Berapa Persen Gaji untuk Nabung Emas? Ini Rekomendasinya!

Oleh Pegadaian dalam Keuangan

16 September 2026
Bagikan :
image detail artikel

Menentukan berapa persen gaji untuk nabung emas bisa menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan finansial yang lebih terarah.

Tidak perlu langsung menyisihkan nominal besar karena yang terpenting adalah menemukan porsi yang realistis dan bisa kamu jalankan secara konsisten.

Lalu, berapa persen gaji yang sebaiknya dialokasikan untuk nabung emas? Yuk, simak cara menentukan porsinya serta metode pembagian gaji yang bisa kamu sesuaikan dengan kondisi finansialmu!

Berapa Persen Gaji untuk Nabung Emas?

Tidak ada nominal wajib untuk menabung emas. Sebagai patokan awal, kamu bisa menyisihkan sekitar 20% dari gaji untuk tabungan dan investasi.

Misalnya, dengan gaji Rp4 juta per bulan, kamu bisa menyisihkan sekitar Rp800 ribu. Nominal ini bisa dibagi untuk tabungan emas, dana darurat, atau kebutuhan investasi lainnya.

Namun, yang perlu diingat adalah bahwa 20% bukanlah angka yang mutlak. Sesuaikan dengan pengeluaran rutin, cicilan, tanggungan, dan biaya hidup sebelum menentukan nominal tabungan emas.

Jika baru mampu menyisihkan 5% atau 10%, kamu tetap bisa memulainya dari angka tersebut. Saat kondisi keuangan membaik, porsinya dapat dinaikkan secara bertahap.

Jadi, fokusnya bukan mengejar persentase tertentu, melainkan membangun kebiasaan menyisihkan uang. Tabungan emas bisa menjadi salah satu tujuan dari alokasi tersebut.

Metode Pembagian Gaji yang Tepat

Ada berbagai metode pembagian gaji yang bisa digunakan untuk menentukan porsi kebutuhan, keinginan, serta tabungan atau investasi.

Salah satu yang paling populer adalah metode 50/30/20 karena pembagiannya cukup sederhana untuk diterapkan.

Dalam metode 50/30/20, sekitar 50% penghasilan digunakan untuk kebutuhan pokok, misalnya makanan, tempat tinggal, transportasi, tagihan, dan cicilan yang wajib.

Selanjutnya, 30% dapat digunakan untuk keinginan yang termasuk hiburan, seperti nongkrong, belanja, atau liburan. Barulah 20% dialokasikan untuk tabungan, dana darurat, dan investasi, termasuk tabungan emas.

Dengan pembagian ini, kamu tidak hanya menyisihkan uang untuk masa depan, tetapi juga tetap memberikan ruang untuk kebutuhan dan kesenangan saat ini.

Jika 50/30/20 terasa kurang cocok, kamu bisa mencoba 60/20/20. Metode ini membagi 60% untuk kebutuhan, 20% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan atau investasi.

Ada juga metode 80/20 yang lebih sederhana. Kamu cukup menyisihkan 20% gaji untuk tabungan dan investasi, lalu menggunakan 80% sisanya untuk kebutuhan dan pengeluaran lainnya.

Bagi kamu yang ingin mengejar tujuan finansial dengan lebih agresif, metode 40/20/40 bisa menjadi pilihan. Pembagiannya adalah 40% untuk kebutuhan, 20% untuk keinginan, dan 40% untuk tabungan atau investasi.

Intinya, tidak ada satu metode pun yang paling benar untuk semua orang. Pilih pembagian yang membuat kebutuhan tetap terpenuhi dengan tepat sekaligus memberikan ruang untuk menabung emas secara rutin.

Baca juga: Cara Menghitung & Alokasi Gaji Bulanan yang Tepat

Faktor yang Memengaruhi Besarnya Tabungan

Besarnya tabungan tidak hanya ditentukan oleh nominal gaji, tetapi juga oleh kebutuhan dan prioritas yang sedang kamu jalani. Berikut beberapa faktor yang memengaruhinya:

1. Gaya Hidup

Gaya hidup dapat menentukan seberapa banyak uang yang tersisa untuk ditabung. Pengeluaran kecil, seperti jajan, langganan aplikasi, atau belanja impulsif, bisa terlihat sepele, tetapi jika dilakukan berulang kali, dapat mengurangi ruang untuk menabung.

2. Tujuan Keuangan

Tujuan finansial membantu menentukan seberapa agresif kamu perlu menabung. Jika sedang mengejar dana darurat atau target tertentu, kamu mungkin perlu menyisihkan lebih banyak dibandingkan saat hanya membangun aset untuk tujuan jangka panjang.

3. Besar Penghasilan

Penghasilan memengaruhi kapasitas menabung, tetapi gaji kecil bukan berarti tidak bisa mulai membangun aset.

Menyisihkan 10% secara konsisten dapat menjadi awal yang lebih baik daripada menunggu sampai penghasilan menjadi cukup besar.

4. Tanggungan

Adanya tanggungan seperti pasangan, anak, atau anggota keluarga lain dapat membuat kebutuhan bulanan menjadi lebih besar. Dalam kondisi ini, porsi tabungan mungkin perlu disesuaikan agar tidak mengganggu kebutuhan utama.

Jadi, daripada memaksakan persentase tertentu, gunakan angka tersebut sebagai panduan untuk menemukan nominal yang benar-benar kamu sanggup pertahankan dan sesuai dengan kondisi finansialmu.

Baca juga: 6 Investasi yang Cocok untuk Karyawan dengan Gaji Bulanan

Tips Memulai Tabungan Emas secara Bijak

Supaya alokasi gaji untuk tabungan emas benar-benar berjalan setiap bulan, kamu bisa menerapkan beberapa kebiasaan berikut:

  • Tentukan target finansial terlebih dahulu: Misalnya, kamu ingin mengumpulkan aset untuk dana masa depan dalam 3 sampai 5 tahun. Target yang jelas membuat nominal yang perlu disisihkan terasa lebih terukur.
  • Sisihkan uang di awal bulan: Jangan menunggu uang tersisa setelah semua kebutuhan terpenuhi. Begitu gaji diterima, langsung pisahkan nominal yang memang sudah dialokasikan untuk tabungan emas.
  • Gunakan transfer otomatis atau autodebit: Sistem otomatis membantu mengurangi kemungkinan lupa menabung atau tergoda untuk menggunakan uang yang seharusnya disimpan.
  • Pisahkan rekening atau pos keuangan: Memisahkan uang untuk kebutuhan sehari-hari dari dana untuk tabungan dapat membuat saldo yang sudah dialokasikan untuk masa depan tidak mudah terpakai.
  • Periksa kebocoran finansial kecil: Cek kembali langganan yang jarang digunakan, biaya layanan, jajan impulsif, hingga pembelian karena promo. Uang yang berhasil dihemat dapat dialihkan untuk menambah tabungan emas.


Pada akhirnya, keberhasilan menabung lebih banyak ditentukan oleh konsistensi, bukan nominal besar di awal.

Setelah menentukan persentase yang sesuai dan sistem yang mudah dijalankan, kamu bisa mulai mengubah sebagian penghasilan menjadi aset secara rutin.

Dalam menentukan berapa persen gaji untuk nabung emas ini, akan lebih mudah jika kamu memiliki sarana yang praktis untuk menjalankan alokasi tersebut.

Emas Pegadaian memungkinkan kamu membeli emas secara bertahap sesuai kemampuan karena pembelian dapat dimulai dari Rp10 ribuan sehingga kamu tidak perlu menunggu sampai memiliki dana besar.

Untuk penghitungan yang lebih praktis, kamu bisa menggunakan fitur Simulasi Emas Pegadaian. Sistem ini dapat mengonversi nominal top up menjadi gramasi emas secara otomatis.

Pengajuan Emas Pegadaian dapat dilakukan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian maupun langsung di kantor cabang Pegadaian terdekat.

Untuk cara yang lebih praktis, kamu bisa membuka rekening melalui aplikasi Tring! by Pegadaian, melakukan registrasi, lalu melakukan top up sesuai nominal yang ingin dialokasikan untuk membeli emas.

Jika ingin bertransaksi secara langsung, pembukaan rekening dapat dilakukan di kantor cabang Pegadaian dengan mengisi formulir dan melampirkan fotokopi kartu identitas.

Setelah menyelesaikan proses administrasi dan melakukan pembelian awal, kamu akan mendapatkan buku tabungan yang memuat saldo emas.

Selain bisa menyesuaikan pembelian dengan kondisi keuangan tanpa harus memaksakan nominal tertentu setiap bulan, saldo emas yang dimiliki juga dapat ditransfer melalui aplikasi Tring! by Pegadaian.

Yuk, jadikan Emas Pegadaian sebagai bagian dari kebiasaan menabung untuk membantu membangun aset secara bertahap dan lebih terencana!

Baca juga: Gaji Bulanan 4 Jutaan? Ikuti Cara Ini Supaya Bisa Menabung Emas

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved