Escrow Account: Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya

Oleh Pegadaian dalam Keuangan

21 October 2026
Bagikan :
image detail artikel

Dalam transaksi jual beli yang melibatkan dua pihak yang belum sepenuhnya saling percaya, escrow account adalah salah satu mekanisme yang dapat membantu mengatur perpindahan dana dengan keamanan yang lebih baik.

Lantas, bagaimana mekanisme escrow account, apa saja bentuk dan manfaatnya, serta hal apa yang perlu diperhatikan sebelum menggunakannya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Pengertian Escrow Account

Secara sederhana, escrow account adalah fasilitas yang menempatkan dana atau aset transaksi di bawah pengelolaan pihak independen untuk sementara.

Dana tersebut baru diteruskan kepada pihak yang berhak setelah ketentuan yang disepakati sebelumnya terpenuhi.

Dengan mekanisme ini, pembeli maupun penjual tidak memegang kendali penuh atas dana selama proses transaksi berlangsung. Pihak pengelola escrow menjalankan instruksi sesuai kesepakatan sehingga proses pembayaran memiliki tahapan dan aturan yang lebih jelas.

Keberadaan escrow juga dapat membantu membatasi risiko, terutama ketika kedua pihak belum memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi.

Cara Kerja Escrow Account

Escrow account bekerja dengan memastikan dana tidak langsung berpindah ke penerima sebelum kewajiban dalam transaksi selesai. Secara umum, cara kerjanya berlangsung sebagai berikut:

  • Membuat Kesepakatan: Para pihak yang bertransaksi menentukan aturan penggunaan escrow, termasuk kewajiban masing-masing pihak dan kondisi yang menjadi dasar pelepasan dana.
  • Menempatkan Dana: Pembeli atau pihak yang berkewajiban membayar memasukkan dana ke rekening yang dikelola oleh penyedia escrow. Dana tersebut belum diteruskan kepada penerima.
  • Menjalankan Kewajiban: Penjual atau pihak penerima pembayaran memenuhi tanggung jawabnya, seperti mengirimkan barang, menyelesaikan pekerjaan, atau melengkapi dokumen yang disyaratkan.
  • Melakukan Pemeriksaan: Bukti pemenuhan kewajiban diperiksa sesuai prosedur layanan escrow untuk memastikan ketentuan transaksi telah dilaksanakan.
  • Meneruskan Dana: Jika seluruh persyaratan terpenuhi dan tidak ada masalah, dana diberikan kepada pihak yang berhak sesuai perjanjian.
  • Menangani Ketidaksesuaian: Jika terjadi masalah atau kewajiban tidak terpenuhi, dana dapat tetap ditahan sampai persoalan tersebut diselesaikan sesuai dengan mekanisme yang telah disepakati.


Baca juga: E-Commerce: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Cara Memulainya

Jenis-Jenis Escrow Account

Bentuk penggunaan escrow account dapat berbeda tergantung pada tujuan transaksi dan pihak yang terlibat. Di Indonesia, mekanisme ini dapat ditemukan dalam beberapa konteks, antara lain:

  • E-commerce: sistem menahan pembayaran pembeli selama proses pemenuhan pesanan. Dana baru akan diproses sesuai dengan status transaksi dan aturan platform.
  • Fintech: Escrow dapat digunakan sebagai tempat penampungan dana untuk aktivitas pembiayaan tertentu. Pengelolaannya mengikuti aturan dan mekanisme yang ditetapkan oleh penyelenggara.
  • Properti: Dalam transaksi aset atau hunian, dana dapat ditempatkan terlebih dahulu dan baru disalurkan setelah persyaratan transaksi atau tahapan tertentu terpenuhi.
  • Bisnis dan Korporasi: Dalam kerja sama antarperusahaan, escrow dapat digunakan untuk mengamankan pembayaran atau kewajiban yang memiliki syarat khusus, termasuk dalam transaksi bernilai besar.


Manfaat dari Escrow Account

Penggunaan escrow account dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan dalam transaksi. Beberapa manfaat yang bisa diperoleh antara lain:

  • Mengurangi Risiko Pembayaran: Dana tidak langsung berpindah sebelum kewajiban transaksi terpenuhi.
  • Memberikan Kepastian kepada Kedua Pihak: Pembeli memiliki perlindungan selama proses pemenuhan pesanan, sedangkan penjual memperoleh kepastian bahwa dana telah disiapkan.
  • Menciptakan Pihak Pengelola yang Independen: Dana tidak sepenuhnya berada di bawah kendali salah satu pihak selama transaksi berlangsung.
  • Membuat Alur Pembayaran Lebih Teratur: Waktu dan kondisi pencairan dapat ditentukan sejak awal.
  • Membantu Menangani Masalah Transaksi: Ketika terjadi ketidaksesuaian, penyelesaian dapat mengikuti prosedur yang tercantum dalam perjanjian.


Contoh Transaksi Escrow Account

Agar lebih mudah dipahami, bayangkan sebuah perusahaan membeli peralatan produksi dari pemasok yang belum pernah bekerja sama sebelumnya.

Nilai transaksinya mencapai Rp50 juta dan pembayaran dilakukan melalui layanan escrow. Pertama, perusahaan pembeli menyetorkan Rp50 juta ke rekening escrow.

Dana ini belum sepenuhnya masuk ke kantong pemasok sebelum peralatan dikirim dan memenuhi spesifikasi yang tercantum dalam kontrak.

Selanjutnya, pemasok mengirimkan peralatan dan menyerahkan dokumen pengiriman. Pembeli melakukan pemeriksaan untuk memastikan jumlah, kondisi, dan spesifikasi barang sesuai kesepakatan.

Jika hasil pemeriksaan sesuai, pembeli mengonfirmasi ke pihak escrow. Dana lalu akan dicairkan kepada pemasok sesuai ketentuan perjanjian.

Sebaliknya, jika barang tidak sesuai dan sengketa terjadi, dana dapat tetap ditahan sampai penyelesaian mengikuti mekanisme yang telah disepakati. Inilah salah satu fungsi penting escrow sebagai pengaman transaksi.

Baca juga: Fintech: Definisi, Jenis, Manfaat, & Contohnya di Indonesia

Cara Menentukan Jenis Escrow Account yang Tepat

Memilih escrow account sebaiknya dilakukan dengan melihat kebutuhan transaksi secara keseluruhan, bukan hanya berdasarkan kemudahan penggunaan.

Beberapa pertimbangan berikut dapat membantu kamu menentukan pilihan yang lebih sesuai:

  • Tentukan Tujuan Penggunaan: Pastikan layanan yang dipilih memang mendukung jenis transaksi yang akan dilakukan, baik jual beli online, properti, pembiayaan, maupun kerja sama antarbisnis.
  • Kenali Pihak yang Mengelola Dana: Cari tahu siapa yang bertindak sebagai agen escrow, bagaimana legalitasnya, dan melalui lembaga apa dana tersebut dikelola.
  • Pastikan Aturan Pencairannya Jelas: Periksa kondisi yang membuat dana dapat diteruskan, ditahan, atau dikembalikan. Semakin jelas ketentuannya, semakin mudah menentukan hak masing-masing pihak.
  • Hitung Biaya dan Dampaknya terhadap Transaksi: Selain melihat tarif layanan, perhatikan pula kemungkinan adanya biaya tambahan serta waktu yang dibutuhkan sampai dana dapat dicairkan.
  • Pahami Prosedur Ketika Terjadi Masalah: Sebelum menggunakan layanan, cari tahu siapa yang menangani perselisihan, bukti apa yang diperlukan, dan bagaimana proses pengembalian atau pelepasan dana dilakukan.
  • Simpan Seluruh Bukti Transaksi: Perjanjian, bukti pembayaran, dokumen pengiriman, dan komunikasi terkait transaksi sebaiknya disimpan agar dapat digunakan apabila muncul perselisihan.


Jadi, escrow account adalah sarana untuk meningkatkan keamanan dan kepercayaan dalam transaksi karena dana dikelola berdasarkan persyaratan yang telah disepakati.

Namun, kewajiban menempatkan dana dalam jumlah tertentu selama proses transaksi juga dapat memengaruhi arus kas bisnis.

Jika kondisi tersebut membuat kebutuhan modal usaha menjadi lebih ketat, Gadai BPKB Pegadaian dapat menjadi salah satu alternatif pendanaan.

Melalui layanan ini, kendaraan tetap bisa digunakan karena hanya BPKB-nya yang digadaikan. Pengajuan bisa dilakukan di aplikasi Tring! by Pegadaian atau kantor cabang Pegadaian terdekat.

Gadai BPKB Pegadaian menyediakan opsi pembayaran yang fleksibel, mulai dari cicilan rutin per bulan, pembayaran sekaligus di akhir masa kredit, hingga skema berjangka sesuai ketentuan pembiayaan.

Persyaratan secara umum, calon nasabah harus berstatus WNI dengan e-KTP dan NPWP, berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah dan maksimal 75 tahun, berdomisili tetap, serta memiliki usaha yang tidak dilarang oleh pemerintah.

Usaha juga perlu telah berjalan minimal satu tahun, memiliki perizinan, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), serta memenuhi ketentuan lokasi usaha dan proses verifikasi dari Pegadaian.

Jadi, saat kebutuhan dana usaha muncul dan kamu perlu menjaga kelancaran transaksi dan operasional, jangan ragu memanfaatkan Gadai BPKB Pegadaian.

Baca juga: Real Estate: Pengertian, Jenis, dan Bedanya dengan Properti

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved