Akuisisi: Langkah Perusahaan dalam Mengembangkan Bisnis

Oleh Pegadaian dalam Wirausaha

10 June 2026
Bagikan :
image detail artikel

Dalam dunia bisnis, akuisisi adalah salah satu strategi ekspansi bisnis yang cukup sering dilakukan perusahaan untuk memperluas usaha, memperkuat posisi di pasar, hingga meningkatkan keuntungan.

Meski istilah ini sudah cukup familiar, masih banyak yang mengira akuisisi sama dengan merger. Padahal keduanya memiliki proses dan tujuan yang berbeda.

Agar tidak salah memahami konsep akuisisi dalam dunia bisnis, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

Definisi Akuisisi

Akuisisi adalah proses ketika sebuah perusahaan mengambil alih perusahaan lain dengan membeli sebagian besar saham atau asetnya.

Jika saham yang dimiliki sudah lebih dari 50%, perusahaan tersebut biasanya sudah memiliki kendali untuk mengatur jalannya bisnis yang diambil alih.

Dalam dunia bisnis, akuisisi sering dilakukan sebagai cara untuk mengembangkan usaha dengan lebih cepat.

Jadi, perusahaan tidak perlu membangun bisnis baru dari awal karena bisa langsung mengambil alih bisnis yang sudah berjalan.

Lewat cara ini, perusahaan juga bisa memperluas pasar, menambah keuntungan, hingga memperkuat posisi bisnis di tengah persaingan.

Tujuan Akuisisi

Setiap perusahaan tentu memiliki alasan tersendiri saat memutuskan untuk melakukan akuisisi. Umumnya, langkah ini dilakukan untuk memperkuat bisnis dan mendukung perkembangan usaha dalam jangka panjang. Berikut beberapa tujuan akuisisi:

1. Perluasan Usaha

Akuisisi adalah salah satu langkah yang sering dipilih perusahaan untuk memperluas jangkauan bisnis dengan lebih cepat.

Dengan mengambil alih perusahaan yang sudah berjalan, perusahaan dapat langsung masuk ke pasar baru, menambah jaringan usaha, hingga menjangkau lebih banyak pelanggan tanpa harus membangun bisnis dari awal.

2. Strategi Membuat Usaha Berkembang

Ada kalanya sebuah bisnis memiliki peluang yang bagus, tetapi perkembangannya terhambat karena keterbatasan modal, tenaga, atau sumber daya lainnya.

Dalam kondisi seperti ini, akuisisi sering menjadi solusi agar usaha bisa berkembang lebih cepat. Biasanya, perusahaan yang diakuisisi merupakan bisnis kecil atau yang baru berkembang, tetapi memiliki potensi yang baik untuk ke depannya.

3. Menekan Persaingan Bisnis dan Kelebihan Stok

Akuisisi juga bisa dilakukan untuk mengurangi persaingan bisnis dan membantu penjualan produk menjadi lebih lancar.

Dengan begitu, perusahaan dapat lebih fokus mengembangkan usaha sekaligus menghindari penumpukan stok barang.

Baca juga: Income Statement: Arti, Unsur, Jenis, Fungsi, & Cara Buatnya

Beda Akuisisi dengan Merger

Perbedaan merger dan akuisisi terletak pada cara perusahaan bergabung. Pada merger, dua perusahaan menyatu dan bekerja bersama menjadi satu perusahaan baru.

Sementara itu, pada akuisisi, satu perusahaan membeli dan mengambil alih perusahaan lain sehingga kendalinya berpindah ke perusahaan pembeli.

Akuisisi biasanya melibatkan biaya yang cukup besar karena ada proses pembelian saham atau aset perusahaan.

Terjadinya perpindahan kepemilikan membuat proses ini sering menarik perhatian banyak orang dalam dunia bisnis.

Jenis-Jenis Akuisisi

Dalam praktiknya, akuisisi memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan hubungan antarperusahaan yang terlibat. Berikut beberapa jenis akuisisi yang umum dilakukan dalam dunia bisnis:

1. Akuisisi Horizontal

Akuisisi horizontal adalah proses ketika sebuah perusahaan mengambil alih perusahaan lain di bidang usaha yang sama. Biasanya, langkah ini dilakukan untuk memperkuat bisnis dan memperluas pasar.

2. Akuisisi Vertikal

Akuisisi vertikal terjadi ketika sebuah perusahaan mengambil alih perusahaan lain yang masih saling berhubungan dalam proses produksi atau distribusi. Misalnya, perusahaan produksi membeli perusahaan pemasok bahan baku atau perusahaan distributor produknya.

3. Akuisisi Konglomerat

Akuisisi konglomerat terjadi saat sebuah perusahaan membeli perusahaan lain yang tidak berkaitan dengan proses bisnisnya. Contohnya, Grup Djarum melalui konsorsium FarIndo bersama Farallon Capital mengakuisisi BCA (Bank Central Asia).

Baca juga: Strategi Diferensiasi: Jenis, Contoh, dan Cara Menerapkannya

Cara Melakukan Akuisisi Perusahaan

Sebelum proses akuisisi dilakukan, ada beberapa tahapan yang biasanya perlu dilewati perusahaan agar pengambilalihan bisnis bisa berjalan lancar. Berikut cara melakukannya:

  1. Menentukan perusahaan target: Perusahaan akan mencari bisnis yang sesuai dengan tujuan dan rencana pengembangan usaha.
  2. Melakukan pemeriksaan bisnis: Tahap ini dilakukan untuk mengecek kondisi perusahaan target, mulai dari keuangan, operasional, hingga aspek hukum.
  3. Menentukan bentuk akuisisi: Perusahaan memutuskan apakah akan membeli seluruh saham atau hanya aset tertentu saja.
  4. Negosiasi harga dan kesepakatan: Kedua pihak akan membahas harga pembelian serta syarat kerja sama yang disepakati bersama.
  5. Membuat Letter of Intent (LOI): LOI merupakan dokumen awal yang berisi kesepakatan dasar sebelum proses resmi dilakukan.
  6. Menyiapkan dana akuisisi: Perusahaan perlu memastikan sumber dana yang akan digunakan untuk proses pembelian.
  7. Menyelesaikan perjanjian akuisisi: Setelah semua disetujui, kedua pihak menandatangani perjanjian resmi akuisisi.
  8. Proses penutupan transaksi: Pada tahap ini, pembayaran dilakukan dan kepemilikan perusahaan resmi berpindah tangan.
  9. Integrasi setelah akuisisi: Perusahaan mulai menggabungkan sistem dan proses kerja agar bisnis dapat berjalan lebih efektif.


Keunggulan Akuisisi

Sama seperti strategi bisnis lainnya, akuisisi juga memiliki berbagai keuntungan bagi perusahaan.

Langkah ini sering dipilih karena dinilai dapat membantu bisnis berkembang lebih cepat, memperluas pasar, hingga memperkuat posisi perusahaan di tengah persaingan.

Berikut beberapa kelebihan akuisisi yang perlu diketahui:

  • Prosesnya cenderung lebih cepat karena tahapan administrasi dan legalitas biasanya tidak serumit penggabungan perusahaan lainnya.
  • Perusahaan yang diakuisisi tetap bisa berjalan, sementara perusahaan pengambil alih dapat menjadi lebih kuat dari sisi bisnis maupun pasar.
  • Keputusan akuisisi umumnya lebih mudah dilakukan karena cukup melibatkan pemegang saham utama tanpa harus melalui banyak proses persetujuan.
  • Akuisisi juga dapat membantu mengurangi persaingan bisnis sekaligus menjadi cara untuk memperluas dan mengembangkan usaha.


Kelemahan Akuisisi

Meski memiliki sejumlah keuntungan, terdapat beberapa kekurangan akuisisi yang juga perlu diperhatikan, seperti:

  • Keputusan sangat bergantung pada pemegang saham sehingga jika ada pihak yang tidak setuju, proses akuisisi bisa saja gagal.
  • Biaya yang dibutuhkan cukup besar, terutama untuk proses pembelian dan legalitas.
  • Setelah akuisisi terjadi, perusahaan perlu pengawasan yang baik agar kedua bisnis bisa berjalan searah dan tidak terjadi perbedaan tujuan.


Contoh Akuisisi di Indonesia

Agar lebih mudah dipahami, pahami bagaimana akuisisi terjadi dalam dunia nyata melalui beberapa perusahaan di Indonesia.

Contoh-contoh ini bisa membantu kamu memahami bagaimana strategi akuisisi diterapkan dalam bisnis. Berikut beberapa contoh akuisisi di Indonesia:

1. PT PLN Batubara Investasi x PT Mahakarya Abadi Prima

Berdasarkan data dari KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha), pada Januari 2019 PT PLN Batubara Investasi melakukan akuisisi terhadap PT Mahakarya Abadi Prima. Proses ini dilakukan sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat bisnis di sektor energi.

Melalui akuisisi ini, PT PLN Batubara Investasi dapat memperluas kegiatan usaha dan meningkatkan efisiensi operasional dalam mendukung kebutuhan industri.

2. Tokopedia x Bridestory dan Parentstory

Pada Juni 2019, Tokopedia mengambil alih dua platform, yaitu Bridestory dan Parentstory. Proses ini tidak hanya mencakup aset perusahaan, tetapi juga sumber daya manusia (SDM) yang ada di dalamnya.

Dengan akuisisi ini, Tokopedia dapat memperluas layanan dan mengembangkan bisnisnya agar lebih beragam.

3. Warung Pintar x Limakilo

Warung Pintar, sebuah startup yang membantu toko kelontong beralih ke sistem digital, melakukan akuisisi terhadap Limakilo yang bergerak sebagai platform pemasok barang.

Keduanya sama-sama merupakan startup yang berada di bawah naungan East Ventures sehingga kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem bisnis yang sudah ada.

Itulah penjelasan mengenai akuisisi, mulai dari pengertian hingga contoh penerapannya di Indonesia. Dari sini bisa dipahami bahwa akuisisi bertujuan untuk memperluas usaha, memperkuat posisi di pasar, dan meningkatkan perkembangan bisnis secara lebih cepat.

Dalam menjalankan usaha, kebutuhan modal sering menjadi hal penting agar bisnis bisa terus berkembang. Jika membutuhkan tambahan dana dalam pengembangan usaha, Gadai BPKB dari Pegadaian bisa menjadi solusi.

Pembiayaan ini menawarkan kemudahan seperti proses pengajuan yang sederhana, cicilan tetap setiap bulan, pilihan pembayaran yang beragam, serta bisa digunakan untuk usaha individu maupun badan usaha.

Pengajuan bisa dilakukan dengan menjaminkan BPKB kendaraan. Tak perlu khawatir, kendaraan tetap bisa dipakai selama masa pinjaman.

Setelah pengajuan dilakukan, pihak Pegadaian akan melakukan penilaian dan verifikasi terlebih dahulu. Jika disetujui, dana akan segera dicairkan dan bisa digunakan untuk kebutuhan usaha kamu.

Kamu bisa mengajukan Gadai BPKB Pegadaian langsung di kantor Pegadaian terdekat. Namun, tidak menutup kemungkinan proses ini tersedia di aplikasi Tring! by Pegadaian dalam waktu dekat.

Jadi, tunggu apa lagi? Jangan biarkan kekurangan dana menghambat pengembangan usahamu. Yuk, mulai langkah kecil dalam mengembangkan bisnismu mulai sekarang bersama Pegadaian!

Baca juga: Brand Awareness: Definisi, Contoh, Hingga Cara Meningkatkan

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162


Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved