Perbedaan Tabungan Emas dan Arisan Emas, Ini Mekanismenya!

Mengumpulkan emas saat ini bisa dilakukan sedikit demi sedikit melalui layanan tabungan emas maupun arisan emas.
Perbedaan tabungan emas dan arisan emas pada dasarnya berkaitan dengan kepemilikan emas sekaligus mekanisme pembeliannya.
Tabungan emas umumnya digunakan untuk membeli saldo emas secara individu, sedangkan arisan emas dilakukan secara berkelompok dengan skema cicilan.
Supaya tidak keliru membedakannya, simak penjelasan mengenai tabungan emas dan arisan emas berikut ini.
Mengenal Tabungan Emas dan Arisan Emas
Sebelum melihat perbedaan tabungan emas dan arisan emas, penting untuk memahami cara kerja masing-masing layanan, termasuk bentuk transaksi dan mekanisme pembeliannya.
Apa Itu Tabungan Emas?
Tabungan emas merupakan layanan Pegadaian yang memungkinkan nasabah membeli dan menyimpan emas dalam bentuk saldo digital.
Nominal pembelian dalam bentuk rupiah akan dikonversikan menjadi gramasi emas sesuai harga emas saat pembelian.
Di Pegadaian, top up saldo Emas Pegadaian dimulai dari nominal Rp10 ribuan. Transaksi pembelian emas dapat dilakukan secara praktis melalui aplikasi Tring! by Pegadaian maupun outlet Pegadaian.
Apa Itu Arisan Emas?
Arisan emas merupakan skema pembelian emas secara berkelompok dengan mekanisme cicilan.
Di Pegadaian, layanan ini termasuk bagian dari Cicil Emas Arisan yang memungkinkan sejumlah orang membeli emas batangan dengan nilai dan spesifikasi yang sama dan telah disepakati bersama sejak awal.
Kelompok Cicil Emas Arisan di Pegadaian terdiri dari minimal 6 orang dan maksimal 36 orang. Setiap anggota kelompok arisan dapat membayar uang muka dan angsuran sesuai ketentuan. Sementara jangka waktu cicilan akan mengikuti jumlah anggota dalam kelompok.
Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Memulai Cicil Emas? Ini Penjelasannya!
Perbedaan Tabungan Emas dan Arisan Emas
Meski sama-sama menyediakan fasilitas pembelian emas secara bertahap di Pegadaian, ada hal-hal yang menunjukkan perbedaan tabungan emas dan arisan emas. Beberapa di antaranya:
1. Kepemilikan Emas
Pada tabungan emas, kamu membeli emas digital minimal Rp10 ribuan dan hasil pembeliannya akan tercatat sebagai saldo emas dalam satuan gram sesuai harga emas. Kamu bisa menentukan sendiri nominal pembelian sesuai kemampuan atau kondisi finansial saat ini.
Sementara itu, arisan emas menggunakan sistem cicilan untuk membeli emas batangan dengan spesifikasi yang sudah disepakati bersama oleh anggota kelompok. Jadi, sejak awal kamu sudah mengetahui jenis dan berat emas yang akan diperoleh.
Selain itu, setiap bulan akan ada satu emas yang telah lunas dan akan diserahkan kepada salah satu anggota kelompok arisan sesuai hasil kesepakatan.
2. Jumlah Orang yang Terlibat
Tabungan emas dapat dimiliki secara individual. Kamu bisa membuka rekening Emas Pegadaian dan melakukan transaksi untuk kebutuhan sendiri. Sedangkan arisan emas membutuhkan kelompok.
Jumlah anggota kelompok untuk Cicil Emas Arisan di Pegadaian adalah 6–36 orang. Setiap anggota memiliki kewajiban pembayaran sesuai kesepakatan arisan.
Inilah yang membuat arisan emas memerlukan komitmen bersama agar pembayarannya lancar hingga akhir.
3. Bentuk Emas yang Dimiliki
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, saldo tabungan emas akan tercatat secara digital dalam satuan gram.
Saldo tersebut dapat ditransaksikan sesuai kebutuhan, seperti transfer atau gadai. Selain itu, saldo emas juga dapat dicetak menjadi emas batangan dengan pilihan denominasi tertentu bila diperlukan.
Sementara pada arisan emas, bentuk emas yang akan diperoleh berupa emas batangan 24 karat. Jenis, jumlah, dan berat emas telah ditentukan sejak awal dan harus sama untuk setiap anggota kelompok.
Di Pegadaian, jenis emas batangan yang tersedia terdiri dari Galeri 24, ANTAM, UBS, dan Lotus Archi dengan pecahan gramasi mulai dari 1 gram emas.
Baca juga: Apa Saja Beda Cicil Emas dan Tabungan Emas Pegadaian?
4. Fleksibilitas Nominal Pembelian
Tabungan emas memberikan ruang yang lebih besar untuk menyesuaikan nominal pembelian. Misalnya, hari ini kamu ingin membeli emas dengan nominal Rp20.000, kemudian beberapa hari saat memiliki uang lebih, kamu bisa membeli emas dengan nominal lebih besar.
Berbeda dengan tabungan emas, arisan emas menerapkan skema angsuran yang telah ditentukan sejak awal.
Besaran angsuran yang perlu dibayarkan selama jangka waktu cicilan mengikuti kesepakatan dan ketentuan pembiayaan yang berlaku.
5. Sistem Pembayaran
Pada tabungan emas, kamu melakukan pembelian atau top up saldo emas kapan saja melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau di outlet Pegadaian, kemudian saldo emas akan otomatis tercatat di rekening Emas Pegadaian.
Misalnya, harga emas di Pegadaian pada 23 September 2026 senilai Rp2.500.000 per gram dan ingin melakukan top up saldo emas sebesar Rp100.000. Maka, saldo emas yang diperoleh adalah 0,04 gram dan akan terakumulasi di rekening.
Nasabah tabungan emas juga akan dikenakan biaya pengelolaan rekening per tahun yang dipotong otomatis dari saldo rekening emas.
Pada Cicil Emas Arisan, terdapat ketentuan minimal transaksi awal untuk setiap anggota kelompok.
Sebagai contoh, kamu memiliki anggota kelompok arisan sebanyak 6 orang dengan pembelian 1 gram emas untuk masing-masing anggota. Maka perhitungannya:
- Harga emas Galeri 24: Rp2.573.000 per gram pada 23 September 2026.
- Denominasi emas: 6 x 1 gram = Rp15.438.000
- Uang muka: Rp1.543.800
- Jangka waktu: 6 bulan (sesuai jumlah anggota arisan)
- Cicilan bulanan per anggota: Rp409.622
- Uang muka per anggota: Rp257.300
- Biaya administrasi: Rp50.000 (dibayarkan satu kali di awal)
Demikian penjelasan mengenai perbedaan tabungan emas dan arisan emas di Pegadaian. Secara sederhana, perbedaannya terletak pada cara pembelian, jumlah orang yang terlibat, bentuk kepemilikan emas, serta sistem pembayarannya.
Apabila kamu ingin melakukan pembelian emas secara mandiri dengan nominal yang disesuaikan dengan kondisi keuangan, tabungan Emas Pegadaian bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.
Mulailah dengan membuka rekening Emas Pegadaian melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau datang ke kantor cabang Pegadaian terdekat.
Setelah itu, kamu bisa menentukan berapa nominal pembelian emas secara berkala sesuai tujuan finansialmu. Bila perlu, kamu juga bisa mengaktifkan fitur Autodebit yang ada di aplikasi Tring! by Pegadaian.
Selain itu, kamu pun bisa mengelola saldo emas dengan fleksibel, baik untuk dicetak fisik menjadi emas batangan, digadaikan melalui layanan Gadai Tabungan Emas, atau dijual kembali (buyback) saat membutuhkan dana.
Semua pilihan ada di tanganmu. Yuk, mulai menabung emas bersama Emas Pegadaian dan kelola aset yang kamu miliki dengan lebih terarah!
Baca juga: Berapa Maksimal Pembelian Saldo Tabungan Emas per Hari?
Berita dan Artikel Lainnya

Emas
Mengenal Troy Ons, Bedanya dengan Ons, & Cara Hitungnya
Troy ons adalah satuan berat yang digunakan dalam perdagangan logam berharga. Yuk, cari tahu perbedaan dengan ons, cara hitung, dan informasi lainnya di sini!

Emas
Berapa Umur Minimal untuk Pengajuan Cicil Emas di Pegadaian?
Umur minimal untuk Cicil Emas di Pegadaian adalah 17 tahun dan sudah memiliki identitas resmi berupa KTP. Berikut syarat lengkap hingga cara pengajuannya!

Emas
Mengenal Emas Retro dan Perbedaannya dengan Emas Certi
Emas retro adalah sebutan untuk emas Antam produksi lama. Sejak tahun 2018, emas ini diganti dengan emas Certi. Mari kenali perbedaan keduanya di sini.

