Time Horizon Investasi: Jenis hingga Cara Menentukannya

Setiap tujuan keuangan memiliki jangka waktu yang berbeda. Misalnya, dana untuk membeli kendaraan dalam dua tahun tentu membutuhkan strategi yang berbeda dengan dana pensiun yang akan digunakan puluhan tahun mendatang.
Perbedaan jangka waktu inilah yang menjadi salah satu dasar dalam menyusun rencana investasi. Dalam dunia investasi, konsep tersebut dikenal sebagai time horizon.
Ingin tahu lebih jelas time horizon investasi adalah apa dan bagaimana penerapannya? Mari simak artikel ini hingga tuntas.
Apa Itu Time Horizon Investasi?
Time horizon investasi adalah jangka waktu yang direncanakan seseorang untuk berinvestasi hingga dana tersebut digunakan untuk mencapai tujuan keuangan tertentu. Konsep ini sering kali menjawab pertanyaan terkait kapan hasil investasi akan digunakan.
Misalnya, kamu berencana menyiapkan dana liburan ke luar negeri dalam jangka waktu dua tahun. Artinya, investasi yang dilakukan memiliki time horizon selama dua tahun.
Jadi, setiap tujuan keuangan akan memiliki rentang waktu yang berbeda. Oleh karena itu, strategi investasi yang diterapkan juga tidak selalu sama.
Mengapa Time Horizon Penting dalam Investasi?
Time horizon adalah salah satu dasar dalam menyusun strategi investasi. Dengan mengetahui kapan dana akan digunakan, kamu dapat menentukan langkah investasi yang lebih sesuai. Lebih lanjut, berikut beberapa alasan pentingnya horizon investasi:
- Membantu memilih instrumen investasi yang sesuai dengan tujuan dan jangka waktu investasi.
- Menyesuaikan tingkat risiko yang dapat diambil berdasarkan kapan dana akan digunakan.
- Menyusun strategi investasi agar target keuangan terarah dan realistis.
- Menjaga fokus pada tujuan investasi sehingga tidak mudah terpengaruh oleh fluktuasi pasar jangka pendek.
Baca juga: Apa Itu Investasi Menurut OJK? Ini Jenis-Jenisnya
Jenis Time Horizon Investasi
Secara umum, time horizon investasi terbagi dalam tiga kategori utama berdasarkan jangka waktunya. Berikut jenis-jenisnya:
1. Time Horizon Jangka Pendek
Time horizon jangka pendek biasanya berlangsung sekitar 1–3 tahun. Jenis ini umumnya digunakan untuk tujuan keuangan yang akan dicapai dalam waktu dekat sehingga aspek keamanan dana menjadi salah satu pertimbangan utama.
Beberapa contoh tujuan investasi jangka pendek antara lain dana liburan, uang muka kendaraan, dana pernikahan, dan dana darurat.
2. Time Horizon Jangka Menengah
Time horizon jangka menengah biasanya berada pada kisaran 3–10 tahun. Pada periode ini, investor masih memiliki waktu untuk mengejar pertumbuhan nilai investasi sambil tetap mempertimbangkan tingkat risiko yang diambil.
Umumnya, investor yang berada di time horizon ini memiliki sejumlah tujuan investasi seperti dana pendidikan anak, uang muka rumah, renovasi rumah, atau pun modal usaha.
3. Time Horizon Jangka Panjang
Selanjutnya, time horizon investasi dengan jangka waktu lebih dari 10 tahun umumnya dikenal dengan time horizon jangka panjang.
Dengan jangka waktu yang lebih panjang ini, investor memiliki kesempatan untuk mengoptimalkan pertumbuhan nilai investasi sekaligus menghadapi fluktuasi pasar yang mungkin terjadi selama perjalanan investasi.
Adapun beberapa tujuan investasi yang termasuk dalam time horizon ini mencakup dana pensiun, dana warisan, dan persiapan kebebasan finansial.
Baca juga: Tips Investasi dengan Gaji UMR dan Cara Mengelolanya
Cara Menentukan Time Horizon Investasi
Setelah memahami jenis-jenis time horizon, kamu mungkin mulai mempertanyakan mana jangka waktu yang paling baik untuk investasi. Sebenarnya, tidak ada time horizon yang terbaik.
Yang terpenting, kamu perlu menyesuaikannya dengan tujuan yang ingin dicapai agar bisa menerapkan strategi investasi secara efektif.
Nah, agar jangka waktu investasi dapat berjalan optimal sesuai tujuan, kamu bisa menentukan time horizon melalui beberapa langkah berikut.
1. Tentukan Tujuan Keuangan
Pertama, tetapkan tujuan investasi secara spesifik, mulai dari jangka waktu dan tujuan penggunaan dana. Misalnya, menyiapkan dana pensiun dalam 30 tahun atau membeli rumah dalam lima tahun.
Setiap tujuan memiliki jangka waktu yang berbeda sehingga strateginya pun bisa berbeda. Semakin jelas dan spesifik tujuannya, kamu bisa lebih mudah dalam menyusun strategi investasi.
2. Perkirakan Waktu Penggunaan Dana
Setelah menentukan tujuan, hitung kapan dana tersebut benar-benar dibutuhkan. Dari sinilah kamu dapat mengetahui apakah tujuan tersebut termasuk investasi jangka pendek, menengah, atau panjang.
Misalnya, target penggunaan dana masih lebih dari 10 tahun, artinya kamu memiliki time horizon jangka panjang. Sebaliknya, jika dana akan digunakan dalam waktu dekat, time horizon kamu termasuk jangka pendek.
3. Pilih Instrumen yang Sesuai
Time horizon investasi dapat menjadi acuan dalam memilih instrumen investasi. Untuk tujuan jangka panjang, kamu memiliki lebih banyak waktu untuk menghadapi fluktuasi pasar.
Oleh karena itu, kamu dapat mempertimbangkan instrumen dengan potensi imbal hasil yang lebih tinggi, seperti saham atau reksa dana saham.
Sementara itu, untuk tujuan jangka pendek hingga menengah umumnya lebih cocok menggunakan instrumen yang relatif stabil dan mudah dicairkan, seperti deposito, reksa dana pasar uang, atau emas. Kamu bisa memilihnya sesuai kebutuhan dan profil risiko.
4. Sesuaikan dengan Profil Risiko
Setiap investor memiliki toleransi risiko yang berbeda. Ada yang nyaman menghadapi fluktuasi nilai investasi, ada pula yang lebih memilih instrumen dengan pergerakan yang relatif stabil.
Karena itu, pastikan kamu telah menyesuaikan pilihan investasi dengan profil risiko yang dimiliki.
5. Lakukan Evaluasi Berkala
Time horizon investasi cenderung bersifat fleksibel sehingga bisa berubah sesuai kondisi setiap orang. Perubahan kondisi, seperti menikah, memiliki anak, berpindah pekerjaan, atau muncul kebutuhan finansial baru, tentu akan memengaruhi rencana investasi sebelumnya.
Oleh karena itu, lakukan evaluasi secara berkala portofolio investasimu agar strategi investasi tetap berjalan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
Demikian penjelasan mengenai time horizon dalam investasi. Seperti yang telah dibahas, time horizon investasi adalah jangka waktu yang direncanakan untuk mencapai tujuan keuangan melalui investasi.
Menentukan time horizon sejak awal dapat membantu kamu memilih instrumen dan strategi investasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan.
Salah satu instrumen yang dapat dipertimbangkan adalah emas. Emas dikenal mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang dan dapat dimiliki secara bertahap sehingga cocok digunakan untuk mempersiapkan berbagai tujuan finansial.
Melalui layanan Emas Pegadaian, kamu dapat mulai berinvestasi emas dari 0,01 gram atau Rp10 ribuan.
Saldo emas yang terkumpul dapat terus ditambah sesuai kemampuan, kemudian dicetak menjadi emas batangan fisik, transfer saldo emas ke sesama pemilik rekening tabungan emas, digadaikan saat membutuhkan dana, atau dijual kembali (buyback) sesuai ketentuan.
#TenangSaja, semua transaksi kini jadi lebih praktis karena bisa dilakukan secara online lewat aplikasi Tring! by Pegadaian.
Meski begitu, kamu juga masih bisa datang ke kantor cabang Pegadaian terdekat jika ingin melakukan transaksi secara tatap muka.
Apapun target keuangan yang ingin kamu capai, memulai investasi sedini mungkin adalah langkah yang layak dipertimbangkan. Yuk, mulai investasi emas sekarang untuk wujudkan rencana finansial dengan baik!
Baca juga: Menabung Emas 0,5 Gram: Cara Investasi Ringan untuk Pemula
Berita dan Artikel Lainnya

Investasi
Wealth Management: Pengertian, Jenis, dan Keuntungannya
Wealth management adalah layanan oleh bank yang menyediakan jasa konsultasi terkait pengelolaan aset kekayaan. Simak jenis dan keuntungannya di sini!

Investasi
5 Tips Menabung untuk Jadi Kaya di Masa Depan
Jadi, apa sajakah tips menabung untuk jadi kaya di masa depan?

Investasi
Return Investasi: Jenis, Komponen, Cara Hitung, & Contohnya
Return investasi adalah tingkat profit yang didapatkan dari investasi selama periode tertentu. Kenali jenis, komponen, cara hitung, hingga contohnya di sini!

