Intangible Asset: Kenali Peran dan Manfaatnya dalam Keuangan

Dalam pemahaman seputar aset bisnis, intangible asset adalah aset tidak berwujud yang memiliki nilai ekonomi dan dapat membantu untuk melihat bagaimana perusahaan membangun kekayaan di luar aset fisik.
Untuk mendapatkan penjelasan yang lebih detail, mari pahami perannya melalui pembahasan mengenai pengertian, jenis, manfaat, hingga tantangannya berikut ini.
Apa Itu Intangible Asset?
Aset tidak berwujud atau intangible asset adalah sumber daya bernilai ekonomi yang tidak berwujud secara fisik, tetapi dapat memberikan manfaat bagi perusahaan.
Contoh aset ini dapat berupa hak kekayaan intelektual, merek, lisensi, software, dan aset nonfisik lainnya.
Meski tidak dapat disentuh, aset ini dapat memengaruhi nilai, daya saing, dan keberlangsungan bisnis. Beberapa ciri yang membedakan intangible asset dari aset berwujud antara lain:
- Tidak mempunyai bentuk fisik sehingga nilainya berasal dari hak atau manfaat yang melekat padanya.
- Keberadaannya dapat dibuktikan dan dibedakan, misalnya melalui kepemilikan hak, perjanjian, atau izin tertentu.
- Nilainya bukan berupa uang tunai atau instrumen keuangan, melainkan berasal dari manfaat ekonomi yang dapat diperoleh.
- Dapat membantu perusahaan memperoleh manfaat di periode mendatang.
- Aset dengan masa manfaat tertentu dapat diamortisasi sesuai dengan ketentuan akuntansi.
Karakteristik tersebut menjadikan aset tidak berwujud sebagai bagian penting dalam membentuk nilai bisnis modern.
Jenis Intangible Asset
Intangible asset disesuaikan dengan aktivitas dan model bisnis perusahaan. Beberapa di antaranya berkaitan dengan perlindungan karya, penggunaan hak, hubungan dengan pelanggan, hingga nilai yang dihasilkan dari reputasi perusahaan, seperti:
1. Kekayaan Intelektual
Paten, hak cipta, dan rahasia dagang termasuk aset tak berwujud yang melindungi hasil inovasi atau pengetahuan bisnis. Hak tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus membatasi penggunaan tanpa izin.
2. Merek dan Identitas Digital
Nama, logo, reputasi, serta domain perusahaan dapat memiliki nilai komersial. Semakin kuat hubungan konsumen dengan sebuah merek, semakin besar pula potensi nilai ekonominya.
3. Lisensi dan Hak Kontraktual
Perjanjian tertentu dapat memberikan hak kepada perusahaan untuk menggunakan teknologi, merek, software, atau menjalankan kegiatan bisnis tertentu. Waralaba dan lisensi perangkat lunak merupakan beberapa contohnya.
4. Aset Berbasis Pelanggan dan Goodwill
Data pelanggan serta hubungan kontraktual dapat mendukung pendapatan berulang. Sementara itu, goodwill biasanya muncul dalam akuisisi dan mencerminkan nilai lebih yang berasal dari reputasi, sinergi, atau posisi bisnis yang diperoleh.
Baca juga: Aset Likuid: Pengertian, Contoh, & Bedanya dengan Nonlikuid
Manfaat Intangible Asset
Intangible asset tidak sekadar menjadi bagian dari pencatatan perusahaan. Jika dikelola dengan tepat, aset ini dapat membantu bisnis memperoleh pendapatan, memperkuat posisi di pasar, dan membuka peluang pembiayaan. Berikut beberapa manfaatnya:
1. Menghasilkan Pendapatan dari Hak yang Dimiliki
Perusahaan dapat memperoleh pemasukan dengan memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakan aset tertentu. Skemanya dapat berupa lisensi, royalti, waralaba, atau bentuk kerja sama lainnya.
2. Membuka Alternatif Pembiayaan
Kekayaan intelektual memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai objek jaminan utang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. PP No. 24 Tahun 2022 mengatur bahwa kekayaan intelektual dapat digunakan dalam skema pembiayaan berbasis kekayaan intelektual.
3. Memperkuat Daya Saing Bisnis
Merek, teknologi, data, dan hak kekayaan intelektual dapat menjadi pembeda dari kompetitor. Ketika aset tersebut memiliki nilai dan dikelola secara konsisten, perusahaan berpeluang memperkuat posisinya sekaligus meningkatkan nilai bisnis.
Manfaat tersebut semakin terlihat ketika bisnis memasuki era digital. Teknologi dan data kini menjadi bagian penting dalam menciptakan nilai bagi perusahaan.
Eksistensi Intangible Asset di Era Ekonomi Digital
Di era ekonomi digital, intangible asset adalah salah satu sumber nilai utama karena bisnis semakin mengandalkan teknologi, data, merek, dan jaringan pengguna.
Perusahaan dapat memiliki nilai besar meski tidak mempunyai banyak aset fisik. Bentuknya mencakup algoritma, software, kecerdasan buatan, data pengguna, hingga network effects.
Aset tersebut membantu perusahaan menciptakan produk, melayani konsumen, memperluas pasar, hingga menentukan valuasi dan menciptakan keunggulan yang sulit ditiru.
Aplikasi, algoritma, dan lisensi dapat digunakan secara luas dengan biaya tambahan yang relatif kecil dibandingkan dengan pembangunan aset fisik.
Oleh karena itu, perusahaan perlu memahami potensi dan risiko dalam pengelolaan aset tidak berwujud. Tantangan dapat muncul dalam proses penilaian, pencatatan, dan perlindungan aset.
Baca juga: Aset Tidak Lancar: Definisi, Jenis, Hingga Contohnya
Tantangan dalam Manajemen dan Penilaian Intangible Asset
Salah satu tantangan utama adalah tidak adanya pasar aktif untuk banyak aset tidak berwujud sehingga nilai wajarnya sulit ditentukan. Penilaian sering kali membutuhkan asumsi dan keahlian khusus.
Pencatatan aset yang dikembangkan secara internal juga memiliki ketentuan tertentu. Tidak semua biaya riset dan pengembangan dapat langsung dicatat sebagai aset dalam laporan keuangan.
Selain itu, umur manfaat ekonomis sulit dipastikan karena perkembangan teknologi yang cepat. Penilaian kekayaan intelektual sebagai agunan juga membutuhkan metode dan tenaga ahli yang kompeten.
Dari sisi operasional, aset digital menghadapi risiko pembajakan, kebocoran data, dan serangan siber.
Pengetahuan karyawan kunci juga dapat ikut berpindah ketika mereka meninggalkan perusahaan, sedangkan reputasi merek bisa rusak akibat masalah dalam waktu singkat.
Itulah pengertian intangible asset, jenis, manfaat, eksistensinya di era digital, dan tantangan dalam pengelolaannya. Jadi, nilai bisnis tidak selalu berasal dari aset yang bisa dilihat atau disentuh.
Di samping manajemen keuangan usaha, kamu juga perlu memperhatikan finansial pribadi dengan mempertimbangkan kepemilikan aset.
Hal ini dapat diwujudkan dengan memilih aset berharga dengan likuiditas tinggi. Artinya, harus mudah diperdagangkan atau dicairkan saat kondisi ekonomi tidak menentu.
Salah satu yang cocok dipertimbangkan, yaitu emas. Kini, siapa pun berkesempatan untuk berinvestasi emas dengan praktis melalui produk Emas Pegadaian.
Layanan ini memungkinkan proses penyimpanan, pembelian, dan penambahan saldo emas dilakukan secara online, mulai dari Rp10 ribuan.
Dana yang disetorkan langsung dikonversi menjadi gramasi emas berdasarkan harga pada hari transaksi. Artinya, saldo yang tersimpan berupa gram emas, bukan sekadar nominal Rupiah.
Cukup ajukan transaksi pembukaan rekening Emas Pegadaian tanpa dikenakan biaya sepeser pun (gratis) di aplikasi Tring! by Pegadaian.
Kendati demikian, nasabah pun diperkenankan untuk mengunjungi kantor cabang Pegadaian terdekat jika ingin bertransaksi secara langsung.
Namun, pastikan telah menyiapkan dana sekitar Rp10.000 untuk pembuatan rekening dan biaya pengelolaan rekening sebesar Rp30.000 per tahun sesuai ketentuan yang berlaku.
Apabila hendak memperkirakan berapa gram emas yang memungkinkan untuk kamu tabung, cobalah menggunakan fitur Simulasi Emas Pegadaian.
Nantinya, akumulasi saldo bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk dicetak menjadi emas fisik dengan pilihan merek, seperti Galeri 24, Antam, UBS, dan Lotus Archi.
Denominasi emas yang tersedia pun beragam, mulai dari 1 gram, 2 gram, hingga 100 gram. Jadi, jangan ragu untuk membangun aset secara bertahap dengan Emas Pegadaian.
Mulai investasi emas dengan nominal yang terjangkau dan sesuaikan pengelolaannya berdasarkan tujuan finansial jangka panjangmu.
Baca juga: Aset Produktif: Ini Jenis, Manfaat, & Tips Manajemennya
Berita dan Artikel Lainnya

Investasi
Mudah dan Praktisnya Investasi Emas Melalui Pegadaian Digital
Tak hanya uang, kamu juga bisa menabung emas di Pegadaian. Sebenarnya, apa saja keuntungan menabung emas? Simak ulasannya di sini.

Investasi
Inilah 6 Tips Membeli Emas Perhiasan untuk Investasi
Terdapat beragam tips membeli emas perhiasan untuk investasi, termasuk memperhatikan tren harga dan kadar karatnya. Simak berbagai tips lainnya di sini!

Investasi
Bisakah Top Up Tabungan Emas Pakai QRIS? Begini Caranya!
Top up tabungan emas pakai QRIS belum tersedia di aplikasi Tring! by Pegadaian, tetapi bisa melalui virtual account bank dan e-wallet. Pelajari selengkapnya!

