Offering Letter: Pengertian, Isi, Contoh, & Tips Membalasnya

Offering letter adalah surat penawaran kerja yang diberikan perusahaan kepada kandidat yang lolos dari proses rekrutmen.
Dokumen ini berisi informasi penting, seperti jabatan, gaji, tunjangan, jadwal kerja, hingga syarat kerja, sebelum kandidat resmi menandatangani kontrak kerja.
Sebelum menerima atau menolak tawaran tersebut, penting bagi kamu untuk memahami offering letter secara menyeluruh. Untuk itu, mari simak informasi penting tentang offering letter dalam artikel ini hingga akhir.
Pengertian Offering Letter
Offering letter adalah dokumen resmi yang diberikan perusahaan kepada kandidat yang berhasil melewati proses seleksi.
Surat ini menjadi tanda bahwa perusahaan ingin mempekerjakan kandidat dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan.
Di dalam offering letter biasanya terdapat informasi mengenai posisi, gaji, tunjangan, hingga tanggal mulai bekerja.
Dokumen ini juga menunjukkan bahwa perusahaan menilai kemampuan dan pengalaman kamu sesuai dengan kebutuhan mereka.
Isi Offering Letter
Sebelum menandatangani offering letter, bacalah seluruh isi dokumen dengan teliti. Berikut beberapa informasi yang umumnya terdapat di dalamnya:
1. Kompensasi
Offering letter memuat rincian gaji pokok, bonus, komisi, status pekerjaan, hingga ketentuan lembur jika ada.
2. Jabatan dan Deskripsi Pekerjaan
Dokumen ini menjelaskan posisi yang ditawarkan beserta tanggung jawab utama yang harus dijalankan. Jika belum tercantum, kamu dapat meminta penjelasan kepada HRD.
3. Tunjangan
Selain gaji pokok, perusahaan biasanya mencantumkan tunjangan seperti transportasi, makan, asuransi kesehatan, atau tunjangan lainnya.
4. Jadwal kerja
Informasi mengenai hari kerja, jam operasional, tanggal mulai bekerja, cuti tahunan, dan waktu istirahat juga biasanya dijelaskan.
5. Masa Percobaan (Probation)
Banyak perusahaan menetapkan masa probation selama 3 hingga 6 bulan sebelum karyawan diangkat menjadi karyawan tetap.
6. Ketentuan Pemutusan Hubungan Kerja
Offering letter juga dapat memuat ketentuan mengenai pengakhiran hubungan kerja agar hak dan kewajiban kedua pihak menjadi lebih jelas.
Baca juga: Contoh Surat Kuasa Pengambilan Uang di Bank dan Cara Buatnya
Manfaat Offering Letter
Offering letter memberikan banyak manfaat selama proses rekrutmen. Berikut beberapa manfaat utamanya:
- Memberikan Kejelasan Informasi: Informasi mengenai pekerjaan disampaikan secara tertulis agar kandidat dapat mempertimbangkannya dengan lebih matang.
- Menjadi Dasar Hubungan Kerja: Offering letter membantu membangun komunikasi yang baik sejak awal antara perusahaan dan calon karyawan.
- Menjadi Dokumen Pendukung: Meski belum selalu mengikat seperti kontrak kerja, offering letter dapat menjadi acuan apabila muncul perbedaan pemahaman terkait penawaran yang diberikan.
Perbedaan Offering Letter dan Kontrak Kerja
Meski sama-sama berkaitan dengan proses perekrutan, kedua dokumen ini memiliki fungsi yang berbeda. Berikut penjelasannya:
1. Legalitas
Kontrak kerja memiliki kekuatan hukum mengikat setelah ditandatangani oleh kedua pihak. Sementara itu, offering letter belum tentu bersifat mengikat secara hukum.
2. Isi Dokumen
Kontrak kerja memuat ketentuan yang lebih rinci, seperti klausul pemutusan hubungan kerja, kebijakan perusahaan, serta ketentuan lainnya.
3. Format
Offering letter umumnya berbentuk surat penawaran resmi, sedangkan kontrak kerja berbentuk perjanjian kerja yang lebih lengkap.
4. Panjang Dokumen
Kontrak kerja biasanya isinya lebih panjang karena mencakup lebih banyak ketentuan dibanding offering letter.
5. Kewajiban
Offering letter lebih berfungsi sebagai penawaran awal, sedangkan kontrak kerja menetapkan hak dan kewajiban yang wajib dipatuhi kedua belah pihak.
Baca juga: 3 Contoh Surat Penagihan Utang dan Formatnya, Mudah Dibuat!
Contoh Offering Letter
Berikut adalah contoh offering letter yang umum digunakan oleh perusahaan saat memberikan penawaran kerja ke calon karyawan:
Subjek Email: Offering Letter – [Nama Kandidat] – [Posisi]
Yth. [Nama Kandidat],
Selamat atas keberhasilan Anda dalam proses rekrutmen untuk posisi [Nama Posisi] di PT XYZ.
Berikut penawaran kerja yang kami sampaikan:
Status: Tetap/Kontrak/Probation
Gaji Pokok: RpXXX
Tunjangan: RpXXX
Jam Kerja: Senin–Jumat, 08.00–17.00 WIB
Apabila Anda bersedia menerima penawaran ini, mohon menandatangani offering letter dan mengirimkannya kembali paling lambat [Tanggal].
Hormat kami,
HRD PT XYZ
Meski menerima offering letter berarti kabar baik, sebaiknya jangan terburu-buru membalasnya. Ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan terlebih dahulu.
Tips Membalas Offering Letter
Sebaiknya offering letter dikirim kembali sebelum batas waktu yang ditetapkan oleh perusahaan. Berikut hal-hal yang dapat diperhatikan saat membalas offering letter:
1. Pelajari Seluruh Isi Penawaran
Pastikan gaji, tunjangan, tanggung jawab pekerjaan, serta fasilitas yang diberikan oleh calon perusahaan sudah sesuai dengan harapanmu.
2. Pertimbangkan Negosiasi Bila Diperlukan
Jika ada hal yang belum sesuai, kamu dapat menyampaikan negosiasi secara profesional sebelum mengambil keputusan.
3. Putuskan Menerima atau Menolak
Setelah mempertimbangkan semua aspek, tentukan apakah kamu akan menerima atau menolak penawaran tersebut.
4. Kirim Balasan dengan Sopan
Ucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Jika menerima, sampaikan antusiasme untuk bergabung. Jika menolak, jelaskan keputusan tersebut secara profesional.
Kelola Gaji Pertama dengan Tabungan Emas Pegadaian
Memahami offering letter adalah langkah penting agar kamu dapat memperkirakan penghasilan setelah mulai bekerja.
Ketika sudah memiliki pendapatan tetap, jangan hanya fokus pada pengeluaran. Sebaiknya mulai membangun dana darurat dan berinvestasi untuk masa depan. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Emas Pegadaian.
Layanan ini memungkinkan kamu membeli, menyimpan, dan menambah saldo emas digital mulai dari Rp10 ribuan. Beberapa keunggulannya lainnya adalah:
- Saldo emas diasuransikan.
- Bebas biaya pembukaan rekening.
- Pembayaran fleksibel.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi Tring! by Pegadaian atau dengan datang langsung ke kantor cabang Pegadaian terdekat.
Ketika harga emas meningkat, nilai saldo emas yang kamu miliki juga ikut menyesuaikan dengan harga pasar. Saldo yang terkumpul pun dapat dicetak menjadi emas fisik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebagai ilustrasi, jika kamu menabung emas Rp20.000 setiap hari dengan asumsi harga emas Rp2.670.000 per gram, maka dalam satu bulan kamu mengumpulkan sekitar Rp600.000 atau setara dengan 0,224 gram emas.
Dalam 365 hari, total tabungan mencapai sekitar Rp7.300.000 atau setara dengan kurang lebih 2,73 gram emas, di luar perubahan harga emas.
Dengan memahami offering letter sekaligus mengelola penghasilan dengan bijak, kamu bisa mempersiapkan masa depan finansial yang lebih baik.
Bersama Emas Pegadaian, Pegadaian Selalu Hadir Melayani Sepenuh Hati untuk membantumu membangun kebiasaan investasi yang lebih terencana.
Baca juga: Begini Contoh Surat Perjanjian Pinjaman Uang Sederhana
Berita dan Artikel Lainnya

Inspirasi
Apa itu Wakaf? Ini Pengertian, Syarat, dan Rukun Wajibnya
Wakaf adalah ibadah sunah yang dilakukan dengan memberikan harta untuk dimanfaatkan oleh sekelompok orang. Pelajari rukun dan syaratnya di sini!

Inspirasi
Pekan Raya Pegadaian Sukses Digelar, Ini Ulasannya!
Pekan Raya Pegadaian telah sukses dilaksanakan di 12 titik yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Mari simak ulasan singkatnya di sini.

Inspirasi
10 Ide Kado untuk Suami Tercinta yang Seru & Berkesan
Ide kado untuk suami sangatlah variatif, mulai dari sepatu, buku harian, emas, dan parfum. Yuk, temukan inspirasi hadiah berkesan lainnya untuk suami di sini!

