Yield Obligasi: Pengertian, Jenis, Cara Hitung, & Faktornya

Oleh Pegadaian dalam Investasi

10 August 2026
Bagikan :
image detail artikel

Yield obligasi adalah salah satu indikator penting yang perlu dipahami sebelum investor membeli surat utang.

Melalui yield, investor dapat menilai potensi imbal hasil yang mungkin diperoleh, sekaligus membandingkan satu obligasi dengan obligasi lainnya.

Dengan memahami konsep yield obligasi, kamu bisa membuat keputusan investasi yang lebih tepat dan sesuai dengan tujuan keuanganmu. Mari simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Yield Obligasi?

Yield obligasi adalah tingkat pengembalian yang diperoleh investor dari investasi obligasi selama periode tertentu.

Nilai yield obligasi menjadi salah satu indikator penting karena membantu kamu mengetahui potensi keuntungan sekaligus risiko dari sebuah surat utang sebelum memutuskan untuk berinvestasi.

Berbeda dengan kupon obligasi, yield mencerminkan keuntungan berdasarkan harga obligasi di pasar. Itulah sebabnya perubahan harga obligasi akan memengaruhi besarnya yield yang diterima investor.

Yield dan harga obligasi memiliki hubungan yang berbanding terbalik. Ketika harga obligasi turun, yield akan meningkat.

Sebaliknya, saat harga obligasi naik, yield cenderung menurun sehingga potensi imbal hasil bagi investor juga berubah.

Bagi investor, memahami yield menjadi langkah penting untuk membandingkan berbagai instrumen obligasi.

Selain memperkirakan potensi keuntungan, yield juga membantu menentukan apakah suatu obligasi sesuai dengan tujuan investasi dan profil risiko yang dimiliki.

Baca juga: Memahami 6 Perbedaan SBN dan Obligasi, Investor Wajib Tahu!

Jenis Yield Obligasi

Yield obligasi memiliki beberapa metode pengukuran sesuai tujuan analisis investasi sehingga investor dapat mengambil keputusan dengan lebih tepat. Berikut penjelasannya:

1. Yield to Maturity (YTM)

Yield to Maturity (YTM) menunjukkan estimasi tingkat pengembalian rata-rata yang diperoleh investor apabila obligasi dibeli pada harga pasar saat ini dan disimpan hingga jatuh tempo.

Perhitungannya mempertimbangkan harga pasar, nilai nominal, kupon, dan sisa waktu jatuh tempo, sehingga sering dijadikan acuan utama saat membandingkan beberapa obligasi.

2. Yield Berjalan (Current Yield)

Yield berjalan merupakan perbandingan antara kupon tahunan dan harga pasar obligasi saat ini, yang nilainya menunjukkan potensi pendapatan tahunan berdasarkan harga obligasi yang berlaku di pasar.

Pada tingkat portofolio, Current Yield juga dapat menggambarkan rata-rata imbal hasil seluruh obligasi yang dimiliki investor.

3. Nominal Yield

Nominal Yield merupakan tingkat kupon yang ditetapkan berdasarkan nilai nominal obligasi. Nilai ini telah ditentukan sejak obligasi diterbitkan.

Pada obligasi berbunga tetap, Nominal Yield tidak berubah hingga jatuh tempo. Sementara pada obligasi berbunga mengambang maupun obligasi terindeks, pembayaran kupon dapat berubah mengikuti acuan yang digunakan.

4. Yield to Call (YTC)

Yield to Call menghitung potensi pengembalian apabila obligasi ditebus oleh penerbit sebelum tanggal jatuh tempo sesuai ketentuan dalam prospektus.

Perhitungan YTC mempertimbangkan harga pasar, kupon, serta waktu hingga tanggal call sehingga relevan untuk obligasi yang memiliki fitur callable.

5. Yield to Worst (YTW)

Yield to Worst menggambarkan kemungkinan imbal hasil terendah yang masih dapat diterima investor tanpa menyebabkan gagal bayar.

Perhitungan YTW mempertimbangkan berbagai skenario, seperti pelunasan lebih awal atau sinking fund sehingga investor dapat memahami risiko imbal hasil minimum yang mungkin terjadi.

Faktor yang Memengaruhi Yield Obligasi

Beberapa faktor berikut dapat memengaruhi harga obligasi sehingga berdampak langsung pada yield yang diterima investor:

1. Suku Bunga Acuan

Perubahan suku bunga acuan BI (BI Rate) menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga obligasi. Kenaikan suku bunga biasanya membuat investor mengharapkan yield yang lebih tinggi sehingga harga obligasi di pasar dapat berubah.

2. Inflasi

Inflasi yang meningkat akan menurunkan daya beli hasil investasi. Oleh karena itu, investor biasanya meminta kompensasi berupa yield yang lebih tinggi.

3. Peringkat Surat Utang

Obligasi dengan peringkat kredit tinggi memiliki risiko gagal bayar yang lebih rendah. Kondisi ini meningkatkan minat investor sehingga harga obligasi cenderung naik dan yield cenderung menurun.

4. Nilai Tukar Rupiah

Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turut memengaruhi minat investor terhadap surat utang. Penguatan rupiah biasanya mendorong kenaikan harga obligasi sehingga yield menjadi lebih rendah.

5. Maturity

Semakin panjang tenor obligasi, umumnya semakin tinggi risiko yang ditanggung investor. Oleh karena itu, obligasi berjangka panjang biasanya menawarkan yield yang lebih tinggi.

Baca juga: Obligasi vs Emas, Mana yang Cocok untuk Jangka Panjang?

Perbedaan Tingkat Kupon dan Yield Obligasi

Tingkat kupon adalah bunga tetap yang dibayarkan oleh penerbit obligasi berdasarkan nilai nominal. Besarnya telah ditentukan sejak obligasi diterbitkan sehingga tidak berubah pada obligasi berbunga tetap.

Sementara itu, yield obligasi menunjukkan tingkat pengembalian investasi berdasarkan harga beli di pasar. Nilai ini dapat berubah setiap saat karena dipengaruhi oleh harga obligasi, tingkat kupon, dan sisa waktu jatuh tempo.

Saat harga obligasi turun, yield bisa menjadi lebih tinggi daripada tingkat kupon. Sebaliknya, ketika harga obligasi naik, yield dapat berada di bawah tingkat kupon sehingga memberikan gambaran return yang lebih realistis.

Cara Menghitung Yield Obligasi

Terdapat beberapa metode yang digunakan investor untuk menghitung yield obligasi sesuai dengan kebutuhan analisis, di antaranya:

1. Current Yield

Current Yield membandingkan besarnya kupon tahunan dengan harga pasar obligasi saat ini. Rumusnya:

Current Yield = (Kupon Tahunan ÷ Harga Pasar Obligasi) × 100%

Jika harga beli lebih rendah daripada nilai nominal, Current Yield akan lebih tinggi daripada tingkat kupon. Sebaliknya, jika harga beli lebih mahal, Current Yield menjadi lebih rendah.

2. Yield Sampai Jatuh Tempo

Disebut juga YTM, cara ini menghitung total pengembalian apabila obligasi disimpan hingga jatuh tempo.

Perhitungannya mempertimbangkan harga pasar, nilai nominal, kupon, dan waktu jatuh tempo. Karena cukup kompleks, investor menggunakan kalkulator keuangan atau Microsoft Excel.

3. Yield to Call

Yield to Call menghitung tingkat pengembalian apabila obligasi ditebus sebelum jatuh tempo. Metodenya hampir sama dengan YTM, tetapi menggunakan tanggal call sebagai dasar perhitungannya.

Hasil nilai Yield to Call ini penting untuk mengevaluasi obligasi yang memiliki fitur pelunasan lebih awal.

Memahami pergerakan yield obligasi secara berkala membantu investor mengelola portofolio dengan lebih bijak.

Selain memahami bahwa yield obligasi merupakan salah satu indikator penting dalam investasi, kamu juga dapat memperkuat portofolio melalui Cicil Emas Pegadaian.

Cicil Emas memungkinkan kamu memiliki emas batangan maupun emas digital dengan sistem cicilan tetap dan tenor yang fleksibel. Keunggulan lainnya meliputi:

  • Cicilan tetap meski harga emas meningkat.
  • Emas 24 karat bersertifikat SNI/LBMA.
  • Dapat dijual kembali melalui Galeri 24.
  • Pelunasan bisa dilakukan kapan saja.
  • Tersedia mulai dari 1 gram.


Persyaratan pengajuannya juga mudah, yaitu cukup menyiapkan fotokopi KTP yang masih berlaku dan membayar uang muka mulai dari 10%.

Pengajuan dapat dilakukan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau dengan datang langsung ke kantor cabang Pegadaian terdekat.

Dengan memahami yield obligasi sekaligus melakukan diversifikasi melalui Cicil Emas Pegadaian, kamu dapat membangun strategi investasi yang lebih seimbang untuk menghadapi berbagai kondisi pasar.

Baca juga: Reksa Dana Obligasi: Cara Kerja, Jenis, dan Tips Memilihnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved