Cara Menghitung Diskon: Rumus, Contoh, dan Manfaatnya

Oleh Pegadaian dalam Wirausaha

26 October 2026
Bagikan :
image detail artikel

Memahami cara menghitung diskon membantu kamu mengetahui apakah harga yang ditawarkan di toko benar-benar menguntungkan atau tidak.

Bagi pemilik usaha, kemampuan ini juga penting untuk menyusun promosi tanpa mengurangi keuntungan secara berlebihan.

Dengan mempertimbangkan berbagai bentuk diskon dan cara perhitungan yang berbeda, simak contoh rumus, manfaat, serta strategi promosinya di artikel ini.

Macam-Macam Diskon

Bentuk potongan harga dapat dipilih berdasarkan target pelanggan, kondisi persediaan, dan tujuan promosi. Berikut beberapa skema diskon yang sering dijumpai dalam transaksi ritel maupun perdagangan online:

1. Buy One Get One (BOGO)

Melalui promo ini, pelanggan memperoleh barang tambahan setelah membeli produk yang memenuhi ketentuan. Penjual dapat menggunakannya untuk memperkenalkan produk baru atau mempercepat penjualan persediaan tertentu.

2. Diskon Grosir

Pembeli mendapatkan harga lebih rendah saat memesan barang dalam jumlah yang ditentukan. Skema ini cocok untuk transaksi reseller, distributor, atau pelanggan yang membeli kebutuhan dalam jumlah besar.

3. Gratis Ongkos Kirim

Biaya pengiriman ditanggung penjual seluruhnya atau sebagian sesuai syarat promo. Penawaran ini dapat menjadi pertimbangan tambahan bagi pelanggan yang berbelanja secara online.

4. Diskon Persentase dan Nominal

Diskon persentase mengurangi harga berdasarkan persentase tertentu, sedangkan diskon nominal menetapkan jumlah pengurangan dalam rupiah. Contohnya adalah potongan 15% atau pengurangan harga sebesar Rp30.000.

5. Flash Sale

Promo ini berlaku dalam periode singkat atau selama persediaan khusus masih tersedia. Penjual dapat memanfaatkannya untuk meningkatkan transaksi dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

6. Diskon Musiman

Potongan harga diselenggarakan bertepatan dengan momen tertentu, seperti Lebaran, tahun ajaran baru, atau kampanye belanja tanggal kembar.

7. Diskon Bundling

Beberapa produk dijual dalam satu paket dengan harga gabungan yang lebih hemat. Cara ini dapat mendorong pelanggan untuk mencoba produk pelengkap sekaligus.

8. Diskon Member dan Pengguna Baru

Program membership memberikan keuntungan berdasarkan status keanggotaan atau poin yang dimiliki. Sementara itu, promo pengguna baru dirancang untuk memperkenalkan toko kepada calon pelanggan yang belum pernah bertransaksi.

Baca juga: 12 Contoh Strategi Pemasaran Produk yang Efektif agar Bisnis Cepat Laris

Cara Menghitung Diskon

Untuk mengetahui nilai penghematan dari suatu promo, kamu perlu membedakan besarnya potongan dengan jumlah uang yang harus dibayarkan.

Perhitungannya dapat dilakukan berdasarkan satu potongan atau beberapa potongan yang berlaku secara berurutan. Beberapa metode penghitungan diskon yang bisa dicoba, antara lain:

1. Model Diskon Tunggal

Diskon tunggal hanya melibatkan satu persentase potongan. Sebagai contoh, sebuah sepatu dijual dengan harga Rp320.000 dan mendapatkan promo 25%.

Langkah pertama, hitung nilai pengurangannya:
Rp320.000 × 25% = Rp80.000

Selanjutnya, hitung dengan mengurangi harga awal dengan hasil tersebut, yaitu:
Rp320.000 - Rp80.000 = Rp240.000

Dengan demikian, pelanggan menghemat Rp80.000 dan hanya membayar Rp240.000.

Jika ingin menghitung harga akhir secara langsung, kamu dapat mengalikan harga awal dengan persentase yang tersisa setelah diskon. Pada contoh tersebut, perhitungannya adalah:

100% − 25% = 75%
Rp320.000 × 75% = Rp240.000

2. Model Diskon Ganda

Promo bertingkat menerapkan lebih dari satu potongan secara berurutan. Setiap persentase dihitung berdasarkan harga terakhir, sehingga persentasenya tidak bisa langsung dijumlahkan.

Misalnya, sebuah jaket seharga Rp400.000 mendapat diskon 30% dan tambahan 15%. Jadi, setelah potongan pertama sebesar Rp120.000, harganya menjadi Rp280.000.

Lalu, untuk diskon berikutnya, tambahan 15% dihitung dari Rp280.000, sehingga hasilnya menjadi Rp42.000. Jadi, harga akhir jaket adalah Rp238.000.

Untuk memeriksa hasilnya dengan cepat, kalikan harga awal dengan sisa persentase dari kedua promo:

Rp400.000 × 70% × 85% = Rp238.000

Setelah memahami rumus tersebut, kamu dapat menghitung penawaran dengan lebih teliti. Kemampuan ini berguna untuk menyusun promosi agar manfaatnya tidak mengorbankan keuntungan.

Manfaat Menghitung Diskon dengan Benar

Ketepatan dalam menghitung potongan harga membantu pelaku usaha membuat keputusan berdasarkan kondisi keuangan yang sebenarnya. Manfaatnya dapat terlihat dalam beberapa aspek berikut:

  • Menentukan Harga Promosi yang Kompetitif: Kamu dapat membandingkan penawaran pesaing sambil tetap mempertimbangkan biaya dan keuntungan.
  • Mengelola Persediaan: Barang yang perputarannya lambat bisa diprioritaskan untuk promo sesuai kondisi dan kebutuhan pasar.
  • Mengetahui Batas Potongan yang Tepat: Perhitungan membantu memastikan pendapatan penjualan tetap mampu menutup modal dan biaya terkait.
  • Mengendalikan Penggunaan Voucher: Kamu bisa memperkirakan dampaknya saat pelanggan menggunakan beberapa penawaran dalam satu transaksi.
  • Menyusun Target Penjualan: Promo dapat dirancang untuk meningkatkan jumlah barang per transaksi atau memperkenalkan produk pelengkap.
  • Menilai Hasil Promosi: Data transaksi dan margin setelah promo membantu menentukan apakah strategi yang digunakan layak dilanjutkan.


Baca juga: 5 Cara Mempromosikan Produk, Bantu Usaha Baru Kamu

Tips agar Tetap Untung Saat Menawarkan Diskon

Sebelum meluncurkan promo, pastikan penawaran tersebut sesuai dengan kondisi keuangan dan target penjualan. Beberapa langkah berikut dapat membantu kamu mengatur diskon secara lebih terukur:

  • Tentukan Batas Harga Terendah: Untuk mengetahui harga jual minimum yang masih dapat diterima oleh bisnis, hitung modal dan biaya terkait.
  • Masukkan Seluruh Pengeluaran: Pertimbangkan biaya pengemasan, komisi marketplace, iklan, pengiriman yang ditanggung toko, dan biaya operasional lainnya.
  • Buat Syarat Minimal Transaksi: Contohnya, pelanggan memperoleh potongan Rp20.000 untuk belanja minimal Rp150.000. Jangan lupa menambahkan margin dari penjualan agar promo tidak merugikan.
  • Pertahankan Kejujuran Harga: Tuliskan harga pembanding dengan benar dan tampilkan syarat promosi secara jelas agar pelanggan tidak salah persepsi.
  • Atur Periode Promo: Tentukan tanggal berakhir atau batas kuota agar anggaran promosi dapat dikendalikan.
  • Tawarkan Produk Pelengkap: Gabungkan produk utama dengan barang pendamping yang relevan untuk meningkatkan nilai keranjang belanja.
  • Pertimbangkan Bonus Barang: Jika lebih ekonomis, berikan hadiah yang berguna bagi pelanggan daripada memperbesar potongan tunai. Tetap hitung biaya bonus sebagai bagian dari anggaran promosi.


Dengan memahami perhitungan diskon dan mempertimbangkan seluruh biaya usaha, kamu bisa menyusun promosi yang menarik tanpa mengabaikan kesehatan keuangan bisnis.

Evaluasi setiap penawaran berdasarkan hasil penjualan dan keuntungan agar strategi berikutnya lebih tepat sasaran.

Jika kamu membutuhkan tambahan modal untuk mendukung kegiatan usaha, membeli persediaan, atau perlengkapan, KUR Syariah Pegadaian bisa menjadi salah satu pilihan pembiayaan yang layak dipertimbangkan.

Layanan ini ditujukan untuk membantu pelaku usaha memenuhi kebutuhan modal kerja tanpa jaminan barang. Mekanismenya dijalankan menurut prinsip syariah sesuai fatwa DSN-MUI.

KUR Syariah menawarkan mu’nah terjangkau, tidak mengenakan biaya administrasi, dan memiliki proses pengajuan yang mudah lewat kantor cabang Pegadaian terdekat.

Untuk mengajukan transaksi, siapkan KTP, Kartu Keluarga, dan berkas pendukung sesuai kondisi, seperti surat nikah, bukti domisili, bukti tempat tinggal, dokumen legalitas usaha, serta rekening listrik, air, atau telepon.

Prosesnya, meliputi pengajuan, penyerahan dokumen, verifikasi, survei petugas, konfirmasi jumlah pembiayaan, penandatanganan akad, pencairan, dan pembayaran cicilan sesuai jadwal.

Adapun pemohon pinjaman perlu memenuhi ketentuan sebagai berikut:

  • Berusia 17–65 tahun pada saat jatuh tempo akad.
  • Memiliki pendapatan rutin dan usaha yang sah.
  • Lolos pemeriksaan SLIK/SID dan SIKP (Sistem Informasi Kredit Program).
  • Usaha harus berada maksimal 5 km dari outlet mikro penyelenggara.


Dengan dana pengembangan usaha dari KUR Syariah Pegadaian, kamu bisa menjaga persediaan, menjalankan promosi, dan mengembangkan usaha secara lebih terencana. Jadi, jangan ragu memanfaatkannya saat membutuhkan tambahan modal.

Baca juga: Jenis-jenis Reklame untuk Memenuhi Kebutuhan Promosi

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved