Emas Tua Berapa Karat? Kenali Kadar, Ciri, dan Kodenya

Saat membeli perhiasan atau emas untuk investasi, kamu mungkin pernah mendengar istilah emas tua dan emas muda. Istilah tersebut bukan menunjukkan usia emas, melainkan digunakan untuk membedakan emas berdasarkan kadar kemurniannya.
Emas tua umumnya merujuk pada emas dengan kadar emas di atas 70%. Karena memiliki kandungan emas yang lebih tinggi, jenis ini biasanya mempunyai nilai yang lebih besar dibandingkan emas dengan kadar lebih rendah.
Lantas, emas tua berapa karat? Apa saja ciri emas tua dan bagaimana cara mengenalinya dari kode yang tertera pada perhiasan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Emas Tua?
Emas tua adalah istilah yang umum digunakan di Indonesia untuk menyebut emas dengan kadar kemurnian lebih dari 70%.
Istilah “tua” tidak berarti emas tersebut sudah berusia lama. Penyebutan ini berkaitan dengan tingginya kandungan emas dalam suatu produk. Semakin tinggi kadar emasnya, semakin besar pula proporsi emas murni dibandingkan logam campuran.
Sebagai contoh, emas 18 karat memiliki kadar emas sekitar 75%. Sementara itu, emas 24 karat dapat memiliki kadar hingga 99,99% pada emas batangan tertentu.
Dalam praktiknya, emas tua tidak hanya berbentuk emas batangan. Perhiasan dengan kadar tinggi, seperti 18K, 21K, atau 22K, juga dapat termasuk dalam kategori emas tua.
Baca Juga: Kenali Perbedaan Emas Muda dan Emas Tua Sebelum Berinvestasi
Emas Tua Berapa Karat?
Emas tua umumnya berada pada kisaran 17–24 karat, karena istilah ini digunakan untuk emas dengan kadar di atas 70%.
Namun, ada sedikit perbedaan antara angka persentase dan pembulatan karat. Misalnya, kadar emas 70% jika dikonversikan menggunakan rumus karat menghasilkan sekitar 16,8 karat.
Rumus sederhananya:
Karat = (kadar emas ÷ 100) × 24
Contoh:
(70 ÷ 100) × 24 = 16,8 karat
Karena itu, emas dengan kadar di atas 70% umumnya mulai disebut emas tua pada kisaran 17K.
Berikut beberapa contoh kadar emas yang termasuk emas tua:
Khusus emas batangan, kadar 99,9%–99,99% atau setara 24 karat merupakan kadar yang umum digunakan pada produk emas batangan.
Ciri Emas Tua yang Perlu Diketahui
Selain mengetahui kadar emas dan karatnya, kamu juga bisa mengenali beberapa ciri emas tua berikut.
1. Memiliki Kadar Emas di Atas 70%
Ciri utama emas tua adalah kadar emasnya yang lebih tinggi dibandingkan emas muda.
Perhiasan dengan kadar 75%, 83,3%, 87,5%, atau 91,6%, misalnya, termasuk dalam kelompok emas dengan kandungan emas tinggi.
Namun, kadar tidak sebaiknya ditentukan hanya berdasarkan warna. Pemeriksaan kode kadar atau pengujian emas tetap diperlukan untuk memastikannya.
2. Warna Cenderung Lebih Pekat
Emas dengan kadar tinggi umumnya memiliki warna kuning yang lebih pekat dibandingkan emas dengan kadar rendah.
Meski demikian, warna bukan indikator mutlak untuk menentukan keaslian atau kadar emas. Jenis campuran logam dan warna emas, seperti emas putih atau rose gold, juga dapat memengaruhi tampilan perhiasan.
3. Memiliki Kode Kadar
Perhiasan emas biasanya memiliki cap atau kode yang menunjukkan kadar, misalnya 750, 875, 916, atau kode lainnya.
Kode tersebut dapat membantu memperkirakan kandungan emas dalam perhiasan. Namun, keberadaan cap saja belum cukup untuk memastikan keaslian karena kode dapat dipalsukan.
Baca Juga: Kode Emas Palsu: Ciri-Ciri, Jenis, dan Tips Menghindarinya
4. Harga Cenderung Lebih Tinggi
Karena kandungan emasnya lebih tinggi, emas tua umumnya memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan emas dengan kadar lebih rendah dengan berat yang sama.
Namun, harga jual perhiasan tidak hanya dipengaruhi kadar. Berat, desain, biaya pembuatan, kondisi, merek, serta kebijakan tempat pembelian atau buyback juga dapat memengaruhi nilai transaksi.
5. Cenderung Lebih Lunak pada Kadar yang Tinggi
Emas murni memiliki karakter yang relatif lunak. Karena itu, emas dengan kadar tinggi cenderung membutuhkan campuran logam lain ketika dibuat menjadi perhiasan agar lebih kuat dan mudah dibentuk.
Inilah salah satu alasan mengapa kadar emas perhiasan tidak selalu 24K.
Daftar Kode Emas Tua dan Artinya
Salah satu cara mengenali kadar emas adalah dengan melihat angka yang tercetak pada perhiasan.
Berikut beberapa kode yang umum dikaitkan dengan emas berkadar tinggi:
Kode angka tersebut menggunakan sistem kadar berbasis per seribu. Misalnya, kode 750 berarti terdapat sekitar 750 bagian emas dari 1.000 bagian material atau setara dengan 75% emas.
Kode dapat berbeda tergantung produsen dan standar penandaan produk. Karena itu, jangan menjadikan kode sebagai satu-satunya cara untuk menentukan keaslian emas. Pegadaian juga menjelaskan bahwa kode angka dan kode huruf pada perhiasan perlu dibaca secara bersamaan karena dapat memberikan informasi mengenai kadar, produsen, atau material.
Baca Juga: 12 Cara Membedakan Emas Asli dengan Kuningan, Yuk Simak!
Apa Arti Kode Emas 750?
Kode 750 menunjukkan bahwa perhiasan memiliki kandungan emas sekitar 75%.
Jika dikonversikan ke karat:
75% × 24 = 18 karat
Jadi, emas 750 sama dengan emas 18K dan termasuk dalam kategori emas tua berdasarkan batas kadar di atas 70%.
Kode 750 cukup umum ditemukan pada perhiasan emas karena kadar 18K memberikan keseimbangan antara kandungan emas dan kekuatan material untuk digunakan sebagai perhiasan.
Apa Bedanya Emas Tua dan Emas Muda?
Perbedaan utama emas tua dan emas muda terletak pada kadar emasnya.
Istilah emas tua dan emas muda sendiri merupakan istilah yang umum digunakan di Indonesia untuk membedakan kadar emas, bukan klasifikasi universal dalam perdagangan emas global.
Apakah Emas Tua Lebih Bagus daripada Emas Muda?
Tidak selalu. Pilihan kadar emas sebaiknya disesuaikan dengan tujuan penggunaannya.
Jika kamu mencari emas dengan kandungan emas tinggi, emas tua dapat menjadi pilihan. Namun, jika perhiasan akan digunakan setiap hari dan membutuhkan material yang lebih kuat, kadar yang lebih rendah dengan campuran logam tertentu dapat memberikan karakteristik yang lebih sesuai.
Untuk investasi, jangan hanya melihat apakah emas tersebut termasuk emas tua atau muda. Perhatikan juga bentuk emas, kadar, berat, harga beli, biaya pembuatan, serta kemudahan menjualnya kembali.
Baca Juga: Inilah 4 Ciri-Ciri Emas Kuno & Jenisnya di Indonesia
Apakah Emas Tua Cocok untuk Investasi?
Emas dengan kadar tinggi dapat menjadi salah satu pilihan untuk menyimpan nilai dalam jangka panjang. Namun, emas tua tidak otomatis berarti pilihan investasi yang paling optimal.
Perhiasan emas memiliki komponen biaya seperti ongkos pembuatan yang perlu dipertimbangkan. Ketika dijual kembali, harga yang diterima juga tidak selalu sama dengan harga ketika membeli.
Jika tujuan utama adalah investasi emas, emas batangan dengan kadar tinggi dapat menjadi salah satu pilihan karena lebih mudah dibandingkan perhiasan untuk mengetahui berat dan kadar emasnya.
Sementara itu, jika ingin memiliki emas secara bertahap tanpa harus langsung membeli emas batangan secara penuh, kamu dapat mempertimbangkan produk investasi emas yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan keuanganmu.
Apakah Emas Tua Bisa Digadaikan?
Ya, perhiasan emas tua maupun jenis emas tertentu dapat digunakan sebagai agunan gadai sesuai ketentuan yang berlaku.
Pegadaian mencantumkan perhiasan emas tua sebagai salah satu jenis emas yang dapat digadaikan. Untuk perhiasan emas tua, kadar yang disebutkan berada pada kisaran 17–23 karat. Emas batangan dengan kadar 99,9%–99,99% atau 24 karat juga termasuk jenis yang dapat digadaikan.
Nilai pinjaman tidak hanya ditentukan oleh sebutan “emas tua”, tetapi melalui proses pemeriksaan dan penaksiran terhadap barang yang dijadikan agunan.
Karena itu, jika memiliki emas tua dan sedang membutuhkan dana, kamu dapat membawa emas tersebut ke Pegadaian untuk mengetahui nilai taksirannya sesuai ketentuan yang berlaku.
Tips Memilih Emas Tua
Jika kamu berencana membeli emas dengan kadar tinggi, perhatikan beberapa hal berikut:
- Periksa kadar emasnya. Jangan hanya melihat warna perhiasan.
- Cek kode yang tertera pada emas. Misalnya 750, 875, 916, atau 999.
- Tanyakan berat emas. Berat menjadi salah satu komponen penting dalam menentukan nilai.
- Simpan nota dan dokumen pembelian. Dokumen dapat membantu ketika emas akan dijual atau diperiksa kembali.
- Bandingkan harga sebelum membeli. Jangan hanya terpaku pada harga per gram.
- Perhatikan biaya pembuatan jika membeli perhiasan.
- Pastikan membeli dari penjual atau saluran resmi.
- Lakukan pemeriksaan kadar jika masih ragu.
Cara Mengetahui Emas Tua Asli atau Tidak
Kode 750, 875, atau 916 memang dapat membantu mengetahui perkiraan kadar emas. Namun, kode bukan bukti mutlak bahwa emas tersebut asli.
Jika ingin memastikan kadar dan keaslian emas, kamu dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya melalui pengujian profesional yang dapat membantu mengetahui karakteristik dan kadar emas secara lebih akurat.
Hal ini terutama penting jika nilai emas cukup besar atau kamu akan melakukan transaksi jual beli.
Kenali Kadar dan Ciri Emas Sebelum Membeli
Memahami emas tua berapa karat akan membantu kamu membaca kadar emas sebelum membeli maupun menjualnya. Emas tua umumnya merujuk pada emas dengan kadar di atas 70%, atau sekitar 17–24 karat dalam penyebutan umum.
Selain kadar, perhatikan pula ciri emas tua, kode angka, berat, dokumen pembelian, serta tujuan penggunaannya. Jika emas akan digunakan sebagai investasi, pertimbangkan biaya dan karakteristik produk secara keseluruhan, bukan hanya tingginya kadar emas.
Sementara jika membutuhkan dana dari emas yang sudah dimiliki, emas tua dapat menjadi salah satu aset yang dapat diajukan sebagai agunan melalui layanan Gadai Emas Pegadaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Berita dan Artikel Lainnya

Emas
Gadai Emas 1 Gram di Pegadaian Dapat Berapa? Ini Jawabannya!
Gadai emas 1 gram di Pegadaian dapat berapa kira-kira? Jika masih belum mengetahuinya, mari simak informasi selengkapnya di sini.

Emas
Mengenal Ciri-Ciri Emas Suasa, Kelebihan, dan Kekurangannya
Ciri-ciri emas suasa dapat dikenali mulai dari warna hingga kandungannya. Pelajari kelebihan, kekurangan, serta info harga jual kembalinya di sini!

Emas
Nabung Emas 1 Gram per Bulan, Apakah Menguntungkan?
Nabung emas 1 gram per bulan tetap bisa dilakukan meski UMP 2026 naik terbatas melalui strategi DCA. Ketahui lebih lanjut tips dan contohnya di sini!

