Kupon Obligasi: Jenis-Jenis, Cara Kerja, dan Perhitungannya

Oleh Pegadaian dalam Investasi

11 August 2026
Bagikan :
image detail artikel

Saat membeli obligasi, keuntungan yang kamu peroleh tidak hanya berasal dari potensi kenaikan harganya saat dijual kembali.

Ada juga pendapatan yang dapat diterima secara berkala selama masa kepemilikan, yaitu kupon obligasi. Komponen ini menjadi salah satu alasan mengapa obligasi sering dipilih sebagai instrumen investasi yang lebih stabil.

Namun, tidak semua obligasi memiliki sistem kupon yang sama. Besaran kupon, cara pembayarannya, hingga faktor yang memengaruhi nilainya dapat berbeda pada setiap jenis obligasi.

Agar kamu lebih memahami bagaimana kupon obligasi bekerja dan cara menghitungnya, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

Pengertian Kupon Obligasi

Kupon obligasi adalah bunga yang dibayarkan penerbit kepada pemegang obligasi selama masa investasi. Besarnya dinyatakan dalam persentase per tahun dan dihitung berdasarkan nilai nominal obligasi, bukan berdasarkan harga obligasi di pasar sekunder.

Pembayaran kupon obligasi dapat dilakukan setiap bulan, setiap tiga bulan, setiap enam bulan, atau sesuai jadwal yang tercantum dalam dokumen penerbitan.

Sebagai contoh, obligasi bernilai nominal Rp100 juta dengan kupon 6% per tahun menghasilkan kupon kotor sebesar Rp6 juta per tahun.

Jika dibayarkan setiap enam bulan, investor menerima Rp3 juta pada setiap periode sebelum pajak. Kupon ini penting karena dapat memberikan arus kas yang lebih terukur dan membantu investor membandingkan obligasi.

Namun, kupon bukan satu-satunya pertimbangan. Kamu juga perlu memperhatikan risiko penerbit, jangka waktu, harga pasar, dan likuiditas.

Cara Kerja Kupon Obligasi

Pada dasarnya, kupon obligasi berfungsi seperti pembayaran bunga atas pinjaman. Ketika kamu membeli obligasi, dana yang kamu keluarkan akan digunakan oleh penerbit untuk memenuhi kebutuhan pendanaan.

Sebagai imbalannya, penerbit akan membayar kupon sesuai jadwal yang telah ditentukan. Berikut alur kerja kupon obligasi:

  • Investor membeli obligasi pada saat penerbitan maupun melalui pasar sekunder.
  • Penerbit menetapkan tingkat kupon beserta jadwal pembayarannya.
  • Selama obligasi belum jatuh tempo, investor menerima pembayaran kupon secara berkala, misalnya setiap bulan, tiga bulan, enam bulan, atau satu tahun, tergantung pada ketentuan obligasi.
  • Saat jatuh tempo, penerbit mengembalikan nilai pokok obligasi kepada investor, selain pembayaran kupon terakhir apabila masih ada.


Apabila obligasi dijual sebelum jatuh tempo, hak atas pembayaran kupon berikutnya akan mengikuti pemilik obligasi pada tanggal pencatatan (record date) yang telah ditentukan.

Baca juga: 10 Cara Investasi Reksa Dana yang Strategis untuk Pemula

Jenis-Jenis Kupon dalam Obligasi

Kupon obligasi dapat dibedakan berdasarkan cara penetapan tingkat bunganya. Berikut jenis-jenis kupon obligasi yang banyak digunakan:

1. Kupon Tetap

Kupon tetap atau fixed rate memiliki tingkat bunga yang tidak berubah hingga jatuh tempo. Jenis ini memudahkan kamu memperkirakan pendapatan karena nominal kupon pada setiap periode relatif konsisten.

2. Kupon Mengambang

Kupon mengambang atau floating rate dapat berubah mengikuti acuan tertentu, misalnya suku bunga acuan ditambah spread.

Beberapa obligasi menerapkan batas minimal agar kupon tidak turun di bawah tingkat yang ditetapkan. Skema floating with floor antara lain digunakan pada Savings Bond Ritel.

3. Kupon Bertahap

Kupon bertahap atau step-up coupon meningkat pada periode tertentu sesuai jadwal. Skema ini dapat memberikan imbal hasil yang lebih tinggi ketika obligasi disimpan lebih lama.

4. Obligasi Tanpa Kupon

Zero-coupon bond tidak membayar bunga secara berkala. Obligasi dijual di bawah nilai nominal, kemudian investor menerima nilai nominal penuh pada saat jatuh tempo. Selisih harga beli dan nilai pelunasan ini akan menjadi sumber keuntungan.

Faktor yang Memengaruhi Tingkat Kupon Obligasi

Tingkat kupon ditetapkan dengan mempertimbangkan risiko dan kondisi ekonomi. Beberapa faktor utamanya adalah sebagai berikut.

1. Suku Bunga Acuan

Ketika suku bunga acuan tinggi, penerbit biasanya perlu menawarkan kupon lebih menarik. Sebaliknya, penurunan suku bunga dapat membuat kupon penerbitan baru lebih rendah.

2. Risiko Kredit Penerbit

Penerbit dengan risiko gagal bayar yang lebih tinggi cenderung menawarkan kupon yang lebih besar sebagai kompensasi. Jadi, kupon tinggi tidak selalu berarti obligasi yang lebih baik.

3. Jangka Waktu Obligasi

Obligasi bertenor panjang menghadapi ketidakpastian yang lebih besar, termasuk perubahan inflasi dan suku bunga. Hal ini dapat membuat tingkat kuponnya berbeda dari obligasi jangka pendek.

4. Kondisi Pasar dan Inflasi

Permintaan investor, likuiditas pasar, dan ekspektasi inflasi turut memengaruhi kupon. Inflasi tinggi dapat mengurangi daya beli pendapatan sehingga investor cenderung meminta imbal hasil yang lebih besar.

Baca juga: Gadai Saham & Obligasi Pegadaian: Dana Tunai dari Investasi

Contoh Perhitungan Kupon Obligasi

Perhitungan kupon obligasi cukup sederhana jika kamu mengetahui nilai nominal dan tingkat kupon yang berlaku. Sebagai contoh, kamu membeli obligasi dengan rincian berikut:

  • Nilai nominal obligasi: Rp50.000.000
  • Tingkat kupon: 6% per tahun
  • Pembayaran kupon: setiap enam bulan


Perhitungan kupon tahunan:

Kupon tahunan = Nilai nominal × Tingkat kupon
= Rp50.000.000 × 6%
= Rp3.000.000 per tahun

Mengingat pembayaran dilakukan setiap enam bulan, maka jumlah yang diterima pada setiap periode adalah:
Rp3.000.000 ÷ 2 = Rp1.500.000

Artinya, selama obligasi masih dimiliki dan penerbit memenuhi kewajibannya, kamu akan menerima Rp1.500.000 setiap 6 bulan hingga obligasi jatuh tempo.

Hal-Hal Penting terkait Pembayaran Kupon Obligasi

Selain memahami cara menghitungnya, kamu juga perlu mengetahui beberapa hal yang berkaitan dengan pembayaran kupon agar tidak terjadi kesalahpahaman saat berinvestasi, seperti:

1. Menetapkan Jadwal Pembayaran Kupon

Penerbit akan menetapkan jadwal pembayaran kupon sejak awal penerbitan obligasi. Jadwal ini biasanya sudah tercantum dalam prospektus sehingga investor dapat mengetahui kapan pembayaran dilakukan.

2. Menetapkan Tanggal Pencatatan

Terdapat tanggal pencatatan (record date), yaitu tanggal yang menentukan investor mana yang berhak menerima pembayaran kupon.

Jika kamu menjual obligasi sebelum tanggal tersebut, hak untuk menerima kupon dapat berpindah kepada pembeli sesuai ketentuan yang berlaku.

3. Membayar Kupon Melalui Agen Pembayaran

Pembayaran kupon umumnya dilakukan melalui agen pembayaran yang telah ditunjuk oleh penerbit.

Dana kemudian akan diteruskan ke rekening investor melalui perusahaan sekuritas atau bank kustodian, sehingga investor tidak perlu melakukan penagihan secara langsung.

4. Memperhatikan Pajak yang Dikenakan

Pembayaran kupon dapat dikenakan pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Oleh karena itu, jumlah yang masuk ke rekening investor bisa saja berbeda dari nilai kupon bruto yang telah dihitung sebelumnya.

Sebelum membeli, kamu juga perlu memeriksa ketentuan pajak, risiko gagal bayar, mata uang obligasi, serta rekening penerima.

Pastikan data rekening dan identitas sesuai agar pembayaran tidak tertunda. Kupon obligasi yang diterima secara rutin dapat membantu membentuk arus kas pasif.

Agar dana tersebut tidak langsung habis untuk kebutuhan konsumtif, kamu dapat mengalokasikan sebagian kupon ke aset fisik seperti emas.

Salah satu caranya adalah melalui Cicil Emas Pegadaian, yang memungkinkan kamu menggunakan dana kupon untuk mencicil emas batangan. Melalui layanan ini, kamu bisa memperoleh cicilan tetap meskipun harga emas mengalami kenaikan.

Emas yang diperoleh juga merupakan emas 24 karat bersertifikat SNI/LBMA sehingga kualitas dan keasliannya sudah terjamin.

Selain itu, tersedia jaminan jual kembali di Galeri 24 serta kemudahan pelunasan sewaktu-waktu sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pengajuan Cicil Emas dapat kamu lakukan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau datang langsung ke kantor cabang Pegadaian terdekat apabila ingin berkonsultasi terlebih dahulu dengan petugas.

Melalui Cicil Emas, Pegadaian Selalu Hadir Melayani Sepenuh Hati untuk membantu kamu melakukan diversifikasi dengan berinvestasi emas secara bertahap dengan praktis!

Baca juga: Obligasi vs Emas, Mana yang Cocok untuk Jangka Panjang?

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved