Owner: Pengertian, Tugas, Fungsi, dan Bedanya dengan CEO

Oleh Pegadaian dalam Wirausaha

03 August 2026
Bagikan :
image detail artikel

Owner adalah pemilik suatu bisnis atau perusahaan yang memiliki hak kepemilikan sekaligus bertanggung jawab atas arah, keberlanjutan, dan perkembangan usaha.

Baik pada bisnis kecil maupun perusahaan besar, peran owner sangat penting karena setiap keputusan yang diambil dapat memengaruhi operasional, kondisi keuangan, hingga pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.

Oleh sebab itu, memahami tugas dan fungsi owner menjadi bekal penting bagi siapa pun yang ingin membangun maupun mengembangkan usaha. Mari simak selengkapnya di bawah ini.

Apa Itu Owner?

Owner adalah individu atau pihak yang memiliki hak kepemilikan atas suatu bisnis atau perusahaan.

Sebagai pemilik, owner memiliki wewenang untuk menentukan arah perusahaan, menetapkan tujuan bisnis, hingga mengambil keputusan penting yang berkaitan dengan operasional maupun investasi.

Dalam praktiknya, tanggung jawab owner tidak hanya sebatas memiliki usaha. Mereka juga perlu menyusun strategi bisnis, mengawasi kondisi keuangan, serta memastikan perusahaan mampu menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.

Pada bisnis berskala kecil, owner sering kali terlibat langsung dalam aktivitas operasional sehari-hari.

Sebaliknya, pada perusahaan yang lebih besar, owner biasanya lebih fokus pada pengambilan keputusan strategis, sedangkan pengelolaan operasional diserahkan kepada jajaran manajemen.

Selain itu, owner juga harus memahami pengelolaan keuangan perusahaan. Kemampuan membaca laporan keuangan, mengatur arus kas, dan menentukan langkah finansial menjadi bagian penting agar bisnis tetap sehat serta mampu berkembang di tengah persaingan.

Perbedaan Owner dengan Founder dan CEO

Ketiga istilah ini memang sering digunakan dalam dunia bisnis. Namun, owner, founder, dan CEO memiliki peran yang berbeda. Berikut penjelasannya:

1. Owner

Owner merupakan pemilik perusahaan yang memiliki hak atas aset dan kepemilikan bisnis. Kewenangannya adalah menentukan kebijakan penting serta menunjuk atau mengganti jajaran manajemen sesuai kebutuhan perusahaan.

2. Founder

Founder adalah orang atau sekelompok orang yang pertama kali mendirikan sebuah perusahaan.

Gelar founder akan tetap melekat meskipun suatu saat kepemilikan sahamnya berkurang atau bahkan sudah tidak lagi menjadi pemilik utama perusahaan.

Dalam beberapa kasus, founder juga dapat merangkap sebagai owner dan CEO apabila masih memiliki kepemilikan dan dipercaya untuk memimpin perusahaan.

3. CEO

CEO atau Chief Executive Officer merupakan pemimpin tertinggi dalam struktur organisasi perusahaan.

CEO bertugas menjalankan strategi bisnis, mengelola operasional perusahaan, serta bertanggung jawab kepada owner maupun dewan direksi.

Masa jabatan CEO umumnya ditetapkan dalam jangka waktu tertentu. Dalam menjalankan tugasnya, CEO juga dibantu oleh jajaran eksekutif seperti:

  • CFO (Chief Financial Officer).
  • COO (Chief Operating Officer).
  • CMO (Chief Marketing Officer).
  • CTO (Chief Technology Officer).


Baca juga: 5 Langkah Wajib dalam Mengembangkan Usaha Kecil dan Menengah

Tugas Owner

Menjadi pemilik perusahaan bukan sekadar memiliki modal. Ada berbagai tanggung jawab yang harus dijalankan agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan:

1. Memimpin Perusahaan

Owner bertanggung jawab untuk memastikan perusahaan berjalan sesuai dengan visi dan tujuan yang telah ditetapkan.

Pada perusahaan besar, fungsi kepemimpinan operasional biasanya dibantu oleh direktur dan manajer.

2. Membuat Peraturan Perusahaan

Owner juga berwenang menetapkan kebijakan dan aturan kerja yang menjadi pedoman bagi seluruh karyawan. Peraturan yang jelas dapat menciptakan lingkungan kerja yang disiplin dan produktif.

3. Mengembangkan Strategi Bisnis

Salah satu tugas penting owner adalah menyusun strategi bisnis agar perusahaan mampu bersaing dan terus berkembang. Strategi tersebut mencakup pemasaran, pengembangan produk, hingga ekspansi usaha.

4. Bertanggung Jawab atas Kerugian

Owner harus mampu mencari solusi terbaik, melakukan evaluasi, hingga mengambil keputusan yang dapat meminimalkan dampak terhadap perusahaan maupun karyawan.

Baca juga: PENTING! Ini Manajemen Keuangan Praktis Bagi Pemilik UMKM!

Fungsi Owner dalam Perusahaan

Fungsi owner tidak hanya berkaitan dengan kepemilikan, tetapi juga memastikan seluruh aktivitas bisnis berjalan secara efektif. Berikut penjabaran fungsi owner:

1. Menyediakan Dana untuk Kelangsungan Bisnis

Owner bertanggung jawab untuk memastikan perusahaan memiliki sumber pendanaan yang memadai, baik melalui modal sendiri, laba perusahaan, pinjaman, maupun investasi.

2. Memberikan Tugas kepada Karyawan

Pada bisnis kecil, owner menentukan pembagian tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing karyawan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas perusahaan.

Sementara itu, perusahaan besar umumnya menyerahkan tanggung jawab ini kepada manajer atau atasan masing-masing departemen.

3. Melakukan Kegiatan Administrasi

Pada bisnis yang masih berkembang, owner sering kali ikut menangani administrasi, seperti pencatatan keuangan, pengelolaan dokumen usaha, hingga pengurusan perizinan.

Seiring berkembangnya perusahaan, tugas tersebut biasanya dialihkan kepada tenaga profesional.

Hasil dari Tanggung Jawab Owner bagi Perusahaan

Ketika seorang owner menjalankan tanggung jawabnya dengan baik, perusahaan akan memperoleh berbagai manfaat yang mendukung pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang. Berikut beberapa di antaranya:

1. Peningkatan Pendapatan dan Pertumbuhan Bisnis

Keputusan bisnis yang tepat akan membantu perusahaan meningkatkan penjualan sekaligus mengelola biaya secara lebih efisien.

Dengan strategi yang matang, peluang ekspansi usaha pun semakin terbuka sehingga bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.

2. Operasional Perusahaan yang Lancar

Alur kerja yang terorganisir akan meningkatkan produktivitas sekaligus meminimalkan kesalahan dalam operasional sehari-hari.

3. Manajemen SDM yang Baik

Ketika karyawan merasa dihargai dan memperoleh kesempatan untuk berkembang, loyalitas serta kinerja mereka akan meningkat sehingga perusahaan memiliki tim yang lebih solid.

4. Hubungan yang Baik dengan Stakeholder

Keputusan yang transparan dan profesional akan meningkatkan kepercayaan pelanggan, mitra bisnis, investor, serta karyawan.

Hubungan yang harmonis tersebut menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama dan memperkuat reputasi perusahaan.

5. Konsistensi Kepatuhan terhadap Peraturan

Owner yang bisa memastikan perusahaan mematuhi berbagai ketentuan, mulai dari perpajakan, ketenagakerjaan, hingga regulasi industri, dapat membantu perusahaan terhindar dari risiko hukum maupun kerugian finansial.

Menjalankan seluruh tanggung jawab tersebut tentu membutuhkan perencanaan yang matang, termasuk memastikan ketersediaan modal usaha.

Kembangkan Bisnis dengan Gadai BPKB Pegadaian

Sebagai owner, mengambil keputusan pendanaan yang tepat sama pentingnya dengan menyusun strategi bisnis.

Jika usahamu membutuhkan tambahan modal kerja tanpa harus menjual aset produktif, Gadai BPKB Pegadaian dapat menjadi solusi yang layak dipertimbangkan.

Gadai BPKB merupakan layanan pinjaman modal usaha dengan jaminan BPKB kendaraan bermotor. Selama masa kredit, kendaraan tetap dapat digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Selain itu, beberapa keunggulan lain yang ditawarkan meliputi:

  • Cocok untuk memenuhi kebutuhan modal pengembagan usaha.
  • Memiliki skema pembayaran yang fleksibel.
  • Tersedia pilihan tenor yang dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial.


Untuk mengajukan pinjaman, persyaratan umum yang perlu dipenuhi adalah WNI dengan e-KTP dan NPWP, berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah, serta maksimal 75 tahun.

Usaha yang dimiliki juga tidak boleh dilarang oleh pemerintah, telah berjalan minimal satu tahun, lokasinya maksimal berjarak 15 kilometer atau sekitar satu jam perjalanan dari outlet Pegadaian, serta memiliki legalitas usaha.

Proses pengajuannya pun cukup mudah. Kamu hanya perlu datang ke outlet Pegadaian terdekat untuk mengajukan permohonan pinjaman.

Selanjutnya, petugas akan melakukan verifikasi data dan survei usaha. Setelah disetujui, besaran pinjaman akan ditentukan berdasarkan hasil survei usaha dan nilai taksiran kendaraan.

Dana pinjaman kemudian dicairkan dan Pegadaian akan melakukan pendampingan selama masa kredit berlangsung.

Jika membutuhkan tambahan modal untuk berkembang, ajukan Gadai BPKB dengan mengunjungi kantor cabang Pegadaian terdekat. Mari penuhi modal pengembangan usahamu dengan Gadai BPKB di Pegadaian.

Baca juga: KUR Syariah Pegadaian: Cara Aman Mengembangkan Usaha

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved