Emas untuk Investasi: Pilih Kadar yang Tepat

Oleh Sahabat Pegadaian dalam Emas

01 September 2026
Bagikan :
image detail artikel

Berinvestasi emas dapat menjadi salah satu cara untuk menyimpan nilai aset dalam jangka panjang. Namun, sebelum membeli, kamu perlu menentukan jenis dan kadar emas yang sesuai dengan tujuan investasi.

Di pasaran, emas tersedia dalam berbagai kadar, mulai dari 9 karat hingga 24 karat. Setiap kadar memiliki karakteristik yang berbeda, terutama dari sisi kemurnian, daya tahan, penggunaan, dan nilai emasnya.

Lalu, emas untuk investasi sebaiknya kadar berapa?

Jika tujuan utamanya adalah investasi, emas batangan 24 karat dengan kemurnian mendekati 99,99% umumnya menjadi pilihan yang lebih sesuai dibandingkan perhiasan dengan kadar lebih rendah.

Namun, bukan berarti kadar lain tidak memiliki nilai. Perhiasan 18K, 22K, atau kadar lainnya tetap dapat memiliki nilai ekonomi, tetapi tujuan penggunaannya berbeda.

Apa Itu Karat pada Emas?

Karat merupakan satuan yang digunakan untuk menunjukkan tingkat kemurnian emas. Semakin tinggi angka karat, semakin besar proporsi emas murni di dalam produk tersebut.

Emas 24 karat memiliki tingkat kemurnian paling tinggi. Sementara itu, emas dengan kadar lebih rendah telah dicampur dengan logam lain seperti perak, tembaga, atau nikel untuk meningkatkan kekuatan material.

Persentase kandungan emas dapat dihitung menggunakan rumus sederhana:
Persentase emas = (jumlah karat ÷ 24) × 100%

Sebagai contoh, emas 18 karat memiliki kandungan sekitar:
18 ÷ 24 × 100% = 75%

Artinya, sekitar 75% materialnya merupakan emas, sedangkan sisanya berupa logam campuran.

Baca Juga: Emas Tua Berapa Karat? Begini Penjelasan Detailnya!

Emas untuk Investasi Sebaiknya Kadar Berapa?

Untuk tujuan investasi emas jangka panjang, emas batangan 24 karat dengan kemurnian mendekati 99,99% umumnya menjadi pilihan yang paling sesuai.

Alasannya bukan hanya karena kadar emasnya paling tinggi. Emas batangan juga memiliki bentuk dan spesifikasi yang lebih standar sehingga lebih mudah dibandingkan ketika membeli dan menjual kembali.

Sementara itu, perhiasan dengan kadar 18K atau 22K memiliki fungsi tambahan sebagai aksesori. Harga belinya juga dapat mencakup ongkos pembuatan dan desain yang belum tentu diperhitungkan dengan nilai yang sama ketika dijual kembali.

Jadi, jika tujuanmu mengumpulkan aset emas, prioritaskan emas batangan. Jika tujuan utamanya memakai perhiasan sekaligus memiliki aset bernilai, kadar seperti 18K atau 22K dapat menjadi pilihan sesuai kebutuhan.

Sebelum menentukan jenis emas yang ingin dibeli, penting untuk memahami perbedaan setiap kadar karat yang beredar di pasaran.

Setiap tingkat karat memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangannya masing-masing, mulai dari tingkat kemurnian, kekuatan, hingga fungsi yang paling sesuai. Berikut ini penjelasannya:

1. Emas 24 Karat (99,9%)

Emas 24K merupakan bentuk emas dengan tingkat kemurnian tertinggi. Warnanya paling cerah dan terlihat sangat kaya, sehingga banyak dianggap sebagai emas paling berharga.

Namun, kandungan emas yang sangat tinggi membuat teksturnya sangat lunak, mudah tergores, dan rentan berubah bentuk. Karena sifat tersebut, emas 24K lebih tepat digunakan sebagai instrumen investasi logam berharga atau koleksi, bukan untuk perhiasan harian.

2. Emas 22 Karat (91,7%)

Emas 22K masih memiliki kandungan emas yang sangat tinggi, tetapi telah dicampur sedikit logam lain untuk menambah kekuatan.

Meski lebih tahan dibanding 24K, perhiasan 22K tetap relatif lunak dan kurang ideal untuk pemakaian harian, terutama jika perhiasan tersebut harus mencengkeram batu permata. Jenis ini umum digunakan untuk cincin kawin, perhiasan polos, atau kepingan dinar.

3. Emas 18 Karat (75%)

Emas 18K menawarkan keseimbangan antara kemurnian, kekuatan, dan tampilan. Komposisi 75% emas murni dengan campuran logam lain menjadikannya cukup kuat untuk pemakaian rutin namun tetap memiliki warna emas yang cerah.

Jenis ini juga minim risiko alergi dan sering digunakan untuk cincin tunangan, cincin nikah, serta perhiasan mewah yang tetap nyaman dipakai sehari-hari.

4. Emas 14 Karat (58,3%)

Dengan kandungan emas sekitar 58%, emas 14K menjadi pilihan yang lebih kuat dan ekonomis dibanding kadar karat di atasnya. Warnanya sedikit lebih kusam daripada emas 18K, tetapi tetap terlihat menarik dan tidak jauh berbeda dalam tampilan.

Perhiasan 14K banyak dipilih untuk penggunaan harian karena lebih tahan gores sekaligus ramah di kantong. Namun, kandungan logam campuran yang lebih tinggi dapat meningkatkan risiko alergi pada sebagian orang.

5. Emas 10 Karat (41,7%)

Emas 10K terdiri dari sekitar 41% emas dan selebihnya logam campuran. Kadar ini menghasilkan perhiasan yang sangat kuat dan tahan lama.

Warnanya tidak secerah emas kadar tinggi, tetapi jenis ini menjadi alternatif terjangkau untuk pembeli dengan anggaran terbatas. Emas 10K banyak digunakan untuk perhiasan harian yang membutuhkan durabilitas tinggi.

6. Emas 9 Karat (37,5%)

Emas 9K memiliki kandungan emas paling rendah di antara jenis yang umum ditemukan di pasaran. Warna emasnya cenderung lebih kusam dan komposisi logam lainnya cukup besar, sehingga bisa memicu alergi pada sebagian orang.

Meskipun sangat kuat dan memiliki variasi desain yang beragam, emas 9K tidak direkomendasikan untuk investasi karena nilai jual kembalinya rendah. Jenis ini lebih cocok untuk fashion jewelry atau aksesori dengan harga terjangkau.

Baca juga: Arti Kode Huruf pada Perhiasan Emas, Lengkap!

Kenapa Emas 24 Karat Cocok untuk Investasi?

Ada beberapa alasan emas batangan 24 karat lebih sering dipilih sebagai instrumen investasi.

1. Memiliki Kemurnian Tinggi

Emas 24K memiliki kandungan emas mendekati 99,99%. Tingginya kemurnian membuat nilai emas lebih mudah dibandingkan berdasarkan berat dan harga pasar.

2. Lebih Sesuai untuk Menyimpan Nilai

Emas batangan tidak memiliki unsur desain atau ongkos pembuatan seperti perhiasan. Karena itu, nilai produknya lebih berfokus pada kandungan dan berat emas.

3. Lebih Mudah Dijual Kembali

Emas batangan dengan sertifikat dan spesifikasi yang jelas umumnya lebih mudah diperjualbelikan kembali. Namun, tetap perhatikan ketentuan buyback dari tempat pembelian.

4. Tersedia dalam Berbagai Ukuran

Emas batangan tersedia dalam berbagai pilihan berat. Hal ini memungkinkan investor menyesuaikan pembelian dengan kemampuan finansial dan target kepemilikan emas.

Apakah Emas 18K dan 22K Bisa untuk Investasi?

Bisa, tetapi fungsi utamanya lebih cocok sebagai perhiasan.

Emas 18K mengandung sekitar 75% emas murni, sedangkan emas 22K sekitar 91,7%. Kadar tersebut cukup tinggi dan tetap memiliki nilai ekonomi, tetapi perhiasan biasanya memiliki komponen harga lain seperti desain dan ongkos pembuatan.

Jika dijual kembali, komponen tersebut belum tentu dihitung dengan nilai yang sama seperti ketika membeli.

Karena itu, apabila tujuan utamanya adalah investasi, emas batangan 24K lebih sesuai. Sebaliknya, jika kamu ingin membeli emas untuk dipakai sekaligus tetap memiliki nilai aset, perhiasan dapat menjadi pilihan.

Tips Memilih Emas untuk Investasi

Setelah menentukan kadar, jangan langsung melihat harga jualnya saja. Ada beberapa aspek yang sebaiknya diperhatikan.

1. Pilih Jenis Emas Sesuai Tujuan

Untuk investasi jangka panjang, emas batangan 24K lebih sesuai dibandingkan perhiasan.

2. Pastikan Keaslian dan Sertifikat

Pastikan emas memiliki informasi yang jelas mengenai kadar, berat, produsen, dan sertifikat. Dokumen tersebut juga dapat membantu ketika emas dijual kembali.

3. Beli dari Penyedia Resmi

Pilih toko emas, lembaga keuangan, atau penyedia emas yang memiliki legalitas dan reputasi yang jelas.

4. Perhatikan Harga Buyback

Jangan hanya membandingkan harga beli. Cari tahu juga harga dan ketentuan buyback karena selisih antara harga beli dan jual kembali akan memengaruhi hasil investasi.

5. Sesuaikan dengan Kemampuan Finansial

Tidak perlu memaksakan pembelian emas dalam jumlah besar sekaligus. Yang lebih penting adalah konsisten dan tidak mengganggu kebutuhan finansial utama.

Bagaimana Cara Mulai Investasi Emas dengan Dana Terbatas?

Harga emas batangan yang cukup tinggi terkadang membuat calon investor mengurungkan niat untuk mulai berinvestasi.

Sebenarnya, investasi emas dapat dilakukan secara bertahap. Salah satu caranya adalah melalui Tabungan Emas, sehingga kamu tidak harus langsung membeli emas batangan dalam jumlah besar.

Melalui Tabungan Emas Pegadaian, pembelian dan penyimpanan emas dapat dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan. Saldo emas yang terkumpul juga dapat dikelola sesuai ketentuan layanan yang berlaku.

Cicil Emas untuk Memiliki Emas Batangan Secara Bertahap

Jika targetmu adalah memiliki emas batangan 24 karat, tetapi dana untuk membeli secara tunai belum tersedia, Cicil Emas Pegadaian dapat menjadi salah satu alternatif.

Dengan layanan ini, pembelian emas dilakukan melalui skema cicilan sesuai tenor yang tersedia. Kamu dapat menyesuaikan pilihan emas dan cicilan dengan kemampuan finansial sebelum mengajukan.

Sebelum memutuskan, gunakan Simulasi Cicil Emas untuk mengetahui gambaran uang muka dan cicilan yang perlu disiapkan.

Baca Juga: Kadar Emas Muda Berapa Karat? Ini Penjelasan, Kode & Cirinya

Tinggalkan Komentar

Alamat email kamu tidak akan terlihat oleh pengunjung lain.
Komentar *
Nama*
Email*
logo

PT Pegadaian

Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Ikuti Media Sosial Kami

Pegadaian Call Center

1500 569

atau 021-80635162 & 021-8581162

logo

Copyright © 2026 Pegadaian. All Rights Reserved