Untung Rugi Obligasi Pemerintah vs Obligasi Korporasi

Oleh Pegadaian dalam Investasi

21 July 2026
Bagikan :
image detail artikel

Untung rugi obligasi pemerintah perlu dipahami sebelum kamu memutuskan untuk berinvestasi pada instrumen pendapatan tetap.

Meski dikenal sebagai salah satu instrumen dengan risiko relatif rendah, obligasi pemerintah tetap menjadi investasi yang perlu dipertimbangkan.

Di sisi lain, obligasi korporasi menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi, tetapi disertai tingkat risiko yang berbeda.

Dengan memahami kelebihan dan kekurangan masing-masing dalam artikel ini, kamu bisa memilih investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko. Mari simak pembahasannya hingga akhir.

Investasi Obligasi Pemerintah

Untung rugi obligasi pemerintah tidak bisa dilepaskan dari karakteristik instrumen yang diterbitkan langsung oleh Pemerintah Republik Indonesia untuk membiayai kebutuhan negara ini.

Melalui pembelian obligasi pemerintah, masyarakat meminjamkan dana kepada negara dan akan memperoleh imbal hasil berupa kupon hingga masa jatuh tempo.

Kupon obligasi pemerintah umumnya dibayarkan secara tetap sesuai dengan ketentuan penerbitannya. Harga obligasi juga cenderung lebih stabil dibandingkan instrumen investasi lain, meskipun tetap dapat berubah seiring dengan kondisi pasar.

Secara umum, Surat Berharga Negara (SBN) terdiri atas Surat Utang Negara (SUN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Sementara itu, Surat Perbendaharaan Negara (SPN) merupakan salah satu jenis SUN.

Di pasar sekunder, jenis yang cukup populer di antaranya adalah Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Fixed Rate (FR) yang menawarkan kupon tetap hingga jatuh tempo.

Meskipun menawarkan tingkat keamanan yang tinggi karena pembayaran pokok dan kupon dijamin oleh negara, investor tetap berpeluang memperoleh keuntungan maupun mengalami kerugian akibat perubahan harga obligasi sebelum jatuh tempo.

Keuntungan Obligasi Pemerintah

Berikut adalah beberapa keuntungan yang bisa kamu peroleh dari investasi obligasi pemerintah:

  • Potensi memperoleh capital gain: Jika harga obligasi naik di pasar sekunder, kamu berpeluang mendapatkan keuntungan dari selisih antara harga jual dan harga beli.
  • Kupon lebih menarik dibandingkan dengan rata-rata deposito: Imbal hasil obligasi pemerintah umumnya lebih tinggi daripada bunga deposito serta dibayarkan secara berkala.
  • Pembayaran pokok dan kupon dijamin negara: Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara beserta peraturan terkait, pemerintah berkewajiban melakukan pembayaran kepada investor.
  • Dapat dijadikan jaminan pinjaman: Beberapa lembaga keuangan menerima obligasi pemerintah sebagai agunan sehingga aset investasi tidak harus dijual saat membutuhkan dana.
  • Turut mendukung pembangunan nasional: Dana yang dihimpun melalui obligasi digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan dan kebutuhan negara.


Kerugian Obligasi Pemerintah

Beberapa risiko berikut perlu menjadi perhatian sebelum kamu memutuskan untuk membeli obligasi pemerintah:

  • Risiko suku bunga: Kenaikan suku bunga acuan biasanya membuat harga obligasi turun, begitu pula sebaliknya.
  • Risiko likuiditas: Dalam kondisi tertentu, obligasi dapat lebih sulit dijual di pasar sekunder. Meski demikian, obligasi pemerintah umumnya lebih likuid karena didukung oleh market maker.
  • Risiko maturitas: Semakin panjang tenor obligasi, semakin besar pula potensi perubahan harga akibat kondisi pasar.
  • Risiko gagal bayar: Risiko ini sangat kecil pada obligasi pemerintah karena pembayaran dijamin oleh negara selama pemerintah tetap menjalankan kewajibannya.


Baca juga: Memahami 6 Perbedaan SBN dan Obligasi, Investor Wajib Tahu!

Investasi Obligasi Korporasi

Untung rugi obligasi pemerintah sering dibandingkan dengan obligasi korporasi karena keduanya sama-sama menawarkan pendapatan tetap.

Bedanya, obligasi korporasi diterbitkan oleh perusahaan, baik BUMN, BUMD, maupun perusahaan swasta.

Dana hasil penerbitan obligasi digunakan oleh perusahaan untuk keperluan pendanaan. Sebagai imbalannya, investor memperoleh kupon hingga masa jatuh tempo, sedangkan pokok investasi akan dikembalikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kemampuan perusahaan untuk membayar kupon dan pokok utang bergantung pada kondisi keuangan serta prospek bisnisnya.

Keuntungan Obligasi Korporasi

Obligasi korporasi memiliki sejumlah kelebihan yang menarik bagi investor, yaitu:

  • Potensi capital gain: Investor dapat memperoleh keuntungan apabila berhasil menjual obligasi pada harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga belinya.
  • Pendapatan tetap dari kupon: Umumnya, obligasi korporasi menawarkan kupon yang lebih tinggi dibandingkan obligasi pemerintah maupun deposito, sehingga potensi pendapatan menjadi lebih besar.


Kerugian Obligasi Korporasi

Beberapa risiko utama dari obligasi korporasi yang tetap harus diketahui dan diwaspadai antara lain:

  • Fluktuasi harga obligasi: Perubahan suku bunga dapat memengaruhi harga obligasi di pasar sehingga nilai investasi bisa naik maupun turun.
  • Risiko gagal bayar (default): Jika kondisi keuangan perusahaan memburuk, terdapat kemungkinan perusahaan tidak mampu membayar kupon maupun pokok utang sesuai jadwal.


Baca juga: Obligasi vs Emas, Mana yang Cocok untuk Jangka Panjang?

Tips Investasi Obligasi yang Bisa Dicoba

Baik obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi memiliki karakteristik yang berbeda. Maka dari itu, pilihan terbaik bergantung pada tujuan investasi dan profil risiko masing-masing investor.

Kamu bisa mengikuti beberapa tips berikut untuk membantu memilih obligasi sesuai dengan kondisi finansialmu:

  • Kenali profil risiko: Investor konservatif biasanya lebih cocok memilih obligasi pemerintah, sedangkan investor moderat dan agresif dapat mempertimbangkan kombinasi obligasi pemerintah dan obligasi korporasi.
  • Perhatikan rating obligasi: Untuk obligasi korporasi, pilih yang memiliki peringkat investment grade agar tingkat risikonya lebih rendah.
  • Sesuaikan tenor dengan kebutuhan keuangan: Pilih jangka waktu yang sesuai dengan rencana penggunaan dana.
  • Lakukan diversifikasi: Menggabungkan obligasi pemerintah dan obligasi korporasi dapat membantu menyeimbangkan potensi keuntungan dan risiko investasi.


Menimbang untung rugi obligasi pemerintah maupun obligasi korporasi secara cermat akan membantu kamu membangun portofolio yang lebih seimbang.

Namun, kebutuhan dana mendadak terkadang muncul sebelum obligasi jatuh tempo, sedangkan menjual aset lebih awal bisa membuatmu kehilangan potensi keuntungan.

Jika kamu membutuhkan dana cepat tanpa harus melepas saham atau obligasi, Gadai Saham dan Obligasi di Pegadaian bisa menjadi solusi yang tepat.

Melalui layanan ini, kamu tetap memiliki obligasi maupun saham sebagai aset investasi, sekaligus memperoleh pinjaman sesuai dengan nilai jaminan.

Pegadaian menerima jaminan berupa saham yang termasuk dalam indeks IDX80 dengan haircut maksimal 30%, serta obligasi pemerintah seperti SUN dan ORI tanpa ketentuan minimum sisa jatuh tempo.

Adapun beberapa keunggulan yang ditawarkan antara lain aset investasi tetap menjadi milik nasabah, plafon pinjaman hingga miliaran rupiah, tenor yang fleksibel, serta tarif kompetitif mulai 0,625% untuk 15 hari pertama dan 0,0416% per hari setelahnya.

Proses pengajuannya juga mudah. Kamu dapat mengajukan permohonan ke Unit Gadai Efek Pegadaian atau melalui layanan yang disediakan oleh Pegadaian.

Setelah dokumen diverifikasi dan proses pledge efek selesai, dana pinjaman akan ditransfer ke rekening yang telah didaftarkan.

Untuk informasi lebih lanjut, kamu dapat menghubungi Unit Gadai Efek Pegadaian di nomor telepon/whatsapp 0813 8000 4200 atau 0819 4500 8000 (WA).

Dengan Gadai Saham dan Obligasi di Pegadaian, kamu tetap dapat mempertahankan portofolio investasi sekaligus memenuhi kebutuhan dana tanpa harus menjual obligasi sebelum jatuh tempo.

Baca juga: Reksa Dana Obligasi: Cara Kerja, Jenis, dan Tips Memilihnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved