Barang Komplementer: Pengertian, Ciri, Perbedaan, dan Contohnya

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Inspirasi

03 August 2026
Bagikan :
image detail artikel

Barang komplementer adalah dua atau lebih barang yang digunakan secara bersamaan sehingga manfaatnya menjadi lebih optimal. Ketika salah satu barang tidak tersedia, fungsi atau nilai guna barang lainnya dapat berkurang.

Contoh paling sederhana adalah mobil dan bensin. Mobil tidak dapat digunakan sebagaimana mestinya tanpa bahan bakar. Begitu pula printer yang membutuhkan tinta agar dapat mencetak dokumen.

Pada artikel ini, Sahabat akan mempelajari pengertian barang komplementer, ciri-cirinya, perbedaannya dengan barang substitusi, hingga berbagai contoh yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Itu Barang Komplementer?


Barang komplementer adalah barang yang saling melengkapi sehingga manfaat atau nilai gunanya lebih optimal. Jika salah satu barang tidak tersedia, fungsi atau manfaat barang pasangannya akan menurun.

Permintaan pasar terhadap barang ini saling berkaitan dan bergantung pada ketersediaan masing-masing barang.

Baca Juga: Kenali Kebutuhan Primer, Sekunder, Tersier Beserta Contohnya

Jenis Barang Komplementer

Barang komplementer terdiri atas dua jenis, yakni barang komplementer lemah dan kuat. Berikut penjelasannya:

  • Barang Komplementer Lemah: Barang yang memiliki keterikatan lemah, misalnya roti dan selai. Untuk mengonsumsi roti, konsumen tidak harus selalu mengoleskan selai sebagai pelengkapnya. Pengaruhnya terhadap permintaan pasar pun sangat kecil. Apabila harga selai naik, belum tentu roti mengalami kenaikan harga yang sama.
  • Barang Komplementer Kuat: Barang yang saling terikat. Hubungan ini bisa meningkatkan manfaat, fungsi, dan nilai gunanya. Misalnya, motor dan bensin. Jika tidak ada bensin, maka motor tidak akan berfungsi dengan baik. Saat harga bensin naik, maka permintaan terhadap motor bisa berpotensi menurun.


Mengapa Barang Komplementer Penting dalam Ilmu Ekonomi?

Barang komplementer menjadi salah satu konsep penting dalam ilmu ekonomi karena membantu menjelaskan hubungan permintaan antar barang. Contohnya: Jika harga printer turun drastis, biasanya penjualan tinta printer ikut meningkat.

Sebaliknya, Jika harga bensin naik sangat tinggi, permintaan mobil dapat mengalami penurunan. Hubungan seperti ini digunakan perusahaan untuk menentukan strategi harga maupun promosi produk.

Ciri-Ciri Barang Komplementer

Adapun ciri-ciri barang komplementer adalah sebagai berikut:

1. Memiliki Nilai Lebih Kecil

Barang komplementer bernilai lebih kecil karena tidak bisa berfungsi mandiri. Namun, nilainya meningkat saat digunakan bersama barang utama, yang kemudian mendorong permintaan pasar.

2. Tidak Bisa Berfungsi Sendiri

Untuk meraih fungsi, nilai guna, dan manfaat yang optimal, maka produk komplementer harus digunakan secara bersamaan dengan pasangannya.

Sebagai contoh, penggunaan PC dan mouse. Mouse berfungsi untuk mengontrol kursor dan berinteraksi dengan user interface grafis. Walaupun masih bisa digunakan tanpa mouse, pengoperasian PC dengan mouse akan menjadi lebih efisien, mudah, dan maksimal.

3. Dua Barang yang Berpasangan

Salah satu ciri-ciri barang komplementer yang menonjol adalah keterkaitan keduanya. Pasalnya, fungsi dari kedua barang harus saling berhubungan.

Tanpa komplemennya, barang komplementer tidak dapat berfungsi dengan baik. Misalnya, ketika ingin menikmati rasa kopi yang manis, maka dibutuhkan gula sebagai pelengkapnya. Kopi akan terasa pahit apabila tidak diberi gula.

4. Permintaan Saling Mempengaruhi

Apabila permintaan barang utama meningkat, maka permintaan barang pelengkap biasanya ikut meningkat. Sebaliknya, ketika permintaan barang utama turun, barang pelengkap juga cenderung mengalami penurunan.

Ini adalah konsep ekonomi yang sering muncul di materi sekolah maupun perguruan tinggi.

Perbedaan Barang Substitusi dan Komplementer

Barang komplementer dan barang substitusi sebetulnya sama-sama menjadi alat pemuas serta pemenuh kebutuhan manusia. Adapun perbedaan barang substitusi dan komplementer adalah sebagai berikut:

1. Ketersediaan Barang Pokok

Ketersediaan barang pokok pada produk komplementer tidak dapat digantikan; jika barang pokok habis, permintaan akan turun.

Berbeda dengan barang substitusi yang memiliki alternatif, sehingga tetap dapat digunakan saat barang pokok tidak tersedia.

2. Segi Ketergantungan

Produk komplementer sangat bergantung pada pasangannya dan tidak bisa digunakan secara terpisah.

Sebaliknya, barang substitusi bersifat independen dan berfungsi sebagai alternatif pengganti saat pasokan barang pokok tidak tersedia.

3. Segi Fungsi

Seperti yang diketahui, barang komplementer adalah pendukung barang utama yang memberikan fungsi lebih baik sehingga kebutuhan sehari-hari dapat dipenuhi.

Sementara itu, barang substitusi memiliki fungsi pengganti ketika ketersediaan barang pokok tidak ada.

Baca Juga: Kebutuhan Sekunder: Pengertian dan 10 Contohnya yang Umum

Contoh Produk Komplementer

Barang komplementer mudah ditemukan dan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Adapun beberapa contoh barang komplementer adalah sebagai berikut:

  • Kompor dan Gas: Saat ini, masyarakat beralih menggunakan kompor gas dari kompor minyak tanah. Agar kompor berfungsi dengan baik, maka harus dipasangkan dengan gas.
  • Mobil dan Bensin: Salah satu contoh barang komplementer yang tidak bisa dipisahkan. Pasalnya, mobil tidak dapat digunakan jika tidak diisi dengan bensin atau bahan bakar sejenisnya, seperti solar.
  • Smartphone dan Paket Data: Apabila ingin mengakses email, chatting, atau media sosial di smartphone, maka kamu membutuhkan internet. Sambungan internet ini dapat berasal dari Wi-Fi atau paket data.
  • Printer dan Tinta: Printer berguna untuk mencetak gambar atau tulisan dalam lembaran kertas. Oleh karena itu, dibutuhkan tinta agar gambar atau tulisannya tercetak secara jelas. Tanpa tinta, printer tidak akan berfungsi maksimal.



Dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan akan barang komplementer sering kali muncul bersamaan dengan pembelian barang utama. Agar rencana keuangan tetap terjaga, pastikan setiap pengeluaran disesuaikan dengan kemampuan finansial dan dilakukan secara bijak.

Jika membutuhkan dana cepat tanpa harus menjual aset investasi, Gadai Tabungan Emas Pegadaian dapat menjadi salah satu solusi.

Dengan menjaminkan saldo Tabungan Emas, Sahabat bisa memperoleh dana untuk berbagai kebutuhan, sementara kepemilikan emas tetap tercatat di rekening Tabungan Emas selama masa gadai sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan begitu, kebutuhan mendesak dapat terpenuhi tanpa harus mengorbankan rencana investasi jangka panjang.

Baca Juga: Kenali Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan dengan Tepat

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved