Apa Itu Aset Riil? Kenali Contoh dan Strategi Investasinya

Oleh Pegadaian dalam Investasi

11 August 2026
Bagikan :
image detail artikel

Memilih instrumen investasi sering kali membuat banyak orang bingung karena pilihan yang tersedia sangat beragam. Ada yang berbentuk investasi digital, ada pula yang berbentuk fisik dan bisa langsung kamu lihat atau simpan.

Salah satu jenis investasi yang cukup diminati adalah aset riil. Selain memiliki bentuk fisik, aset ini juga memiliki nilai intrinsik sehingga tetap dibutuhkan dalam berbagai kondisi ekonomi.

Lantas, apa itu aset riil dan seperti apa potensi keuntungannya? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

Apa Itu Aset Riil?

Aset riil adalah aset berwujud atau memiliki bentuk fisik yang dapat dilihat, disentuh, digunakan, maupun disimpan.

Beberapa contoh aset riil adalah tanah, bangunan, emas, komoditas, dan barang koleksi bernilai tinggi. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengelompokkan tanah, rumah, properti, serta emas atau logam mulia sebagai bentuk investasi pada aset riil.

Dalam investasi, aset riil dibeli dengan harapan nilainya meningkat, menghasilkan pendapatan, atau membantu mempertahankan daya beli dana.

Sebagai contoh, seseorang membeli properti untuk disewakan sekaligus berharap harganya meningkat beberapa tahun kemudian.

Meski demikian, bukan berarti seluruh aset riil selalu memberikan keuntungan. Nilainya tetap dipengaruhi oleh kondisi ekonomi, permintaan pasar, hingga biaya perawatan yang diperlukan.

Contoh Aset Riil

Aset riil tersedia dalam berbagai bentuk dengan kebutuhan modal dan tingkat risiko yang berbeda. Berikut beberapa contoh aset riil yang umum digunakan sebagai instrumen investasi:

1. Emas

Emas menjadi aset riil yang paling populer karena nilainya relatif stabil dalam jangka panjang. Logam berharga ini juga sering dijadikan aset pelindung nilai (safe haven) ketika kondisi ekonomi sedang tidak menentu.

Selain mudah diperjualbelikan, investasi emas kini semakin praktis karena dapat dilakukan secara digital dengan nominal yang lebih terjangkau.

2. Properti

Properti mencakup tanah, rumah, apartemen, ruko, atau bangunan komersial. Keuntungan berasal dari kenaikan harga dan pendapatan sewa.

Namun, investasi properti biasanya membutuhkan modal besar serta biaya tambahan, seperti perawatan, pajak, renovasi, dan biaya administrasi.

3. Barang Koleksi Bernilai Tinggi

Lukisan, jam tangan, barang antik, koin langka, dan produk edisi terbatas juga bisa memiliki nilai investasi.

Harga barang koleksi tersebut dipengaruhi oleh keaslian, kondisi, kelangkaan, sejarah, dan minat pasar. Namun, kamu perlu pengetahuan khusus agar tidak membeli barang palsu atau membayar terlalu mahal.

4. Komoditas

Komoditas adalah barang yang diperdagangkan dengan standar tertentu, seperti hasil pertanian, logam, atau sumber daya energi. Harganya bisa berubah-ubah akibat permintaan, pasokan, cuaca, biaya produksi, dan kondisi ekonomi.

5. Aset Produktif Berwujud

Aset produktif berwujud meliputi mesin, kendaraan usaha, atau peralatan yang digunakan untuk menghasilkan pendapatan. Nilainya tidak hanya dilihat dari harga jual kembali, tetapi juga dari kemampuannya mendukung kegiatan usaha.

Baca juga: Profil Risiko Investasi dan Instrumen yang Cocok

Strategi Memulai Investasi Aset Riil

Investasi aset riil sebaiknya dilakukan melalui perencanaan yang sesuai dengan kemampuan keuangan. Berikut strategi yang dapat kamu terapkan sebelum mulai berinvestasi:

1. Tentukan Tujuan Investasi

Tentukan apakah investasi ditujukan untuk menjaga nilai kekayaan, memperoleh pendapatan rutin, menyiapkan dana masa depan, atau mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga. Tujuan yang jelas akan memudahkan kamu memilih jenis aset dan jangka waktu kepemilikan.

2. Nilai Risiko dan Potensi Keuntungan

Pelajari sumber keuntungan sekaligus risikonya. Perhatikan kemungkinan penurunan harga, kerusakan, biaya penyimpanan, kesulitan dalam menjual, serta perubahan permintaan pasar.

3. Pilih Instrumen yang Sesuai Kondisi Finansial

Sesuaikan pilihan aset dengan kemampuan keuangan saat ini. Jangan memaksakan diri untuk membeli aset yang nilainya terlalu besar hingga mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Kamu dapat memulai dengan instrumen yang lebih terjangkau, lalu menambah investasi secara bertahap.

4. Siapkan Modal Investasi

Buat pos dana khusus untuk investasi secara bertahap. Hitung harga beli beserta biaya administrasi, perawatan, penyimpanan, asuransi, pajak, dan biaya transaksi. Perhitungan menyeluruh membantu kamu mengetahui kebutuhan modal yang sebenarnya.

5. Lakukan Evaluasi dan Pemantauan Berkala

Investasi perlu dipantau secara berkala. Lakukan evaluasi perkembangan nilai aset, kondisi pasar, maupun perubahan tujuan keuangan agar kamu dapat menentukan langkah berikutnya, apakah mempertahankan, menambah, atau mengalihkan investasi ke instrumen lain.

Baca juga: 6 Investasi Rendah Risiko Selain Deposito untuk Pemula

Keuntungan Aset Riil

Karakteristik fisik membuat aset riil memiliki berbagai keuntungan. Berikut keuntungan investasi aset riil yang bisa kamu dapatkan:

  • Memiliki bentuk fisik sehingga mudah dipahami dan dimiliki.
  • Memiliki nilai intrinsik yang berasal dari manfaat atau kegunaan aset tersebut.
  • Berpotensi mengalami kenaikan nilai dalam jangka panjang.
  • Dapat menjadi pelindung nilai terhadap inflasi pada jenis aset tertentu, seperti emas.
  • Beberapa aset mampu menghasilkan pendapatan pasif, misalnya properti yang disewakan.
  • Dapat menjadi bagian dari diversifikasi portofolio untuk mengurangi risiko investasi.


Kerugian Aset Riil

Di balik potensinya, aset riil juga memiliki keterbatasan yang perlu dipertimbangkan. Berikut beberapa kerugiannya:

  • Membutuhkan modal yang relatif besar untuk jenis aset tertentu, seperti properti.
  • Memerlukan biaya tambahan, seperti perawatan, penyimpanan, atau pajak.
  • Tidak semua aset mudah dijual dalam waktu singkat ketika membutuhkan dana.


Aset riil yang memiliki bentuk fisik dan nilai ekonomi dapat menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan kekayaan.

Salah satu pilihan yang bisa dimulai secara bertahap adalah emas. Dibandingkan dengan membiarkan seluruh dana mengendap tanpa tujuan, mengalokasikan sebagian dana sesuai profil risiko ke emas dapat menjadi langkah yang lebih terencana.

Melalui Emas Pegadaian, kamu dapat membeli dan menambah saldo emas 24 karat mulai dari Rp10 ribuan. Saldo emas nantinya akan diasuransikan. Pembukaan rekening tidak dikenakan biaya.

Transaksi Emas Pegadaian dapat dilakukan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau dengan mengunjungi kantor cabang Pegadaian terdekat.

Nah, jika ingin menghitung berapa gram emas yang bisa kamu dapatkan, gunakan fitur Simulasi Emas Pegadaian. Dengan begitu, kamu tidak perlu menghitung secara manual.

Dengan layanan Emas Pegadaian yang praktis dan mudah diakses, Pegadaian Selalu Hadir Melayani Sepenuh Hati untuk membantu kamu mewujudkan tujuan investasi!

Baca juga: Jenis Investasi: Pengertian, Contoh, dan Pilihan Terbaik di Indonesia

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved