Cara Merawat Perhiasan Emas Putih agar Tetap Berkilau

Mengetahui cara merawat perhiasan emas putih sangat penting, terutama jika kamu menggunakannya setiap hari sebagai cincin nikah.
Perhiasan emas putih memang memiliki tampilan yang elegan dan mewah, tetapi tetap membutuhkan perawatan agar kilaunya tidak cepat memudar.
Dengan perawatan yang tepat, perhiasan kesayanganmu akan tetap terlihat indah sekaligus memiliki usia pakai yang lebih panjang.
Selain menjaga tampilannya tetap menawan, perawatan rutin juga membantu mempertahankan nilai perhiasan dalam jangka panjang.
Supaya perhiasan emas putihmu selalu tampak seperti baru, simak penjelasan lengkap berikut ini sampai selesai.
Mengapa Perhiasan Emas Putih Membutuhkan Perawatan?
Banyak orang mengira emas putih tidak membutuhkan perawatan khusus karena terlihat kuat dan tahan lama. Sayangnya, banyak juga yang tidak tahu bahwa perhiasan emas putih memiliki lapisan rhodium untuk memberikan warna putih mengilap dan melindungi permukaannya.
Namun, lapisan rhodium tersebut tidak dapat bertahan selamanya. Gesekan saat dipakai sehari-hari, benturan ringan, hingga paparan keringat dan bahan kimia membuat lapisan ini perlahan memudar.
Terkikisnya lapisan rhodium dapat membuat warna asli emas mulai terlihat sehingga perhiasan tampak kekuningan dan kilauannya berkurang.
Selain karena lapisan rhodium yang menipis, ada beberapa alasan lain mengapa cincin emas putih perlu dirawat dengan baik, yaitu:
- Kilau dan keindahan perhiasan dapat tetap terjaga karena debu, minyak, dan kotoran yang menempel dibersihkan secara rutin sehingga tampilannya tidak mudah kusam.
- Risiko kerusakan dapat diminimalkan karena kotoran yang menumpuk tidak memicu goresan atau membuat batu longgar.
- Kebersihan perhiasan lebih terjaga karena sisa sabun, losion, keringat, hingga bakteri yang menempel dibersihkan secara berkala sehingga mengurangi risiko iritasi kulit.
- Usia pakai cincin menjadi lebih panjang karena perawatan yang tepat menjaga kondisinya tetap prima.
- Penumpukan residu dapat dicegah agar tampilan dan struktur perhiasan tidak mudah rusak akibat paparan keringat, kosmetik, maupun bahan kimia rumah tangga.
Baca juga: 8 Cara Mengetahui Emas Putih dan Perak, Jangan Sampai Salah!
Cara Merawat Perhiasan Emas Putih
Selama dilakukan secara rutin, merawat perhiasan emas putih sebenarnya tidak sulit. Berikut beberapa caranya:
1. Melakukan Replating
Salah satu cara merawat perhiasan emas putih yang paling efektif adalah melakukan replating atau pelapisan ulang.
Proses ini akan melapisi kembali permukaan perhiasan dengan rhodium sehingga warnanya kembali cerah dan berkilau seperti baru.
Kamu tidak perlu melakukan replating terlalu sering, cukup satu hingga dua kali dalam setahun. Namun, ini juga tergantung pada seberapa sering kamu memakai perhiasannya.
2. Membersihkan Secara Rutin
Membersihkan perhiasan secara rutin dapat mencegah penumpukan kotoran yang membuat tampilannya kusam. Hindari penggunaan cairan pembersih berbahan kimia keras karena dapat merusak lapisan rhodium.
Cukup siapkan air hangat dan tambahkan beberapa tetes sabun pencuci piring cair. Rendam perhiasan selama 20–40 menit, lalu sikat perlahan menggunakan sikat gigi berbulu lembut untuk membersihkan bagian yang sulit dijangkau.
Kemudian, dengan menggunakan air hangat, bilas hingga bersih. Saat mengeringkan dengan kain lembut, jangan menggosok terlalu keras agar permukaan perhiasan tidak tergores.
3. Lepas Saat Beraktivitas Berat
Meskipun tergolong kuat, emas putih tetap lebih lunak dibandingkan material seperti stainless steel. Aktivitas berat, seperti mengangkat barang, berkebun, atau berolahraga, dapat meningkatkan risiko goresan maupun benturan.
Oleh karena itu, biasakan melepas cincin sebelum beraktivitas berat serta saat berenang di kolam yang mengandung klorin atau di laut dengan air asin, karena hal tersebut dapat mempercepat kerusakan lapisan rhodium.
4. Hindari Kontak dengan Bahan Kimia
Parfum, losion, hairspray, hingga cairan pembersih rumah tangga dapat memengaruhi tampilan emas putih. Kandungan bahan kimia tersebut mampu mempercepat pudarnya lapisan rhodium sehingga perhiasan kehilangan kilaunya.
Agar tetap awet, gunakan perhiasan setelah kamu selesai memakai produk perawatan tubuh atau kosmetik. Dengan begitu, risiko kontak langsung dengan bahan kimia dapat diminimalkan.
5. Jaga Kelembapan Agar Tetap Seimbang
Lingkungan yang terlalu lembap juga kurang baik untuk penyimpanan perhiasan emas putih. Kelembapan berlebih dapat memengaruhi kondisi logam sehingga tampilannya cepat kusam.
Simpan perhiasan di tempat yang kering dengan sirkulasi udara yang baik. Jika perlu, gunakan wadah penyimpanan yang dapat membantu menjaga kelembapan tetap stabil.
6. Simpan dengan Hati-Hati
Saat tidak digunakan, simpan perhiasan secara terpisah agar tidak saling bergesekan. Gesekan antarperhiasan berisiko menimbulkan goresan halus yang membuat permukaannya tampak kusam.
Gunakan kotak perhiasan yang dilapisi kain lembut atau kantong khusus berbahan halus. Penyimpanan yang tepat akan membantu mempertahankan keindahan perhiasan dalam waktu lama.
Jadi, agar emas putih tetap berkilau, pastikan selalu merawatnya. Namun, jika kamu ingin memiliki aset emas tanpa perlu repot melakukan perawatan, ada alternatif yang lebih praktis.
Baca juga: Inilah 7 Beda Emas Putih dan Perak, Lebih Untung yang Mana?
Deposito Emas di Pegadaian: Investasi Emas Praktis Tanpa Repot Perawatan
Jika kamu ingin berinvestasi emas tanpa perlu memikirkan perawatan fisik maupun risiko berkurangnya kualitas karena sering digunakan, kamu tak perlu repot.
#TenangSaja, kini tersedia pilihan investasi emas yang lebih praktis melalui Deposito Emas di Pegadaian. Dengan mendepositokan saldo Tabungan Emas, aset berhargamu akan disimpan dalam bentuk digital.
Deposito Emas memungkinkan kamu menyimpan emas dengan perlindungan yang terjamin sekaligus memperoleh imbal hasil berupa tambahan gram emas.
Selain tidak perlu khawatir terhadap risiko goresan, lapisan yang memudar, maupun biaya perawatan seperti pada perhiasan, keunggulan lain dari Deposito Emas adalah:
- Emas disimpan dengan aman dan diasuransikan.
- Tenor yang fleksibel, mulai dari 6 hingga 12 bulan.
- Imbal hasil sebesar 1% per tahun dalam bentuk gram emas.
Syarat pengajuannya antara lain memiliki rekening Emas Pegadaian dan deposito minimal 5 gram dengan kelipatan 1 gram. Lalu, saldo Emas Pegadaian setelah deposito juga harus minimal 0,1 gram.
Untuk membuka Deposito Emas, cukup ajukan permohonan melalui Tring! by Pegadaian, lalu masukkan nomor rekening, jumlah gram emas, dan periode penitipan.
Setelah menyetujui syarat dan ketentuan serta melakukan verifikasi menggunakan PIN dan OTP, sertifikat penempatan Deposito Emas akan dikirim langsung ke email yang terdaftar.
Apabila membutuhkan bantuan atau ingin berkonsultasi secara langsung, kamu juga dapat mengunjungi kantor cabang Pegadaian terdekat.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, segera maksimalkan potensi cuan dari emas dengan Deposito Emas di Pegadaian sekarang!
Baca juga: Emas Putih dan Emas Kuning Mahal Mana? Ini Penjelasannya!
Berita dan Artikel Lainnya

Emas
Kenali Apa Itu Karat Emas, Kunci Menilai Harga dan Kualitas
Karat emas adalah standar untuk mengukur tingkat kemurnian emas. Pahami jenis-jenis, hubungannya dengan harga emas, dan cara mengeceknya di sini!

Emas
Emas Murni: Definisi, Karakteristik, dan Perbedaannya
Emas murni adalah emas 24 karat dengan kadar 99,9%. Pelajari perbedaan emas murni, logam mulia, dan emas London selengkapnya di sini!

Emas
Emas Malaysia 916: Pengertian, Keunggulan, dan Harga Jualnya
Pelajari apa itu emas Malaysia 916, kadar karatnya, keunggulannya sebagai perhiasan, serta cara menghitung harga jual emas Malaysia 916 di Indonesia.

