Apa Itu Sustainable Finance? Kenali Prinsip dan Penerapannya

Isu keberlanjutan kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam cara seseorang mengelola keuangan.
Di tengah berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, ketimpangan sosial, hingga ketidakpastian ekonomi, sektor keuangan dituntut untuk beradaptasi dan mengambil peran yang lebih besar.
Salah satu pendekatan yang mulai diterapkan di Indonesia adalah keuangan berkelanjutan atau sustainable finance. Namun sebenarnya, apa itu sustainable finance dan mengapa konsep ini penting untuk masa depan keuangan? Simak informasi lengkapnya di bawah ini!
Apa Itu Sustainable Finance?
Secara sederhana, sustainable finance adalah sistem keuangan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dalam setiap keputusan pembiayaan dan investasi.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), keuangan berkelanjutan merupakan dukungan menyeluruh dari sektor jasa keuangan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang seimbang antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup.
Lebih luas lagi, konsep ini mencakup kebijakan, produk, hingga layanan keuangan yang diarahkan untuk mendukung kegiatan usaha berkelanjutan dan transisi menuju ekonomi yang lebih ramah lingkungan.
Artinya, kegiatan di sektor jasa keuangan tidak hanya mengejar profit atau keuntungan, melainkan memastikan bahwa aktivitasnya tidak merusak lingkungan dan tetap memberi manfaat bagi masyarakat.
Baca juga: Peran Pegadaian dalam Perekonomian untuk Mendorong Inklusi Keuangan
Mengapa Sustainable Finance Penting?
Sustainable finance menjadi penting karena membantu menciptakan sistem keuangan yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial.
Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, lembaga keuangan dapat mengurangi risiko jangka panjang, termasuk dampak perubahan iklim dan ketimpangan sosial, sekaligus mendorong aliran dana ke sektor-sektor yang lebih produktif dan ramah lingkungan.
Selain itu, pendekatan ini juga meningkatkan kepercayaan investor dan masyarakat karena aktivitas keuangan dilakukan secara transparan dan berkelanjutan sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan inklusif di masa depan.
Prinsip Sustainable Finance
Mengacu pada roadmap keuangan berkelanjutan tahap I yang disusun oleh OJK, terdapat delapan prinsip utama yang menjadi dasar penerapan sustainable finance di Indonesia. Berikut penjelasannya:
1. Investasi yang Bertanggung Jawab
Setiap keputusan investasi perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang, baik dari sisi keuntungan maupun lingkungan dan sosial. Dengan pendekatan ini, dana yang disalurkan diharapkan dapat mendukung kegiatan usaha yang berkelanjutan dan minim risiko negatif.
2. Pengelolaan Risiko Sosial dan Lingkungan Hidup
Lembaga jasa keuangan perlu mengintegrasikan aspek sosial dan lingkungan ke dalam manajemen risiko. Hal ini penting untuk mencegah potensi dampak buruk dari pembiayaan dan memastikan kegiatan operasional tetap selaras dengan prinsip keberlanjutan.
3. Komunikasi yang Informatif
Lembaga keuangan didorong untuk menyampaikan informasi yang jelas dan terbuka terkait kebijakan, produk, dan dampak dari kegiatan usahanya kepada masyarakat melalui Laporan Keberlanjutan (sustainability report).
4. Pengembangan Sektor Unggulan Prioritas
Pembiayaan difokuskan pada sektor-sektor strategis, seperti energi, pertanian, infrastruktur, industri, dan UMKM. Tujuannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tetap memperhatikan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
5. Strategi dan Praktik Bisnis Berkelanjutan
Setiap lembaga keuangan perlu menerapkan strategi bisnis yang mendukung keberlanjutan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan operasional. Ini mencakup integrasi prinsip ESG dalam kebijakan perusahaan secara menyeluruh.
6. Tata Kelola (Governance)
Penerapan tata kelola yang baik menjadi pondasi dalam menjalankan keuangan berkelanjutan. Lembaga keuangan harus memastikan adanya sistem yang transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab dalam setiap aktivitasnya.
7. Inklusif
Sustainable finance juga menekankan perluasan akses keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang belum terjangkau layanan keuangan formal. Dengan begitu, manfaat sektor keuangan bisa dirasakan secara lebih merata.
8. Koordinasi dan Kolaborasi
Kerja sama antara lembaga keuangan, regulator, pemerintah, dan mitra lainnya menjadi kunci dalam mempercepat implementasi keuangan berkelanjutan. Kolaborasi ini membantu menciptakan ekosistem yang saling mendukung dan lebih efektif.
Baca juga: 10 Cara Mengurangi Emisi Karbon, Mulai Terapkan dari Sekarang!
Perkembangan Sustainable Finance di Indonesia
Di Indonesia, penerapan sustainable finance terus berkembang menunjukkan arah yang semakin positif seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan.
Otoritas Jasa Keuangan telah mendorong implementasi keuangan berkelanjutan melalui berbagai kebijakan, salah satunya roadmap keuangan berkelanjutan yang dimulai sejak 2015 dan dilanjutkan dengan tahap kedua pada periode 2021–2025.
Selain itu, penerapan regulasi dalam POJK No. 51/POJK.03/2017 mewajibkan lembaga jasa keuangan untuk mengintegrasikan prinsip ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola) dalam kegiatan usahanya.
Kehadiran Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia juga memperkuat arah pembiayaan ke sektor yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dengan dukungan regulasi dan meningkatnya partisipasi pelaku industri, sustainable finance di Indonesia terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Implementasi Sustainable Finance di Pegadaian
Sebagai bagian dari komitmen terhadap keuangan berkelanjutan, Pegadaian telah menjalankan berbagai inisiatif yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan peraturan OJK.
Implementasi ini terlihat dari sisi bisnis dan juga aspek ESG (lingkungan, sosial, dan tata kelola). Beberapa di antaranya:
- Penyaluran pembiayaan berkelanjutan (Social Loan). Pegadaian menyalurkan pembiayaan ke sektor yang mendukung keberlanjutan, seperti UMKM, wirausaha perempuan, individu yang memiliki akses terbatas terhadap produk/layanan/perbankan, serta mengembangkan produk seperti KUR Syariah dan pembiayaan kendaraan listrik atau hybrid.
- Pengembangan produk keuangan berkelanjutan. Inovasi dilakukan melalui perluasan layanan pembiayaan berbasis prinsip keberlanjutan, termasuk produk yang mendukung ekonomi hijau dan inklusi keuangan.
- Efisiensi energi dan operasional ramah lingkungan. Upaya dilakukan melalui penggunaan kendaraan listrik sebagai transportasi operasional, implementasi panel surya di kantor cabang, dan kampanye efisiensi energi dan gaya hidup ramah lingkungan.
- Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Pegadaian aktif menjalankan berbagai program sosial, seperti bantuan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, pembangunan desa binaan, pengelolaan sampah, penanaman pohon, hingga konservasi lingkungan.
- Peningkatan inklusi dan literasi keuangan. Pegadaian terus memperluas akses layanan keuangan serta memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami pengelolaan keuangan yang berkelanjutan.
Komitmen Pegadaian dalam menerapkan sustainable finance juga mendapat pengakuan melalui berbagai penghargaan.
Beberapa di antaranya seperti penghargaan pada ajang BUMN Corporate Communications and Sustainability Summit (BCOMSS) 2024 dan Program Literasi Finansial Terbaik pada Financial Literacy Awards 2024 yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pencapaian ini semakin menegaskan peran Pegadaian sebagai lembaga keuangan yang berfokus pada kinerja sekaligus menghadirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.
Baca juga: Energi Ramah Lingkungan: Jenis, Alternatif, dan Manfaatnya
Berita dan Artikel Lainnya

Inspirasi
Kenali Cara Kerja dan Transaksi Deposito Emas di Pegadaian
Ingin memaksimalkan keuntungan lewat investasi emas berbasis deposito? Pahami cara kerja Deposito Emas dan prosedur transaksinya di sini!

Inspirasi
Apa itu Paklaring? Ini Pentingnya bagi Kesejahteraan Pekerja
Paklaring adalah surat keterangan pernah bekerja di suatu perusahaan yang diberikan setelah karyawan menyelesaikan masa kerjanya. Ini penjelasannya.

Inspirasi
Contoh Surat Jual Beli Tanah dan Cara Membuatnya yang Benar
Transaksi jual beli tanah ditandai dengan dokumen perjanjian antara penjual dan pembelinya. Yuk, pahami contoh surat jual beli tanah di sini!
