Rule of 72: Cara Kerja, Penggunaan, dan Menerapkannya

Oleh Pegadaian dalam Keuangan

08 September 2026
Bagikan :
image detail artikel

Jika kamu sedang belajar investasi, rule of 72 adalah salah satu cara sederhana untuk memperkirakan kapan nilai investasi dapat berlipat ganda.

Rumus ini membantu kamu dalam memberikan gambaran waktu tanpa perlu melakukan perhitungan yang rumit.

Dengan memahami cara kerja rule of 72, kamu bisa membandingkan pilihan investasi dan merencanakan keuangan dengan lebih terarah. Mari perhatikan beberapa hal penting tentang rule of 72 dalam artikel ini.

Apa Itu Rule of 72?

Rule of 72 adalah cara sederhana untuk menentukan berapa lama suatu investasi dapat berlipat ganda dengan tingkat imbal hasil tahunan yang tetap.

Caranya adalah dengan membagi angka 72 dengan tingkat pengembalian atau imbal hasil tahunan. Hasil pembagian tersebut merupakan perkiraan jumlah tahun yang dibutuhkan agar nilai investasi menjadi dua kali lipat.

Cara Kerja Rule of 72

Cara kerja rule of 72 sangat sederhana. Kamu hanya perlu mengetahui tingkat pengembalian tahunan investasi, lalu membagi angka 72 dengan persentase tersebut.

Misalnya, kamu memiliki investasi dengan tingkat pengembalian tahunan sebesar 6%. Perkiraan waktu yang dibutuhkan agar nilainya berlipat ganda dapat dihitung sebagai berikut:

72 : 6 = 12 tahun

Artinya, dengan asumsi imbal hasil tetap 6% per tahun, nilai investasi diperkirakan menjadi dua kali lipat dalam waktu sekitar 12 tahun.

Selain rule of 72, kamu dapat menggunakan rumus logaritma untuk mendapatkan hasil yang lebih presisi, yaitu:
T = ln(2) : ln(1+r)

T menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk melipatgandakan investasi, sedangkan r adalah tingkat imbal hasil.

Sementara itu, nilai ln(2) adalah sekitar 0,6931 berdasarkan perhitungan logaritma natural, dengan basis e ≈ 2,71828. Ini adalah nilai matematika yang sudah baku.

Sebagai contoh, jika imbal hasil deposito adalah 5% per tahun, maka perhitungannya adalah:
T = ln(2) : ln(1 + 0,05)
T = 0,6931 : ln(1,05)
T = 0,6931 : 0,04879
T ≈ 14,21 tahun

Berdasarkan simulasi tersebut, dapat dilihat bahwa dengan tingkat imbal hasil 5% per tahun, investasi membutuhkan waktu sekitar 14,2 tahun untuk menjadi dua kali lipat, dengan asumsi imbal hasil tumbuh secara majemuk.

Perhitungan dengan rumus rule of 72 ini dapat dilakukan menggunakan kalkulator ilmiah atau aplikasi spreadsheet, seperti Microsoft Excel.

Baca juga: 11 Investasi Terbaik 2026, Cocok Menjadi Opsi Bagi Investor!

Penggunaan Rule of 72

Rule of 72 tidak hanya digunakan untuk investasi, tetapi juga dapat membantu melihat pertumbuhan bunga pinjaman. Misalnya, jika tingkat bunga kartu kredit sebesar 17,3%, maka 72 : 17,3 menghasilkan sekitar 4,16 tahun.

Angka 4,16 menunjukkan perkiraan waktu agar saldo pinjaman menjadi dua kali lipat. Semakin tinggi tingkat bunga, semakin besar biaya yang harus ditanggung.

Rule of 72 juga dapat digunakan untuk merencanakan dana pendidikan anak. Kamu bisa memperkirakan tingkat imbal hasil yang dibutuhkan agar tabungan berkembang sesuai target waktu.

Meski begitu, pemilihan instrumen investasi tetap perlu disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko. Jangan sampai tergiur oleh keuntungan tinggi hingga memilih investasi bodong yang justru menyebabkan kerugian.

Kekurangan Rule of 72

Rule of 72 memang praktis untuk membuat perkiraan cepat, tetapi hasilnya tidak selalu mencerminkan kondisi investasi yang sebenarnya.

Dengan memahami keterbatasannya, kamu bisa menjadikan rule of 72 sebagai alat bantu, bukan sebagai satu-satunya dasar pengambilan keputusan. Berikut keterbatasan dari rumus hitungan ini yang perlu dipahami:

1. Efektif Hanya pada Rentang Tingkat Bunga Tertentu

Rule of 72 cenderung lebih akurat ketika tingkat imbal hasil berada pada kisaran 6% hingga 10%. Di luar rentang tersebut, selisih dengan perhitungan sebenarnya dapat semakin besar.

Sebagai contoh, imbal hasil 9% menghasilkan perkiraan 8 tahun menggunakan rule of 72, sedangkan rumus logaritma menghasilkan sekitar 8,04 tahun. Selisih tersebut masih relatif kecil.

Namun, pada imbal hasil 2%, rule of 72 menghasilkan 36 tahun, sedangkan rumus logaritma menghasilkan sekitar 35 tahun.

Oleh karena itu, gunakan rule of 72 untuk gambaran cepat dan metode logaritmik jika membutuhkan perhitungan yang lebih presisi.

2. Membutuhkan Tingkat ROI yang Tetap

Rule of 72 juga mengasumsikan tingkat return atau ROI tetap dari waktu ke waktu. Padahal, kinerja investasi dapat berubah dan tidak selalu menghasilkan imbal hasil yang sama setiap tahun.

Kinerja masa lalu juga tidak menjamin hasil di masa depan. Maka dari itu, lakukan riset mengenai tingkat pengembalian yang diharapkan sebelum menggunakan rumus ini sebagai bagian dari perencanaan.

Baca juga: Cerdas Berinvestasi: 5 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Memilih Platform Emas Digital

Cara Menerapkan Rule of 72 dalam Investasi

Berikut cara menerapkan rule of 72 untuk membantu kamu membuat keputusan investasi yang lebih terarah.

1. Menilai Pilihan Investasi

Gunakan rule of 72 untuk membandingkan beberapa investasi berdasarkan tingkat imbal hasilnya. Semakin tinggi imbal hasil, semakin singkat perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk menggandakan dana.

Namun, jangan hanya mempertimbangkan return. Perhatikan pula risiko, jangka waktu, dan kesesuaiannya dengan tujuan finansialmu.

2. Menghitung Risiko dan Pengembalian

Rule of 72 dapat membantu memberikan gambaran tentang hubungan antara potensi keuntungan dan risiko.

Investasi dengan potensi imbal hasil lebih tinggi biasanya juga memiliki risiko yang perlu dipertimbangkan.

Dengan melihat perkiraan waktu penggandaan dana, kamu bisa menilai apakah potensi keuntungan sebanding dengan risiko yang kamu sanggup tanggung.

3. Merencanakan Tujuan Keuangan

Kamu juga bisa menggunakan rule of 72 sebagai gambaran awal untuk menentukan strategi mencapai tujuan finansial, misalnya memperkirakan waktu yang dibutuhkan agar tabungan investasi berlipat ganda.

Setelah mendapatkan perkiraan tersebut, kamu dapat menyesuaikan nominal investasi, jangka waktu, dan instrumen yang dipilih sesuai dengan kemampuanmu.


Sekian informasi menarik yang bisa kamu pelajari tentang rule of 72. Memahami Rule of 72 adalah cara sederhana untuk melihat pentingnya waktu dan konsistensi dalam membangun aset.


Namun, kamu tidak harus mengejar instrumen berisiko tinggi untuk mulai berinvestasi. Jika ingin mulai membangun aset secara bertahap, emas dapat menjadi salah satu pilihan yang perlu dipertimbangkan.


Salah satu pilihannya adalah Emas Pegadaian. Melalui layanan ini, kamu dapat membeli emas secara bertahap mulai dari Rp10 ribuan.


Saldo emas tercatat secara digital sehingga lebih praktis untuk dikelola, sedangkan emas yang dimiliki juga diasuransikan.


Pembukaan rekening Emas Pegadaian tidak dikenakan biaya. Sementara cara pembayarannya fleksibel sehingga kamu dapat menyesuaikannya dengan kondisi keuangan dan kemampuan investasi.

Transaksi Emas Pegadaian dapat dilakukan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian. Setelah melakukan registrasi dan top-up sesuai nominal yang diinginkan, saldo emas akan tercatat secara digital dan dapat dikelola melalui aplikasi.

Namun, jika lebih nyaman bertransaksi secara langsung, kamu juga bisa melakukan transaksi Emas Pegadaian di kantor cabang Pegadaian terdekat.

Cukup isi formulir, lampirkan kartu identitas, penuhi biaya yang berlaku, lalu lakukan pembelian emas sesuai ketentuan.

Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, mulai bangun aset secara konsisten dan rencanakan tujuan finansialmu bersama Emas Pegadaian!

Baca juga: Investasi Emas Digital: Keuntungan, Risiko, dan Cara Memulainya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved