Awal

Mulailah dengan mencari kisaran biaya paket umrah yang sesuai dengan kebutuhanmu. Perhatikan biaya tiket pesawat, hotel, konsumsi, transportasi, visa, perlengkapan, vaksinasi, serta uang saku.

Jangan hanya menggunakan harga paket termurah sebagai patokan. Tambahkan dana cadangan untuk mengantisipasi perubahan harga atau kebutuhan mendadak.

Dengan mengetahui perkiraan total biaya umrah, kamu bisa menentukan target tabungan yang lebih realistis.

2. Riset Agen Travel Terbaik

Pilih agen perjalanan umrah yang memiliki izin resmi, rekam jejak yang baik, jadwal keberangkatan yang jelas, serta informasi paket yang transparan.

Bandingkan fasilitas, lokasi hotel, maskapai, durasi perjalanan, pendamping ibadah, serta biaya tambahan.

Hindari memilih travel hanya karena menawarkan harga yang sangat murah. Dengan riset sejak awal, kamu bisa memahami paket yang tersedia dan mengurangi risiko memilih travel yang salah.

3. Ubah Strategi Budgeting

Setelah mengetahui target biaya, sesuaikan anggaran bulananmu. Kamu dapat menggunakan pembagian sederhana antara kebutuhan utama, tabungan, dan keinginan pribadi. Tempatkan dana umrah sebagai bagian dari kewajiban bulanan, bukan sebagai sisa uang.

Saat menerima penghasilan, langsung sisihkan dana sesuai target sebelum menggunakannya untuk kebutuhan lain. Cara ini membuat proses menabung menjadi lebih disiplin.

4. Tentukan Nominal Tabungan

Bagi total target dana dalam 24 bulan. Misalnya, kamu menargetkan dana Rp36 juta, maka setoran dasar yang perlu disiapkan sekitar Rp1,5 juta per bulan.

Tambahkan sedikit ruang untuk dana cadangan agar kamu tidak kewalahan jika biaya perjalanan meningkat.

Apabila nominal bulanan terasa terlalu berat, evaluasi pilihan paket, perpanjang masa persiapan umrah, atau tingkatkan penghasilan.

5. Catat dan Kontrol Arus Keuangan Bulanan

Catat seluruh pemasukan dan pengeluaran, baik di buku, aplikasi, maupun lembar kerja sederhana. Dari catatan tersebut, kamu dapat melihat pengeluaran terbesar, kebiasaan belanja, serta bagian yang masih bisa ditekan.

Lakukan pemeriksaan setiap akhir minggu atau akhir bulan. Kontrol rutin membantu kamu memastikan bahwa setoran dana umrah tetap berjalan lancar.

Baca juga: 5 Rukun Umrah: Syarat dan Keutamaan Pelaksanaannya

6. Buka Rekening Khusus untuk Menabung Umrah

Pisahkan dana umrah dari rekening yang digunakan untuk transaksi sehari-hari. Rekening khusus dapat mengurangi keinginan untuk mengambil uang tabungan saat melihat saldo yang tersedia.

Kamu juga dapat mengaktifkan pemindahan dana otomatis setiap tanggal saat menerima penghasilan.

7. Cari Penghasilan Tambahan

Jika penghasilan utama belum cukup untuk mengejar target, cari sumber pemasukan tambahan yang sesuai dengan kemampuan dan waktu luangmu.

Kamu dapat melakukan freelance, menjual produk, menawarkan jasa, menjadi pengajar, atau memanfaatkan keahlian digital.

Tetapkan bahwa sebagian besar penghasilan tambahan langsung masuk ke rekening umrah. Dengan demikian, target dapat tercapai lebih cepat tanpa terlalu menekan anggaran utama.

8. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Penting

Periksa kembali pengeluaran untuk makan di luar, langganan yang jarang digunakan, belanja impulsif, hiburan, atau perjalanan yang bisa ditunda.

Setiap penghematan kecil dapat dialihkan ke dana untuk umrah. Konsistensi dalam mengurangi pengeluaran selama 24 bulan dapat memberikan hasil yang cukup besar.

9. Hindari Utang Konsumtif

Utang konsumtif dapat mengurangi kemampuanmu menabung karena sebagian penghasilan harus digunakan untuk membayar cicilan dan biaya tambahan.

Sebelum membeli sesuatu dengan cicilan, tanyakan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan dan apakah pembayarannya akan mengganggu target umrah.

Prioritaskan pelunasan utang yang sudah ada, terutama utang dengan beban tinggi. Setelah beban cicilan berkurang, kamu dapat mengalokasikan dana yang sebelumnya digunakan untuk membayar utang ke tabungan umrah.

10. Jaga Niat dan Konsistensi

Perjalanan menyiapkan dana selama 2 tahun membutuhkan kesabaran. Tuliskan target keberangkatan, pasang pengingat di tempat yang sering dilihat, dan pantau perkembangan tabungan setiap bulan.

11. Evaluasi Target Tabungan Secara Berkala

Luangkan waktu setiap 1 atau 2 bulan untuk mengevaluasi perkembangan tabungan umrah. Bandingkan jumlah dana yang sudah terkumpul dengan target yang telah ditentukan. Evaluasi rutin akan membantu memastikan rencana keuangan tetap berjalan sesuai target.

12. Tetapkan Target Keberangkatan yang Jelas

Menentukan perkiraan bulan atau musim keberangkatan dapat menjadi motivasi agar kamu lebih disiplin dalam menabung.

Dengan target yang jelas, kamu juga bisa menyesuaikan waktu pemesanan paket umrah serta mempersiapkan berbagai dokumen yang diperlukan sejak jauh-jauh hari. Cara ini membuat seluruh proses persiapan terasa lebih terarah dan tidak terburu-buru.

Merencanakan dana umrah dalam 2 tahun memang membutuhkan kedisiplinan, terlebih karena ada kemungkinan perubahan harga paket pada waktu mendatang.

Jika kamu ingin mengamankan porsi keberangkatan lebih awal tanpa harus menunggu dana terkumpul sepenuhnya, Pembiayaan Wisata dari Pegadaian dapat menjadi solusi yang layak dipertimbangkan.

Layanan Pembiayaan Wisata telah sesuai dengan fatwa DSN-MUI dan proses pembiayaannya dilakukan berdasarkan prinsip syariah.

Melalui Pembiayaan Wisata, Pegadaian juga bekerja sama dengan berbagai mitra travel yang menawarkan beragam pilihan paket dan destinasi sehingga kamu dapat menyesuaikan pilihanmu dengan kebutuhan dan rencana perjalanan ibadah.

Untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai persyaratan, simulasi pembiayaan, maupun proses pengajuannya, kamu dapat langsung mengunjungi kantor cabang Pegadaian terdekat. Yuk, persiapkan perjalanan umrah impianmu mulai sekarang bersama Pegadaian!

Baca juga: Umrah Backpacker: Definisi, Regulasi, & Risiko Pelaksanaan

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved