Benchmarking: Pengertian, Jenis, Tujuan, dan Manfaatnya

Ketika hasil penjualan atau produktivitas belum sesuai harapan, pemahaman tentang benchmarking bisa menjadi salah satu langkah untuk mengevaluasi manajemen bisnis secara lebih terarah.
Dengan memahami jenis, tujuan, tahapan, dan manfaat benchmarking, kamu dapat menentukan langkah pengembangan usaha berdasarkan data.
Yuk, pelajari panduan benchmarking dalam pembahasan kali ini agar evaluasi bisnis menjadi lebih efektif!
Apa Itu Benchmarking?
Benchmarking adalah metode evaluasi bisnis yang membantu perusahaan menilai pencapaiannya dengan menjadikan standar tertentu sebagai acuan.
Melalui benchmarking, pelaku usaha dapat mengetahui bagian yang sudah berjalan dengan baik serta aspek yang masih memerlukan pembenahan.
Hasil evaluasi tersebut dapat digunakan untuk menentukan prioritas pengembangan, mulai dari penyempurnaan produk hingga pembaruan sistem kerja.
Dengan demikian, keputusan bisnis dapat disusun berdasarkan kondisi nya nyata, bukan sekadar asumsi belaka.
Jenis-Jenis Benchmarking
Jenis benchmarking dapat ditentukan berdasarkan sumber pembanding dan bagian bisnis yang ingin dievaluasi. Berikut beberapa pendekatan yang dapat digunakan:
1. Berdasarkan Pihak yang Dijadikan Acuan
Untuk memahami penerapannya, benchmarking dapat dibedakan berdasarkan siapa yang menjadi pembanding dan aspek bisnis yang ingin dievaluasi, yaitu sebagai berikut:
- Internal Benchmarking: Menggunakan hasil kerja unit bisnis lain dalam perusahaan sebagai bahan evaluasi untuk menemukan cara kerja yang lebih efektif.
- Competitive Benchmarking: Mengamati pencapaian pesaing di pasar yang sama untuk mengetahui posisi usaha dan peluang membedakan produk.
- Functional Benchmarking: Mengambil inspirasi dari pelaksanaan fungsi tertentu di industri lain, kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan perusahaan.
- Generic Benchmarking: Menelaah prinsip kerja yang dapat diterapkan lintas industri, misalnya dalam pengelolaan inventaris atau pencatatan transaksi.
2. Berdasarkan Fokus Evaluasi
Selain melihat pihak yang dijadikan acuan, benchmarking juga bisa dikelompokkan berdasarkan fokus penilaiannya, yaitu:
- Process Benchmarking: Meninjau rangkaian aktivitas kerja untuk mengidentifikasi bagian yang memperlambat operasional.
- Performance Benchmarking: Menggunakan indikator terukur untuk menilai pencapaian bisnis, seperti pertumbuhan penjualan atau biaya produksi.
- Strategic Benchmarking: Mempelajari pilihan strategi perusahaan lain sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan arah pengembangan usaha.
- Product Benchmarking: Menilai karakteristik produk di pasar untuk menemukan peluang peningkatan kualitas, fitur, dan nilai yang ditawarkan kepada pelanggan.
Baca juga: Apa Itu Stakeholder? Kenali Jenis dan Perannya dalam Bisnis
Tujuan Benchmarking
Benchmarking dapat digunakan untuk membantu perusahaan menentukan arah perbaikan berdasarkan kondisi bisnis dan pencapaian yang ingin dicapai. Beberapa tujuan benchmarking adalah:
- Memetakan Posisi Usaha: Mengetahui keunggulan yang sudah dimiliki dan area yang perlu diperkuat agar bisnis lebih relevan di pasar.
- Meningkatkan Efisiensi Kerja: Menemukan aktivitas yang memakan banyak waktu atau biaya, lalu mencari cara untuk menyederhanakannya.
- Menyusun Sasaran Terukur: Menentukan target berdasarkan data dan kondisi yang realistis, bukan hanya berdasarkan perkiraan.
- Mendorong Pembelajaran Tim: Membiasakan karyawan mengevaluasi hasil kerja dan mencari pendekatan baru ketika cara lama sudah tidak efektif.
Cara Melakukan Benchmarking
Agar benchmarking menghasilkan perubahan yang terarah, kamu bisa menjalankannya melalui beberapa tahap berikut:
- Tetapkan Masalah yang Ingin Diselesaikan: Misalnya, penjualan menurun, proses produksi terlalu lama, atau banyak pelanggan tidak melakukan pembelian ulang.
- Catat Kondisi Usaha sebagai Pembanding Awal: Kumpulkan angka penjualan, biaya, waktu pengerjaan, maupun indikator lain yang berkaitan dengan masalah tersebut.
- Tentukan Sumber Pembelajaran: Pilih unit internal atau perusahaan yang memiliki praktik relevan dengan kebutuhan bisnismu.
- Pelajari Perbedaan Cara Kerja: Selain membandingkan hasil, perhatikan juga sistem, kebijakan, dan proses yang memengaruhi pencapaian masing-masing pihak.
- Pilih Perubahan yang Paling Memungkinkan: Sesuaikan temuan dengan anggaran, kemampuan tim, dan kondisi operasional perusahaan.
- Uji Penerapan Strategi: Terapkan perubahan secara bertahap agar dampaknya dapat diamati tanpa mengganggu seluruh kegiatan usaha.
- Nilai Hasil dan Lakukan Penyesuaian: Bandingkan pencapaian setelah perubahan dengan kondisi awal untuk menentukan apakah pendekatan tersebut perlu dilanjutkan atau diperbaiki.
Dengan evaluasi yang dilakukan secara berkala, kamu dapat mengetahui aspek bisnis yang masih perlu dibenahi sekaligus mengidentifikasi potensi pengembangan usaha.
Baca juga: Disbursement: Pengertian, Jenis, dan Manfaat untuk Bisnis
Manfaat Benchmarking untuk Bisnis
Penerapan benchmarking dapat membantu pelaku usaha melihat kebutuhan pengembangan secara lebih objektif. Jika dimanfaatkan dengan tepat, proses ini memberikan sejumlah dampak positif, seperti:
- Membantu Mengendalikan Biaya: Memudahkan kamu menelusuri aktivitas yang kurang produktif sehingga penggunaan anggaran menjadi lebih tepat.
- Membuka Peluang Penjualan: Memberikan gambaran tentang kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi secara optimal oleh produk yang ada di pasar.
- Memperkuat Nilai Produk: Membantu menentukan bagian produk yang perlu ditingkatkan agar manfaatnya lebih sesuai dengan harapan pelanggan.
- Menyempurnakan Pelayanan: Memberikan bahan evaluasi untuk meningkatkan respons, proses pemesanan, dan penanganan keluhan.
- Memunculkan Ide Pengembangan: Memperluas referensi mengenai pendekatan yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik usaha.
- Mendukung Evaluasi Kinerja: Membantu tim melihat perkembangan berdasarkan indikator yang jelas, bukan hanya penilaian subjektif.
Secara keseluruhan, dapat dipahami bahwa benchmarking adalah bahan evaluasi untuk mengetahui bagian usaha yang perlu dipertahankan maupun dikembangkan.
Supaya evaluasi tersebut membawa perubahan positif, terapkan hasil analisis ke dalam strategi pengembangan yang selaras dengan kebutuhan dan kapasitas usaha.
Namun, menjalankan perubahan tetap memerlukan persiapan yang matang, termasuk dalam hal finansial. Tentunya, jumlah modal yang dibutuhkan terkadang tidak sedikit.
Jika ingin meningkatkan efisiensi bisnis berdasarkan hasil benchmarking, Gadai BPKB Pegadaian bisa menjadi pertimbangan untuk memaksimalkan modal pengembangan.
Layanan ini memungkinkan kamu memperoleh dana tambahan untuk kebutuhan usaha dengan menyerahkan BPKB kendaraan sebagai jaminan.
Namun, fisik kendaraan tetap bisa digunakan sehari-hari selama masa pinjaman. Skema pembayarannya fleksibel dengan pilihan jangka waktu yang dapat disesuaikan.
Untuk persyaratan umum pengajuan pinjaman, yaitu WNI, memiliki e-KTP, NPWP, berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah dan maksimal 75 tahun, serta berdomisili tetap.
Selain itu, usaha yang dijalankan harus legal, layak, telah beroperasi minimal satu tahun, serta memiliki perizinan usaha, seperti NIB (Nomor Induk Berusaha).
Pastikan pula bahwa jarak lokasi usaha dengan outlet Pegadaian terdekat, yakni maksimal 15 km atau satu jam perjalanan darat.
Ajukan Gadai BPKB melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau secara langsung dengan kunjungi kantor cabang Pegadaian terdekat.
Yuk, jangan biarkan keterbatasan modal menghambat langkah pengembangan bisnis. Segera manfaatkan Gadai BPKB Pegadaian dan penuhi kebutuhan pendanaan usahamu!
Baca juga: 7 Perbedaan Omzet dan Profit dalam Bisnis & Cara Hitungnya
Berita dan Artikel Lainnya

Wirausaha
Mengenal Bisnis Autopilot, Keunggulan, Hingga Contohnya
Bisnis autopilot adalah model bisnis yang pengoperasiannya memiliki sedikit intervensi manusia. Ketahui keuntungan, cara membuat, dan contohnya di sini!

Wirausaha
Pasar Oligopoli: Pengertian, Karakteristik, dan Contohnya
Pasar oligopoli adalah pasar yang dikuasai beberapa perusahaan besar. Pelajari pengertian, jenis, karakteristik, dan contohnya di berbagai industri.

Wirausaha
Market Share: Definisi, Fungsi, dan Cara Menghitungnya
Market share adalah indikator untuk mengukur pangsa pasar bisnis. Pelajari pengertian, fungsi, cara menghitung, dan strategi meningkatkannya di sini.

