IHSG: Pengertian, Fungsi, Faktor yang Memengaruhi, dan Cara Membacanya

Jika mulai belajar investasi saham, kamu pasti akan sering mendengar istilah IHSG. Lalu, IHSG adalah apa dan mengapa indikator ini penting bagi investor?
IHSG adalah Indeks Harga Saham Gabungan, yaitu indeks yang menggambarkan pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perubahan nilai IHSG sering dijadikan indikator kondisi pasar modal Indonesia sekaligus acuan bagi investor dalam mengambil keputusan investasi.
Dengan memahami cara kerja IHSG, kamu dapat membaca arah pasar, mengevaluasi portofolio, hingga menentukan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual saham.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai pengertian IHSG, fungsi, faktor yang memengaruhi, cara membaca, hingga berbagai indeks saham lainnya di Indonesia.
Apa itu IHSG?
IHSG adalah singkatan dari Indeks Harga Saham Gabungan (Composite Stock Price Index) yang digunakan untuk mengukur kinerja seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG pertama kali diperkenalkan oleh BEI pada 1 April 1983, dengan tanggal dasar perhitungan 10 Agustus 1982 menggunakan nilai dasar 100. Saat itu terdapat 13 perusahaan tercatat sebagai dasar perhitungan indeks.
Saat ini, pergerakan IHSG dihitung berdasarkan kapitalisasi pasar seluruh saham yang tercatat sehingga mampu menggambarkan kondisi pasar saham Indonesia secara keseluruhan.
Secara sederhana:
- IHSG naik artinya mayoritas harga saham mengalami kenaikan.
- IHSG turun artinya mayoritas harga saham mengalami penurunan.
Namun, kenaikan atau penurunan IHSG tidak selalu berarti seluruh saham bergerak ke arah yang sama karena setiap saham memiliki karakteristik masing-masing.
Mengapa IHSG Penting bagi Investor?
IHSG bukan hanya angka yang muncul setiap hari di berita ekonomi. Indeks ini memiliki peran penting sebagai indikator kesehatan pasar modal Indonesia.
Investor biasanya menggunakan IHSG untuk:
- mengetahui sentimen pasar;
- membandingkan performa portofolio;
- menentukan strategi investasi;
- melihat kondisi ekonomi secara umum.
Semakin baik pemahaman terhadap IHSG, semakin mudah investor mengambil keputusan investasi yang lebih rasional.
Baca Juga: Rebalancing Portofolio: Jenis, Strategi, dan Contohnya
Fungsi IHSG
Adapun fungsi IHSG adalah sebagai berikut:
1. Mengukur Kinerja Portofolio
Fungsi IHSG yang pertama adalah mengukur kinerja portofolio. Portofolio adalah sekumpulan aset saham milik perusahaan atau perorangan.
Dengan melihat IHSG, kamu bisa memprediksi keuntungan saham-saham yang ada di portofolio.
2. Melihat Pergerakan Pasar Modal
Fungsi selanjutnya adalah untuk memantau pergerakan pasar modal paling baru karena nilai IHSG didapatkan dari rata-rata harga saham secara real time di BEI.
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, jika tren IHSG melemah, maka harga saham akan melemah, dan sebaliknya.
Namun, kamu perlu mengetahui bahwa nilai IHSG diambil dari rata-rata sehingga mungkin saja kamu menemukan harga saham yang berbeda dengan nilai IHSG.
3. Melihat Perkembangan Ekonomi
IHSG adalah sebuah indikator yang bisa digunakan untuk melihat kondisi ekonomi saat ini, termasuk pertumbuhan ekonomi negara, penerimaan pajak negara, dan aliran modal.
Maka, perlu dicatat bahwa semakin besar tingkat investasi di sebuah negara, semakin besar pula aliran modal negara tersebut.
Akhirnya, perekonomian negara dapat bergerak dan menumbuhkan ekonominya melalui pajak yang dibayarkan investor.
Selain itu, pemerintah juga dapat membuat kebijakan baru terkait pajak investasi ini agar kesejahteraan masyarakat meningkat.
Baca juga: 5 Investasi Online untuk Pemula yang Mudah dan Aman
Istilah Penting dalam IHSG yang Perlu Diketahui
Selain mengetahui definisi dan fungsi IHSG, kamu juga perlu mengetahui istilah-istilah yang kerap muncul saat kamu memantau nilai IHSG. Adapun beberapa istilah IHSG adalah sebagai berikut:
- Buyback: Kegiatan membeli kembali beberapa macam saham perusahaan dari pemegang saham yang ada di perusahaan tersebut.
- Portofolio: Sekumpulan aset investasi (saham) yang dimiliki seseorang atau sebuah perusahaan.
- Capital Gain: Keuntungan yang didapatkan investor setelah menanamkan saham selama periode waktu tertentu. Capital gain didapatkan dari selisih harga jual dan harga beli saham.
- Fluktuasi: Fluktuasi dalam IHSG adalah perubahan harga saham secara naik atau turun berdasarkan kondisi-kondisi tertentu pada pasar saham.
- Capital Loss: Capital loss adalah kerugian yang didapatkan investor setelah menjual saham dengan harga yang lebih murah dari harga beli.
- Bubble: Peningkatan harga saham secara signifikan atau bahkan terlihat tidak normal karena melebihi harga pasar. Kenaikan ini bisa terjadi jika terjadi hal yang tidak terduga.
- Cut Loss: Aktivitas menjual saham kembali agar tidak mengalami kerugian yang besar.
- Hold: Aktivitas mempertahankan saham (tidak menjualnya) agar bisa mendapatkan keuntungan di masa depan.
- Bullish: Kenaikan atau penurunan harga saham di suatu periode tertentu berdasarkan tingkat optimisme investor di pasar saham.
- Likuiditas: Jumlah transaksi saham di pasar modal di jangka waktu tertentu.
Apa Faktor yang Memengaruhi IHSG?
Nilai IHSG tidak terlepas dari faktor-faktor yang memengaruhinya. Berikut adalah rinciannya:
- Kebijakan pemerintah: Harga saham dapat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, khususnya kebijakan yang berdampak langsung di bidang permodalan seperti kebijakan ekspor dan impor.
- Kebijakan perusahaan: Kebijakan-kebijakan seperti akuisisi perusahaan atau merger perusahaan juga dapat memengaruhi harga saham.
- Fluktuasi kurs Rupiah pada mata uang asing: Kuat atau lemahnya kurs Rupiah terhadap mata uang asing dapat memengaruhi harga saham. Contohnya adalah ketika Rupiah melemah terhadap Dollar, maka harga saham di IHSG dapat melemah pula.
- Keadaan fundamental ekonomi makro: Keadaan-keadaan seperti fluktuasi suku bunga di Bank Sentral Amerika, fluktuasi suku bunga acuan Bank Indonesia, fluktuasi nilai ekspor dan impor, serta tingkat inflasi juga dapat berdampak pada harga saham.
Cara Membaca IHSG
Adapun cara membaca IHSG adalah pertama, kamu dapat melihat grafiknya di situs atau aplikasi tempatmu berinvestasi.
Selanjutnya, kamu bisa memantau trennya. Jika trennya naik, maka grafik akan bullish (hijau). Pada momen ini, kamu direkomendasikan untuk menjual saham sehingga mendapatkan keuntungan.
Opsi lainnya adalah dengan melakukan hold dan berharap harga akan terus meningkat sehingga keuntungan pun bisa lebih besar di kemudian hari.
Namun, kamu jangan gegabah untuk langsung menjual saham ketika nilai IHSG naik karena bisa saja nilai naik karena bubble.
Sebaliknya, jika kamu melihat tren IHSG menurun atau bearish (merah), maka kamu disarankan untuk hold saham hingga harga meningkat dan membeli saham.
Tidak hanya itu, kamu juga bisa melakukan cut loss atau menjual saham ketika harga sedang turun agar tidak semakin merugi.
Kamu pun jangan panik jika dihadapkan dengan penurunan nilai. Yang bisa kamu lakukan adalah menganalisis portofolio lebih dalam dan membeli saham di saat yang tepat agar mendapatkan capital gain.
Baca juga: Ingin Berinvestasi Online dengan Aman? Inilah 5 Caranya!
Indeks Saham Selain IHSG
Selain IHSG, BEI memiliki beberapa indeks lain yang sering digunakan investor. Adapun indeks saham selain IHSG adalah sebagai berikut:
- LQ45: Indeks yang mengukur performa 45 saham berlikuiditas tinggi, berkapitalisasi pasar yang besar, dan didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.
- Kompas100: Mengukur performa 100 sahat berlikuiditas tinggi, berkapitalisasi besar, dan diluncurkan bersama Kompas Gramedia Group.
- IDX30: Mengukur performa 30 saham berlikuiditas tinggi, berkapitalisasi pasar yang besar, dan didukung fundamental perusahaan yang baik.
- Bisnis-27: Mengukur performa 27 saham yang diluncurkan oleh PT Jurnalindo Aksara Grafika dan dipilih oleh Komite Indeks Bisnis Indonesia.
Demikian informasi tentang IHSG yang perlu kamu ketahui. Agar bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal, pastikan kamu mempelajari produk investasi yang akan dibeli serta menganalisis portofolio pribadi.
Jika kamu memiliki saham atau obligasi sebagai bagian dari portofolio investasi, tidak selalu harus menjual aset tersebut saat membutuhkan dana cepat.
Melalui Gadai Saham dan Obligasi Pegadaian, kamu dapat menjadikan saham maupun obligasi yang memenuhi persyaratan sebagai jaminan untuk memperoleh pinjaman. Dengan begitu, kamu tetap memiliki peluang memperoleh manfaat dari investasi ketika kondisi pasar kembali membaik.
Baca juga: 5 Tips Investasi Emas Online yang Aman
Berita dan Artikel Lainnya

Keuangan
10 Cara Menghemat Uang Belanja yang Cermat dan Praktis
Mengetahui cara menghemat uang belanja dapat membantumu mewujudkan financial freedom. Yuk, cari tahu macam-macam caranya di artikel ini!

Keuangan
Apa itu Wishlist? Ini Manfaat & Cara Membuatnya yang Efektif
Wishlist adalah istilah populer yang berisi daftar keinginan untuk diwujudkan. Biasanya, akan dituliskan dalam buku atau memo. Yuk, simak selengkapnya di sini!

Keuangan
Mengenal Fluktuasi, Definisi, Penyebab, & Cara Mengatasinya
Fluktuasi adalah kondisi ketika harga pasar naik turun secara tidak pasti. Simak penjelasan selengkapnya mengenai apa itu fluktuasi di sini.

