KUR Ditolak? Ini Penyebab, Ciri, dan Tips agar Disetujui

Kredit Usaha Rakyat atau KUR ditolak tentu menjadi hal yang tidak diinginkan oleh setiap pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal.
KUR merupakan program pembiayaan bersubsidi dari pemerintah untuk membantu UMKM berkembang.
Namun, setiap pengajuan tetap melalui proses penilaian oleh bank atau lembaga penyalur. Oleh karena itu, pengajuan KUR tidak selalu disetujui langsung. Ada sejumlah syarat dan indikator yang menjadi bahan pertimbangan bagi kreditur.
Dengan memahami penyebab penolakan, kamu bisa mempersiapkan pengajuan dengan lebih baik sehingga peluang persetujuannya semakin besar. Agar lebih siap, simak penjelasannya di bawah ini.
Alasan Pengajuan KUR Ditolak
Setiap lembaga penyalur memiliki standar penilaian sebelum menyetujui pembiayaan. Berikut beberapa penyebab yang paling sering membuat pengajuan KUR ditolak:
1. Dokumen Persyaratan Tidak Lengkap atau Bermasalah
Kelengkapan dokumen menjadi syarat utama dalam pengajuan KUR. Karena itu, periksa kembali seluruh dokumen sebelum mengajukannya.
Jika KTP, Kartu Keluarga, izin usaha, atau dokumen pendukung lainnya tidak lengkap, tidak berlaku, atau datanya tidak sesuai, bank dapat langsung menolak permohonan tersebut.
2. Penghasilan Tidak Memadai
Bank akan menilai kemampuan kamu untuk membayar cicilan. Laporan keuangan sederhana dapat membantu menunjukkan kondisi usaha yang sebenarnya.
Apabila penghasilan usaha dianggap belum cukup atau masih memiliki banyak kewajiban pinjaman, peluang persetujuan menjadi lebih kecil.
3. Usaha Tidak Memenuhi Kriteria
Secara umum, usaha harus sudah berjalan minimal 6 bulan agar memenuhi syarat KUR. Selain itu, usaha juga harus produktif dan memiliki aktivitas yang jelas.
Catatan omzet maupun laporan penjualan sederhana dapat menjadi bukti bahwa usaha tersebut layak mendapatkan pembiayaan.
4. Catatan atau Riwayat Kredit Buruk
Sebelum menyetujui pinjaman, bank akan memeriksa riwayat kredit melalui SLIK OJK. Sebaiknya selesaikan seluruh kewajiban kredit sebelum mengajukan pembiayaan baru.
Jika masih memiliki tunggakan atau pernah mengalami kredit macet, risiko KUR ditolak akan semakin besar.
5. Hasil Survei Menunjukkan Usaha Tidak Layak
Survei dilakukan untuk memastikan usaha tersebut benar-benar berjalan. Jika hasilnya menunjukkan usaha tidak aktif, tidak memiliki aset produktif, atau pencatatan keuangannya kurang jelas, bank dapat menghentikan proses pengajuan.
6. Jaminan Tidak Memenuhi Kriteria
Sebagian jenis KUR memang tidak memerlukan agunan tambahan, tetapi ada pembiayaan dengan plafon tertentu yang tetap mensyaratkan jaminan. Jika aset yang diajukan tidak memenuhi ketentuan atau nilainya tidak memadai, pengajuan dapat ditolak.
7. Rencana Pemakaian Dana Tidak Jelas
Bank ingin memastikan dana yang diberikan kepada debitur digunakan untuk kebutuhan usaha yang produktif.
Jika kamu tidak dapat menjelaskan tujuan penggunaan dana secara rinci, pihak bank akan menilai pengajuan tersebut berisiko sehingga peluang disetujui menjadi lebih kecil.
Baca juga: 4 Pinjaman Online yang Bisa Dicicil dan Tips Memilihnya
Ciri-Ciri Pengajuan KUR Kemungkinan Besar Ditolak
Beberapa ciri berikut dapat menjadi sinyal bahwa pengajuan KUR belum memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pihak bank:
1. Survei Tidak Dilaksanakan dengan Serius
Petugas dari pihak yang akan memberikan KUR biasanya melakukan survei untuk melihat kondisi usaha secara langsung.
Jika survei hanya dilakukan sekilas, sering ditunda, atau tidak menggali informasi secara menyeluruh, kemungkinan pengajuannya tidak menjadi prioritas.
2. Tidak Ada Undangan Penandatanganan Kredit
Penandatanganan perjanjian kredit merupakan tahap akhir sebelum pencairan dana. Jika kamu juga tidak menerima undangan, sebaiknya segera menghubungi pihak bank untuk memastikan status pengajuan.
3. Tidak Ada Tindak Lanjut dari Pihak Penyedia
Bank umumnya akan menghubungi calon debitur apabila dokumen dinilai telah memenuhi syarat. Jika tidak ada kabar sama sekali setelah pengajuan dilakukan, kemungkinan proses seleksi tidak akan dilanjutkan.
4. Tidak Diminta Dokumen Tambahan
Dalam banyak kasus, bank akan meminta dokumen tambahan sebagai bagian dari proses verifikasi. Jika setelah survei tidak ada permintaan lanjutan, besar kemungkinan proses pengajuan telah dihentikan.
Baca juga: Restrukturisasi Kredit: Syarat, Jenis, hingga Contohnya
Tips agar Pengajuan KUR Disetujui
Sebelum mengajukan KUR, lakukan beberapa langkah berikut agar peluang disetujui semakin besar:
- Lengkapi seluruh dokumen legalitas usaha, seperti NIB, IUMK, dan dokumen lain yang diminta.
- Pastikan usaha sudah aktif minimal 6 bulan dan memiliki aktivitas yang stabil.
- Siapkan laporan keuangan sederhana beserta catatan arus kas usaha.
- Perbaiki riwayat kredit dengan melunasi seluruh tunggakan sebelum mengajukan KUR.
- Pilih jumlah pinjaman dan tenor sesuai kemampuan membayar agar cicilan tetap aman.
- Hindari mengajukan pinjaman di banyak lembaga pada waktu yang sama.
- Siapkan agunan jika memang dipersyaratkan untuk jenis KUR tertentu.
- Berikan referensi yang valid apabila diminta pihak bank.
- Pastikan kamu tidak memiliki kredit produktif yang sedang aktif di lembaga keuangan lain.
Mengetahui bahwa pengajuan KUR ditolak memang bisa menjadi momen yang mengecewakan, terutama ketika roda bisnis sangat membutuhkan suntikan modal yang segar.
Namun, penolakan tersebut bukanlah akhir dari segalanya dan kamu tidak boleh membiarkan impian membesarkan usaha terhenti.
#TenangSaja, Pegadaian telah menghadirkan solusi digital yang siap membantu operasional bisnis tetap berjalan
Melalui aplikasi Tring! by Pegadaian, nasabah dapat memperoleh akses alternatif pembiayaan usaha dengan cepat langsung dari genggaman.
Di Pegadaian, tersedia berbagai layanan modal, mulai dari Gadai BPKB hingga KUR Syariah yang transaksinya bisa dilakukan secara online tanpa perlu mengantre di outlet.
KUR Syariah dari Pegadaian merupakan pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan modal usaha, seperti pembelian barang dan kebutuhan produktif lainnya tanpa barang jaminan.
Layanan KUR Syariah telah sesuai dengan fatwa DSN-MUI, menawarkan pencairan cepat, mu'nah terjangkau, tanpa biaya administrasi, serta dapat diakses melalui seluruh outlet Pegadaian.
Calon penerima KUR Syariah Pegadaian harus memiliki usaha yang sah menurut syariat Islam dan peraturan yang berlaku, serta memiliki pendapatan rutin harian, mingguan, atau bulanan.
Selain itu, calon penerima wajib lolos pengecekan SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) dan SIKP (Sistem Informasi Kredit Program) serta tidak sedang menerima pembiayaan produktif dari program pemerintah maupun lembaga keuangan lain.
Jadi, jika kamu ingin mengajukan pembiayaan usaha, KUR Syariah dari Pegadaian bisa menjadi solusi yang layak untuk dipertimbangkan.
Kini pengajuannya semakin mudah melalui aplikasi Tring! by Pegadaian, atau kamu juga dapat langsung bertransaksi di kantor cabang Pegadaian terdekat untuk memperoleh informasi lebih lanjut.
Yuk, dapatkan pinjaman untuk memenuhi modal usahamu sesuai kebutuhan melalui KUR Syariah Pegadaian sekarang juga!
Baca juga: Kredit Tanpa Agunan: Jenis, Kelebihan, Hingga Kekurangan
Berita dan Artikel Lainnya

Keuangan
SBSN: Definisi, Keuntungan, Jenis, dan Cara Kerjanya
SBSN adalah salah satu instrumen investasi syariah yang dapat memberikan imbal hasil kompetitif. Pelajari keuntungan, jenis, dan cara kerjanya di sini!

Keuangan
Gadai Elektronik di Pegadaian: Syarat, Cara, & Simulasinya
Selain emas, kamu juga dapat menggadaikan perangkat elektronik melalui layanan Gadai Elektronik Pegadaian. Simak syarat dan caranya di sini!

Keuangan
Literasi Keuangan: Pahami Arti, Manfaat, dan Contohnya
Literasi keuangan adalah segala bentuk wawasan yang berpengaruh pada sikap seseorang dalam meningkatkan kesejahteraan. Yuk, simak infornya di sini!

